
Satu Minggu berlalu...
Hari-hari menegangkan nan tragis telah berlalu bagi Rega karena saat ini kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan dokter untuk pulang.Veren dan teman-temannya sangat senang mendengar berita bahagia yang disampaikan oleh Zendra dan Irene,kedua orang tua Rega.
Sore harinya,mereka berencana untuk pergi menjenguk Rega yang baru pulang dari rumah sakit.Veren dan sahabat-sahabatnya menaikki mobil milik Varel,sedangkan Gilang,Reno,Rio,dan Farhan menumpang di mobil Endra.Saat sampai di depan rumah mewah milik keluarga Azegar,mereka di sambut ramah oleh beberapa pembantu yang berkerja di rumah Rega.
"Wuidih nih rumah masih gede banget ya",gumam Gilang dengan mata berbinar.
"Halah baru kemaren lo maen kesini",sahut Reno.
"Ya gue kan kaga pernah punya rumah segede ini",balas Gilang yang masih menatap bangunan mewah rumah Azegar.
Reno hanya menatapnya sebal.Mereka pun segera masuk kedalam ruangan utama keluarga Azegar.
"Nih rumah kaga berubah ya",kata Gilang yang lansung masuk lalu berjalan mengelilingi ruang-ruangan dirumah Rega.
"He lo tuh jelangkung versi apa? datang gak diundang langsung nyelodor masuk!",ujar Endra yang sedari tadi memperhatikan Gilang berputar-putar di ruang utama.
"He lo tuh muter muter apa maen komedi puter?",kali ini Rio ikut menimpali Gilang.
"Lo berdua ganggu banget! Biarin gue liatin barang barang mewah dong lumayan dapet untung",kata Gilang santai sambil melanjutkan langkahnya untuk berkeliling.
"Untung? Emang mau dibuat apaan?",tanya Veren berkacak pinggang.
"Ya siapa tahu kalo gue jual dapet untung lumayan bisa beli motor baru",sahut Gilang yang sedari tadi menenyentuh benda-benda mewah.
Tiba-tiba,kepala Gilang dipukul oleh seseorang dari belakang hingga sang empunya kepala meringis kesakitan sambil mengusap kepalanya pelan.
"Enak banget kalo elo ngomong gue urap muka lo pake sambel terasi!",kesal seseorang yang hampir mengusap mukanya dengan sesuatu.
"Duh Ga pukulan lo sakit bener",ucap Gilang.
Rega hanya cengengesan.Gilang hanya berdehem kesal,lalu pandangannya tertuju pada piring berisikan sambel terasi.
"Mau lo apain tuh sambel?",tanya Gilang heran.
"Tadinya sih mau ngurap muka lo tapi gak jadi deh,elo kan anaknya orang",kata Rega santai sambil membawa piringnya ke dapur.
"Yee takut nih sama gue",ledek Gilang tertawa terbahak-bahak.
"Hmm",dehem Rega.
"Eh lo tahu kaga...",kalimat Gilang terputus.
"Gue gak bakal tahu kalo elo gak cerita!",sela Rega dengan wajah kesalnya.
"Heh dengerin dulu!",sahut Gilang melotot kesal.
"Pelototin terus entar tuh mata copot loh",ejek Rega cekikikan.
"Lo mau kaga denger cerita dari gue?",kali ini Gilang mulai kesal.
"Lo tuh ya kaga pernah berubah,selalu aja gosipin orang,hewan,bahkan motor lo yang mogok pun elo gosipin,ini nih efek kebanyakan nggosip sama istrinya pak Karimin!",omel Rega panjang lebar dan dibalas tatapan jengah oleh Gilang.
"Duh gue kaga bakal ngomong nih,berita yang gue dapetin penting buat lo!",kata Gilang serius.
"Emang tuh berita aapa ceritanya?",tanya Rega menautkan sebelah alisnya.
"Kemaren gue ngumpet dan kaga sengaja denger obrolan Bela sama si Wira di sekolah dan lo bener bener harus jaga tuh orang biar kaga direbut sama dia ",ucap Gilang.
