
Suasana di SMA Kertajaya sangatlah ramai pada saat guru-guru sedang sibuk mengurus rapat yang penting.Terutama kelas XII-Galaxy,ramainya luar biasa seperti pertunjukkan konser.Seluruh murid mengadakan layaknya acara konser yang dibintangi oleh si pembuat onar,siapa lagi kalau bukan Gilang dam Reno.Ia sedang berdiri diatas meja sambil membawa sapu layaknya electric guitar.
Saking ramainya,murid-murid kelas sebelah menghampiri kelas tersebut dan bukannya negur,malah asik ikut berjoget.Mereka sangat bersenang-senang menikmati hari tanpa pelajaran atau jam kosong.Berbeda dengan Rega dan Endra,mereka memilih menghabiskan waktu untuk pergi ke kantin.
"Ga lo pesen apa?",tanya Endra agak malas.
"Gtw gue bingung",kata Rega ikut malas.
Tiba-tiba,Veren datang ke kantin dengan teman-temannya,Kiki dan Farhan.Pandangan Rega langsung tertuju kepada Veren yang sedang tertawa lepas menambah kecantikan di wajah cerahnya.
"Lo liatin apaan sih? Serius amat",kata Endra heran.
"Enggak cuma liat tuh tembok pojokan",sangkal Rega enteng.
"Ala ngaku aja kalo elo liat si Veren",sahut Endra.
"Tahu aja lo",ketus Rega kesal.
"Dari muka lo aja gue udah bisa lihat",kata Endra santai.
"Gue mau samperin mereka,lo ikut gak?",ajak Rega sambil memandangi sahabatnya.
"Ikut lah,gue mau ngomong sama si Farhan",kata Endra.
Mereka berdua berjalan menghampiri Veren,Kiki,dan Farhan yang duduk tak jauh dari mereka.
"Hai Veren",sapa Rega denga muka berseri-seri.
"Eh hai Ga",balas Veren agak terkejut.
"Kelas lo jamkos?",tanya Rega memulai topik pembicaraan.
"Iyaa untung aja gurunya masih rapat",jelas Veren.
"Sama dong berarti kita jodoh nih",sahut Rega dengan nada rayuan khasnya.
"Yee belum tentu",ledek Veren.
"Ah masa sih,pokoknya kamu milikku",sahut Rega manja.
"Hiii pede banget",gerutu Veren.
"Biasa emang tuh bocah pede banget,padahal belum aja jadian sama lo,Ren",sahut Endra melirik Rega yang cengengesan.
"Hihihi Rega gitu loh",kata Rega memamerkan senyuman tampannya.
"Oh ya,nanti lo ada waktu gak?",tanya Rega tiba-tiba.
"Mm kagak ada kayaknya",kata Veren.
"Bagus",gumam Rega.
"Bagus kenapa?",tanya Veren heran.
"Nanti lo pulang bareng gue ya",kata Rega sambil tersenyum.
"Gue gak bisa,entar abang gue nyariin",kata Veren agak keberatan.
"Gapapa gue udah bilang",kata Rega santai.
"Hah lo kenal abang gue?",tanya Veren kaget.
"Yah kenal dong,kan abang lo yang nolongin motor gue pas mogok",kata Rega meyakinkan.
"Iya juga sih".
"Jadi mau kagak nih?",tanya Rega sambil menunggu jawaban Veren.
"Iyaa deh",jawab Veren mengangguk.
"Oke gue tunggu nanti di gerbamg depan sekolah",kata Rega bersemangat.
Endra,Kiki,dan Farhan terkekeh geli melihat Rega yang membujuk Veren untuk pulang bersamanya.
"Ciee yang diajak pulang bareng",ledek Kiki menggoda Veren.
"Apaan sih",Veren tersenyum malu.
"Ihh senyum senyum melulu suka nih ye",goda Farhan terkekeh melihat reaksi Veren.
"Paan si Han",ketus Veren galak.
"Santai mbak nya",kata Farhan yang semakin terkekeh.
"Oh ya kak Reno mana ya?",tanya Kiki yang sedari tadi mencari sesuatu yang hilang.
"Biasa lagi konser",sahut Rega enteng.
"Maksudnya konser panggung gitu?",tanya Kiki kaget.
"Iyaa tapi panggungnya meja yang disatuin",kata Endra sambil meminum segelas coklat dingin dihadapannya.
"Hah? Konser dimana?",tanya Kiki lagi sambil menggebrak meja.
"Di kelas,tapi lo anggep aja tuh konser gadungan",kata Rega sambil terkekeh.
__ADS_1
"Lah emang kenapa?",tanya Kiki heran.
"Konsernya Gilang sama Reno tuh konser gadungan yang tingkat gak jelas nya tinggi banget",kata Rega.
