Remaja Smanker

Remaja Smanker
Kabar Gembira


__ADS_3

Malam hari pun tiba,Rega dan Veren memutuskan untuk pergi ke Kafe Saringan yang dipenuhi oleh para remaja-remaja SMA Kertajaya.Kafe Saringan merupakan kafe terkenal di kota mereka.


Mereka pun turun dari mobil dan bergandengan tangan dengan mesra menuju ke pintu masuk.Semua orang memandang Rega dan Veren bagaikan pasangan serasih.Tak jarang di telinga mereka mendengar semua cibiran pedas,tapi tak pernah dihiraukan oleh dua sejoli ini.Tiba-tiba,Veren melihat seseorang yang wajahnya tak asing baginya.


"Kamu lihat siapa Ren?",tanya Rega bingung melihat Veren.


"Aku lihat orang di meja sudut dekat kaca tuh,kayanya aku kenal mereka deh",kata Veren dengan tampang curiga.


"Gimana kalo kita samperin?",ajak Rega memandang Veren.


"Emm iya deh ayo",sahut Veren menarik tangan Rega.


Setibanya mereka di meja paling sudut,benar saja mereka tak asing dengan wajah pasangan ini yang sedang berbincang asik.


"Wah wah ada yang kaga ngajak ngajak nih",sindir Rega menepuk bahu temannya Reno.


"Ishh lo ganggu aja gue lagi honeymoon nih sama Kikik",sahut Reno sebal.


"Apa lo bilang??!",bentak Kiki mulai kesal.


"Eh enggak kok Kiki aku yang cantik",goda Reno agar emosi Kiki turun.


"Gombal lo!",ketus Kiki,lalu meminum segelas milkshake rasa matcha kesukaannya.


"Ehh kita boleh gabung gak?",tanya Veren sembari duduk di sebelah Kiki.


"Boleh dong,masa sahabat gue gak boleh sih duduk di sebelah gue",kata Kiki merangkul bahu Veren.


"Ki,lo bisa kaga pindah sama Reno?",tanya Rega merayu Kiki.


"Emang kenapa kak?",sahut Kiki heran.


"Gue pengen duduk di sebelahnya Veren",bujuk Rega yang bersikeras duduk di sebelah Veren.


"Rega kamu kan bisa duduk di sebelah sahabat kamu,lagian kan Kiki sahabat aku tega banget kamu ngusir dia",tukas Veren dengan matanya yang melotot ganas.


"Eh iya ampun Verenku yang cantik,iya deh aku ngalah duduk sama Reno",kata Rega mengalah dengan pacarnya.


"Eh eh panggilannya udah 'aku-kamu' nih",ledek Reno terkekeh geli.


"Iya dong kita kan udah pacaran",sahut Rega sambil tersenyum kearah Veren.


"HAH???!!",tiba-tiba Reno dan Kiki menggertak meja dengan keras bersamaaan,hingga semua pengunjung melihat mereka dengan tatapan heran.


"Eh maaf ya semua lagi kelepasan nih",ujar Reno nyengir.


Kiki menatap Veren dengan pandangan tak percaya.


"Ren,lo udah jadian nih?",tanya Kiki mengguncang bahu Veren.


"Iya Ki",sahut Veren tersenyum malu.


"Selamat ya Ren,duh sahabatku kaga jomblo lagi nih",kata Kiki sambil merangkul bahu sahabatnya itu.


"Makasih ya Kik",balas Veren sembari membalaa rangkulan Kiki.


"Selamat ya bro,gue kaga nyangka kalo status elo gak jomblo ngenes lagi",ucap Reno menepuk bahu Rega keras.


"Duhh sakit bat dah lo mukulnya,tapi makasih ya",balas Rega menepuk bahu Reno.


"Kita tunggu lo nyusul sama Kiki",ujar Rega merangkul bahu sahabatnya.


"Siapp bos",sahut Reno mengedipkan matanya kearah Kiki.


"Apaan sih No",kata Kiki tersipu malu.


Tiba-tiba ponsel Veren berbunyi menandakan notifikasi pesan masuk.Dilihatnya nomor yang mengirim pesan kepadanya.


'Bang Vero lalala'

__ADS_1


*room chat*


BangVeroLalala : Ren kamu dimana?.


VerenaRazetta : di kafe bang.


BangVeroLalala : Hayo sama siapa??.


VerenaRazetta : sama Rega lah bang.


BangVeroLalala : Oh,cepet pulang ya.


abang tunggu nih.


VerenaRazetta : oke bang.


BangVeroLalala : Cepet gak pake lama.


VerenaRazetta : iya sabar dikit dong.


BangVeroLalala : Abang tunggu nih.


Cepet ya.


VerenaRazetta : iya bang.


BangVeroLalala : read.


"Oh iya gue pulang dulu ya takut dicari sama bang Vero",sahut Veren memandang jam yang terletak di dinding kafe.


"Eh kamu belom beli minum loh",kata Rega mencegah Veren.


"Udah deh gapapa bang Vero nungguin nih",ujar Veren bergegas.


"Aku anter pulang ya",saran Rega dengan muka merayu.


"Mm gimana ya?",tanya Veren bingung.


