
Cuaca hari ini sangatlah panas.Murid-murid SMA KERTAJAYA memilih untuk melakukan aktivitas di dalam kelas.Tidak seperti Rega dan teman-temannya,mereka bermain basket di tengah teriknya matahari.Seluruh siswi berteriak histeris kearah Rega yang terlihat tampan saat wajahnya bercucuran keringat yang membuat penampilannya semakin cool.
"Aduh babang Rega ganteng amat sih".
"Hati adek jadi adem nih liat abang maen basket".
"Semangat kaka Regaku sayang".
"Jadi gemes deh pengen pegang pipinya abang Rega".
"Suayang bangett sama Regaaa".
"Pengen dong diajarin basket berdua sama Rega biar bisa romantis gitu".
"Love you lah babang Rega".
Tak jarang banyak cibiran yang berhasil didengar oleh Rega,namun dia hanya tetap memilih untuk fokus pada bola basketnya.Berbeda dengan Gilang yang tebar pesona sana-sini.
"Woy Lang,lo mau main basket apa maen godain cewek sih?",tanya Reno yang mulai kepanasan.
"Bentar ya gue mau cuci mata dulu,sekalian deh gue mau berteduh takut nih kulit putih gue bakal jadi abu gosong",kata Gilang sambil berteriak.
"Anjirr tuh anak maen baper mulu",kesal Endra yang hampir kepanasan.
"Udah deh jan urusin dia,palingan nanti juga di marahin si Cherlin",kata Rega sambil memandangi Gilang yang sibuk dengan kegiatan hariannya.
"Yoii lah,yuk ke bawa pohon deket lapangan lumayan disitu ada bangku kosong",ajak Endra.
Rega dan Reno mengikuti Endra dari belakang.Rega memandang sekeliling berharap Veren ada disini menontonnya bermain bola basket.Tiba-tiba,ada sosok Veren yang kebetulan lewat di belakang bangku tempat Rega dan teman-temannya duduk dan berteduh.Tapi pandangannya fokus menatap laki-laki di sebelah Veren.Sebelumnya,Rega belum pernah bertemu dengan laki-laki di dekat Veren selain Farhan sahabatnya.Ia pun bergegas menghampiri Veren.
"Hai?",sapa Rega datar.
"Hai Ga,ngapain?",tanya Veren basa-basi.
"Lagi liat lo jalan berdua sama yang lain",sindir Rega dengan nadanya yang datar.
"Oh maksud lo dia,kenalin ini Rio murid baru di kelas gue",kata Veren seraya memperkenalkan Rio di depan Rega yang raut mukanya benar-benar kesal dan marah.
"Rio Renaldi kak",kata Rio memperkenalkan dirinya dengan sopan sambil mengulurkan tangannya kearah Rega.
"Rega Azegar",jawab Rega cuek.
"Widihh main basket nih,gue boleh ikutan gak kak?",tanya Rio yang melihat bola basket di tangan Rega.
"Gak boleh",jawab Rega ketus.
"Lah kenapa Ga? Dia pintar maen basket loh sampe dia nih pernah juara nasional sama tim basket di sekolahnya yang dulu",jelas Veren terus terang.
"Ya gapapa gue gak mau aja",lagi-lagi Rega menjawabnya dengan datar.
"Mending kita tanya ke kak Endra sama kak Reno aja Yo",ajak Veren lalu menarik tangan Rio menuju kearah mereka.
"Stopp",tiba-tiba Rega mencegah mereka berdua.
"Apaan lagi sih?",tanya Veren yang mulai kesal.
"Gue mau tanya",kata Rega dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Tanya apa?",tanya Veren kesal.
"Ini sapa lo?",tanya Rega sambil menunjuk kearah Rio.
"Oh jadi lo tiba tiba berubah jadi datar dan cuek gara gara Rio gitu?",tanya Veren yang mulai terkekeh diikuti dengan Rio yang ikut terkekeh bersamanya.
"Kok ketawa sih? Kaga ada yang lucu",ketus Rega kasar.
"Jadi Rio ini.....",kalimat Veren terputus karena kedatangan Erga dan Reno yang bangkit dari bangkunya.
"Eh Rio,he apa kabar lo?",sapa Endra sambil merangkul bahu Rio.
