Remaja Smanker

Remaja Smanker
Malam Terindah


__ADS_3

Selepas mereka semua melaksanakan sholat maghrib,Rega mengajak teman-temannya berkumpul di taman halaman depan yang agak gelap dan kurang penerangannya.Rega dan Endra mengambil gitar yang sengaja mereka bawa untuk mengusir kebosanan mereka saat menginap di villa.


"Kebetulan juga nih si Rega sama Endra bawa gitar",sahut Reno girang.


"Gue nyalain api unggun dulu biar tambah seru",saran Gilang,lalu mengambil kayu bakar yang ada di depan villa.


"Tambah sipp deh",sahut Farhan mengacungkan jempolnya.


Sementara mereka menunggu Gilang yang masih mengambil kayu bakar,Rega memetik gitarnya dengan asal sambil melihat langit malam yang indah.


Tak lama kemudian,Gilang kembali dengan membawa kayu bakar yang cukup banyak hingga ia kewalahan saat membawanya,lalu meletakkannya di bawah rerumputan yang hijau.


"Nih kayu bakarnya,capek banget gue bawainnya",ujar Gilang dengan napas tersengal-sengal.


"Oke makasih uler keket",ucap Endra yang mulai menyalakan api diatas kayu bakar.


"Ya sama sama badut nayap",balas Gilang dengan senyuman miringnya.


Endra pun berhasil menyalakan api unggun.Rega dan teman-temannya duduk melingkari api unggun sambil menikmati suasana malam yang sejuk.


Rega dan Endra mulai memainkan gitarnya dan diikuti oleh teman-temannya yang bernyanyi bersama sambil memandang langit malam yang indah penuh bintang dan satu bulan diantara bintang-bintang tersebut.


Hari ini adalah malam terindah bagi mereka,semua teman Rega tersenyum tak ada satupun yang wajahnya murung ataupun sedih.Semuanya bernyanyi dengan riang gembira.


"Oh ya gue masuk kedalem dulu ya",kata Kiki yang hendak pergi kedalam villa.


"Mau kemana lo?",tanya Reno heran sekaligus kepo.


"Gue mau ambil jagung yang sengaja gue bawa,siapa tahu tuh jagung bisa dibakar terus dimakan bareng bareng",jelas Kiki menunjukkan idenya.


"Kiki mah joss,tahu aja kalo gue lagi pengen jagung bakar",timpal Rio sambil tersenyum kearah Kiki.


"Hehe makasih,gue ambil dulu ya",ucap Kiki,lalu meninggalkan mereka yang masih duduk dengan tenang mengelilingi api unggun.


Rega memperhatikan wajah cantik Veren yang sedang asik menyanyi dan diiringi suara alunan gitarnya dan Endra.Entah mengapa,Rega merasa bahwa dirinya menyukai Veren saat pertama kali ia bertemu dengannya di jalan yang menghubungkan antara kampung Saringan dan kampung Telenan.


"Veren..",panggil Rega lirih.


Veren pun berhenti menyanyi dan menoleh kearah Rega.


"Iya?",balas Veren heran.


Endra pun menoleh dan memperhatikan mereka berdua,tapi tangannya tak lepas dari senar gitar yang ia petik karena ada Farhan yang menggantikan Veren bernyanyi.

__ADS_1


"Gue...",Rega tak melanjutkan kalimatnya.


"Kenapa? Sakit?",tanya Veren yang mulai khawatir.


"Kaga gue gak sakit,tapi gue..".


"Kenapa?",balas Veren heran.


"Pengen...",kalimat Rega terpotong.


"Hey guys,gue udah bawa jagungnya nih mumpung masih seger",teriak Kiki sambil membawa jagung di kedua tangannya.


Rega tak dapat melanjutkan kalimatnya karena kedatangan Kiki yang membawakan sepiring jagung dengan jumlah delapan buah.


"Wahh sipp ini gue ambilin satu dong Kik",sahut Gilang mengacungkan tangannya.


"Ehh kaga boleh ambil sendiri!",sahut Kiki,lalu meletakkan jagung itu diatas rerumputan.


"Wihh jagungnya seger banget nih,pas deh kalo dibuat jagung bakar",saran Farhan,lalu mereka semua mengambil jagung satu persatu.