"Emang tuh bocah ganjen bilang apa sama si Wira sampai elo ngumpet segala?",tanya Rega agak acuh karena dirinya sibuk mencuci piring.
"Dia bilang si Wira disuruh misahin elo sama Veren dengan caranya si Wira pdkt ke Veren agar si Veren tuh suka sama Wira dan ngelupain lo,terus si Bela bisa deketin elo selamanya tanpa gangguan si Veren",ucapan Gilang refleks membuat Rega melempar sisa busa sabun sunlight yang ada di tangannya dan mendarat tepat di muka Gilang.
__ADS_1
"LO BARUSAN BILANG APA?!",teriak Rega penuh emosi sambil menarik kerah baju Gilang yang wajahnya masih dipenuhi busa.
"Duh bentar dong,nih muka gue penuh sabun sunlight",kesal Gilang lalu meraih tisu yang ada di meja makan,sedangkan Rega tak menghiraukan candaan Gilang.
"GUE KAGA SALAH DENGER KAN?",bentak Rega emosi.
"Ga sabar dong jangan emosi kek gini entar yang lain denger!",ujar Gilang yang berusaha menenangkan emosi Rega.
"Iya gue tahu! gimana gue gak emosi kalo tuh bocah trel sama si Bela mau misahin gue dari pacar yang gue sayangi",sahut Rega masih dengan emosi tingkat dewanya.
"Iya gue tahu sabar dulu,gue bakal ceritain semuanya ke elo",ucap Gilang.
"Cepet ceritain ke gue!",tukas Rega semakin penasaran dengan cerita Gilang.
*Flashback On*
Bel istirahat berbunyi menandakan semua murid waktunya untuk pulang,para murid sekolah dengan antusiasnya terburu-buru untuk pulang lebih awal.Tapi tidak untuk Gilang,Endra,dan Reno yang dengan santainya berjalan di koridor kelas XII.Endra dan Reno memilih untuk meninggalkan Gilang yang sedari tadi mencuri pandang para cewek yang mengikuti paskibraka,ia bersiul saat mereka istirahat dan serempak mereka semua menoleh kearah Gilang hingga berteriak histeris.
"Duh babang Gilang makin ganteng deh".
"Bang siulnya merdu banget sih".
"Mau gak bang jadi pacar aku".
"Waduh Gilang kalo senyum manis banget kek gula tapi manisan si Rega".
"Gilang tuh calon imam gue nantinya".
"Eh ya gak dong,bang Gilang tuh mempelai gue di pelaminan".
"Kak Endra mana sih calon istrimu kangen nih".
"Guen pengen bang Reno yang lewat eh tapinya bang Gilang yang lewat ah gapapa ganteng juga kok bang Gilang".
Akhirnya,gue famous juga,batin Gilang senang.
Tiba-tiba,langkah Gilang terhenti melihat dua murid yang sedang mengobrol di dalam kelas XII-Saturnus yang tidak lain mereka adalah Wira dan Bela.Dengan langkah yang sangat pelan,Gilang mengendap-endap mengintip kedua murid yang sedang berbicara serius.Entah kenapa Gilang sangat kepo tentang apa yang mereka bicarakan.
"Lo harus bisa misahin Rega sama Veren!",pinta Bela dengan wajah geram.
"Emang lo sapanya gue?",tanya Wira datar.
"Gue kaga peduli! Pokoknya elo harus bisa misahin mereka berdua!",teriak Bela keras dengan suara cemprengnya hingga Wira menutup telinganya rapat-rapat begitupun dengan Gilang yang sedang mengintip diluar kelas.
"Hmm gue usahain tapi gak gratis",sahut Wira dingin.
"Lo pengen apa dari gue? Uang? Gue udah siapin semua!",kata Bela antusias.
"Gue gak butuh uang,tapi gue pengen kakak lo!",ujar Wira dengan senyum dinginnya yang menyeramkan.
"Maksud lo kak Naura?",tanya Bela bingung.
"Hm",dehem Wira.
"Oke ambil ambil aja kakak gue,tapi lo boleh pacarin dia kalo gue udah dapetin kak Rega",jawab Bela dengan senyum menyeringai.
