
Akhirnya sholat dhuhur berjamaah pun telah dillaksanakan.Saat hendak keluar masjid,Veren melihat ada sesuatu yang membuatnya curiga.Kiki yang melihatnya pun merasa heran dengan tingkah Veren.
"Ren kenapa lo kek bingung gitu?",tanya Kiki heran.
"Sepatu gue Kik ilang",sahut Veren yang kelimpungan mencari sepatunya.
"Bukannya tadi sepatu lo ada di sebelah sepatu gue?",tanya Kiki yang membantu Veren mencari sepatunya.
"Iya tadi gue letakkan disini deket sepatu lo",ujar Veren kebingungan.
Rega yang baru keluar dari masjid bersama teman-temannya menatap Veren dengan heran.
"Kenapa Ren?",tanya Rega yang berada disisi Veren.
"Sepatu gue ilang Ga",kata Veren mencari di sekitar masjid.
"Oh sepatu lo",Rega berjalan menuju parkiran sepeda yang kebetulan dekat dengan bangunan masjid sekolah.
"Nih!",sahut Rega yang menenteng sepasang sepatu milik Veren.
"Wah elo ngerjain gue ya" ,kesal Veren.
"Kagak kok",tukas Rega.
"Terus kenapa sepatu gue bisa disini?",tanya Veren curiga.
"Tadi gue sengaja ambil sepatu lo terus gue letakkan disini sama sepatu gue takut kalo nanti sepatu lo dicuri sama siswa lain,mending lo curi hati gue aja",goda Rega sambil memainkan alis tebalnya.
"Ishh bisa aja lo Ga",sahut Veren mencubit lengan Rega kesal.
"Aduhh sakit",adu Rega pura-pura meringis kesakitan.
"Hadehh pasangan kondangan ini cocok banget ya,jadi iri gue pengen punya pacar",ujar Gilang iri.
"Yee salah lo sendiri bikin si Cherlin risih sama kelakuan lo",ledek Reno menjulurkan lidahnya.
"Ala lo kan juga jomblo",sahut Gilang kesal.
"Kata siapa gue mah punya Kikik,iya gak Ki?",balas Reno menoleh kearah Kiki sambil mengedipkan matanya.
"Mimpi lo!",tukas Kiki kesal.
"Haha halu elo ketinggian banget No",ledek Gilang tertawa mengejek.
"Udah udah,yuk balik ke kelas",lerai Endra merentangkan kedua tangannya.
***
Jam pelajaran terakhir di kelas X-Mars adalah pelajaran IPS.Sedari tadi guru yang mengajar belum datang hingga bel mulai berdering dengan suara nyaring menandakan saatnya pulang.
Seluruh murid X-Mars memutuskan untuk pergi pulang.Hari ini Veren kebagian jadwal piket yang memungkinkan dia pulang agak lama.Saat hendak mengambil sapu,ada suara ketukan pintu dari arah depan kelas.
Veren memutuskan berjalan keluar kelas berusaha melihat seseorang yang mengetuk pintu kelasnya.Dilihatnya Rega yang tengah berdiri di depan kelas Veren sambil mengunyah permen karet sesekali meniupnya menjadi balon.
"Udah siap?",tanya Rega menautkan satu alisnya.
"Tunggu bentar ya,gue masih piket",kata Veren.
"Sendirian?",tanya Rega penasaran.
"Iya Ga".
"Temen temen lo yang lain pada kemana?",tanya Rega keheranan.
"Temen temen udah pulang dari tadi kaga ada yang mau piket",sahut Veren mendengus kesal.
Rega pun mengetuk dagunya berpikir sejenak.
"Gue boleh bantu gak biar cepet",tawar Rega.
"Gak usah deh lo tungguin aja",tolak Veren halus.
"Gak bisa gitu dong masa lo piket sendirian,terus gue yang enak enakan di depan",ujar Rega merebut sapu Veren halus,lalu masuk ke kelas Veren.
Veren mengikuti Rega dari belakang dan hendak mengambil sapu di sudut kelas.
Akhirnya,piket di kelas Veren telah usai,kelas menjadi bersih dan indah berkat bantuan Rega.
"Makasih ya Ga,karena lo kelas gue jadi bersih dengan cepat",ucap Veren seraya tersenyum manis.
"Iya sama sama,sekarang ikut gue ke parkiran sekolah",ajak Rega menarik tangan Veren.
__ADS_1
Setibanya di parkiran,Veren kebingungan mencari motor yang biasanya Rega bawa.Disana hanya terparkir satu mobil yang terparkir dengan rapi.
"Motor lo kemana Ga?",tanya Veren heran.
