Remaja Smanker

Remaja Smanker
Menyesal


__ADS_3

Hampir seluruh rumah sakit Rega kelilingi tapi usahanya tak berhasil menemukan Veren.Varel hampir kewalahan menemani Rega kemanapun ia pergi.


"VERENNN!! KAMU DIMANA?!!",Rega berteriak di seluruh penjuru rumah sakit.


Semua orang melihatnya dengan pandangan aneh.Ganteng ganteng tapi agak miring ya,cibir salah satu pengunjung rumah sakit.


Cibiran itu dapat terdengar hingga ke telinga Rega tapi tak ia hiraukan,sekarang yang ada di pikirannya hanyalah nama Veren yang selalu muncul di kepalanya.Ia berjalan sekuat tenaga meski luka di kakinya belum membaik.Varel tetap setia membantunya,hingga sampailah mereka di sebuah taman rumah sakit.


Rega berusaha mencari ke seluruh taman tapi tak dapat ia temukan.Hingga mereka berdua melihat seorang perempuan berhijab navy yang sedang menangis di bangku taman tepat di sebelah pohon ketapang yang besar.Rega yakin sekali apa yang dilihatnya itu Veren meski ia membelakangi posisi Rega.Dengan perlahan Rega mendekat dengan Varel.Hatinya sangat sedih melihat seorang Veren yang menangis pilu karena dirinya.Ia menenangkan Veren sambil mengelus pundaknya lembut.


Veren merasakan sesuatu di pundaknya,ia merasakan sentuhan lembut yang membuatnya selalu nyaman.Ia menoleh ke belakang dan terlihat Rega yang sedang mengelus pundaknya.Sontak Veren kaget dan langsung berdiri.


"Ren?",panggil Rega lirih.


"Kamu ngapain disini?",tanya Veren datar sambil mengusap air matanya yang sempat membasahi pipinya.


"Aku mau minta maaf sama kejadian yang tadi,kamu salah paham Veren",kata Rega dengan suara paraunya.


"Salah paham? Eh aku tuh liat kamu berduaan peluk pelukan lagi sama kak Bela!",sahut Veren dengan suaranya yang mulai naik beberapa oktaf.


"Aku bisa jelasin semuanya Veren!",ucap Rega pelan.


"Aku gak butuh penjelasan kamu!",bentak Veren kesal.


"Ren aku...",ucapan Rega tiba-tiba terhenti karena ada rasa sakit yang menyerang kakinya.


Dilihatnya,kaki yang mulai mengucurkan darah menembus perban yang Rega pakai.Tubuh Rega langsung ambruk dan tak henti-hentinya ia memegangi kakinya.Veren yang melihatnya langsung menghampiri Rega dengan perasaan khawatir dan cemas.


"Rega kaki kamu kenapa?",tanya Veren mulai panik melihat kaki Rega yang mengeluarkan darah terus-menerus.


"Kaki aku gapapa kok",jawab Rega sambil tersenyum yang dipaksakan,meski ia menahan. raasa sakit yang luar biasa.


"Kamu jangan macem macem deh,bang panggilin suster atau dokter!",pinta Veren semakin panik.


"Oke tunggu ya",balas Varel lalu berlari terburu-buru mencari suster ataupun dokter yang bisa menolong Rega.


Veren semakin panik dan khawatir dengan keadaan Rega yang mulai meringis kesakitan.Keringat dingin membasahi pelipis Rega yang bertahan dari rasa sakitnya.


"Rega tahan ya,bentar lagi dokternya datang kok",kata Veren sambil mengelus kepala Rega.


"Ka..kamu tenang aja R..Ren,a..aku baik baik a..ja k..kok",ucap Rega dengan terbata-bata menahan rasa sakit yang hebat.


"Kamu gak baik baik aja Ga",sahut Veren meneteskan air matanya.


"Aku cinta kamu Veren",kata Rega lalu tersenyum semanis mungkin.


"Aku juga",balas Veren ikut tersenyum di sela-sela tangisnya.


Tak lama kemudian,dokter dan beberapa suster datang menghampiri Rega yang mengerang kesakitan.Rega pun dilarikan ke ruang operasi karena sang dokter akan menangani operasi pada kakinya.Veren da Varel juga ikut bersama mereka.Mereka menunggu di depan ruang operasi,tak henti-hentinya keringat dingin menetes di dahi Veren.Ia sangat khawatir dengan keadaan Rega.Varel yang melihat kembarannya gelisah langsung memeluknya agar dapat menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Ren kamu gak usah nangis",ucap Varel mengelus kepala Veren dan membawa ke pelukannya.


"Aku takut kalo terjadi apa apa sama Rega bang,seandainya tadi Rega aku maafin pasti gak akan terjadi kaya gini,Veren nyesel bang",sahut Veren menangis sejadi-jadinya di pelukan Varel.


"Kamu harus sabar menghadapi cobaan ini,abang yakin kok kalo kak Rega tuh orangnya kuat,dia bakal berusaha untuk sembuh dari luka yang dialaminya,kamu tahu kan kak Rega tuh sayang banget sama kamu dia juga cinta mati sama kamu Ren,dia pasti sedih lihat kamu kaya gini",kata Varel


mengelus pundak Veren dengan lembut hingga membuatnya merasa nyaman.


