
Pagi yang cerah mulai mengawali aktivtas hari minggu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur.Veren,Kiki,Farhan,dan Rio sedang berkumpul menunggu jemputan bus yang disewa oleh Rega.Hari ini mereka akan pergi ke villa pesanan Rega untuk merayakan kemenangan tim basket SMANKERTA yang diadakan kemarin.
"Gak sabar gue nginep di villa",teriak Kiki dan Farhan bersamaan.
"Gue juga,tapi kok bus sewaan Rega kaga dateng dateng ya?",tanya Veren yang sedari tadi menoleh kearah kanan lalu ke kiri.
"Veren,bukannya itu bus nya kak Rega?",tanya Rio sambil menunjuk kearah barat.
"Eh iya tuh,lo berdua cepat siap siap",kata Veren memperingatkan Kiki dan Farhan.
Tak lama kemudian,bus milik Rega pun berhenti tepat di halte yang terdapat Veren dan teman-temannya.Lalu,pintu bus pun terbuka lebar,memberi jalan agar Veren dan teman-temannya segera masuk.
"Silakan masuk mas,mbak",pinta supir bus tersebut.
"Iya pak",jawab Rio lalu melangkah masuk kedalam bus.
Didalam bus,sudah ada Rega dan teman-temannya.Rega yang sedari tadi sibuk merapikan barang-barangnya,Endra yang sedang mengedit video yang akan ia posting,Gilang dan Reno yang mengeluarkan suara teriakan yang tak jelas saat mabar di ponsel mereka.
Melihat Veren dan teman-temannya sudah datang,Rega langsung menghampiri Veren dengan wajah berseri-seri.
"Hai",sapa Rega dengan wajah cerahnya.
"Hai juga",balas Veren tersenyum.
"Mau duduk sama gue?",tawar Rega sambil tersenyum ramah.
"Mm gue mau duduk bareng Kiki aja disana",tolak Veren halus,lalu menarik tangan Kiki untuk duduk bersamanya di sebelah Gilang dan Reno.
Rega hanya menatap Veren dengan sedih,dugaanya salah.Ternyata,selama ini Veren tidak menyukai dirinya.
"Mau duduk sama gue kak?",tawar Rio yang mengamati Rega.
"Iya deh yuk",balas Rega kecewa.
Farhan kebingungan mencari tempat duduk untuknya.Tiba-tiba,pandangannya tertuju pada kursi kosong di sebelah Endra.Ia pun berjalan ke kursi kosong itu.
"Kak gue boleh duduk sini?",tanya Farhan menunggu jawaban Endra.
"Ya boleh dong",balas Endra,lalu menggeser posisi duduknya.
Tak lama kemudian,bus Rega pun berangkat menuju lokasi villa yang sudah dipesan oleh Rega.Sedari tadi, Rega hanya menoleh kearah belakang,melihat Veren yang sedang bercanda bersama Kiki,ditambah Gilang dan Reno yang kebetulan dekat dengan kursi mereka.
"Ngapain kak?",tanya Rio keheranan hingga membuat Rega kaget.
"Oh gapapa",balas Rega berusaha untuk santai.
"Ngeliatin Veren ya?",goda Rio tersenyum meledek khasnya.
"Ehh...".
"Ala jujur aja",ledek Rio membujuk Rega agar mau jujur dengannya.
"Iya deh",balas Rega pasrah.
__ADS_1
"Hahaha lo suka sama Veren ya?",goda Rio sekali lagi.
"Darimana lo tahu?",tanya Rega kaget.
"Gue bisa lihat muka lo kak",kata Rio cekikikan.
"Kalo gue boleh tahu,Veren tuh suka sapa sih?",tanya Rega penasaran.
"Yee kepo lo kak",ledek Rio.
"Ala pliss lah,gue pengen tahu banget",bujuk Rega sambil mengguncang pundak Rio.
"Tapi...",kalimat Rio terpotong.
"Tapi apa?",tanya Rega semakin penasaran.
"Tapi gue kaga tahu juga",kata Rio polos,lalu ia tertawa terbahak-bahak.
Hampir saja Rega merasa senang dan sekarang mukanya berubah menjadi kesal,lalu ia membalikkan badannya,pertanda Rega sedang ngambek.
"Iya deh kak,gue serius",bujuk Rio.
"Setahu gue sih ya,si Veren pernah curhat sama gue kalo dia suka sama seseorang di sekolah kita",kata Rio serius sambil memainkan ponselnya,lalu mematikannya saat Rega sudah membalikkan badannya.
"Dia suka sapa?",tanya Rega antusias.
"Gue juga kaga tahu,setahu gue dia pernah bilang suka sama kakak kelas XII,tapi dia kaga mau ngasih tahu namanya",jelas Rio terus terang.
"Terus siapa laki laki yang dia sukai?",gumam Rega pelan,tapi dapat didengar oleh Rio.