"Hehe hari ini gue bawa mobil",sahut Rega berjalan menuju kearah mobilnya.
"Ngapain lo disitu? Buruan masuk",pinta Rega yang memandang Veren diam mematung.
"Eh iya",sahut Veren yang tersadar dari lamunannya.
Mobil Rega pun melaju cepat membelah jalanan kota Surabaya yang padat.Suasana sore hari yang ramai membuat Veren menatap kearah jendela,ia teringat dengan kembarannya yang bersekolah di Jakarta.Gedung-gedung yang menjulang tinggi membuat Veren berdecak kagum.
Rega yang menyadari tingkah Veren mulai membuka pembicaraan diantara mereka berdua.
"Lo kagum sama kota Surabaya ya?",tanya Rega membuka pembicaraan.
"Iya Ga,gue jadi kangen sama Jakarta",ucap Veren pandangannya masih belum teralihkan dari kaca jendela.
"Lo asli Jakarta?",pekik Rega terkejut.
"Yaelah nanya nya sante juga kali",sahut Veren kesal.
"Iya maaf kelepasan,lo beneran asli Jakarta?",tanya Rega dengan nada lembut.
"Sebenarnya gue asli sini,pas gue kelas 7,tiba tiba bokap gue ada kerjaan di Jakarta ya keluarga gue semuanya diboyong ke sana dan menetap selama tiga tahun",jelas Veren mengalihkan pandangannya kearah Rega yang fokus menyetir.
"Ohh gitu terus lo kok bisa pindah kesini?",tanya Rega penasaran.
"Soalnya gue pengen sekolah di Surabaya,pas gue mau SMA gue minta bokap sama nyokap sekolah disini,sedangkan kembaran gue gak mau sekolah sini",jelas Veren sambil melihat jalanan kota.
"Lo punya kembaran?",tanya Rega semakin penasaran.
"Iya,tapi sekarang dia pisah sama gue,dia pengen sekolah di Jakarta,gue pengen banget ketemu sama dia",ujar Veren,ada perasaan rindu dengan saudara kembarnya.
"Ohh gitu sabar ya,insyaallah nanti lo pasti dipertemukan sama dia",ucap Rega memberikan semangat.
"Aminn,makasihya Ga udah semangatin gue",kata Veren tersenyum.
"Iya,nah kita dah sampe nih",ujar Rega yang memakirkan mobilnya.
"Kita ke pasar malam?",tanya Veren heran.
"Asikkk",pekik Veren lalu bergegas perge keluar mobil.
"Eh Veren tungguin",teriak Rega yang mengikutinya.
Mereka berdua pun sampai di depan pintu masuk pasar malam.
"Bentar Ren,gue beliin tiket dulu",ujar Rega menuju ke loket.
"Eh kaga usah Ga,gue bisa bayar sendiri",sahut Veren menyerahkan selembar uang.
"Biar gue aja yang bayar sekali kali deh gue traktir lo",ucap Rega dengan senyuman tulusnya.
"Makasih ya",kata Veren.
"Yoi",balas Rega.
Selepas Rega membeli tiket,mereka berdua pun masuk dan menikmati wahana yang ada di pasar malam.Suasana pasar malam yang ramai membuat semua para pengunjung merasa betah disana.
"Mau naik apa?",tanya Rega.
"Mm gimana kalo main permainan yang itu",saran Veren menunjuk permainan melempar bola dan yang berhasil memasukkan bola ke dalam lubang mendapat hadiah boneka.
"Boleh yuk",ajak Rega.
Mereka berdua pun menikmati permainan melempar bola.Lemparan pertama dimainkan oleh Veren,tapi sayangnya ia gagal memasukkan bola kedalam lubang sasaran.
"Ya gagal",kesal Veren memonyongkan bibirnya dengan muka ceemberutnya.
"Sini biar gue yang mainin",kata Rega mengambil lembut bola di tangan Veren,lalu melemparkannya kearah lubang sasaran.
Tak disangka,Rega berhasil memenangkan permainan lempar bola itu.Ia pun mendapatkan hadiah boneka beruang yang ukurannya besar.
Seketika Rega teringat,mungkin boneka ini bisa ia berikan kepada Veren sebagai hadiah dari permintaan maafnya yang tulus.Rega menghampiri Veren yang duduk di bangku dekat dengan toko permen gulali dengan wajahnya yang cemberut.
"Ren,ini buat lo",kata Rega tersenyum sambil meletakkan boneka di sebelah Veren.
"Wihh beneran nih?",tanya Veren membelalakkan matanya dengan senang.
