
Bela pun bangkit dari lantai dan berlari menghampiri Rega lalu menggenggam tangannya.Rega menoleh kebawah melihat tangannya yang digenggam oleh Bela,sontak ia langsung menepisnya lalu pergi meninggalkannya.
"Ishh Rega,kamu mau kemana sih kan aku pengen jalan bareng kamu",gerutu Bela manja.
"Sorry gue kaga bisa",sahut Rega dengan muka dinginnya.
"Plissss Regaa!!",bujuk Bela memohon.
Rega tak menghiraukan,lalu berlari meninggalkan Bela yang masih geram.Bela memandang Rega dari kejauhan.
"Suatu saat gue pasti bisa mendapatkan hatinya Rega!",gumam Bela yakin.
***
Rega pun berhasil menghindari Bela yang genitnya minta ampun.Ia melangkahkan kakinya dengan cepat,akhirnya Rega pun sampai di kelas dan diberi sambutan oleh teman-temannya yang tiba-tiba melemparkan bunga yang berwarna-warni.
"Selamat...selamat...selamat pengantin baru!",Gilang bersenandung dengan keras sambil menaburkan bunga yang berhamburan kearah Rega.
Rega kaget melihat bunga-bunga berhamburan kearahnya.
"Selamat pengantin baru!!!",Reno ikut bersenandung bersama Gilang.
Sedangkan Endra hanya menggelengkan kepalanya pertanda heran dengan kelakuan teman-temannya yang berlebihan.
"Apaan sih lo berdua,pada ngapain sih sampe pake nyanyi nyanyi segala??",kesal Rega menepis semua bunga yang jatuh kearahnya.
"Hari ini kita mau kondangan",ujar Gilang nyengir.
"Kondangan?? Lo mau ke kondangannya siapa?",tanya Rega polos.
"Yaelah sok polos juga nih bocah,ya mau ke kondangan lo lah",sahut Reno menimpali Gilang.
"Lo berdua gila ya? Emang gue mau adain kondangan upin ipin apa,sampe nyanyi kek gitu",ketus Rega yang menunjukkan raut muka kesalnya.
Gilang dan Reno hanya menunjukkan deretan gigi putihnya,sedangkan Rega hanya memandang mereka sebentar,lalu menyibukkan dirinya
membersihkan taburan bunga saat acara Gilang menyanyikan lagu tersebut.
Tiba-tiba,semua murid di kelas XII-Mars mendadak kembali ke bangkunya masing-masing.Rega dan teman-temannya saling memandang heran dengan keadaan seluruh kelas.Mereka baru sadar,ada hawa-hawa panas yang membuat tubuh mereka terasa panas.
"Kok gue ngerasa ada hawa hawa panas ya?",bisik Gilang ke telinga Reno.
"Gue juga nih",timpal Reno memegang tubuhnya.
Mereka berempat serempak menoleh kearah belakang.Di belakang,berdirilah seorang guru perempuan menatap mereka dengan muka garangnya dan tatapan tajamnya.Rega,Endra,Gilang,dan Reno saling memandang dengan tatapan kaget saat bu Yanti dengan matanya yang melotot garang kearah mereka.
"Kalian kenapa lihat lihat saya seperti itu?",omel bu Yanti melotot kearah mereka dengan tangannya yang bertolak pinggang.
"Eh bu Yanti,hari ini cantik banget kek artis korea",goda Rega menatap bu Yanti dengan rayuan gombal mautnya berharap mereka selamat.
__ADS_1
"Ahh masa sih bu Yanti kek artis korea",kata bu Yanti tiba-tiba baper dan malu dengan gombalan maut ala murid tertampan diseluruh SMA Kertajaya,Regarys Azegar.
Tetapi,seketika rasa bapernya hilang karena pandangan bu Yanti tertuju kebawah lantai.Terdapat banyak bunga-bunga berhamburan di depan pintu yang berserakan.Bu Yanti melotot kearah Rega dan teman-temannya.
"Siapa yang buang bunga di sini? Pasti kalian berempat?",tanya bu Yanti melotot dengan tatapan seram kearah mereka.
"Itu bu si Gilang yang buang bunga disini",adu Reno ceplos.
"Enak aja,lo juga pada ikutan kalek",sahut Gilang menatap Reno sinis.
"Sudah kalian berempat saya hukum lari memutari lapangan sebanyak sepuluh kali lalu bersihkan semua bunga yang ada disini",pinta bu Yanti.
"Sekarang bu?",tanya Reno polos.
"Nanti kalau kamu sudah kondangan",kesal bu Yanti.
