
Hari ini Veren bangun dengan keadaan mata berat dan mulut menguap lebar.Ia sangat kelelahan karena semalam,Veren dan sepupunya Vero sedang begadang sambil menonton acara tv yang menayangkan film horror,selain itu mereka juga ditemani oleh suara dentingan gitar merdu yang dimainkan oleh Vero.Pantes aja ngantuk wkwk.
Tiba-tiba,ada yang mengetuk pintu kamar Veren dari arah luar dengan sangat keras.
"Masuk aja gak dikunci!",teriak Veren dari dalam kamar.
"Ren,kamu udah bangun?",tanya Vero,sepupunya diluar sana.
"Ya,aku udah bangun",kata Veren sambil menguap lebar.
"Bagus,kalo gitu cepet ambil wudu terus kita sholat berjamaah",kata Vero sambil membuka pintu kamar Veren.
"Iya bang".
Veren pun berjalan pelan dengan keadaan mengantuk.Ia bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudu.Tak lama kemudian,setelah Veren keluar dari kamar mandi,Vero sudah menunggunya di kamar.
"Cepet pake mukenanya",kata Vero sambil menunjuk mukena Veren yang sudah disediakannya.
"Iya bang",kata Veren menguap lebar.
"Kok kamu ngantuk sih? Masa mau sholat keadaan lo masih ngantuk?",tanya Vero heran.
"Kan kita berdua semalem begadang",kata Veren mengingatkan.
"Yaudah nanti waktu habis sholat,mending lo langsung ambil wudu lagi terus mandi",saran Vero.
"Iya bang",jawab Veren singkat.
"Udah cepet,kamu atur shaf",kata Vero sambil menoleh kearah belakang,lalu bersiap untuk sholat shubuh.
Veren hanya mengangguk kecil,lalu mengatur shafnya.Setelah sholat,mereka segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.Veren dan Vero hanya tinggal berdua di sebuah rumah besar milik Vero.Orang tua Vero dan Veren terpaksa meninggalkan mereka berdua untuk mengurus bisnis mereka di luar negri.Mereka tak pernah merasa bosan tinggal dirumah itu,karena selama tinggal berdua mereka hanya bisa menghabiskan waktu berdua yang menurut mereka terbilang asik.Setiap kali mereka sarapan,Veren lah yang memasak dan menyiapkan sarapan,sedangkan Vero membantunya menyiapkan peralatan sekolahnya.
"Bang kamu gak makan,nih sarapannya udah siap",kata Veren berusaha memanggil Vero yang masih diatas.
"Iya bentar,otw turun",teriak Vero dari tingkat atas.
Akhirnya,Vero turun dari lantai atas sambil menenteng tas Veren.Lalu,bergegas menghampiri Veren di ruang makan.
"Ini bang,dimakan dulu",kata Veren mengambilkan piring berisi nasi goreng,telur dadar,dan mie goreng kesukaan Vero.
"Makasih,Ren".
"Iya".
"Kamu gak makan?",tawar Vero heran.
"Aku makan di sekolah aja",tolak Veren halus.
"Bener nih? Kamu makan di sekolah?",kata Vero tidak percaya.
"Iyaa aku pengen makan disana sama temen temen aku",kata Veren meyakinkan.
"Tapi bener ya kamu makan disana?",ketus Vero tegas.
"Iya bang",kata Veren santai.
Setelah sarapan pagi selesai,mereka bergegas menuju ke halaman depan.Disana terparkir mobil pribadi milik keluarga Vero.Vero pun masuk kedalam mobil,diikuti dengan Veren yang masuk lewat pintu sebelah kiri.Tanpa aba-aba,Vero pun menancapkan gas dan mobilnya melaju dengan kecepatan standar.
Ditengah-tengah perjalanan,Veren. melihat seorang remaja laki-laki yang wajahnya tidak asing baginya.Tiba-tiba,ia mengguncang bahu Vero dengan keras.