"Makasih Yo,tapi gue masih kaga percaya kalo dia bakalan suka sama gue",kata Rega sambil memperhatikan Veren yang sedang digoda oleh Gilang hingga membuat dirinya tertawa kesal.
"Yang penting berdoa aja kak sama Allah,gue yakin banget kalo dia suka sama lo",kata Rio yang berusaha untuk membangkitkan semangat Rega.
"Makasih banyak Yo sarannya,lo baik banget mau nolong gue demi mendapatkan sepupu lo",ucap Rega memeluk Rio erat.
"Never mind kak,siapapun yang suka sama Veren dan menurut pandangan gue kak Rega itu cocok sama dia,insyaallah gue bisa bantu kak",kata Rio meyakinkan.
"Makasih,makasih Yo",ucap Rega sekali lagi,ia merasa bersyukur memiliki Rio sebagai temannya walaupun ia hanya adik kelasnya.
"Sama sama kak".
***
Akhirnya,mereka pun sampai di Villa Asri yang letaknya di kaki gunung.Semua penumpang turun dari bus sambil menikmati hawa sejuk yang menambah kesejukan tubuh mereka.
Di depan mereka terdapat villa yang begitu besar dan megah,selain itu villa ini dilengkapi dengan halaman depan yang hijau dan luas,di dekat pintu masuk terdapat kolam ikan yang airnya terlihat bersih dan jernih,dan ada balkon luas di lantai atas villa.
"Yok masuk",ajak Rega,lalu membuka pagar utama villa.
Mereka melewati taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga cantik dan pohon cemara yang hijau.Gilang dan Reno langsung melakukan aksinya,apalagi kalau bukan rebahan di atas rumput yang hijau.
"Lang,lo ngapain sih?",tanya Endra yang heran melihat tingkah laku Gilang dan Reno.
__ADS_1
"Ishh,Ndra lo ganggu sweet momen gue deh",kesal Gilang.
"Tau ah si Endra ganggu mulu,sini dong ikut rebahan",ajak Reno sambil menepuk rumput yang ada di sebelahnya.
"Ogah ah,gue masih waras!",kesal Endra,lalu meninggalkan mereka.
"Yee main ninggal aja dasar loh Ndra",kata Gilang kesal,lalu merentangkan kedua tangannya hingga menyentuh wajah Reno.
"Lo apaan si uler keket,nutupin wajah gue segala!",teriak Reno berusaha menyingkirkan tangan Gilang.
"Gue pengen mulet nih dugong joget",kata Gilang santai sambil merentangkan tangannya lebih luas.
"Apaan sih lo minggir,wajah ganteng gue ketutupan nih",gerutu Reno,lalu berhasil menyingkirkan tangan Gilang.
"Aelah,pede amat lo ngaku ngaku lo ganteng,punya doi aja kaga pernah,jomblo lima tahun lagi!",ledek Gilang sambil menjulurkan lidahnya.
"Daripada lo uler keket playboy yang cintanya kaga jelas,sekarang ngenes gara gara jomblo!",ledek Reno balik sambil tertawa keras.
"Diemm lo dugong joget!",teriak Gilang sambil menatap Reno sinis.
"Lo duluan yang mulai",kesal Reno.
"Hih awas lo ya!!!",kata Gilang sambil menggulingkan tubuh Reno.
Pada akhirnya,mereka bergulat dan berguling-guling di taman halaman depan.Saking asiknya berguling,mereka tak sadar kalau ada seseorang yang melihat kelakuan mereka.
"kak Renooo,kak Gilang!! Kalian berdua ngapain sih berisik banget,pada kaga malu apa diliatin orang se-villa",teriak Kiki kesal sambil melirik Rega,Veren,Endra,Farhan,dan Rio yang menyaksikan mereka di balkon lantai atas sambil tertawa terbahak-bahak.
Gilang dan Reno langsung bangkit dari tempat mereka melakukan berguling manja.Kiki menatap mereka dengan tajam sambil berkacak pinggang.
"Maafin kita Kikii,kita kaga sengaja",ucap Reno memelas kearah Kiki.
"Malu maluin aja!",kesal Kiki,lalu berbalik meninggalkan mereka.
"Hahaha yang dicuekin sama pdkt nya",ledek Gilang dengan tawa meledek khasnya.
"Apaan sih lo",geram Reno kesal.
"Udah tuh,yang dibawa buruan masuk gue bakal ngadain doorprize nih!",teriak Rega dari atas balkon.
Mendengar kata doorprize,Gilang langsung berlari dengan gesit masuk kedalam villa.Ya itulah prinsip Gilang,penggemar gratisan dan pemburu hadiah.Reno hanya memandanginya dari belakang dengan tatapan heran,lalu ia pun melangkah masuk kedalam villa mengikuti sahabat dekatnya itu dengan malas.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan votee ya
maafin author kalau ada kata kata yang salah mwehehe