Remaja Smanker

Remaja Smanker
Marah


__ADS_3

Rega pergi ke rooftop untuk menenangkan dirinya sejenak dari gangguan si Bela sang ratu genit.Ada seorang perempuan disana yang sedang duduk manis sambil menikmati sentuhan angin yang menelusuri wajahnya.


Tanpa berlama lagi,Rega menghampiri sosok perempuan yang ia kenal dan menyapanya dengan lembut.


"Hai,gak pelajaran nih?",sapa Rega sambil memulai pembicaraan.


"Gak",ketus Veren singkat


"Cuek banget sih",timpal Rega lalu duduk di samping Veren.


Veren langsung berdiri dan beranjak pergi dari hadapan Rega.


"Mau kemana?",tanya Rega heran.


"Balik",tukas Veren tanpa menoleh menatap Rega.


"Mau gue anterin gak?",tawar Rega dengan senyuman manisnya.


"Gak Makasih!",sahut Veren yang hendak setengah berlari meninggalkan Rega.


Rega langsung mengikuti Veren dengan berlari.Akhirnya,Rega berhasil berdiri dihadapan Veren yang mendadak berhenti.


"Lo kenapa sih kek muram gitu? Ada masalah? Cerita dong sama gue biar gue bisa bantu",kata Rega yang penasaran dan heran.


"Gue gak perlu cerita,lo juga bakalan ngerti",ketus Veren lalu melewati Rega.


Rega heran dengan sikap Veren.Awalnya manis tapi lama-lama mendadak berubah menjadi dingin.Rega tak putus asa mengejar. Veren yang berusaha pergi darinya.


"Lo kenapa sih Ren? Gue salah apa sama lo?",tanya Rega bingung.


"Lo gak salah apa apa kok,gue juga baru sadar kalo gue bukan siapa siapanya elo",sindir Veren sinis,lalu setengah berlari pergi menuju kelas.


"Verenn!!",panggil Rega lirih tapi tak dihiraukan oleh Veren.


Rega memandang Veren yang mulai menjauh dengan kepalanya yang dipenuhi pertanyaan.Kenapa Veren mendadak sikapnya dingin? Apa mungkin dia melihat Bela yang perhatian dengan Rega?.


***


Veren tak sadar,perlahan air matanya menetes di pipinya.Hatinya sakit melihat orang yang dia sukai dekat dengan orang lain.Ia berlari menuju tempat duduk di depan kelasnya.Veren duduk dengan kedua tangan yang menutup mukanya agar tak terlihat bahwa dirinya sedang menangis.


Veren merasakan sesuatu yang hangat mengelus pundaknya dengan halus.Sontak ia menoleh dan mendapati ada Adrian yang menatapnya sambil tersenyum manis.


"Kak Adrian?",pekik Veren lirih dan langsung mengusap air matanya yang tadinya mengalir dengan derasnya.


"Lo ngapain disini? Gak masuk kelas?",tanya Adrian heran.


"Nggak,hari ini kelas gue jamkos",kata Veren ketus berusaha bersikap tenang.


"Oh,muka lo kenapa kok mata lo sembab? habis nangis?",tanya Adrian khawatir.

__ADS_1


"Kaga,gue gapapa",ujar Veren menenangkan perasaannya.


"Lo tadi lihat Rega sama Bela ya?",tebak Adrian mengucapkannya dengan hati-hati.


"Eh kaga!!",sangkal Veren.


"Jangan bohong lo sama gue",kata Adrian mengusap bahu Veren.


"Lo tahu darimana?",tanya Veren lirih.


"Gue tadi lihat lo nangis di koridor,jadi gue buntutin lo",jelas Adrian.


Veren hanya mengangguk kecil mengerti.


Rega melihat Veren yang duduk sambil menenangkan diri dan tepat di sebelahnya ada Adrian yang ikut duduk bersamanya sambil mengusap bahu Veren lembut berusaha menenangkannya.


"Lo ngapain disini?",tanya Rega dingin.


Veren dan Adrian menoleh kaget menatap Rega yang tiba-tiba datang dihadapan mereka.


"Gapapa,gue cuma mau tenangin Veren",sahut Adrian datar.


"Lo jangan macem macem sama Veren!",ucap Rega yang mulai emosi.


"Justru lo yang seharusnya kaga bikin Veren nangis kek gini!",sentak Adrian yang emosinya terpancing.


"Udah udah",Veren berusaha melerai mereka berdua dengan suaranya yang lemah tapi tak berhasil.


"Lo yang bikin Veren sakit hati!",pekik Adrian menekankan kalimat akhirnya.


"Udah cukup!! Gue mau masuk ke kelas aja!!",teriak Veren kesal,lalu masuk ke kelasnya.


"Veren! Lo salah paham",Rega mengejar Veren,tapi dihalangi oleh Adrian dengan merentangkan kedua tangannya.


"Lo mau ngapain Veren hah? