Remaja Smanker

Remaja Smanker
Kerumah Rega


__ADS_3

Tak lama kemudian,Rega dan teman-temannya sampai di depan rumah besar milik keluarga Azegar.Mereka pun turun dari bus dengan membawa perlengkapan pribadi mereka.


"Saya pamit dulu ya nak Rega",pamit pak Riyadi.


"Eh tunggu dulu pak",Rega merogoh saku celananya dan mengambil uang yang ada di dalamnya.


"Ini pak tambahannya terima aja pak,makasih banyak ya pak mau nganterin kita ke villa",ucap Rega memberikan selembar uang ratusan ribu ke pak Riyadi.


"Wah terima kasih banyak ya nak Rega",kata pak Riyadi tersenyum penuh kagum kearah Rega.


"Iya pak sama sama,btw hati hati pulangnya ya",ujar Rega menbalas senyuman pak Riyadi.


"Iya nak Rega".


Pak Riyadi pun menancapkan gas dan bus pun berjalan menuju terminal bus meninggalkan rumah keluarga Azegar.


"Guess,kalian nginep di rumah gue dulu ya",saran Rega yang hendak memasuki perkarangan rumahnya.


"Tapi kita berempat kaga bisa Ga",kata Veren dan Kiki teringat akan satu hal.


"Emang ada apa Ren?",tanya Rega agak kecewa.


"Soalnya kita ada pr nya bu Putri si guru killer",kata Veren.


"Yaelah gue lupa",sahut Rio dan Farhan yang hampir lupa dengan pr nya.


"Kalo gitu lo berempat makan malem dulu ya di rumah gue",tawar Rega yang menatap khawatir kearah Veren yang sedari tadi belum makan.


"Boleh nih?",tanya Veren.


"Ya boleh atuh neng cantik",kata Rega mulai dengan rayuannya.


"Gombal teros",kesal Veren.


"Ya maap sini aku gandengin tangannya",kata Rega berusaha menggandeng tangan Veren.


"Rega lepasin",sahut Veren yang agak risih.


"Iya iya gue lepasin",kata Rega yang mengerti dengan keadaan Veren yang mulai risih.


"Ihh so sweet loh kenapa kaga dilanjutin",sahut Kiki terkekeh.


"Mendingan lo lanjutinnya sama gue aja",balas Reno sambil menepuk bahu Kiki.


"Apaan sih ganggu banget",kesal Kiki menepis tangan Reno.


"Ya maap",kata Reno melirik Kiki.


"Apa lo liat liat?",ketus Kiki melotot kearah Reno.


"Abis lo cantik sih",sahut Reno nyengir.


"Bisa aja lo!",kata Kiki kesal.


"Lo berdua bisa diem kaga,gue iri nih lo berdua berantem terus jadi pengen kaya gitu ke Veren",sahut Rega sambil menggenggam tangan Veren.


"Ishh modus bener sih",kesal Veren berusaha menepis tangan Rega tapi tak berhasil.


"Iya dong kan gue suka sama Veren",kata Rega memamerkan senyuman gombal mautnya.


"Yee ngarep lo kalo gue bakal suka sama lo",ledek Veren dengan wajahnya yang merah merona.


"Hehe nanti gue berdoa sama Allah biar lo jadi jodohnya gue",kata Rega tersenyum kearah Veren.


"Aminnn",gumam Veren pelan,hanya dia dan Allah yang dapat mendengarnya.


***


Mereka semua masuk kedalam rumah besar nan mewah milik keluarga Azegar.Kedatangan mereka disambut baik dan ramah oleh keluarga Azegar serta para pembantu dirumah Rega.Belum lagi Reza yang tiba-tiba datang menepuk bahu Rega dengan keras lalu meledeknya.


"Wihhh adek gue yang paling rese udah dateng nih",sapa Reza dengan senyum meledek khasnya.


"Halo abang yang gantengnya se bonbin",ledek Rega membalas kakaknya.


"Eh emang bener bener ya lo rese banget jadi adek gue",sahut Reza menoyor kepala Rega.


"Nih kenalin temen temen gue",kata Rega memperkenalkan teman-temannya yang ada di belakangnya.


"Eh ada temen temennya Rega ya,selamat datang dirumah keluarga Azegar silakan masuk",sambut Irene dengan senyumannya yang ramah.


"Makasih tante",balas mereka semua bersamaan.

