Remaja Smanker

Remaja Smanker
Enemies


__ADS_3

Hari ini Rega tidak bangun seperti biasanya,ia bangun lebih awal.Karena hari ini ia ada janji dengan teman-temannya untuk berangkat sekolah lebih awal.Selain itu,Rega juga berniat untuk menemui Veren,siapa tahu jika Veren selalu datang ke sekolah lebih awal.


Rega pun bergegas ke lantai bawah,hari ini dia di rumah sendirian,selain itu rumahnya sepi bagai kuburan.Papanya ada urusan mendadak di kantor perusahaannya dan tidak akan pulang sampai dua bulan mendatang,Mamanya ada urusan bisnis dengan teman-teman kantornya yang kemungkinan tidak akan pulang sampai seminggu mendatang,sedangkan abangnya tidak akan pulang dari kampus sampai bulan depan.Yap,Rega selalu menantikan hari-hari kemerdekaannya yang kadang terjadi setahun sekali,kadang dua kali.


Rega pun mengambil kunci motor dan bergegas menuju ke halaman depan,lalu ia menyalakan motornya.Ia pun membawa motornya pergi ke jalan yang ramai dan dipadati oleh pengendara-pengendara sibuk.


Tiba-tiba,pandangan Rega tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di halte bis,sepertinya dia sedang menunggu bis jemputan.Rega seperti mengenal sosok itu,tiba-tiba Rega baru tersadar itu Veren yang sedang menunggu di halte bis sambil memainkan ponsel.Sebenarnya,ia agak ragu menghampiri Veren,tapi entah darimana keberanian itu datang dan Rega pun memberanikan diri untuk menghampiri Veren.


"Hai?",sapa Rega lembut disertai senyuman yang terukir di wajahnya.


"Oh hai",balas Veren,lalu mengalihkan pandangan ke ponselnya.


"Serius amat sih",goda Rega yang merasa dikacangin.


"Iyalah",jawab Veren sekenanya.


"Lo nungguin sapa?",tanya Rega penasaran.


"Nungguin bis,tapi gak dateng dateng",kesal Veren.


"Mau bareng sama gue gak?",tawar Rega lembut.


"Gak ngerepotin?",tanya Veren memastikan.


"Ya ogaklah,ngapain juga ngerepotin",kata Rega terkekeh.


"Mmm oke lah",kata Veren sambil menganggukkan kepalanya.


"Yuk naik",ajak Rega.


Veren hanya membalasnya dengan anggukan kepala.Tak lama motor Rega pun melaju kencang membelah jalanan kota yang ramai.Saat di perjalanan,Rega mengajak Veren mengobrol santai dengannya sambil bercanda senang.


"Jadi,bang Vero tuh sepupu lo?",tanya Rega penasaran.


"Iya,sepupu gue satu satunya",kata Veren.


"Hah masa sih?",tanya Rega tak percaya.


"Iya beneran,sepupu satu satunya yang gue punya di kota ini,sepupu gue yang lain ada di luar kota",jelas Veren basa-basi.


"Terus kalo elo pengen ketemu sama sepupu lo gimana?",tanya Rega heran.


"Ya gue bisa vidcall mereka,kadang kita semua berkumpul setahun sekali",kata Veren terus terang.


"Oh gitu ya sama kek gue",kata Rega jujur.


"Hah masa? Bukannya lo punya saudara banyak?",tanya Veren tak percaya.


"Emang sih banyak tapi kita pisah semua,kayak gue sama lo",goda Rega tapi perkataannya ini jujur dari hatinya.


Mendengar Rega berbicara seperti itu,wajah Veren mendadak kesal tapi pipinya masih merah merona.Melihat reaksi Veren,Rega hanya tersenyum senang sambil melihat wajah Veren di kaca spion.


Akhirnya,mereka sampai di depan sekolah.Rega pun menuju ke tempat parkiran,lalu memakirkan sepedanya.


Veren pun bergegas turun dari motor milik Rega dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih.


"Makasih,Ga",ucap Veren sambil tersenyum.


"Iya sama sama Veren",kata Rega sambil mengedipkan matanya.


Balasan yang didapat oleh Rega hanyalah cubitan di bagian perutnya.Kelihatannya Veren kesal dengan ucapan Rega kepadanya.


"Gue masuk dulu!",ketus Veren lalu meninggalkan Rega yang masih mengadu kesakitan.


"Kok gue ditinggalin sih?",tanya Rega dengan gaya sok manjanya.


"Serah serah gue",ketus Veren lagi dengan tatapan kesal.


Kirain kalem* sama baik,eh ujung-ujungnya jadi mbok judes ah gapapa yang penting gue suka*,batin Rega sambil tersenyum sendiri.


***


Veren melangkah sendiri melewati koridor yang selalu ia anggap jalanan berbahaya,tiba-tiba ia melihat sahabatnya,Kiki yang sepertinya sedang di gerombol oleh geng kakak-kakak kelas cowok.Veren segera menghampiri Kiki dan menyelamatkannya dari gerombolan badboy tersebut.


"Maaf,Kak maaf gue gak sengaja",kata Kiki dengan suara bergetar.


"Makannya kalo jalan liat-liat",sindir salah satu siswa yang memiliki nama Satriya.

__ADS_1


"Iya kak maafin gue",kata Kiki sekali lagi.


"Maaf? Gak cukup buat kita!",kata Wira dengan nada sok khasnya,ia merupakan ketua geng tersebut.


"WOYY!! JANGAN GANGGUIN SAHABAT GUE!!!!",teriak Veren lantang,hingga semua siswa menatapnya heran.


"Lo siapa hah? Beraninya dateng gak jelas!",kata Wira balas berteriak.


"Gue sahabatnya!!!",kata Veren sedikit berteriak.


"Oh sahabatnya ya? Kita samperin juga yuk!",kata Wira dengan senyumnya yang mematikan.


"Lo mau apa dari gue? Lepasin sahabat gue SEKARANGG!!",bentak Veren keras,hingga teman-teman Wira menutup telinganya rapat-rapat.


"Lo minta gue ngelepas dia? Enak aja,dia udah bikin masalah sama kita",kata Wira dengan senyumnya yang mematikan.


"Dia salah apa sih sama lo? Dia cuma gak sengaja",kata Veren geram.


"Nih anak nabrak gue sama temen temen gue!!",kata Wira tak terima.


"Yaelah nabrak doang aja sudah digituin! Udah lepasin dia",kata Veren membela sahabatnya.


"Gue gak mau,gue gak mau",balas Wira sambil meledek Veren yang kekesalannya memuncak.


Wajah Veren merah padam,tangannya mengepal ingin meninju muka Wira dengan perasaan puas.


"Ihh anak perempuannya mau nangis tuh,kaciaann",goda Erga meledeknya.


"Awass lo ya!!",geram Veren sambil mengepalkan tangannya.


"Lo mau lawan gue? Lawan aja",kata Wira santai.


"Okee ayoo",jawab Veren berani menerima tantangan Wira.Veren bukan perempuan sembarangan,ia cukup berani dengan remaja laki-laki yang menantangnya,terlebih lagi badboy seperti geng Wira yang ia anggap seperti musuh bebuyutannya sendiri.


Veren pun menyuruh Kiki untuk berdiri di belakangnnya,lalu ia bersiap untuk mengepalkan tangannya,Wira segera melayangkan pukulannya kearah Veren.Tiba-tiba,tangan Wira dicegah oleh seseorang,itu Rega yang mencekal tangan Wira yang akan melayangkan pukulannya kearah Veren.Rega tidak sendirian,ada Endra,Gilang,dan Reno yang ikut bersamannya.


"Rega?",pekik Veren kaget.


"Lo mau apain si Veren?",tanya Rega dingin.


"Kalo elo mau hadapin dia,lawan gue dulu!",ancam Rega.


Wira mundur beberapa langkah,ia tahu bahwa pukulan Rega bukan sembarangan pukulan biasa.Geng Wira memilih pergi dan mereka hanya bisa mengancam.


"Awas aja lo,gue bakal balik lagi,lo beruntung!!",ancam Wira dengan senyum miringnya dan mengarahkan pandangannya kearah Veren dan Kiki yang menatapnya sinis.


"Lo gapapa?",tanya Rega khawatir.


"Gue gapapa",jawab Veren tersenyum.


"Alhamdulillah",kata Rega lega.


"Btw lo sapa? Gue kagak pernah liat lo di sekolah ini,jangan-jangan lo gadungan ya?",goda Endra sambil terkekeh.Tiba-tiba,Veren meninju perut Endra kesal.


"Enak aja kalo ngomong",kata Veren sinis.


"Wihh nih cewek berani banget",kata Gilang tersenyum meledek.


"Udahlah bro,mendingan lo cepet cepet ke kelas",kata Rega memandang Veren dengan cemas.


"Emang kenapa?",tanya Veren heran.


"Mereka itu badboy seperti kita,cuma lebih kejam mereka",kata Rega terus terang.


"Mereka tuh sombong banget ya,Kak",timpal Kiki geram.


"Wah si manis Kiki ikutan nih",goda Reno terkekeh.


"Apaan sih,resek banget",kesal Kiki. sambil memandang Reno risih.


"Judes banget",ledek Reno.


"Udahlah,No lo berdua balik ya ke kelas inget kalo ada mereka lagi,jangan dibela langsung lari ke kelas atau samperin ke kelas gue",pesan Rega mengingatkan.


"Iya sekali lagi makasih ya,Ga",ucap Veren tersenyum penuh arti.


"Iyaa,hati hati ya",kata Rega mengedipkan matanya dan dibalas senyuman malu oleh Veren.

__ADS_1


Veren dan Kiki pun pergi meninggalkan mereka di koridor.Rega dan teman-temannya juga kembali ke kelas.


"Lo kenal dia,Ga?",tanya Endra penasaran.


"Kenal",jawab Rega agak ragu.


"Ihirr yang dulunya jomblo ngenes sekarang udah bahagia",ledek Gilang sambil tersenyum miring.


"Apaan si",kesal Rega.


"Temennya cantik tuh manis pula",kata Reno yang mulai tertarik.


"Lo malah bahas si Kiki",semprot Gilang.


"Gue suka sama tuh anak",kata Reno tanpa ia sadari.


"Cieee ada yang jatuh cinta nih",ledek Endra.


"Hehe iyaa",jawab Reno nyengirr..


"Ga,lo suka ya sama si Veren?",tanya Endra heran.


"Hmm",Rega hanya berdehem dan senyuman malu terukir di wajahnya.


"Eakkk,skuy sahabat kita yang jomblo udah nemu jodohnya nih",teriak Endra senang sambil menyenggol bahu Rega.


"Lo ngapain sih?",kesal Rega sambil tersenyum.


"Gue kan cuma beri pengumuman",kata Endra santai.


"Hm",Rega hanya berdehem.


"Bro,perjuangin dia gue yakin si Veren bakal suka sama lo",kata Endra meyakinkan.


"Lo bener,gue harus perjuangin dia",kata Rega bersemangat.


"Yee kalo gue mah perjuangin temennya",timpal Reno.


"Heh dugong gak boleh ikutan",protes Gilang sambil tersenyum di depan wajah Reno.


"Serah lo monyet",ledek Reno.


***


Bel istirahat pun berbunyi,Veren dan Kiki bergegas menuju kantin sekolah.Mereka memilih bangku yang dekat dengan warung bakso Pakde Bowo.


"Lo mau pesen apa,Ren?",tanya Kiki penasaran.


"Mm gue mau jus apukat aja",kata Veren santai.


"Oke gue pesenin ya",tawar Kiki.


"Iya deh",jawab Veren sambil menganggukkan kepala.


Tiba-tiba,Veren merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.Benar saja,ada geng Wira yang terkenal kejam.Memandang muka Wira membuat Veren semakin geram.


"Tuh anak ngapain sih ngikutin terus,sumpah wajahnya pengen gue tampol pake ceblekan nyamuk!",geram Veren sambil menatap Wira dengan sinis.


"Ren lo ngapain?",tiba-tiba Kiki mengagetkannya.


"Ahh gapapa eh ini jus alpukat gue ya,makasih",kata Veren mengalihkan pembicaraannya.


"Lo ngapain sih Ren,tingkah lo jadi aneh begini,lo liatin siapa?",tanya Kiki curiga.


"Tuh yang nongkrong di pojokan",kata Veren sambil melirik sinis kearah geng Wira.


"Duhh tuh cowok ya gak ada abisnya ngebaperin siswi disini",timpal Kiki sambil memandang risih Ferdian,salah satu anggota geng Wira.


"Udah lah gak usah dibahas yuk pindah ke tempat lain gue males liat muka mereka",kesal Veren dengan tatapan sebal.


"Ayok Ren kita ke kelas aja",ajak Kiki sambil membawa jus alpukatnya.


"Oyii",kata Veren membuntuti Kiki yang ada di depannya.


Saksikan episode berikutnyaaa!!


Maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan..

__ADS_1


__ADS_2