"Iya lah masa sih cowo kek gue maen boneka mending gue kasih ke paca..eh ke temen gue",sahut Rega berusaha menutupi kata-katanya dengan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Makasih ya Ga,lo baik banget",ucap Veren memeluk boneka beruang berwarna putih lembut yang ukurannya besar.
"Apa sih yang enggak buat Veren",balas Rega menggenggam tangan Veren dengan mesra.
Jantung Veren berdegup kencang kala melihat tangannya digenggam mesra oleh Rega.Veren berniat melepaskan genggamannya,tapi genggaman tangan Rega membuat Veren merasa nyaman di samping Rega sambil menutupi senyuman malunya.
Sedangkan Rega ingin sekali mengungkapkan semua isi hatinya tapi ia belum sanggup dengan apa yang dikatakan Veren saat ia mengungkapkan yang sebenarnya.
Hening diantara mereka berdua hanya senyuman malu dan suara jantung yang berdebar diantara mereka.Suasana sore hari yang romantis ini membuat seakan dunia yang penuh dengan cinta seakan milik mereka berdua.
Mata mereka masih menatap satu sama lain.Sorot mata mereka menunjukkan penuh rasa cinta diantara mereka berdua.Rega dan Veren memejamkan mata mereka seakan menikmati angin sore hari yang memutari tubuh mereka berdua bagaikan pasangan serasih.
"Ren",panggil Rega lirih.
"I..iya?",balas Veren dengan jantung yang berdegup kencang.
"Gue suka sama lo",sahut Rega dengan senyum penuh ketulusan di hatinya.
Veren mendadak salah tingkah dan pipinya mulai bersemu merah.
"Gue bisa bikin hidup lo penuh kebahagiaan",kata Rega dengan tulus.
"Gue kaga pengen lo disakiti sama seseorang",lirih Rega.
"Gue paling pengen lihat muka lo penuh dengan tawa",lanjut Rega.
Veren meneguk ludahnya,perasaannya saat ini diselimuti oleh rasa bahagia tercampur aduk dengan rasa malu.Tapi di dalam hati kecilnya ia sangat bangga bisa mengenal seorang Rega sang idola sekolah.
"Gue juga Ga",balas Veren tersenyum penuh keharuan.
"Gue kaga bisa memendam rasa ini dengan waktu yang lama,Verena Razetta apakah kamu mau menjadi pacarku?",Rega mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya.
Veren tersentak kaget dan perasaan bingung pun mulai menghantuinya.Rega benar-benar takut dengan jawaban Veren.Apakah Veren memilih 'iya' atau 'tidak'.Rega bersedia dan siap .menerima apapun jawaban yang dilontarkan oleh Veren.
"Mm gue gak mau",balas Veren nyengir.
Rega pun kaget dengan jawaban Veren dan dia harus menerima kenyataan ini.
"Iya deh gapapa gue ngerti kalo elo belum siap",sahut Rega berusaha tersenyum meski ada rasa kecewa yang amat mendalam.
"Bukan gitu Ga",ujar Veren.
"Maksud lo?",tanya Rega lirih.
"Maksudnya gue gak mau jadi temen lo,gue pengen jadi pacar lo",balas Veren sambil menunjukkan senyum terbaiknya di hadapan Rega.
Rega tersentak kaget seakan ia terbang ke atas langit dengan perasaan gembira dan bahagia.
"Beneran Ren?",tanya Rega masih tak percaya.
Veren mengangguk mantap.
"Alhamdulillah,makasih ya Ren udah nerima gue apa adanya",ucap Rega seraya memeluk Veren senang dan tak henti-hentinya tersenyum penuh kebahagiaan.
"Iya sama sama Rega",balas Veren tersenyum penuh kesenangan.
"Mulai sekarang panggilannya 'aku-kamu' oke?",ujar Rega dengan tatapannya yang serius.
"Oke deh,terserah lo",sahut Veren.
"Eitssss aku-kamu",kata Rega mengingatkan.
"Maaf lupa,oke terserah kamu hehe",ucap Veren mengulangi perkataannya lagi.
"Habis ini kita pulang yuk,nanti aku anter kerumah kamu ya",kata Rega mengajak Veren berjalan mengelilingi pasar malam yang ramai.
"Iyaa Rega",balas Veren mengangguk sambil tersenyum.
Malam itu menjadi malam yang penuh dengan kebahagiaan diantara mereka berdua.Momen yang selalu mereka tunggu-tunggu akhirnya terjadi juga.
◆◆◆
To Be Continued...
Saksikan terusss kelanjutannya..
Jangan lupa vote ya,like dan komen juga..
Maaf kalau ceritanya agak gak nyambung hehehe..
Makasihh banyak yang udah bacaa..♥♥
__ADS_1