Remaja Smanker

Remaja Smanker
Wira Yang Menyebalkan


__ADS_3

Pagi hari pun menjelang.Matahari bersinar dengan indahnya.Burung-burung berkicau dengan merdunya.Embun pagi meneteskan air di dedaunan yang basah.Suasana pagi hari di Kampung Saringan membuat kehidupan menjadi tentram dan damai.


Hari ini,Rega bangun awal karena ingin menjemput Veren untuk jogging bersama.Tak lupa,Rega juga mengajak sahabat-sahabatnya serta sahabat-sahabat Veren agar suasananya ramai.


Jam lima pagi Rega sudah bersiap-siap mengenakan kaus warna hitam berlengan pendek serta memakai celana pendek olahraga kesayangannya.Tak lupa,alas kakinya yang dibaluti sepatu sneakers kesukaannya.Penampilan cowok keren itu terlihat sederhana tapi tak melunturkan wajahnya yang tampan.


Ia pun berlari keluar menemui teman-temannya.Setibanya di teras,Rega melihat teman-temannya yang sedang menunggunya di perkarangan rumah besarnya.


"Woyy nunggu lama nih?",panggil Rega sedikit berteriak.


"Lumayan lah,lo ngapain aja di dalem lama banget!",gerutu Endra mendekati bahu Rega.


"Jangan bilang lo baru bangun tidur",sahut Gilang menebak.


"Gue belum ngomong ulerr",ketus Rega kesal.


"Ya selow tepongg jan ngegas dong",balas Gilang asal.


"Hmm,tadi gue mandi dulu",kata Rega nyengir.


"Pantesan lama,skinkeran pake tepung sih",sahut Reno kesal.


"Aelah lo berdua berisik banget,jadi kaga joggingnya?",tanya Endra mencairkan suasana.


"Jadi dong,kita jemput Veren sama Kiki dulu ya",kata Rega yang hendak berlari.


"Yee Kiki diajak",sorak Reno senang.


"Giliran sama Kiki semangat",gerutu Gilang.


"Ehh jomblo gk boleh komentar,bolehnya suscribe",ledek Reno menjulurkan lidahnya kearah Gilang.


"Hemmm",dehem Gilang.


Mereka berempat mulai melakukan jogging menuju ke Kampung Telenan yang bertetangga dengan Kampung Saringan.Tak lama kemudian,mereka pun sampai di rumah besar Veren.


"ASSALAMUALAIKUMM!!",teriak Gilang dengan keras hingga semua orang yang beraktivitas di dekat rumah Veren menutup telinga mereka rapat-rapat.


"Heh,lo bisa gak sih manggilnya jangan keras keras!",omel Endra menatap Gilang tajam.


"Ya maap Ndra,kan rumahnya gede ya terpaksa gue manggilnya sambil teriak takut gak kedengeran",kata Gilang nyengir tidak jelas.


"Untung aja pacar gue orangnya sabar gak kaya lo",ketus Rega kesal.


"Sombong nih yang udah kaga jomblo lag",sindir Gilang melirik Rega.


"Serah lo",Rega tak menggrubis Gilang.


Rega memencet tombol bel di dekat pagar besar rumah Veren.Selepas menekan bel,munculah Veren,Kiki,Farhan,dan Rio yang membuka pagar.


"Assalamualaikum Veren cantik,udah siap jogging?",sapa Rega dengan senyuman berseri-seri saat melihat wajah cantik Veren.


"Waalaikumsalam Ga,pastinya siap dong",balas Veren ikut tersenyum.


"Eh ada Kiki nih",ujar Reno menatap Kiki di sebelah Veren.


"Eh ada dugong joget nih",jawab Kiki menggoda Reno.


"Yee Kiki udah bisa panggil julukan gue ya",sahut Reno kesal.


"Ya bisa lah",ucap Kiki cuek.


"Eh ada Farhan,lo udah sembuh nih?",tanya Endra dengan mata berbinar.


"Udah dong,kangen banget sih kak sama gue",kata Farhan yang merasa geer.

__ADS_1


"Yee kata siapa gue kangen,emang sih gue kangen sama lo",sahut Endra nyengir.


"Hmm bisa aja lo kak".


Endra hanya menganggukkan kepalanya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oke sekarang kita jogging sama cari tukang bubur buat sarapan",saran Rega mengajak ketujuh temannya.


"Rega traktirrrrr!!!!",teriak Gilang kegirangan.


"Horeeee!!",sorak semuanya.


"Duh tuh bocah mikir gratisan terus!",kesal Rega.


Veren tersenyum melihat tingkah Rega yang kesal sesekali menahan tawa.


"Ren yuk jalan yang lain udah ninggal tuh",ajak Rega menunggu Veren.


"Bentar ya aku kunci dulu pagarnya takut kemalingan",kata Veren sambil menutup pagarnya.


"Eh buka aja pagarnya",ujar Rega mencegah Veren.


"Lah kenapa?",tanya Veren mengerutkan alisny heran.


"Nanti biar malingnya masuk",kata Rega.


"Hah maksudnya?",tanya Veren semakin bingung.


"Maksudnya buka aja pagarnya siapa tahu nanti aku bisa maling yang siap mencuri hati kamu",goda Rega dengan rayuan gombalan khasnya.


