Remaja Smanker

Remaja Smanker
Rencana Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Hari ini Veren bersekolah tanpa Rega.Suasana hatinya sepi tak ada yang mengisi.Setiap pagi,ia selalu disapa oleh Rega dengan senyuman manisnya yang menghiasi wajah tampannya.Belum lagi asupan gombal yang Rega buat yang selalu berhasil membuat Veren tak dapat menahan rasa malunya,senda gurau dan candaannya mampu membuat Veren tertawa bahagia.Hari-hari tanpa Rega merupakan hari tersepi baginya.


"Woyy ngelamun teruss!",Veren hampir terkejut saat kedua tangan Rio ada di hadapan wajahnya.


"Gue ngelamun ya?",tanya Veren polos.


"Ya iyalah,pandangan mata lo aja kosong",sahut Rio terkekeh.


"Lo mikirin siapa sih Ren?",tanya Kiki kepada sahabatnya itu.


"Nggak kok,gue gak mikirin siapa siapa",balas Veren tersenyum tipis.


"Elo pasti ngelamun kak Rega?",sahut Farhan yang ada di bangku samping Rio.


"Btw kak Rega masuk rumah sakit ya?",imbuh Rio penasaran.


"Iya",ujar Veren menundukkan kepalanya.


"Ren lo kenapa?",tanya Kiki kebingungan.


"Gue pengen Rega cepet sembuh,gue kangen sama canda tawanya yang selalu ngisi hati gue",ujar Veren tanpa ia sadari buliran air bening menetes dipipinya tanpa seizinnya.


"Ren lo jangan lesu gini dong",kata Farhan menepuk bahu Veren.


"Iya Ren,gue yakin kak Rega pasti akan sembuh demi elo,demi kita semua,kak Rega tuh orangnya kuat kaga seharusnya lo nangis kek gini,kalo dia lihat lo nangis terus dia pasti ikut sedih,elo harus bisa semangatin dia Ren",timpal Rio menyemangati dan tersenyum kearah Veren.


"Bener tuh kata Rio",sahut Kiki membenarkan.


"Eh tumben amet pikiran lo udah waras biasanya rada miring",ledek Farhan menjulurkan lidahnya.


"Kata siapa pikiran gue miring? Bukannya pikiran elo kali yang miring?",Rio mulai dibuat kesal oleh Farhan.


"Eh enak aja pikiran gue waras kok!",sahut Farhan tak mau kalah.


"Eh udah udah orang lagi bersedih masih sempet aja bertengkar",lerai Kiki yang berkacak pinggang dihadapan Rio dan Farhan.


"Ya maap",jawab mereka bersamaan.


"Eh Ren,nanti gue ikut ya kerumah sakit",bujuk Kiki.


"Ajak kita juga Ren",imbuh Farhan dan Rio.


Veren mengangguk sambil tersenyum,ia sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Kiki,Farhan,dan sepupunya Rio.


***


Bel pun berdering dengan nyaring hingga nyaris membuat seluruh murid SMA Kertajaya berhamburan pergi ke kantin.Endra,Gilang,dan Reno melangkah santai menuju kantin.Sesekali Gilang memulai aksi tebar pesonanya dengan menyapa setiap siswi yang berpaspasan dengan mereka dan cari perhatian.


"Eh Lang lo kaga ada abisnya ya tebar pesona sana sini!",omel Reno yang mulai risih dengan Gilang.


"Biarin lah,gue kan orangnya ganteng",sahut Gilang tak memperdulikan Reno dan masih asik menyapa para siswi di kantin.


"Eh masih gantengan gue ya",ujar Reno tak mau kalah.

__ADS_1


"Iya emang elo ganteng tapi persis kek dugong hahaha",ledek Gilang tertawa terbahak-bahak.


"Dasar uler keket,sini lo!!",Reno mengajak Gilang berguling-guling ria di hadapan para pengunjung kantin.


"Elo tuh gantengnya pas pasan,gue yang lebih ganteng daripada lo",kata Gilang yang masih asik berguling dengan Reno.


"Enak aja ya,justru gue yang lebih ganteng daripada lo buktinya si Kiki suka sama gue,elo aja yang ganteng tapi jomblo ngenes",balas Reno yang mulai menjambak rambut Gilang.


"Gue tunjukkin kalo gue kaga jomblo",sahut Gilang.


Sedangkan,Endra tak mengikuti perkelahian mereka dan berusaha sekuat tenaga memisahkan kedua temannya yang seragamnya dipenuhi oleh debu di lantai kantin.


"Heh udah deh,malu dilihat sama siswa lain",lerai Endra yang berusaha memisahkan mereka.