"Apaan sih Ren,untung mobilnya kagak oleng",tegur Vero kesal sambil mengemudikan mobilnya yang hampir oleng.
"Bang,kamu lihat gak ada cowok disana? Kayaknya motornya mogok deh",kata Veren sambil memandang kearah sosok laki-laki yang ada di pinggir jalan.
"Iya tuh,yuk kita samperin",ajak Vero,lalu mengarahkan mobilnya menepi di pinggir jalan.
***
"Duh ngapain sih pake acara mogok segala gue bakalan telat nih,semalam kan lo udah gue kasih oli pembangkit stamina mesin lo,kenapa ujung-ujungnya lo mogok??",kata Rega kesal sambil mengomeli motornya yang sedang mogok.
"Lo tega banget sih,Tor? Lo bisanya nge-php in gue kayak gini?? Motorrr!!!! lo jahat sama gue,jangan jadi pemberi harapan palsu dong,nanti kalo gue telat kena hukuman,lo mau tanggung jawab hah??",Rega pun memulai adegan dramatisnya dengan motor kesayangannya.Benar-Benar Gila.
"Motor lo mogok ya?",tiba-tiba suara perempuan di sebelahnya mengagetkannya,sontak ia langsung menghentikan acara dramanya.
"Iya",kata Rega tanpa menatap sedikitpun perempuan itu dan berbicara dengan nada cuek khasnya.
__ADS_1
"Boleh gak sepupu gue bantuin perbaikin motor lo?",tawar perempuan itu dengan lembut.
"Sepupu?",gumam Rega pelan,sepertinya ia pernah mendengar kalimat itu di telinganya dan baginya suara perempuan itu juga tidak asing baginya.
Rega pun menoleh kearah perempuan itu.Seketika ia diam,di dalam perasaannya sekarang hanyalah rasa senang dan bangga campur aduk dengan rasa ragu.Apakah benar yang ia lihat di matanya,itu Veren ya benar Veren,sosok perempuan yang terus terbayang di pikirannya semenjak waktu pertama kali mereka bertemu.Akhirnya,Rega berhasil bertemu dengannya lagi dan sosok laki-laki dewasa yang ada dibelakang Veren itu pasti adalah sepupunya yang menatap Rega dengan senyum ramahnya.
"Jadi,dia boleh bantu gak?",kata Veren mengulangi perkataannya lagi.
"Ya gapapa sih,tapi bener nih gak ngerepotin?",tanya Rega agak ragu.
"Gak ngerepotin kok sini gue bantu",kata Vero dengan senyuman ramah khasnya.
Vero pun berjalan menuju kearah bagasi mobil,lalu kembali dengan peralatan montir cadangannya yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga.
"Kayaknya ini bukan masalah mogok",kata Vero yang tiba-tiba nyengir sambiln menatap Rega yang masih kebingungan.
"Terus masalahnya apa bang?",tanya Veren yang ikut kebingungan.
"Bensin lo abis bambang",kata Vero yang tiba-tiba cekikikan.
"Oh iya,hehe kemaren gue lupa beli bensin malah kesasar beli oli",kata Rega nyengir sambil menunjukkan sederet gigi putihnya.
"Yaudah gue ambilin bensin cadangan gue",kata Vero sambil berjalan menuju mobilnya lagi.
"Loh beneran nih gapapa bang?",kata Rega yang merasa keberatan.
"Iya gapapa",kata Vero menunjukkan senyum ramahnya.
Vero sedang memperbaiki dan mengisi bensin untuk motor Rega,sedangkan Rega dan Veren duduk di sebuah tempat bekas halte bis.Mereka sama-sama hening,tak satupun yang mengajak bicara terlebih dahulu.Tiba-tiba,Rega memberanikan diri untuk mengajak Veren mengobrol
dengannya.
"Makasih ya,berkat sepupu lo motor gue bisa selamet",ucap Rega sambil menatap lekat wajah Veren yang cantik dan manis.
"Iya sama sama",balas Veren sambil tersenyum.