"Yaelah Ga,pagi pagi gini kamu udah kasih asupan gombal ya",sahut Veren memutar kedua bola matanya kesal,tapi dirinya tak henti-hentinya tersenyum malu.


"Ya kan aku pacar kamu Ren",ucap Rega mengacak kerudung Veren.


"Hmm serah kamu deh",kata Veren yang hendak berlari.


***


Selama perjalanan,Gilang tak henti-hentinya mengajak teman-temannya untuk mendengarkan cerita pribadinya.Ya seperti itulah seorang Gilang,selalu curhat tentang kehidupannya yang tidak jelas.Teman-temannya hampir kewalahan mendengar ocehan Gilang.


"Lang lo bisa kaga diem bentar gitu kuping gue capek dengerinnya",kesal Reno sambil menutup kedua telinganya.


"Hehe ya maap gue lagi asik nih ceritanya",kata Gilang melanjutkan ceritanya lagi.


Tiba-tiba,Rega menutup mulut Gilang dengan kedua tangannya secara mendadak.


"Lo apaan sih Ga",tukas Gilang menepis tangan Rega dari mulutnya.


"Lo bisa diem gak?",tanya Rega tanpa memperhatikan Gilang.


"Emang kenapa?",tanya Gilang balik.


"Lihat di depan lo",ucap Rega menatap kearah gerombolan di depan mereka.


"Rega itu kan geng nya Wira",kata Veren ketakutan.


"Kamu tenang aja biar aku yang urus mereka",ujar Rega menenangkan Veren.


"Tapi aku gak pengen liat kamu berantem sama mereka",kata Veren mencegah Rega yang hendak pergi kesana.


"Iya aku gak akan berantem kok",sahut Rega dengan senyuman menghiasi wajahnya.


Veren mengangguk kecil sambil tersenyum.Rega pun meninggalkan teman-temannya dan mulai mendekati geng Wira.


"Woww ada yang dateng nih",seru Satriya melihat kehadiran Rega dan teman-temannya.

__ADS_1


Wira sontak menoleh kearah belakang karena mendengar seruan Satriya.


"Ngapain lo kesini?",tanya Wira dengan ketus.


"Gue cuma mau bilang motor lo bisa minggir gak? Tuh lihat motor lo berempat menghalangi jalan",kata Rega berusaha meredam amarahnya.


"Enak aja!",sahut Wira tak memedulikan Rega.


"Ga kita cari jalan lain aja!",ajak Veren di belakang Rega.


"Eh ada si Veren,musuh bebuyutan gue nih",seru Wira menghampiri Veren.


"Lo mau apain gue hah??!",tukas Veren sebal.


"Ogah gak ngapa-ngapain lo kok!",kata Wira dengan senyum menyeringai.


"Lo jangan berani deketin Veren!",ujar Rega mencegah Wira mendekati Veren.


"Emang kenapa? Dia pacar lo?",tanya Wira sambil tertawa tak percaya dan diikuti oleh ketiga temannya.


"Iya,gue pacarnya Veren!",jawab Rega dengan tatapan serius.


Wira sontak terdiam mendengar jawaban Rega yang dikatakannya barusan.


"Lo tahu gak?",tiba-tiba Rega bersuara lagi.


"Karena elo mukulin si Veren,dia sempet masuk rumah sakit dan semua ini gara gara elo!",kata Rega dengan amarahnya.


"Untung lukanya ringan,elo harus minta maaf sama dia!",sahut Rega geram.


"Minta maaf?".


"Gue kaga pernah minta maaf sama orang yang mengandalkan bantuan orang lain seperti Veren!",ucap Wira dengan mata tajamnya melirik kearah Veren.


Apa yang dikatakan Wira membuat hati Veren seakan teriris oleh pisau yang tajam.


"Lo gak boleh gitu sama Veren!",teriak Kiki tak terima.


"Lo bisa diem gak?!",bentak Ferdian menatap Kiki galak.


Kiki terdiam dan meneteskan air matanya yang segera diusap oleh Reno.


"Ki sabar ya",kata Reno lembut.


"Apa yang lo katakan itu nyakitin hatinya Veren!",ujar Rega makin geram.


"Gue gak peduli seberapa sakitnya hati pacar lo",tukas Wira dengan senyumnya yang menyeramkan.


Rega semakin geram dengan perkataan Wira yang selalu menghina pacarnya,amarah dan kekesalan bercampur menjadi satu.


"Sudah Ga,yuk kita cari jalan lain aja",pinta Veren yang kewalahan dengan Wira.


"Bener kata Veren,kita cari jalan lain aja,percuma kita semua debat sama dia!",kesal Endra meninggalkan Wira.


"Ohh dasar pengganggu!",ketus Gilang menekankan kata-katanya.


"Udah kita ngalah aja cari jalan lain!",kata Rio melirik Wira kesal.


Rega dan teman-temannya pun mengalah dengan Wira dan meninggalkannya.


"Dasar pengecut!",gumam Wira dengan senyum kemenangan.


Wira dan teman gengnya tersenyum puas melihat Rega dan yang lainnya mengalah dengannya.


◆◆◆

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2