
Malamnya,Rega datang kerumah Veren untuk menjemputnya,ia berencana mengajak Veren ke kafe yang terkenal di kota ini,Cafe Saringan.Rega ingin mengobrol romantis hanya berdua dengan Veren.
Akhirnya,ia sampai di depan rumah Veren dan bergegas memencet tombol bel yang ada di dekat pagar yang cukup tinggi.Pagar pun terbuka,keluarlah seseorang bertubuh tinggi yang memandang Rega dengan tatapan tajamnya.
"Eh bang Vero jangan galak galak atuh",Rega berusaha menggoda Vero dengan tatapan ragunya.
Vero malah melototkan matanya semakin tajam dan menatap Rega dengan pandangannya yang menyeramkan.Rega semakin ragu menatap Vero,tapi ia tetap tegar apapun ucapan yang keluar dari mulut Vero.Tiba-tiba,tawa Vero pecah saat melihat Rega yang tetap tegar menghilangkan rasa ragunya.
"Hahaha kena lo",seru Vero tertawa dan tiba-tiba ambruk ke lantai sambil berguling menahan tawa.
"Bang Vero godain gue terus!",pekik Rega kesal.
"Iya deh maafin gue,btw ngapain lo kesini?",tanya Vero bangkit dari aksinya.
"Gue mau ngajak Veren makan malam di Cafe Saringan",kata Rega.
"Oh gitu bentar gue panggilin dulu ya,yuk masuk",ajak Vero lalu menuju kedalam rumah.
Rega melangkahkan kakinya kedalam rumah sambil melihat sekeliling.Ia pun duduk di sofa ruang tamu yang ruangannya begitu luas seperti ruang tamu dirumahnya.
Tiba-tiba,ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk dari seseorang.
Endra is calling...
"Halo dengan tukang servis ahli cinta ada yang bisa saya bantu?",goda Rega dengan santainya.
"Gila lo",balas Endra kesal.
"Oh salah sambung ya,gue tutup dulu ya",goda Rega sekali lagi.
"Eh jangan maen ngambek dulu dong",kesal Endra di seberang sana.
"Hmm,lo ngapain telfon gue?",tanya Rega.
"Gitar gue rusak nih,lo bisa bantu perbaikin gak?",tanya Endra memohon.
"Gue bisa sih,tapi hari ini gue mau dinner sama Veren",sahut Rega sambil menggaruk kepalanya.
"Yaelah iya deh,nanti pas habis dinner langsung kerumah gue ya",kata Endra mengingatkan.
"Siapp bos",balas Rega.
"Oke gue matiin ya",pamit Endra memutuskan sambungannya.
Rega pun mengecek aplikasi whatsappnya yang dipenuhi nomor yang ia tak mengenalinya sama sekali.Mungkin itu semua adalah nomor seluruh siswi di sekolahnya yang naksir dengannya,ia tak pernah menghiraukan chat itu apalagi membacanya.Dihapusnya chat itu satu-persatu,hingga muncul nomor baru yang membuat Rega heran.
*Room Chat*
+6286××××××× : Hai Regaaa.
RegarysAzegar : ??.
+6286xxxxxx : Ishh gue Bela pake nama panjang aja deh save ya Isabela Putri.
RegarysAzegar : hm.
+6286xxxxxx : Singkat bener sih jawabnya.
+6286xxxxxx : Rega??.
+6286xxxxxx : Regaaaaa!!!!.
+6286xxxxxx : Kok gak dibales sih.
Rega malas menghiraukan Bela sang primadona di sekolahnya.Ia sengaja tak membaca chatnya dan langsung menghapus nomornya saking kesalnya.
Akhirnya,yang ditunggu-tunggu pun tiba di hadapan Rega.Yap,itu Veren pacarnya yang terlihat cantik dihadapannya.Veren mengenakan sweater berwarna merah marun,serta memakai celana jeans model remaja kekinian,tak lupa ia memakai sepatu cath dan kepalanya dibaluti kerudung segitiga berwarna hitam.Veren tampak lebih natural dan terlihat cantik dimata Rega hingga membuatnya melongo dan bengong menatap sang pujaan hati yang ada di depannya.
"Ini kamu Veren?",tanya Rega menatap Veren penuh kekaguman.
"Iya ini aku,masa aku setan sih",kata Veren manyun.
"Hehe bercanda kok Ren",sahut Rega menyunggingkan senyum manisnya.