"Lo gak telat nih?",tanya Rega cemas.
"Udah gak usah dipikirin,yang penting motor lo bisa berfungsi kembali",kata Veren sambil memandang Vero yang sedang sibuk dengan urusan motor Rega.
"Nih motor lo udah selesai,siap dibuat jalan lagi",kata Vero sambil membereskan peralatannya.
"Makasih ya bang jadi gak enak,harus gue balas pake apa atas kebaikan lo?",kata Rega yang masih keberatan dengan bantuan Vero
"Gak usah dibales,yang penting motor lo bisa jalan lagi,coba lo nyalain mesinnya",pintah Vero.
Rega pun mengambil kunci motor yang ia letakkan di sebelah Veren,lalu mencoba untuk menyalakannya.Alhasil,akhirnya motornya bisa berjalan lagi.
"Sekali lagi makasih ya bang,untung ada lo",kata Rega senang.
"Iya sama sama",balas Vero tersenyum ramah kearahnya.
"Oh ya kita duluan ya",pamit Veren sambil melempar senyuman kearah Rega.
"Iya hati hati ya",pesan Rega ikut melempar senyuman termanisnya,tapi didalam benaknya sebenarnya ia tak ingin berpisah dengan Veren secepat ini.
"Oke",balas Veren,lalu membuntuti sepupunya yang akan masuk kedalam mobil.
Tak lama kemudian,mobil Vero pun melaju cepat meninggalkan Rega yang masih memandangnya dari kejauhan.Dia tak menyangka bahwa akan berpisah dengan Veren secepat ini.
"Gue seneng banget Ren,akhirnya bisa ketemu lagi sama lo,semoga aja gue bisa memiliki lo seutuhnya,agar gue bisa lihat senyuman manis lo selamanya",gumam Rega lirih.
***
Akhirnya,Veren pun sampai di sekolahnya.Ia pun berpamitan dengan Vero,lalu keluar dari mobil.
"Gue masuk ya",pamit Veren kepada sepupunya.
"Iya belajar yang rajin",pesan Vero.
Lalu,Veren pun pergi meninggalkan mobil Vero dan masuk ke gerbang sekolah.Saat di koridor sekolah,ia selalu disambut tatapan sinis dan cibiran dari kakak kelas.Ya tapi apa pentingnya buat Veren,ia tidak menghiraukannya dan hanya dianggap sebagai angin yang lewat dari telinga kanan dan keluar dari telinga kiri.Tiba-tiba,ada yang menepuk bahunya dari belakang hingga membuatnya kaget.
"Hai Verennn",sapa Kiki sahabatnya yang tiba-tiba ada di belakang tubunya.
"Eh hai Kiki,ngagetin aja sih",kata Veren cemberut.
__ADS_1
"Ishh pake maen cemberut segala,yuk ke kelas sekalian gue juga mau ke kelas nih",ajak Kiki sambil menarik tangan Veren.
"Oke",jawab Veren singkat.
Mereka pun mengobrol dan bercanda riang di sepanjang koridor kelas XII.Tak lama kemudian,mereka sampai di kelas kebanggaan mereka,kelas X-Mars.Suasana kelas yang ramai membuat kelas ini serasa berada di sebuah pasar yang ramai.Tiba-tiba,mereka berdua dikejutkan oleh Alvin dan Seggy( Julukan,nama aslinya David).
"DORRR!!!",teriak Alvin dan David di hadapan wajah mereka.
"Gak kaget",jawab Veren dan Kiki bersamaan.
"Yaelah padahal rencananya kita berdua pengen bikin lo berdua kaget",kata Alvin cemberut.
"Iyaa nih",timpal David kesal
"Hahaha si Seggy kesal tuh,minta ditemanin Scoobydoo nih",kata Veren tertawa terbahak-bahak.
"Lo bisa aja sih,Ren",kesal David.
"Yang namanya Veren ya pasti bisa dong",kata Veren sambil terkekeh geli.