"Iya deh yuk",ajak Veren.


"Pulang dulu ya guiss",pamit Rega dan Veren bersamaan.


"Okee hati hati ya",balas Reno dan Kiki.


"Kita kapan ya bisa kek gitu?",tanya Reno kearah Kiki sambil menggenggam tangan Kiki dengan mesra.


"Tunggu waktu yang tepat",kata Kiki lirih.


***


Mobil Rega masuk kedalam kampung sebelah yang bernama Kampung Telenan yang letaknya tepat di sebelah Kampung Saringan,kampung yang cukup terkenal di kotanya.


Akhirnya,mereka berdua sampai dirumah Veren yang terlihat besar dan indah.Rega memakirkan motornya di depan rumah Veren.


"Nggak mampir dulu?",tanya Veren.


"Mm nggak usah deh,aku langsung pulang aja takut di omelin sama bang Reza",tolak Rega halus.


"Oke hati hati di jalan ya",pesan Veren melambaikan tangannya.


Tiba-tiba,Rega merentangkan kedua tangannya memberi kode kearah Veren sambil mengedipkan matanya.


"Kode keras nih",sahut Veren memutar bola matanya kesal.


"Hehehe",Rega hanya nyengir menunjukkan gigi putihnya.


Rega pun memeluk tubuh Veren dengan sangat lembut.Veren merasakan dirinya nyaman jika ia di dalam pelukan hangat seorang Regarys Azegar.


"Yaudah aku pulang dulu ya",pamit Rega,lalu menuju mobilnya.

__ADS_1


"Iya hati hati ya",balas Veren melambaikan tangannya.


"Wassalamualaikum",salam Rega sambil tersenyum semanis mungkin.


"Waalaikumsalam",balas Veren ikut tersenyum.


Mobil Rega pun melaju dengan cepat menuju ke Kampung Saringan.Setelah mobil Rega menjauh,Veren menutup pagar rumah abangnya dan masuk kedalam.


Ia membuka pintu rumah dengan perlahan,tapi tak ada siapapun disana dan suasananya begitu sepi.Ia teringat,dirinya hanya tinggal berdua bersama Vero.


"Assalamualaikum,Verena Razetta calon putri raja alias gadungan udah pulang nih",kata Veren sembari berjalan sambil meneliti keadaan ruang tamu yang sangat sepi.


"Bang? Bang Vero??!",panggil Veren setengah berteriak memanggil nama abangnya.


"Abang dimana??",panggil Veren sekali lagi.


"Abang di dapur Veren,cepet kesini!",teriak Vero membalas panggilan Veren.


"Widihh bisa masak rupanya",ledek Veren,lalu duduk di bangku makan sambil menikmati masakan buatan abangnya.


"Hehe iya dong Alvero Harisky",sahut Vero membanggakan dirinya.


"Hmm,lumayan enak juga masakannya",puji Veren menikmati makanannya.


"Ehh yang bener nih?",tanya Vero yang mulai tersenyum malu.


"Wahh geer nya mulai nih",sahut Veren menggelengkan kepalanya.


"Oh iya abang ada berita penting yang harus disampaikan ke kamu",kata Vero menggertak meja makannyaa hingga sendok makan Veren terjatuh kebawah.


"Ihh biasa aja kali",kesal Veren,lalu mengambil sendok makannya.


"Hehe ya maapin abang",ucap Vero seraya tersenyum.


"Hmm,jadi apa nih beritanya?",tanya Veren penasaran.


"Kata orang tua kamu,dua bulan lagi Varel pulang kesini",kata Vero dengan senyumnya.


"Wihh beneran nih?? Veren gak salah dengar kan??!",pekik Veren dengan wajah berseri-serinya.


"Iya dong,kata mama kamu sekolah Varel dua bulan kedepan libur,jadi dia memutuskan kesini jengukin lo",jelas Vero terus terang.


"Alhamdulillah,akhirnya bang Varel kesini juga Veren kangen banget",kata Veren yang sudah lama menampung rasa rindu pada kembarannya itu.


"Nanti kita jemput sama sama ya di bandara",ajak Vero dengan rasa tak sabar.


"Oke deh,tapi bang Varel aja yang pulang,papa sama mama gak ikut pulang?",tanya Veren yang tadinya senang mendadak menjadi muram.


"Enggak mereka masih repot disana,insyaallah kalo mereka gak sibuk nanti pasti langsung pulang nemuin kamu",kata Vero menenangkan sepupunya itu.


"Iya bang",sahut Veren kembali ceria.


"Egghhh!!",Veren pun bersendawa.


"Duh bau banget sih mulut kamu",omel Vero menyepit hidungnya dengan kedua tangannya.


"Hehehe ya maap,Veren ke kamar dulu ya ngantuk",ujar Veren lalu berlari menaikki anak tangga menuju ke kamarnya.


"Iya Veren",balas Vero sambil membereskan peralatan makan di meja makannya.


◆◆◆


To Be Continued...


Jangan lupa vote sebanyak banyaknya ya..


Semoga kalian suka sama cerita Remaja Smanker..


Tambahin ke favorit deh wkwk..

__ADS_1


Makasih ya yang udah bacaaa♥♥♥


__ADS_2