Veren berusaha mencerna kata-kkata Varel dan hanya dibalas anggukkan kepala olehnya.Reno dan Kiki datang menghampiri mereka berdua yang tengah dilanda kesedihan.


"Eh gimana keadaannya si Rega?",tanya Reno khawatir.


"Masih ditangani sama dokter kak",ucap Veren lirih sembari melepaskan pelukkannya dan Varel.


"Elo yang sabar Ren tenang masih ada gue disini,lo harus yakin kalo kak Rega bisa sembuh dari lukanya oke?",kata Kiki yang berusaha menyemangati Veren yang terpuruk.


"Iya,makasih ya Ki elo sahabat de best yang pernah gue milikin",ujar Veren memeluk Kiki dengan erat sambil menyunggingkan senyumannya.


"Iya sama sama Ren jangan nangis lagi dong",balas Kiki memeluk Veren dengan erat.


Veren mengangguk sambil terisak menghapus air matanya yang sedari tadi mengalir deras di pipinya.


"Eh gue telpon orang tuanya Rega dulu",sahut Reno lalu mengeluarkan handphonenya.


"Ya deh buruan lo telpon sekalian sama teman temannya yang lain",sahut Varel bangkit dari duduknya lalu menghampiri Reno.


"Veren,Rega baik baik aja kan?",tanya Irene panik.


"Masih di dalam tante",jawab Veren terisak lalu menangis menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Udah udah,kamu jangan nangis sayang",ucap Irene memeluk Veren yang selalu ia anggap calon menantunya.


"Maafin Veren tante,Veren gak bisa jaga Rega dengan baik",ujar Veren sesenggukkan.


"Iya gapapa,sekarang kamu jangan nangis lagi ya ayo kita sholat sambil berdoa kepada Allah agar Rega diberi kesembuhan",ajak Irene yang berusaha tegar di depan Veren.


"Iya tante",balas Veren pelan.


"Ayo kalian semua sholat dan kita berdoa sama sama agar Rega temen kalian cepat sembuh",ajak Irene yang membuyarkan lamunan mereka semua.


Di perjalanan menuju masjid,Veren terlihat berantakan.Ia menyesali perbuatannya yang tadi,seandainya waktu dapat diputar kembali agar dirinya dapat memaafkan kesalahan Rega.Pikiran Veren selalu dihantui dengan segala kesalahan yang ia buat.


Farhan melihat Veren yang terus menunduk kebawah sambil terisak.Ia menghampirinya lalu menepuk bahunya pelan dan mulai berbicara kepadanya.


"Tenang aja elo gak salah kok Ren",kata Farhan yang membuatnya kaget,seolah-olah dirinya tahu permasalahan Rega dan Veren.


"Elo kok tahu?",tanya Veren kaget tapi dengan nada suaranya yang pelan.


"Tadi gue di ceritain sama kembaran lo,udah ya gue kaga mau lihat sahabat gue nangis kek gini",sahut Farhan,walaupun dia terlihat agak cuek tapi dirinya selalu tak tega melihat Veren menangis.

__ADS_1


"Makasih ya Han,lo memang sahabat gue yang baik hihi",ucap Veren sambil menghapus air matanya dan menyunggingkan senyumnya.


"Udah tugas gue jadi sahabat lo Ren",sahut Farhan membalas senyuman Veren.


"Eh gue juga sahabat lo kali",cibir Kiki melirik sinis kearah Farhan.


"Iya lah lo kan sahabat gue,sini sini gue peluk",goda Farhan sambil merentangkan kedua tangannya.


Reno menatap Kiki yang hampir memeluk Farhan,ia dengan gesitnya menarik tangan Kiki dan membawanya kedalam dekapannya.Sedangkan yag dipeluk merasa terkejut setengah mati.Jantung Kiki berdebar tak keruan,apalagi Reno.


"Dihh mau aja gue peluk",gda Farhan yang langsung ditatap tajam oleh Reno.


"Tuh kan dapet tatapan setajam silet,elo sih maen peluk aja sama Kiki",ledek Rio menepuk bahu Farhan keras.


"Sakit rayap!",kesal Farhan.


"Lo bilang gue rayap?",tanya Rio tak. terima.


"Lah emang panggilan lo rayap kuntil",sahut Farhan polos.


"Sini lo setan jomblo!",ketus Rio menatap Farhan sinis.


"Heh gue bukan setan jomblo,elo kali yang setan jomblo!!",balas Farhan tak mau kalah.


"Awas lo ya",geram Rio.


"Eh eh jangan bertengkar disini dong ini rumah sakit",lerai Irene yang sedari tadi memperhatikan keduanya.


"Maaf tante",jawab Rio dan Farhan cengengesan.


"Jangan gitu lagi ya!",ketus Irene dengan matanya yang melotot.


"I..iya tante",balas Rio dan Farhan gugup.


"Sayang,ayo kita balik ke ruang perawatannya Rega",ajak Zendra merangkul bahu sang istri.


"Iya pa,kalian semua ayo ikut tante ke ruangan Rega ya",ajak Irene.


"Oke tante",jawab mereka bersamaan.


◆◆◆


To Be Continued...


Hai hai... maaf ya authornya jarang upload hehehe..


Jangan lupa like,komen,dan suscribe,,eh maksudnya vote ya hihi..


Happy Reading♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2