Remaja Smanker

Remaja Smanker
Rega Kecelakaan


__ADS_3

Hati Veren terasa gusar dan tiba-tiba merasakan ada yang sakit di dalam hatinya.Tatapannya tak henti memandang ponsel yang ada di meja belajarnya.Tiba-tiba,ponselnya berdering menandakan ada yang menelponnya.


Kak Endra is calling...


Veren mengerutkan dahinya,tumben sekali Endra menelponnya malam ini.Tanpa berpikir panjang lagi,Veren langsung menggeser tombol hijau.


"Halo?".


"Ren gawatt lo harus kesini!".


"Ada apa kak?",kata Veren ikut panik.


"Rega...Ren..".


"Kenapa sama Rega?",tanya Veren cemas.


"Pokoknya lo harus cepet kesini".


"Oke gue kesana,kak Endra sekarang ada dimana?".


"Di rumah sakit Dharmawangsa!".


"Oke oke gue kesana".


Veren menutup panggilannya,lalu bergegas menuju rumah sakit untuk mengunjungi Rega.Pikirannya kacau dan tak teratur memikirkan apa yang terjadi dengan Rega.


Veren berniat mengajak Vero ikut kesana bersamanya.Ia mencari Vero di seluruh ruangan tapi tak dapat menemukannya.Terpaksa Veren segera memesan taksi online.Tak lama kemudian,taksi yang dipesan sudah menunggunya di gerbang rumah Veren.


"Ke rumah sakit Dharmawangsa pak!",pinta Veren dengan wajahnya paniknya.


"Siapp",pak supir taksi pun menancapkan gas dan melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit Dharmawangsa.


Hanya memakan waktu 20 menit,Veren pun sudah sampai disana.Setelah membayar kepada supir taksi,ia langsung berlari terburu-buru menuju rumah sakit.Ia membuka ponselnya dan ada notifikasi pesan dari Endra.


[Kak Endra : Temuin gue di depan ruang UGD]


Veren langsung bergegas menuju UGD.Sesampainya disana,dilihatnya Endra,Reno,dan Gilang sedang menunggu Rega.


"Rega dimana kak?",tanya Veren hampir menangis.


"Dia masih ditangani diruang ICU",sahut Endra menundukkan kepalanya.


"Kok dia bisa kecelakaan? Gimana ceritanya?",tanya Veren,tanpa ia sadari buliran air mata keluar tanpa seizinnya.


"Gue juga kaga tahu Ren,setahu gue dia ditabrak mobil!",kata Reno menjelaskan.


Tangis Veren langsung pecah,ia tak tega melihat orang yang disayanginya terluka karena kecelakaan.


"Lo tenang aja Ren,kuatkan diri lo Rega gak suka lihat lo nangis kek gini,Rega tuh orangnya kuat pasti dia bisa sembuh demi elo,gue yakin!",ujar Gilang menyemangati Veren yang terduduk lemas.


"Iya kak semoga aja dia cepet sadar",balas Veren mengusap air matanya.


"Eh No,lo kabarin gih orang tuanya Rega biar kesini",ucap Gilang.


"Udah gue kabarin sebentar lagi mereka kesini",kata Reno.


Diujung sana,kedua orang tua Rega serta abangnya berlari panik menuju ruang UGD.


"Endra,mana Rega?",tanya Irene penuh kecemasan.


"Masih ditangani di UGD tante",kata Endra.

__ADS_1


"Ya Allah Rega kok kamu bisa masuk rumah sakit nak",Irene langsung menangis histeris.


"Sabar ma,Rega pasti akan sembuh untuk kita semua",kata Zendra menenangkan Irene yang masih menangis.


Reza langsung menghampiri teman-teman Rega dan bertanya bagaimana Rega bisa mengalami kecelakaan hingga ia masuk rumah sakit.


"Ceritain sama gue,kenapa adek gue bisa masuk rumah sakit?",tanya Reza mengguncang bahu Gilang.


"Kita kaga tahu bang,yang kita tahu Rega ditabrak sama mobil",jelas Gilang menenangkan Reza.


"Rega ditabrak sama mobil?",tanya Zendra kaget.


"Iya om",balas Reno.


"Kalian tahu siapa pelakunya?",tanya Zendra.


"Kita gak tahu om",jawab Endra.


"Ini gak bisa dibiarin",geram Zendra.


"Udah pa,biarin aja pelakunya kabur, sekarang yang penting kesembuhan Rega",kata Irene menenangkan suaminya.


"Hufftt iya ma".


Akhirnya,dokter yang menangani Rega pun keluar dari ruang UGD.Semua yang ada disitu langsung menghampiri sang dokter.