"Setuju!",balas Wira ikut tersenyum bak psikopat.
Gilang yang melihatnya langsung terperangah kaget mendengar percakapan diantara dua murid yang menjalankan rencana liciknya.
"Gue harus peringatin si Rega tentang hal ini!",gumam Gilang pelan,lalu ia berlari kencang tapi perlahan agar tak didengar oleh Wira dan Bela.
*Flashback Off*
__ADS_1
Setelah mendengar cerita itu,tiba-tiba Rega memukul meja makannya dengan keras hingga terdengar sampai ruang utama.Veren dan yang lainnya langsung menghampiri Gilang dan Rega yang berada di ruangan itu.
Dilihatnya,Rega yang sedang mengepalkan tangannya hingga darah mengucur deras di tangannya.Veren yang melihat itu langsung menghampiri Rega dengan tatapan khawatir.
"Rega kamu kenapa?",tanya Veren khawatir.
"JANGAN GANGGU AKU!!",bentak Rega dengan wajah emosi yang terlihat menyeramkan hingga Veren takut.
Raut wajah Rega berubah ketika melihat mata Veren yang berkaca-kaca dan wajah takut terpancar di wajahnya.
"Maafin aku Veren,tadi aku kebawa suasana",sesal Rega yang langsung memeluk Veren dan menghapus air mata Veren dengan lembut.
"Iya aku tahu Ga,kamu ada masalah apa cerita sama kita",kata Veren sambil menghapus sisa air matanya.
"Inti dari masalahku pokoknya aku gak mau kehilangan kamu Veren",balas Rega memeluk Veren erat.
"Aku gak bakal ninggalin kamu kok",sahut Veren mengusap punggung Rega lembut.
"Ren,lo jangan romantis romantisan dong gue jadi iri nih",goda Kiki menunjukkan muka cemberutnya.
"Makannya pacaran tuh sama kak Reno",ujar Veren tertawa sambil menunjuk Reno yang sedang mengobrol dengan Rio dan Farhan.
"Wah kayaknya ada yang bicarain gue nih",sahut Reno menatap Veren sambil tersenyum menggoda.Rega yang melihat itu langsung bertindak menutup mulut Reno agar tak terlihat senyuman yang ditunjukkan untuk Veren.
"Lo jangan seenaknya senyum ke Veren,Ren jangan dilihat nanti mata kamu auto buram",ucap Rega yang menunjukkan sifat posesifnya.
"Hahaha",Veren tertawa dengan Kiki melihat Rega dan Reno.
"Lo mending sama Kiki aja",sahut Endra yang berdiri di samping Gilang.
"Emang gue pengennya sama Kiki",ujar Reno mengerlingkan matanya kearah Kiki dan dibalas senyuman malu oleh Kiki.
"Si Kiki malu tuh auto tembak deh",sahut Rio lantang.
Reno dan Kiki hanya saling pandang dan tersenyum malu.
"Ndra lo bisa ikut gue?",ajak Rega yang mulai memberi kode kepada Endra.
"Oke",Endra pun mengikuti Rega meninggalkan Veren dan teman-temannya yang sedang asik bercanda.
"Lo mau bilang apa ke gue?",tanya Endra penasaran saat Rega mengajaknya ke balkon.
"Lo harus bisa nembak si Naura!",kata Rega dengan tatapan serius.
"Hah??! Lo kaga bercanda kan?",tanya Endra tak percaya.
"Ini penting,gue tahu lo suka sama si Naura",ujar Rega.
"Emang kenapa gue harus nembak si Naura?",tanya Endra penasaran.
"Si Wira mau pacarin Naura".
◆◆◆
To Be Continued...
Hai hai Readersss...
Makasih ya yang udah baca novel author hehe
Tekan tombol vote dong,eitss jangan lupa like dan komen biar authornya cepet cepet up nih hiyaaa
Saksikan teruss ya boleh dong ditambahkan ke rak buku favorit kamu wkwkw..
__ADS_1
Sekali lagi makasihh para readerss♥♥♥