"Plus lo gak usah ikut nonton,paling nantinya ada guru BK yang bakalan samperin tuh konser terus di sawer di ruang BK",sahut Endra,lalu meneguk minuman di hadapannya.
"Tuh bocah gilanya tingkat dewa",gumam Kiki kesal.
"Kenapa lo tanya si Reno,suka ya sama dia?",goda Rega terkekeh.
"Ishh ogak ya",kesal Kiki.
"Hihihi iya deh,Veren jangan lupa nanti ke stasiun ya?",kata Rega mengingatkan Veren lagi.
"Iya Rega",balas Veren.
"Oh ya kita bertiga balik dulu ya,takut ada guru dateng ke kelas kita",kata Farhan seraya pamit dengan Rega dan Endra.
"Iya deh lo bertiga balik aja daripada di sawer sama guru guru BK",kata Endra santai.
"Lo gak balik?",tanya Veren ke Rega.
"Nanti aja,gue disini cuma ngehalu lo kok",kata Rega sambil mengusap kepala Veren.
"Maksudnya?",tanya Veren sambil mengerutkan alisnya heran.
"Oh gak jadi deh,mending lo balik ya",sangkal Rega.
"Iya deh",balas Veren lalu membalikkan badannya.
"Hati hati Veren gue sayang sama lo",teriak Rega keras kearah Veren.
Dibalik sisi,Veren hanya tersenyum malu seakan ia hampir melayang ke langit dan terbang dengan bebas.Ternyata selama ini ia benar,Rega benar-benar menyukainya.
***
Di depan kelas X-MARS,ada segerombolan remaja laki-laki yang kelihatannya sangat nakal.Terlihat jelas dari pakaian seragam yang tak dimasukkan,rambut berantakan,dan memakai jaket hitam pekat.Sepertinya,Veren mengenal keempat remaja laki-laki itu.Akhirnya ia sadar,itu geng Wira yang terkenal kekejamannya di SMA Kertajaya.
Kiki dan Farhan sudah masuk terlebih dahulu sebelum Veren.Ia harus bisa menghindari gerombolan itu.Veren pun melangkahkan kakinya dengan cepat,lalu ia membuang muka dan tidak menghiraukan pandangan mereka.
"Woyy!!",panggil Wira dengan suara beratnya.
"Busett tuh anak ngapain panggil panggil gue",umpat Veren kesal.
"Heh lo yang pake kerudung denger gak?!",teriak Wira dengan nada sindiran khasnya.
"Apaan sih ganggu aja!",geram Veren sambil mengepalkan tangannya,tapi ia belum membalikkan badannya.
"Sini lo!!",bentak Wira kesal.
Tiba-tiba,tangannya ditarik oleh Wira dengan kasar.Veren meronta-ronta meminta Wira melepaskan tangannya.
"Lo apaan sih? gak sopan banget!!",teriak Veren kesal.
"Justru lo yang gak sopan!",bentak Wira kasar.
Veren hanya memandangi Wira dengan tatapan tajam mematikannya.Tiba-tiba,ada seorang laki-laki yang menggenggam tangan Veren dengan erat.Lalu,mengarahkan tinju kearah Wira hingga ia jatuh tersungkur.
"Cepet lo ikut gue!",pintah laki-laki itu.
"Kemana?",tanya Veren heran.
Tanpa basa-basi,laki-laki itu langsung menarik tangan Veren agar mengikutinya.Tak lama kemudian,Veren sampai di kelasnya berkat pertolongan laki-laki itu.
"Ini kelas lo kan?",tanya laki-laki itu.
"Iya makasih udah nolong gue kak",ucap Veren sambil memandangi laki-laki yang tak ia kenal.
"Iya sama sama,oh ya kenalin gue Adrian dari kelas XII-VENUS",kata Adrian memperkenalkan dirinya.
"Oh nama lo kak Adrian,gue Veren nih dari kelas X-MARS tepat di sebelah lo",kata Veren sambil menunjuk kelasnya.
"Itu tadi siapa sih? temen lo ya?",tanya Adrian penasaran.
"Gue gak pernah temenan sama badak songong",kesal Veren.
"Tapi makasih udah mau nolong gue",lanjut Veren sambil tersenyum.
"Hehe iyaa sama sama,udahh deh gue balik dulu ya",pamit Adrian sambil mengusap kerudung Veren gemas.
"Apaan sih",teriak Veren risih.
"Ya maap",goda Adrian lalu membalikkan badannya pergi menuju kelasnya.
"Tuh cowok gak sopan banget sih",gumam Veren kesal.
***
Bel pun berbunyi dengan keras menandakan pelajaran telah usai dan waktunya untuk pulang.Rega yang sedari tadi sudah siap menunggu kehadiran Veren di depan kelasnya.