__ADS_1


"bu Rani tolong bantu saya siapkan minum ya buat mereka",ajak Irene memanggil bu Rani salah satu pembantu dirumah Rega.


"Baik bu",kata bu Rani mengikuti Irene ke dapur.


"Guess silakan duduk di sofa ternyaman di rumah keluarga Azegar,eh jangan anggap rumah sendiri soalnya ini rumah gue",goda Rega sambil terkekeh melihat reaksi teman-temannya yang heran.


"Ye sombong banget lo Ga",kesal Endra menatap Rega sebal.


"Gue bercanda anggap aja deh rumah sendiri,rumah keluarga gue terbuka kok untuk semua orang kecuali maling",kata Rega sekali lagi.


"Emang maling bisa masuk lewat pintu depan?",tanya Veren menggoda Rega.


"Ya kali Ren bisa masuk lewat pintu depan",sahut Rega sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Yah kak Rega mah bercanda mulu",komen Rio terkekeh.


"Biasa orang kaga waras",bisik Reno ditelinga Rio.


"Heh gue denger loh ya",sahut Rega menatap tajam kearah Reno.


Tak lama kemudian,Irene dan bu Rani datang sambil membawa nampan minuman es jeruk dan biskuit coklat yang akan dihidangkan untuk teman-teman Rega.


"Ini minumnya sudah siap silakan diminum ya",kata Irene ramah.


"Wah tante ngerepotin nih disuguhin minuman",kata Veren tak enak hati.


"Ah gapapa ini tante buatin khusus untuk temen-temen kesayangan Rega",ucap Irene tersenyum kearah Veren.


"Wahh makasih banyak ya tante jadi gak enak nih",sahut Kiki agak ragu.


"Iya sama sama,ayo silakan di minum ini buatannya tante sama bu Rani loh dijamin enak pol deh",kata Irene menyunggingkan senyumnya sambil melirik bu Rani yang ikut tersenyum ramah.


"Bu saya tinggal ke dapur dulu ya mau masak buat makan malam",pamit bu Rani.


"Iya bu silakan,oh ya kalian semua belum makan malam ya? Kebetulan nih nanti kalian makan malam bareng keluarga Azegar aja ya biar rame gitu ruang makannya",jelas Irene yang semakin tak sabar.


"Wahh bener banget tuh ma",sahut Rega mengacungkan jempolnya.


"Yaudah Rega,kamu tunjukkin kamar buat mereka ya",saran Irene yang hendak meninggalkan Rega dan teman-temannya kedapur.


"Siapp ma",ujar Rega memberikan hormat kearah mamanya.


"Yee siapa yang mau ke kamar lo yang berantakannya mirip banget kek bekas kapal pecah",ledek Rega menjulurkan lidahnya.


"Enak aja kamar lo tuh yang mirip kek penjara!",sahut Reza tak terima dan membalas candaan Rega.


"Udah lah bang,gue males debat teros sama pangeran bonbin yang kaga jelas",kata Rega meledeknya lagi.


"Awas lo ya tepung rese",kesal Reza yang ingin memulai permainan kejar-kejaran bersama Rega tapi ia tahan.


Rega pun mengajak teman-temannya keatas untuk menunjukkan kamar yang akan mereka tiduri,kecuali Veren,Kiki,Farhan,dan Rio yang menunggu di ruang tamu.


"Tuh kamar lo",kata Rega menunjuk kamar besar untuk Gilang dan Reno.


"Wohhh gede banget!!!",teriak Gilang keras hingga terdengar di seluruh penjuru rumah.


"Heh mulut lo bisa dijaga gak,",kata Reno sambil menutup kedua telinganya rapat-rapat.


"Hehe kaga bisa nih",sahut Gilang nyengir.


"Nah lo Ndra nanti tidur bareng sama gue di wilayah kedaulatan kamar Rega Azegar",kata Rega menunjuk kamar kekuasaannya.


"Yaelah lo kek Raja gadungan",ujar Endra tertawa geli.


"Gue itu cuma Raja penakluk hatinya Veren",sahut Rega.


"Bisa aja lo",kata Endra yang masih tertawa meledek mendengar kata-kata Rega.


"Rega gitu loh".


***


Tak lama kemudian,penghuni dan tamu-tamu di rumah keluarga Azegar menuju ke ruang makan mereka yang sangat luas dan besar.Rega dan teman-temannya sudah duduk manis. di kursi yang telah disediakan.