Gilang dan Reno tak peduli dengan ucapan Endra yang hampir ngotot dan masih saja melanjutkan aksinya.Tiba-tiba,seorang siswi menghampiri mereka dan membantu Endra untuk melerai keduanya.


"Gilang! Reno!!",teriak siswi itu dan ketiganya serempak menoleh ke asal suara itu.


"Naura?",sahut Gilang dan Reno kaget.


Naura?,batin Endra seakan mengikuti ucapan Gilang dan Reno.


Naura Valencia,siapa sih yang tak kenal dengan Naura,seorang siswi berprestasi di bidang akademik dan selalu menjuarai perlombaan sekaligus mengharumkan nama SMA Kertajaya.Naura menjabat sebagai ketua osis di SMA Kertajaya.


"Kalian tuh ya menghalangi jalan di kantin,bisa gak kalian kaga bertengkar di kantin,tuh lihat baju kalian kotor semua!",omel Naura kesal.


"Maaf bu ketos",sahut Gilang dan Reno nyengir.


"Lain kali kalo mau bertengkar jangan disini tuh di lapangan",kesal Naura.


Naura pun pergi meninggalkan mereka bertiga,lalu melangkah keluar kantin.Entah kenapa Endra selalu memerhatikan Naura saat pertama kali bertemu.Ada rasa bergejolak dihati Endra.


"Heh!",panggil Reno yang berhasil


mengagetkan Endra.


"Hah?!!",balas Endra setengah kaget.


"Ngelamun terus lo lihatin si Naura ya?",tanya Reno menyenggol lengan Endra.


"Eh enggak kok",jawab Endra berbohong.


"Jangan bohong lo!",sahut Gilang menyelidiki.


"Eh tuh ada Veren sama teman temannya yuk kita samperin",ajak Endra mengalihkan perhatiannya.


"Iya tuh yuk samperin",sahut Reno saat melihat ada Kiki disana.


"Aelah kalo ada Kiki pasti si dugong semangat banget tuh",ledek Gilang kesal.


"Reno Reno".


***

__ADS_1


Endra,Gilang,dan Reno menghampiri bangku kantin yang ditempati oleh Veren dan teman-temannya.Reno pun langsung duduk di samping Kiki dan mengagetkannya hinggaa ia tersedak.


"Dorrrr!",teriak Reno menepuk bahu Kiki.


"Uhuk,uhuk!",Kiki langsung tersedak.


"Tuh kan Kikinya tersedak,lo sih pake ngagetin segala",omel Endra.


"Eh Kik lo gapapa kan? Ini minum dulu",kata Reno mengambilkan air minum dan Kiki langsung meneguknya.


"Lain kali kalo mau panggil gue jangan dikagetin dong!",kesal Kiki menatap Reno dengan sinis.


"Hehe maaf",jawab Reno nyengir.


Kiki memutar kedua bola matanya dengan kesal.


"Eh Ren,nanti elo kerumah sakit lagi kan?",tanya Endra kearah Veren.


"Iya kak",balas Veren.


"Nanti elo nebeng gue aja ya",tawar Endra seraya meminum jus alpukat milik Farhan.


"Boleh tapi bukan gue aja yang ikut,Kiki,Farhan,sama Rio juga ikut,kira kira ada tumpangan lagi gak?",tanya Veren menyeruput jus jeruknya.


"Mm masalahnya kita cuma bertiga gimana ya?",jawab Endra kebingungan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Biar bareng gue aja",tiba-tiba suara Adrian mengagetkan mereka.


"Elo ngapain kesini?",tanya Gilang kesal.


"Eh sabar bro jangan mikir hal hal yang buruk sama gue",Adrian berusaha menenangkan Reno yang mulai emosi.


"Gue disini juga pengen jenguk si Rega",sahut Adrian pelan.


"Lo kaga ada niat jahat kan?",tanya Gilang menunjuk Adrian dengan telunjuknya.


"Ogah kok!",jawab Adrian jujur.


"Hmm oke lo boleh ikut!",kata Endra.


"Nanti Farhan bareng sama gue aja biar si Rio bareng sama lo Lang",kata Adrian duduk disamping Farhan sesekali mencuri pandang kearah Veren.


"Boleh juga tuh",jawab Gilang setuju.


"Entar kita kerumah sakitnya bareng bareng,oke?",ujar Rio.


"Oke",balas mereka semua sambil mengancungkan jempol tanda setuju.


◆◆◆


To Be Continued...


Maaf ya kalo ceritanya agak gak nyambung hehe..

__ADS_1


Authornya lagi bingung..


Happy Readings:)


__ADS_2