
Malam hari selepas mereka beraring di rerumputan,mereka memutuskan untuk tidur karena hari sudah larut,kecuali Gilang dan Reno yang masih asyik begadang.Mereka ditemani secangkir coklat hangat dan makanan ringan agar mereka tetap terjaga..
"Lang enak bener ya nginep di villa",kata Reno membuka pembicaraan.
"Iya dong No,kita beruntung punya temen kek si Rega",ujar Gilang sambil menyeruput coklat hangatnya.
"Hehe iya ya",sahut Reno mengangguk.
Reno melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya dengan sempurna.Di jam itu jarumnya telah menunjuk ke angka sebelas yang berarti hari sudah semakin larut.
"Lang,gue ke dalem dulu ya,dingin!",kata Reno bangkit dan mengambil beberapa makanan ringan miliknya.
"Aelah No cepet banget sih",kata Gilang sebal.
"Lo kaga ngerasa hawa dingin apa?",tanya Reno yang mulai kesal.
"Ya ya,gue ikut lo",sahut Gilang malas.
Mereka berdua pun masuk ke villa dan membatalkan acara begadangnya.Saat mereka masuk,hawa-hawa yang tak enak menyeruak kedalam tubuh mereka.Di ruang tamu sangatlah gelap,mungkin Rega yang mematikan lampunya.Gilang dan Reno berjalan mengendap-endap agar tak membuat kebisingan.
"No,gue takut kok gelap banget",kata Gilang yang memegang bahu Reno ketakutan.
"Ala lo kek bocil aja sih",kesal Reno sambil menepis pelan tangan Gilang.
"Ngapain sih si Rega pake acara matiin lampu segala",kata Gilang ketakutan.
"Gtw tanya aja sama si Rega",kesal Reno yang sebal mendengar celotehan Gilang.
Tiba-tiba,dari arah dapur terdengar suara yang membuat berisik hingga membuat Gilang dan Reno bergidik ketakutan.Suara itu semakin keras,sampai membuat mereka berdua berpelukan.
"No siapa tuh?",tanya Gilang takut.
"Gue kaga tahu Lang",kata Reno memeluk Gilang agar rasa takutnya menghilang.
"Coba kita periksa ke dapur",ajak Reno berjalan pelan kearah dapur.
"Gue kaga mau takut!",tolak Gilang.
"Lo banci banget sih,udah ikut gue!",paksa Reno menarik tangan Gilang.
Reno berjalan mengendap-endap kearah dapur diikuti Gilang di belakangnya.Ada seseorang disana yang sepertinya mencari sesuatu.Tiba-tiba,tubuh Reno kaku takut untuk melanjutkan langkahnya karena ada sosok perempuan yang kelihatannya menyeramkan.Tapi,rasa penasaran menyeruak di dalam tubuhnya,ia pun melanjutkan langkahnya lagi dan Gilang tetap mengikutnya di belakang.
"Permisi,mbaknya ngapain ya malam malam di dapur gelap kek gini",tanya. Reno dengan tubuh yang bergetar hebat saking takutnya.
"Saya...mau....cari....tombol....lampu...mas....",
sosok perempuan itu membalikkan badannya,terlihat mukanya yang putih,rambutnya yang panjang terurai dan memakai piyama putih.
"AAARGGHHHH!!!",teriak Reno dan Gilang kompak dan suaranya dapat terdengar sampai kamar Endra dan Rega.
Mendengar teriakan itu,Rega dan Endra langsung bangun dengan terkejut.
"Ga teriakannya sapa tuh?",tanya Endra kaget.
"Kayaknya...GILANG SAMA RENO",teriak Rega,lalu berlari cepat dan mengajak Endra turun kebawah untuk memastikan apakah itu teriakan Gilang dan Reno.
Mereka berusaha mencari suara teriakkan tersebut,sesampainya di dapur disana ada Gilang dan Reno yang masih berpelukan dengan kedua mata mereka yang masih terpejam.
Rega dan Endra menghampiri mereka berdua.
"Ampun mbak kunti,ampunn",teriak Gilang ketakutan saat Rega menepuk bahunya.
"Jangan makan kita berdua mbak,kita masih remaja,jomblo lagi",timpal Reno dengan mata yang masih terpejam.
"Lo berdua ngapain sih?",tanya Endra heran dengan tingkah mereka.