"Nunggu lama ya?",tanya Veren yang muncul dibalik pintu kelasnya.
"Eh enggak kok,yuk ke parkiran",ajak Rega sambil menggenggam tangan Veren.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke parkiran.Veren melihat sekeliling tempat parkiran,tapi tak ada satupun sepeda motor disana hanya ada satu mobil.
__ADS_1
"Ga,motor lo mana?",tanya Veren heran.
"Hari ini gue bawa mobil",kata Rega menunjuk mobil yang terparkir sempurna di sudut parkiran.
"Oh".
"Yuk masuk",ajak Rega sambil membukakan pintu untuk Veren.
"I..iya",jawab Veren ragu.
Mobil Rega pun melaju dengan kecepatan rata-rata.Tak lama kemudian,mereka pun sampai di stasiun yang letaknya tak jauh dari sekolah mereka.Rega pun turun dari mobil,lalu membukakan pintu untuk Veren.
"Stasiun ini...",kalimat Veren terputus ketika memandangi stasiun yang ada dihadapannya.
"Kenapa?",tanya Rega penasaran.
"Dulu gue pernah diajak kesini sama kakek gue",kata Veren yang matanya mulai berkaca-kaca.
"Oh iyakah? Kapan?",tanya Rega semakin penasaran.
"Waktu gue masih kelas dua SD",jelas Veren.
"Stasiun ini pasti berarti banget buat lo kan?",tanya Rega.
"Iya Ga",ucap Veren sambil mengingat masa lalunya.
"Yuk masuk",ajak Rega menggenggam tangan Veren dengan mesra.
"Eh iya",balas Veren sambil melihat sekeliling stasiun.
Mereka pun masuk melewati pinggiran stasiun,tak lama kemudian mereka pun sampai di dekat peron stasiun.Disana,terdapat kereta api kelas eksekutif yang bernama kereta api Bima yang berhenti tepat di peron 1 yang tujuan akhirnya stasiun Gambir,sedangkan di peron 3 terdapat kereta Dhoho yang tujuannya stasiun Blitar sampai Surabaya Gubeng.
"Wihh ada kereta Bima disana",pekik Veren senang sambil menunjuk lokomotif CC 206 yang mengangkut gerbong eksekutif.
"Iya benerr,kayaknya kereta Bimanya mau berangkat ke tujuan akhirnya stasiun Gambir",kata Rega.
"Tapi kan masih lama",sahut Veren.
"Iya sih memang masih lama",kata Rega membenarkan ucapan Veren.
"Oh iya kereta kesukaan lo apa?",tanya Rega tiba-tiba.
"Gue suka kereta api Taksaka,tapi kereta itu kagak lewat sini",jelas Veren sambil cemberut.
"Tujuannya dimana?",tanya Rega penasaran.
"Stasiun Yogyakarta sampai stasiun Gambir",jelas Veren terus terang.
"Suatu saat kalo gue udah gede,gue pengen ngetrip naik kereta Taksaka",kata Veren sambil menatap rel di depannya.
"Ajak gue ya",sahut Rega terkekeh.
"Kalo gue gak bokek",kata Veren sambil tertawa terbahak-bahak.
"Gue bakalan ajak lo kesana Ren",kata Rega menatap lekat muka Veren dengan senyuman manisnya.
"Yang bener lo?",tanya Veren kaget.
"Iya lah apapun demi lo",kata Rega serius dan ada senyuman di wajahnya.
"Yeee lo emang sapanya gue?",tanya Veren terkekeh.
"Pacar lo",jawab Rega tanpa malu.
Tanpa Veren sadari,mukanya langsung berubah menjadi warna merah merona dan dihiasi senyuman malu.
"Kok senyum senyum sih? seneng ya kalo gue jadi pacar lo?",tanya Rega terkekeh,tapi ada wajah bahagia yang terlihat jelas di wajahnya.
"Yee geer lo",sahut Veren tertawa terbahak-bahak,tapi di dalam hatinya ia merasa senang hanya ada rasa malu yang tak ingin mengungkapkan perasaannya.
"Yaelah,yaudah deh yuk pulang",ajak Rega dengan perasaan kecewa.
"Ayok",balas Veren yang kelihatannya menahan tawa melihat Rega yang mukanya kecewa.
Suatu saat gue bakal nembak lo Ren,tapi di dalam hati gue ada rasa malu yang kagak bisa gue ungkapkan ke elo,gue suka sama lo gue pengen lo jadi bagian dari hidup gue,Veren gue sayang sama lo,batin Rega yang ingin mengungkapkan isi hatinya.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Jangan lupa votee yaa:)
__ADS_1
maaf kalau ada kata-kata yang salah hehehe:v