"Gimama cantik kan sepupu abang?",tanya Vero penuh kebanggaan.
"Apaan sih bang",kesal Veren mencubit lengan kanan Vero.
__ADS_1
"Aww sakit,udah deh kamu buruan ikut Rega",pinta Vero sambil memegangi lengan yang terkena serangan berbahaya dari Veren.
"Iya deh",balas Veren singkat.
"Ga,jagain sepupu gue ya inget pulangnya jan kemaleman!",pesan Vero mengingatkan Rega.
"Siapp bang",sahut Rega lalu menyusul Veren yang sudah keluar rumah terlebih dahulu.
"Kita mau kemana?",tanya Veren penasaran.
"Kita ke Cafe Saringan yuk hari ini ada menu baru loh",kata Rega menghidupkan mesin motornya.
"Oh ya,wihh gak sabar banget",sahut Veren dengan mata yang berbinar.
"Makanya itu ayo cepet buruan naik entar kehabisan loh",pinta Rega.
Veren pun mengangguk menaikki motor Rega.Keduanya pun berangkat menuju Cafe Saringan.
Tak lama kemudian,mereka berdua pun sampai di depan kafe yang memiliki dua lantai itu.Veren turun dari motor Rega dan merapikan kerudungnya yang agak berantakan.Rega memperhatikan Veren lalu membantunya.
"Sini aku bantu",tawar Rega membantu merapikan kerudung Veren.
"Makasih ya Ga",balas Veren tersenyum.
"Iya sama sama,yuk masuk",ajak Rega menggenggam tangan Veren.
Keduanya pun duduk di kursi dekat jendela.Seorang pelayan kafe menghampiri meja mereka.
"Silakan mau pesan apa?",tanya si pelayan kafe yang bersiap mencatat pesanan dengan buku kecilnya.
"Menu terbarunya apa aja?",tanya Rega penasaran.
"Ada chocolate milkshake,soft cheese cake,oreo cake,dan choco smooth",jelas pelayan kafe.
"Mau yang mana Ren?",tanya Rega memandang Veren.
"Mm aku mau chocolate milkshake sama oreo cake",kata Veren menyampaikan pesanannya.
"Baik,kalau anda mas?",tanya pelayan menatap Rega
"Baik,pesanan akan diantar sekitar dua puluh menit lagi",kata pelayan lalu mengantar pesanan kepada sang koki.
Selama menunggu pesanan,Veren sedang sibuk bermain medsos di ponselnya,sedangkan Rega hanya memandang wajah Veren lekat.Veren pun mendadak salting ketika Rega menatapnya seperti itu.
"Kamu ngapain sih Ga?",tanya Veren sebal.
"Lihat wajah cantik kamu",sahut Rega tersenyum manis.
"Ishh kebiasaan deh gombal terus",ujar Veren lalu memainkan ponselnya lagi.
"Masa sih aku di selingkuhin sama ponsel kamu",kata Rega kesal.
"Maksudnya?",tanya Veren tak paham.
"Ya intinya kamu cuekin aku melulu",ucap Rega memandang jendela disampingnya.
"Hehe iya deh maaf ya",jawab Veren meletakkan ponselnya.
"Kamu chat an sama siapa sih?",tanya Rega mulai curiga.
"Sama bang Varel",ucap Veren santai.
"Kembaran kamu?",tanya Rega memastikan.
Veren menganggukkan kepalanya.
"Chat an apa sama dia?",tanya Rega semakin penasaran.
"Kepo banget sih",ketus Veren.
"Ya namanya aku pacar kamu ya harus tahu dong",ujar Rega.
"Hmm tadi bang Varrel bilang ke aku katanya mau balik kesini sekitar tiga hari lagi",jelas Veren memandang jendela di sebelahnya.
"Oh ya kalo udah pulang kenalin dong hehe sekali kali cari teman",sahut Rega menatap Veren sambil tersenyum.
"Haha iya Rega",balas Veren.
__ADS_1
Tak lama kemudian,pesanan mereka pun datang dan diantar oleh seorang pelayan perempuan.
"Ini pesanannya",kata seorang pelayan perempuan membawa nampan berisi pesanan mereka.
"Makasih",ucap Rega tersenyum tipis.
Pelayan perempuan itu terpanah oleh senyuman yang terukir di wajah tampan Rega.Rega pun mendadak memudarkan senyumannya karena tindakannya tadi yang membuat Veren cemburu.