Zendra,Irene,dan Reza pun datang ke ruang makan.Gilang yag sedari tadi ngiler akibat aroma menggoda makanan ayam panggang di depannya.Untung ada Reno yang mencegahnya saat Gilang hampir memakan ayam panggang yang besar itu.


"Kalian teman temannya Rega ya? Selamat datang di rumah kami silahkan makan semua makanan yang ada",ucap Zendra menyambut teman-teman Rega.


"Yaelah Pa kek makan di kerajaan aja",komen Rega kesal.


"Oh iya kah? Hehe biasa papa orangnya agak formal",kata Zendra dan dibalas tawaan oleh seluruh tamu di rumah itu.

__ADS_1


"Kamu Veren?",tanya Irene yang sedari tadi memandangi Veren.


"Ehehe iya tante",balas Veren menanggukkan kepalanya.


"Oh kamu pacarnya Rega ya?",tanya Irene terkekeh.


"Eh enggak kok tante kata siapa?",tanya Veren kaget dan agak malu.


"Kata gue",sahut Rega cuek.


"Enggak kok tante cuma temenan aja",kata Veren menjelaskan.


"Oh gitu ya,yaudah ayo silakan dimakan sepuasnya",kata Irene mempersilahkan teman-teman Rega.


"Iya tante",jawab semuanya.


"No nih ayam panggang enak bener buat gue ya",sahut Gilang sambil memakan ayam panggangnya dengan cepat agar tak ada yang tersisa dan mulutnya semua belepotan.


"Astaghfirrullah pelan pelan Lang",kata Reno mengingatkan.


"Tau tuh kak Gilang kalo keselek entar kapok loh",imbuh Farhan.


"Lang pelan pelan makannya tuh liat mulut lo belepotan",kata Reza menatap Gilang.


"Eh iya bang maap abis enak sih",ucap Gilang nyengir.


"Hmm Gilang mah sukanya kek gitu bang",sahut Endra agak kesal.


"Udah udah dilanjutin makannya",lerai Irene.


***


Akhirnya,makan malam bersama di rumah keluarga Azegar pun telah usai.Veren,Kiki,Farhan,dan teman-temannya pamit untuk pulang.


"Bener kaga mau nginep sini?",tanya Rega sekedar menggoda.


"Enggak Ga,lo kan tahu gue dapet apa dirumah?",kata Veren kesal.


"Iya dapet pr",sahut Rega cemberut.


"Nah tuh ngerti,yaudah gue pulang duly",pamit Veren.


"Om,tante kita berempat pulang dulu ya",pamit Veren,Kiki,Farhan,dan Rio bersamaan.


"Oh iya terus kalian pulang naik apa?",tanya Irene khawatir.


"Kita naik taksi online tante saya sudah pesen nih",jelas Kiki.


"Oke kalau gitu hati hati ya",kata Irene lega.


"Makasih ya tante makan malemnya uenak banget loh pokoknya jempol deh",puji Rio kegirangan sambil mengangkat kedua jempolnya.


"Alhamdulillah makasih ya Rio,kalo mau lagi kapan kapan kesini ya,terutama kamu Veren",kata Irene menatap Veren ramah.


"Eh iya tante",sahut Veren dan Rio bersamaan.


Ngapain tante Irene nyuruh gue kesini lagi,jangan jangan... ah perasaan gue kali,batin Veren heran.


"Yaudah kita pamit semuanya, Assalamualaikum",kata Veren dan teman-temannya.


"Waalaikumusalam",balas Rega dan semuanya.


"VERENNN!!!",panggil Rega.


"Apa?",Veren menoleh kearah Rega.


"Nih buat elo",kata Rega menyerahkan gantungan kereta api bertuliskan namanya.


"Wihh makasih ya Ga",ucap Veren senang.


"Iya sama sama,inget jangan sampai hilang loh ya",ancam Rega sambil tersenyum.


"Iya kaga bakal gue hilangin gantungan kek gini",kata Veren terus terang.


"Udah malem nih,tuh temen temen lo pada nungguin di taksi",ujar Rega menoleh kearah taksi online yang Kiki pesan.


"Iya gue pulang dulu ya",pamit Veren.


"Hati hati",balas Rega.


Taksi yang dinaikki Veren dan teman-temannya pun melaju meninggalkan rumah besar keluarga Azegar.

__ADS_1


__ADS_2