"Dok gimana keadaan anak saya?",tanya Irene khawatir.


"Alhamdulillah kondisi Rega sudah membaik dan luka luka di sekujur tubuhnya sudah diobati,tapi Rega masih belum sadar dari komanya",jelas dokter bernama Dr.Fahri.


"Kira kira kapan sadarnya dok?",tanya Endra cemas.


"Kita semua boleh masuk gak dok?",tanya Gilang yang tak sabar ingin masuk.


"Silakan,tapi cepat ya karena pasien akan dipindahkan ke ruang rawat inap,kalau begitu saya permisi dulu ya",pamit dokter Fahri,lalu melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


"Terima kasih dok",balas Reza lalu masuk kedalam ruang UGD diikuti yang lainnya.


Disana terlihat Rega yang terbaring dengan lemah diatas brankar rumah sakit,tangan dan kakinya dibalut oleh perban.Veren dan yang lainnya mengelilingi Rega dengan perasaan sedih melihat kondisi Rega yang lemah tak berdaya.


"Rega bangun nak ini mama",kata Irene mencium kening Rega bertubi-tubi.


"Rega harus kuat ya biar bisa sembuh,mama kangen nak lihat canda dan tawamu",kata Irene menangis disamping Rega.


"Mah yuk kita pulang udah jam 12 lebih,besok kita kesini lagi bawain pakaian Rega ya",bujuk Zendra menenangkan istri kesayangannya.


"Mama gak mau pa,mama pengen nungguin Rega",tolak Irene.


"Ma ini udah malem banget loh,biar Reza aja yang nungguin Rega",saran Reza.


"Iya ma bener kata Reza",sahut Zendra.


"Yaudah mama pulang dulu ya",pamit Irene yang masih terisak.


"Assalamualaikum",pamit Zendra dan Irene bersamaan.


"Waalaikumsalam",jawab mereka serempak.


Reza melihat Veren yang sedari tadi menunggu Rega dengan setia meski tak sepatah katapun Veren ucapkan.


"Veren lo kaga pulang?",tanya Reza pelan.

__ADS_1


"Aku gak bisa pulang kak kalo lihat keadaan Rega kaya gini",kata Veren, tanpa ia sadari air matanya mulai membasahi pipinya.


"Udah malem loh Ren,mendingan elo pulang",ujar Endra membujuk Veren untuk pulang.


"Tapi gue pengen jagain Rega",Veren masih bersikeras untuk menunggu Rega sampai sadar dari komanya.


"Iya tapi besok aja Ren,lo tahu kan ini udah malem,gue takut kalo abang lo nyariin",bujuk Reno.


"Mm yaudah deh",kata Veren pasrah.


"Gue anter pulang ya,takutnya nanti elo kenapa napa dijalan",tawar Gilang,ia khawatir jika Veren memesan taksi online di tengah malam begini.


"Iya deh",balas Veren.


"Aku pamit dulu ya,Assalamualaikum",pamit Veren seraya membuka pintu.


"Waalaikumsalam",jawab mereka bersamaan.


"Hati hati ya Ren,jangan lupa selalu berdoa biar Rega bisa gombalin elo terus",goda Reno sambil nyengir.


"Bisa aja lo kak",kesal Veren sambil memandang Rega yang sedang menikmati tidurnya.


"Hati hati ya Ren",pesan Reza sambil melambaikan tangannya.


"Iya kak",balas Veren.


***


Gilang dan Veren menuju ke parkiran rumah sakit yang sudah sepi dan hanya tersisa dua motor dan mobil.Gilang menancapkan gasnya dan menyuruh Veren untuk segera naik ke motornya.


"Ayo naik Ren",pinta Gilang.


Veren menganggukkan kepalanya,lalu menaikki motor Gilang,tak lama kemudian motor Gilang melaju membela jalan raya yang terlihat sepi.


Akhirnya,mereka berdua pun sampai di depan rumah Veren.


"Makasih ya kak udah anter gue",ucap Veren tersenyum.


"Iya sama sama,gue pulang dulu ya salam buat abang elo ya",pamit Gilang.


"Iya kak",balas Veren.


Gilang pun menancapkan gasnya dan motornya melaju meninggalkan rumah Veren.


◆◆◆


To Be Continued...


Hai hai kalo boleh kasih komen dong biar authornya semangat up lagi nih...


Maaf ya author jarang up hehe..


Jangan lupa vote ya


Mampir dong di karya author yang lainnya.


•Adventure team


tapi masih belum lanjut hehe..


Makasihhh♥♥

__ADS_1


__ADS_2