"Eh mau bel nih yuk balik ke tempat duduk masing-masing",kata Kiki memperingatkan mereka bertiga.
"Siapp boskuu",jawab Alvin,David,dan Veren kompak.
***
Bel pun berbunyi,menandakan waktunya istirahat.Rega dan teman-temannya bergegas menuju kantin untuk menjadi yang pertama menempati bangku paling pojok di kantin sekolah mereka.
"Minggir,pembalap Motogp gadungan mau lewattt",teriak Gilang,lalu membalap teman-temannya.
"Enak aja,gue juga bisa lebih cepet dari lo",teriak Reno sambil berlari tak mau kalah dari Gilang.
Rega dan Endra hanya bisa terkekeh melihat pertengkaran kedua pembalap yang mengaku sebagai pembalap Motogp itu.
Tak lama kemudian,mereka sampai di kantin yang lumayan dipadati oleh siswa-siswi SMA Kertajaya.Mereka pun masih berkesempatan menempati bangku yang ada di pojok kantin.
"Yeesss gue menang dan lo kalahh",ledek Reno kearah Gilang yang mukanya. ngos-ngosan.
"Yee enak aja,suatu saat Gilang Pratama yang paling ganteng se-SMA Kertajaya bakal ngalahin Vareno Sega yang mukanya minta di cemplungin ke selokan tetangga",ucap Gilang dengan gaya dan ucapannya yang diplomatis.
"Yee lo gak bakal bisa ngalahin guee",kata Reno menjulurkan lidahnya ke Gilang.
"Heh lo berdua bisa diem gak? Ini kantin bukan arena pembalap",protes Rega kesal.
"Ya maapp",kata Reno dan Gilang bersamaan.
"Nanti gue bil....",kalimat Rega terpotong,karena ia memandang sesuatu yang membuatnya tak percaya.
"Bil? bil apaan sih,Ga",tanya Reno penasaran.
"Oh gak jadi deh",sangkal Rega berbohong.
"Yee lo mah orangnya gajes,Ga",kata Endra.
Rega masih memandang sosok itu dengan muka tak percaya,apakah benar yang ia lihat? Bukan mimpi?.Dia benar-benar bengong melihat apa yang dilihatnya.Yap,itu Veren gadis yang selama ini ia idamkan lihat.Ternyata selama bersekolah disini,Rega tak pernah tahu kalau Veren juga bersekolah di sekolah yang sama dengannya.Gue ga nyangka kalo dia sekolah sini,Rasanya gue pengen melayang ke langit ketujuh,batin Rega bahagia,tapi kondisi mukanya masih bengong
"Lo ngelihatin sapa sih? Sampe muka lo bengong gitu?",bisik Endra curiga.
"Oh enggak gue liat pohon di sebelah kita tuh banyak ulernya",kata Rega santai.
"Hah ulerrr??? OMG mana mana???",teriak Gilang histeris sambil berdiri dengan gaya alaynya,hingga semua pengunjung kantin menatap heran kearahnya.
"Lo tuh cowok apa cewek sih,alay banget kek emak-emak rempong yang lagi merayakan arisan PKK",kesal Reno sambil memandang Gilang risih.
"Heh,dikondisikan dong mulutnya plus sikap lo tuh lihat,semua murid pada ngeliat lo",kata Endra sambil menoleh kearah belakang.
"Kalo Cherlin tahu lo bakal diputusin",goda Reno dengan senyuman miring khasnya.
"Eh jangan dong,adek masih sayang sama neng Cherlin",kata Gilang dengan nada manjanya yang ia buat sendiri.
"Hihh gila bener lo Lang",kesal Reno dan Endra.
"Gilang gitu loh",kata Gilang menyombongkan dirinya sendiri.
Rega hanya diam melihat teman-temannya yang sibuk memarahi Gilang karena sikapnya.Rega hanya memikirkan Veren yang membuatnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Gue bakal perjuangin lo mati-matian,Ren,gue pengen bisa memiliki lo seutuhnya",gumam Rega lirih.