
Pagi harinya,Rega dan ketujuh temannya berkumpul di teras dan halaman depan menunggu kedatangan bus yang akan menjemputnya.Mereka sedang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.Veren dan Kiki yang bernyanyi bersama diiringi alunan gitar yang dimainkan oleh Rega dan Endra,sedangkan Gilang,Reno,Rio,dan Farhan bermain kejar-kejaran layaknya tom and jerry.
Veren dan Kiki menyanyikan lagu dengan suara merdu mereka.Gilang,Reno,Rio,dan Farhan yang mendengar mereka bernyanyi langsung menghampirinya dan mendengarkan.Rega dan Endra memetik gitar sambil memejamkan mata agar lebih menghayati setiap lirik lagu tersebut.Saat lagu telah selesai,semua yang ada disitu memberikan tepuk tangan saking kagumnya.
"Mantap bro keren abis deh",puji Rio yang duduk di sebelah sepupunya,Veren.
"Makasih Yo",jawab Veren dan Kiki bersamaan.
"Lo berempat kalo jadi band cocok banget loh",timpal Farhan ikutan.
"Eh Ga,kalo elo mau bikin band gue ikutan ya biar bisa deket sama Kiki",kata Reno melirik Kiki sambil tersenyum.
"Modus lo",kesal Kiki menoyor kepala Reno yang mengadu kesakitan.
"Eh Kik,gue bilangin ke elo ya,si Reno tuh suka sama lo sampe sampe elo kebawa di mimpinya dia",cerocos Gilang sampai membuat hujan air liur.
"Hujan hujan",sindir Endra.
"Eh lo maen ceplos segala",ujar Reno kesal lalu meninju perut Gilang.
"Hahaha",Gilang hanya tertawa cekikikan.
Kiki hanya memandang mereka sambil mencerna kata-kata Gilang.Masa sih,si cuek Reno suka sama Kiki?.Veren yang menyadari sahabatnya melamun langsung menyadarkannya.
"Ihirr lagi mikirin kak Reno nih",goda Veren menyenggol lengan kanan Kiki.
"Eh kata sapa lo",kata Kiki yang tersadar dari lamunannya sambil tersenyum malu.
"Udah deh jadian aja,lo berdua tuh cocok banget",sahut Endra terkekeh.
Reno dan Kiki saling bertatapan dan diakhiri dengan senyuman malu.Rega dan kawan-kawannya yang lain hanya tertawa lucu melihat tingkah Reno dan Kiki.
TIN! TIN!
Akhirnya,bus mereka pun tiba dan parkir di depan Villa Asri.Mereka semua pun menyiapkan barang-barang pribadi mereka.
BUG!
Koper Kiki terjatuh diatas rerumputan,ia agak kesusahan membawa barang-baragnya yang terlalu banyak.Ia langsung mengambilnya,tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil tas miliknya,dilihatnya orang itu.
"Ngapain sih pake melotot segala",kata Reno sambil membawa tas milik Kiki di genggaman tangannya.
"Dihh sapa yang melotot",sahut Kiki yang salah tingkah.
"Gue bantu bawa barang lo ya",tawar Reno.
__ADS_1
"Ogah ah gue bisa sendiri",ketus Kiki yang berusaha merebut koper miliknya,tapi gagal karena Reno mencegahnya.
"Gue aja yang bawa,lo bawa barang barang lo yang lain",kata Reno lembut.
"I..iya makasih kak",ucap Kiki malu.
"Jangan panggil kak,panggil Reno aja",kata Reno.
"Iya No",sahut Kiki agak ragu mengucapkan namanya langsung.
Mereka semua pun masuk kedalam bus yang akan segera berangkat.Tak lama kemudian,bus pun melaju dengan perlahan karena jalan turun yang terlalu tinggi di daerah pegunungan.
Suasana di dalam bus cukup ramai dan berisik,ya siapa lagi kalau bukan Gilang dan Reno yang membikin keributan di dalam bus,tanpa adanya mereka berdua suasana bisa menjadi sepi.Mereka semua sedang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri.
Gilang dan Reno yang sedang membuat candaan untuk Kiki dan Farhan yang tertawa mendengarnya,Endra yang sibuk memainkan ponselnya,Rio yang sedang asik bermain game online,dan Rega yang sedang bermain gitar kesayangannya.Sedangkan Veren? Ia sedang membaca buku novel di kursi paling belakang.Sengaja ia duduk disana agar bisa lebih fokus membaca.
Rega menoleh kearah belakang dan memandang Veren yang sibuk membaca novelnya.Diletakkannya gitar kesayangannya dan langsung menghampiri Veren.
"Hai,sibuk ya?",sapa Rega seraya duduk di sebelah Veren.
"Iya",balas Veren singkat.
"Dihh cuek amat",kesal Rega.
"Biarin",sahut Veren.
"Buku dongeng",kesal Veren.
"Ohh suka buku dongeng ya? Gue kebetulan mau rekomendasikan buku Cinderella sapa tahu nanti lo bisa bikin drama pake dongeng itu,tapi mendingan lo perannya jadi penyihir goodmother aja ya",goda Rega terkekeh.
"Astaghfirullah,gue cuma bohongin lo Ga,lo malah anggap serius",kata Veren mulai tertawa lepas.
Rega paling suka melihat Veren seperti ini tertawa lepas tanpa beban atau masalah apapun yang ada dipikirannya.
"Hehe biasa kadang gue agak gak peka",sangkal Rega menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Hihihi".
Mereka berdua sedang mengobrol sambil bercanda bersama dengan riang sampai-sampai mereka tak sadar ada yang memperhatikannya di depan mereka.
"Aduhaii,adu so sweet nya betapa kau membuat hatiku iri",sindir Gilang sambil bersenandung dihadapan mereka.
"Eh eh dua sejoli ini malah asik asikan di belakang",timpal Reno.
"Tau tuh kita kaga diajak",sahut Endra tertawa.
__ADS_1
"Verenn asik banget sih lo berduaan sama kak Rega",goda Kiki pura-pura iri.
"Tau tuh gue jadi pengen punya pacar",sahut Rio ikutan.
"Sama gue juga",imbuh Farhan.
"Duh yang komen kok satu persatu sih",kata Rega terkekeh.
"Namanya kita semua lagi iri sama lo berdua",sahut Gilang iri.
"Wah si Rega kaga jomblo lagi nih",imbuh Reno.
"Apaan sih lo",kesal Rega.
BRUKK!!
Tiba-tiba ada suara tabrakan yang amat keras hingga membuat mereka jatuh tersungkur ke lantai bus.Rega dan teman-temannya langsung menghampiri supir bus.
"Ada apa pak? Kok berhenti?",tanya Rega heran.
"Anu nak ada pohon tumbang yang menutupi jalan",jelas pak Riyadi,sang supir bus.
"Yaelah pake acara tumbang tumbangan segala,mm kira kira mesinnya masih bisa kaga pak?",tanya Rega sekali lagi.
"Sebentar saya coba dulu",kata pak Riyadi lalu menghidupkan mesinnya.
"Ya gak bisa nak Rega,kayanya mesinnya mati akibat tabrakan tadi",sahut pak Riyadi.
"Ohh gitu ya pak,mm mending kita semua turun dulu jan panik kita cari pertolongan sapa tahu di sekitar sini ada warung",jelas Rega menenangkan teman-temannya yang panik.
"Oke Ga",jawab mereka semua kompak.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
to be continued...