"Endra,Rega hufft untung ada lo berdua",kata Reno bernafas lega.
"Kenapa lo berdua di dapur?",giliran Rega bertanya.
"Ta..ta..di ada tante kunti yang lagi nongkrong disini cari tombol lampu",kata Gilang terbata-bata.
Rega mencari ke sudut-sudut dapur dan pandangannya hanya tertuju pada panci yang ada dibawah lantai.
"Noh,tuh panci cuma jatuh doang kok,makanya ada yang bikin berisik",kata Rega santai.
"Bener tuh,mana ada sih yang namanya tahayul,lo berdua mimpi kali",sahut Endra sambil menekan tombol lampu di sebelahnya.
Tiba-tiba,pintu kamar mandi terbuka dan ada orang yang membukanya.Keempat sahabat remaja itu langsung berteriak sekeras-kerasnya saking takutnya.
"AHHHHHHH!!!!!".
"Lo berempat pada ngapain sih?",tanya Kiki heran.Ternyata sosok yang keluar dari kamar mandi adalah Kiki.
"Eh Kiki lo ngapain gelap gelap disini?",tanya Reno yang khawatir.
"Gue lagi bersihin muka gue,kalian ngapain disini",tanya Kiki heran.
__ADS_1
"Tadi gue ngelihatin sosok putih lagi nongkrong di deket dinding ini nih",kata Gilang sambil menunjuk tempat sosok itu tadi berdiri.
"Oh gitu yaudah deh gue balik dulu",kata Kiki sambil menahan tawanya.
Reno memandang Kiki yang berjalan kearah kamarnya sambil menahan tawa.Ia pun mulai curiga dengan Kiki.
"Udah acara teriaknya udah selesai,yuk balik kekamar",ajak Rega sambil merangkul bahu ketiga temannya.
"Oke yuk",balas mereka bertiga.
Akhirnya,mereka memutuskan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
***
Sinar matahari mulai menyinari jendela setiap ruangan di villa tersebut.Rega dan teman-temannya bersiap-siap untuk berkumpul di ruang tamu lantai bawa.
"Ren,parfum gue mana?",tanya Kiki yang sibuk mencari parfum kesayangannya.
"Tuh di meja sebelah kasur lo",sahut Veren sambil menyiapkan baju dan kerudung santai untuknya.
"Kerudung gue mana?",tanya Kiki sekali lagi.
"Yaelah,di tas elo lah Kik",kata Veren yang terkekeh melihat Kiki yang kebingungan.
"Hihi iya ya gue lupa",sahut Kiki cengengesan.
"Udah kah? Yuk turun kebawa terus kumpul sama yang lain",ajak Veren yang sudah memakai kerudungnya dengan rapi.
"Hayuk".
***
Ruang tamu.
Rega dan Endra berkumpul di ruang tamu sambil bercerita tentang penampakan sosok perempuan kemarin malam yang di temukan oleh Gilang dan Reno.
"Sumpah tuh muka serem banget kek pake masker skin ker gitu",ujar Gilang dengan gaya-gaya lebaynya.
"Terus tuh mbak kunti bilang ke gue suaranya cempreng banget",timpal Reno yang bergidik ngeri.
"Kalo menurut gue sih,suaranya kaga asing di telinga gue",kata Endra mencoba mengingat-ingat.
"Paling embah lo yang udah meninggal Ndra,kayaknya dia mau minta duit ke elo",sahut Rega asal.
"Bisa jadi Ndra",kata Gilang ketakutan.
"Eh hai Verenn",sapa Rega tersenyum manis kearah Veren.
"Hai",balas Veren dengan senyuman.
"Hai Kikikkk",sapa Reno kearah Kiki,biasa Reno sang peniru.
"Hai",balas Kiki tersenyum.
"Bahas apa nih?",tanya Veren penasaran.
"Kemaren kita ketemu sama embahnya si Endra",sahut Gilang.
"Heh,bisa aja lo,mbah gue belum meninggal",kata Endra kesal.
"Hihihi kemaren gue juga liat hantu",timpal Veren santai.
"Oh ya benarkah?",tanya Rega antusias.
"Iya,di dapurkan?",tanya Veren memastikan sambil melirik Kiki menahan tawa.
"Bener banget",sahut Rega menyahut semua pembicaraan Veren.
"Mm coba deh nanti kalian ke dapur",saran Veren santai.