"Wahh bener banget tuh bu,entar kalo Reno kondangan sama Kiki nanti ibu bakal Reno undang deh,nanti amplop undangannya di kasih lopek lopek warna kuning ya bu,jangan warna merah nanti malah Kiki cemburu sama saya",cerocos Reno dengan percaya diri.
"SUDAH SANA CEPETT KE LAPANGAN!!!",bentak bu Yanti yang mulai kesal dengan kelakuan Reno yang membuatnya kewalahan.
"Siapp 89 bu!",kata mereka sambil memberikan hormat kearah bu Yanti,lalu mereka pergi ke lapangan.
Untung aja para muridnya cogan cogan,coba aja kalo kaga cogan bisa gue timpuk pake buku map yang gue bawa,batin bu Yanti kesal.
Rega dan teman-temannya berlari memutari lapangan sebanyak sepuluh kali.Terik matahari begitu menyengat dan terasa membakar kulit.Tak terasa cairan bening menetes di kepala mereka.
"Duhh panas banget!",keluh Gilang yang masih berlari mengekori Reno.
"Biasa,uler keket butuh daun staminanya",sahut Rega yang ada di depan.
"Lo jangan samain gue kaya uler keket dong itu mah cuma julukan gue!",kesal Gilang menatap Rega sinis.
"Ya maap",ucap Rega datar.
Tiba-tiba,ada suara yang terdengar seperti berteriak memanggil nama seseorang dari arah koridor di di depan lapangan.
"REGAAAA!!!!",panggil Bela dengan suara genitnya yang melengking keras.
Rega tak menghiraukan panggilan itu dan fokus berlari memutari lapangan.
Tanpa berpikir panjang,Bela langsung menghampiri dan berdiri tepat dihadapan Rega yang langsung membuang mukanya.
"Hai Regaa,kamu lagi ngapain dilapangan?",tanya Bela dengan tatapan genitnya.
Rega tak merespon pertanyaan Bela yang menurutnya tak penting baginya.
"Ihhh kok kamu diem sih",gerutu Bela dengan manja.
"Hm",Rega hanya membalas deheman singkat.
__ADS_1
"Oh iya nih aku bawain botol minum buat kamu kali aja haus",kata Bela menyodorkan botol itu kehadapan Rega.
"Gak makasih! Gue bisa kok minum di kali deket sekolah",sahut Rega datar.
"Isshhh kok kamu gitu sih aku kasih ini dengan perasaan tulus loh",ucap Bela sambil mengedipkan matanya genit.
"Gue gak mau!!",kesal Rega dengan raut wajah dinginnya.
Endra,Gilang,dan Reno hanya menahan tawanya melihat Rega yang malas mengobrol dengan Bela.
"Pliss terima ya Ga,aku kasian lihat kamu kepanasan kaya gitu",Bela menyorotkan pandangan memelasnya sambil mengusap dahi Rega yang kulitnya putih dan ada seteter cairan bening.
Rega tak sadar,ada sepasang mata yang melihat kejadian itu dilapangan.Tapi pandangan itu langsung pergi karena tak kuat melihat adegan selanjutnya.Sudah. terlanjur sakit hati.
Rega menepis tangan Bela kesal.
"Lo jangan ganjen sama gue,gue males ngobrol sama lo!",pekik Rega tambah kesal,lalu meninggalkan Bela yang masih berdiri di lapangan.
"Regaa,Regaa,ishh jangan gitu dong sama aku",panggil Bela sambil mengejar Rega.
"Eh mau kemana lo?",tanya Gilang yang menghadang langkah Bela untuk mengikuti Rega.
"Mau nyusul Rega lah",sahut Bela kesal.
"Eh Rega udah muak ngobrol sama lo!",ujar Endra ikut sebal.
"Ihh gue kaga percaya! Minggir deh!!",paksa Bela yang berusaha keluar dari gerombolan teman Rega.
"Daripada lo sama Rega,mending lo sama gue",kata Gilang menyeringai.
"Ahh gue kaga mau lo gak level dimata gue!",ceplos Bela kesal.
"Haha lo ditolak nih",timpal Reno terkekeh.
"Udah deh minggir!!",teriak Bela keras hingga Endra,Reno,dan Gilang menutup telinganya rapat-rapat.
"Kita kaga mau minggir kalo elo pergi!",sahut Endra sinis.
"Oke gue pergi!",kesal Bela,lalu membalikkan badannya berjalan sambil menghentakkan kakinya kesal.
"Hahaha dia nyerah juga tuh hadepin kita",sahut Reno tertawa.
"Rasain tuh cewek ganjen!",Gilang menekankan kata-katanya.
◆◆◆
Makasih ya yang udah mau baca novel Remaja Smanker...
Jangan lupa tekan vote ya biar authornya semangat bikin episode selanjutnya...
__ADS_1
Happy Reading♥♥