"Iya mas",balas pelayan itu menunjukkan senyuman terbaiknya.
Veren memandangnya kesal dan perasaan cemburu pun muncul di benaknya.
"Boleh minta nomor teleponnya nggak mas?",tanya pelayan itu dengan nada genitnya.
Rega bingung harus menjawab apa.Ditatapnya wajah Veren yang merah padam karena cemburu.Rega pun mengerti dengan keadaan perasaan Veren.
"Maaf mbak kontak saya penuh",jawab Rega dengan cueknya.
"Yaelah mas minta dong siapa tahu nanti kita bisa cinlok hehe",rayu si pelayan dengan manja.
"Maaf mbak gak bisa saya udah punya pacar!",sahut Rega dengan nada dingin khasnya.
"Yahhh",si pelayan mendengus kesal dan menatap Veren geram lalu pergi meninggalkan meja Rega dan Veren.
"Pelayan tadi gak usah di dengerin ya jangan dimasukkin ke hati",kata Rega menenangkan Veren yang masih cemburu.
"Hmm",dehem Veren.
"Jangan ngambek dong,kamu kalo ngambek tuh imut banget",gombal Rega gemas.
"Apaan sih kumat deh gombalnya",tukas Veren kesal.
"Hehe ya maap,yuk dimakan dong oreo cake nya",kata Rega mengambil nampan berisi oreo cake lalu menyuapkannya dimulut Veren.
"Aku bisa sendiri Ga",tolak Veren.
"Udah gapapa buka mulut kamu",kata Rega menyuapkan oreo cake dan Veren pun mau membuka mulutnya.
Pengunjung kafe menatap iri kearah Veren karena dirinya beruntung memiliki pacar yang perhatian seperti Rega.
"Rega udah deh orang orang pada liatin kita tuh",sahut Veren.
"Udah gapapa jangan dihiraukan ini bukti cinta aku ke kamu",ucap Rega sembari mengeluarkan senyuman manisnya hingga membuat Veren ingin melayang ke langit dengan bebas.
Akhirnya,makanan yang mereka pesan pun habis.Rega dan Veren bangkit dari kursinya menuju ke kasir untuk membayar semua pesanan.
"Aku bisa bayar sendiri Ga",tolak Veren saat Rega mengeluarkan selembar uang.
"Gapapa biar aku yang traktir",kata Rega lalu menyerahkan selembar uang ratusan ribu kepada penjaga kasir.
"Makasih ya Ga",ucap Veren.
"Iya sama sama,gimana dinnernya seru kan?",tanya Rega memandang Veren.
"Seru kok",balas Veren tersenyum.
"Hari ini kita langsung pulang ya udah malem banget nih",kata Rega mengeluarkan kunci motornya.
"Iya Rega",jawab Veren.
Mereka berdua pun pulang dari Cafe Saringan.Rega pun teringat dengan janjinya yang akan pergi kerumah Endra.Ia melajukan motornya agar cepat sampai dirumah Veren.Tak lama kemudian,mereka pun sampai di rumah Veren.
"Gak mampir dulu Ga?",tawar Veren yang turun dari motor Rega.
"Mm kaga usah deh,aku mau kerumah Endra",tolak Rega halus.
"Yaudah hati hati ya jangan ngebut udah malem loh",pesan Veren mengingatkan Rega.
"Iya Veren sayang",jawab Rega memberikan senyumannya.
Veren pun masuk kedalam rumahnya sembari melambaikan tangan kearah Rega dan dibalas olehnya.Setelah Veren masuk,Rega pun memacu motornya menuju kerumah Endra.Saat di perjalanan menuju rumah Endra,tiba-tiba dibelakang Rega sebuah mobil dengan kecepatan tinggi sengaja menabrak Rega hingga dirinya terpental dan jatuh dijalanan.
Darah mengucur keseluruh tubuhnya membuat ia lemas dan tak berdaya.Matanya sayu-sayu melihat si pemilik mobil yang membiarkannya dijalan dan langsung lari tanpa jejak.Rega berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan.Rasa sakit menyeruak di sekujur tubuhnya hingga ia meringis kesakitan tak kuat menahannya.Pandangannya pun kabur dan gelap saat melihat semua orang mengerumuninya untuk membantunya.Akhirnya,Rega memejamkan matanya dan dirinya tak sadarkan diri.
◆◆◆
to be continued...
__ADS_1