"Lo gila Ren? Lo mau ngajak kita ketemu hantu?",protes Gilang sebal.
"Udah deh pokoknya nanti kalian ke dapur aja",ujar Veren sambil meminum botol air putih di depannya.
"Iya iya kita ke dapur",sahut Rega lembut.
"Oh iya gue masak mie loh,yuk ke dapur",ajak Kiki,lalu menuju ke dapur.
"Asikkk,mie gue yang isi dua dong Kik",kata Gilang kegirangan.
"Rakus lo",sahut Endra menyenggol tangannya.
Mereka pun mengikuti Kiki ke dapur untuk memakan mie yang sudah dimasakkan oleh Kiki.
***
Malam harinya,Rega dan teman-temannya sepakat turun ke bawah menuju dapur.Sesampainya,di dapur mereka berusaha untuk melangkahkan kaki mereka dengan pelan dan mengendap-endap.
__ADS_1
Tiba-tiba,sosok perempuan bermuka seperti maskeran itu muncul lagi seperti sedang mencari sesuatu di dapur.Reno yang paling depan malah pindah ke belakang Gilang.
"Lo ngapain di belakang?",kata Endra berbisik.
"Gue takut badut nayap",ujar Gilang agak keras hingga sosok perempuan yang dijuluki 'Hantu Masker' itu menoleh kearah mereka dengan senyuman menyeringai dan terdengar tawa yang tidak asing bagi mereka.
"Kok,h..han..hantunya ketawa?",kata Reno semakin takut.
"Hmm tapi gue pernah kenal tawa ini pas waktu kita duduk melingkar dan bercanda di dekat api unggun",jelas Rega mulai curiga.
"Gue juga pernah denger Ga",sahut Endra ikut curiga.
Tak lama kemudian,tiba-tiba lampu yang ada di dapur menyala.Sosok itu kaget tapi tetap diam di tempatnya.
"Kok hantunya pake masker skincare??",tanya Reno mulai curiga.
DORRR!!
"ARGHHHH!!!",teriak mereka berempat saking kagetnya.
Veren muncul di bawah meja makan sambil tertawa terbahak-bahak melihat reaksi mereka berempat.
"Hahaha lo berempat lucu banget sih",kata Veren tertawa terbahak-bahak.
"Ngagetin aja lo Ren",kesal Reno.
"Verenn,awas belakang lo ada hantu",kata Rega khawatir.
"Hantu?? Hahaha?",ucap Veren tertawa lucu.
Mereka berempat serempak menoleh dengan heran melihat Veren yang tertawa santai di sebelah hantu itu.
"Bukannya lari malah ketawa",sahut Endra kesal.
"Lo kaga tahu? Ini Kiki lah",ujar Veren.
"HAHHH?? KIKI??",mereka berempat sontak kaget keheranan.
"Iya emang gue yang bikin keributan di dapur",kata Kiki yang melepaskan masker skincare nya.
"Jadi selama ini hantu masker yang sering ketemu sama gue dan Reno itu elo?",tanya Gilang kaget.
"Hehe iya gue hantunya",kata Kiki cengengesan.
"Ihh Kiki manis banget dah kalo kek gitu",puji Reno yang senang melihat reaksi Kiki seperti itu.
"Apaan sih lo gombal",kata Kiki kesal,tapi wajahnya bersemu merah.
"Udah deh masalahnya udah selesai",kata Endra membubarkan.
Mereka pun kembali ke kamar masing-masing,kecuali Rega.Rega ingin berbicara dengan Veren dan menghampirinya.
"Ren",panggil Rega.
"Hmm?",balas Veren berdehem.
"Kaga jadi deh",kata Rega sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ihh lo kaga jelas banget sih",kesal Veren yang menghentakkan kakinya kesal.
"Abis gue lupa mau ngomong apa",kata Rega terkekeh.
"Serah lo gue ke kamar dulu",pamit Veren dengan kesal.
"Veren,good night and have a nice dream",ucap Rega tersenyum tulus sama seperti kemarin.
"Too",jawab Veren singkat sambil menganggukkan kepala dan tersenyum malu.
Cantik banget lo Ren,gue jadi adem liatnya,love you Veren,batin Rega,lalu ia pergi menuju kamarnya.
•
•
•
•
•
•
•
jangan lupa vote,like sama komen
makasih yang udah baca novelku
__ADS_1
maaf kalo ada kata-kata yang salah:v