Mereka pun membakar jagungnya bersama-sama.Selama menunggu jagung yang dibakar,mereka semua malah asik bercanda dengan candaan Gilang,Reno,dan Rio yang tak ragu membagikan hal-hal lucu kepada teman-temannya.


Tak lama kemudian,jagung yang mereka bakar pun sudah siap untuk dihidangkan.Mereka semua menikmati rasa dan aroma yang gurih dari jagung itu.Gilang tak sadar bahwa jagungnya telah habis ia makan


"Kik,nambah dong",rayu Gilang yang kelihatannya masih lapar.


"Ala satu jagung kan udah cukup",omel Kiki yang susah menikmati rasa jagung tersebut karena Gilang mengusiknya.


"Kik pliss lah,satu lagi",bujuk Gilang memohon.


"Ya deh,nih mumpung tadi gue bawa satu jagung di kantong gue",kata Kiki pasrah,lalu memberikan jagung itu ke Gilang.


"Yee makasih Kik",ucap Gilang,lalu membakar jagung itu dan melahapnya hingga habis tak tersisa.


"Rakus banget lo Lang",semprot Rega yang kesal melihat tingkah yang tak wajar saat Gilang makan.


"Biarin yang penting gue bisa makan",sahut Gilang cuek.


"Serah lo uler keket",ledek Rega.


Jagung yang mereka makan pun sudah habis dan saatnya untuk melakukan kegiatan yang menurut mereka menyenangkan.Berbaring di atas rumput sambil memandang dan menghitung beberapa bintang di langit yang sangat luas dan lebar.


Rega melirik Veren yang kebetulan berbaring di sebelahnya dan jarak diantara mereka agak jauh.Setiap memperhatikan Veren,entah mengapa Rega merasa pikirannya jauh lebih tenang.

__ADS_1


"Ren",panggil Rega pelan.


"Iya?",balas Veren tanpa menoleh dan masih fokus memandang langit malam.


"Hari ini kelihatannya lo seneng banget deh",kata Rega yang masih memandang wajah Veren.


"Seneng pake banget Ga,gue bahagia banget bisa ngerasain kumpul bareng temen temen kek gini",ucap Veren sambil merentangkan tangannya diatas rerumputan.


Gue lebih bahagia Ren,gue bisa ketemu lo apalagi saat gue ada di dekat lo,rasanya hati gue adem ngelihat lo bahagia kek gini,batin Rega sambil menyunggingkan senyum.


"Andai kedepannya bisa terjadi lagi",ujar Veren yang pandangannya tak terlepas dari langit yabg ditaburi bintang.


"Aminnn",ujar Rega lirih,tapi tak terdengar oleh Veren.


"Hoaammm,guys gue ke dalem dulu ya,gue udah ngantuk",kata Kiki,lalu melangkah menuju villa.


"Gue juga nih",timpal Endra dan Farhan,lalu mengikuti Kiki.


"Ah lo bertiga tukang ngantuk! Nih kek gue sama Reno begadang terus",ledek Gilang sambil melanjutkan rebahannya diatas rerumputan.


"Serah lo,entar kalo ngantuk cepet ke dalem",sahut Rega,lalu bangkit mengikuti teman-temannya.


Mereka semua pun masuk kedalam villa dan segera pergi tidur.Rega berjalan beriringan di samping Veren yang masih melihat keatas.


"Lo liatin apa sih? Fokus banget",kata Rega yang terkekeh melihat Veren.


"Gue masih pengen liat langit malem Ga",sahut Veren menoleh kearah Rega.


"Oh gitu ya,lo kan bisa lihat di balkon atas",kata Rega menyunggingkan senyum.


"Bener juga ya",ucap Veren,lalu setengah berlari tapi dihadapannya ada Rega yang menghalangi.


"Lo kaga boleh liat sekarang udah malem",sahut Rega mencegah Veren pergi ke balkon.


"Bener juga ya yaudah gue ke kamar dulu",pamit Veren.


"Ren",panggil Rega tiba-tiba,sontak Veren pun menoleh kearah Rega.


"Good night",ujar Rega melambaikan tangannya sambil tersenyum tulus.


"Hehe too",balas Veren,lalu berlari dengan wajah bersemu merah karena malu.Rega yang melihatnya hanya tersenyum dengan tingkah lucu Veren.


Akhirnya,kedelapan remaja itu memutuskan untuk tidur karena hari sudah larut.

__ADS_1


__ADS_2