"Baik bro",kata Rio ikut merangkul bahu Endra.
"Dia pindah kesini Ren?",tanya Reno.
"Iya kak".
"Wihh bisa menang dong tim kita kedepannya berkat sepupu lo",kata Reno yang meninju perut Rio.
"Sepupu?",gumam Rega pelan,tapi dapat didengar oleh Veren.
"Iya sepupu",sahut Veren yang mendengarnya.
"Oh jadi sepupu lo,sorry bro gue tadi cuma kebawa emosi",kata Rega menjabat tangan Rio.
"Never mind bro",balas Rio menjabat tangannya.
"Oh ya,Veren kak Rega nih sapanya elo?",tanya Rio penasaran.
"PACARNYAAA,WOY SI REGA TUH PACARNYA VEREN!!!!",semprot Gilang yang berlari dan berteriak dari kejauhan.
"Busett tuh uler keket ngapain ikutan",kesal Rega sambil menatap Gilang sinis.
"Eh uler keket muka lo tuh minta di semprot vape kali ya",kata Reno sambil menoyor kepala Gilang.
"Ya harusnya elo dugong joget",balas Gilang sambil menepuk bahu Reno dengan manja.
"Dihh jijik gue sama sikap lo",kata Reno yang berusaha menjauh dari Gilang.
"Abang kok ngejauhin adek sih",teriak Gilang dengan manja.
"Anjirr nih uler keket kumat lagi dah",kata Reno yang berteriak sambil berlari sekuat tenaga menjauhi Gilang.
"Eh dugong joget tungguinn!",balas Gilang berteriak lalu mengejar Reno yang sudah lari terbirit-birit.
"Kaga usah ngejar ngejar gue lo,entar gue yang dimarahi sama sih Cherlin",teriak Reno yang masih berlari.
"Kaga mauuu",teriak Gilang manja.
"Busettt masih ngejar aja tuh uler keket ngapain sih gak stand by di daun deket kelas Cherlin aja sih",gerutu Reno kesal.
Rega,Veren,Endra,dan Rio hanya tertawa terbahak-bahak melihat kedua sahabat yang tak pernah terpisahkan itu bermain kejar-kejaran hingga ke sudut sekolah.
"Oh ya,Rio lo mau gak gabung jadi tim basket SMANKER?",tawar Rega yang wajahnya meminta permohonan agar Rio mau bergabung dengan tim mereka.
"Ya pasti maulah kak",kata Rio yang mulai merangkul bahu Rega dengan cepat.
__ADS_1
"Makasih banyak ya,welcome to the team",sambut Endra sambil melempar bola basketnya.
"Ashiappp",balass Rio.
"Oh ya gue balik dulu ya,takut Kiki sama Farhan nyariin",pamit Veren.
"Iya hati hati ya pacar",kata Rega tersenyum manis sambil mengedipkan matanya.
"Yee geer banget lo jadi orang",kesal Veren yang tersenyum miring kearahnya.
"Ih sinis amat senyumnya",ledek Rega terkekeh.
"Udah ah gue balik dulu",pamit Veren lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Lo suka sama Veren ya bang?",tanya Rio penasaran.
"Iya gue suka ehh..",Rega keceplosan hingga membuat kedua temannta tertawa.
"Kan bener apa dugaan gue",sahut Endra tertawa geli.
"Ishh apaan sih lo badut nayap",kesal Rega dengan tatapan sinisnya.
"Ehh enak aja lo bilang gue badut nayap?",kata Endra ikut kesal.
"Emang itu panggilan lo",kata Rega asal.
"Oh kalo gitu nama lo tepung keliling",kata Endra dengan muka sindiran khasnya.
"Dasar lo",kesal Rega sambil mengepalkan tangannya.
"Eittt jangan bertengkar dong",lerai Rio.
"Udah ah yuk balik",ajak Rega.
"Oke",balas Endra singkat.
"Aelah tuh sahabat kaga jelas banget dah",gerutu Rio,lalu membalikkan badannya berlalu pergi.
•
•
•
•
•
•
•
•
Jangan lupa votee,komen,and like
Maafin author kalau ada kata kata yang salah hehehe:v
__ADS_1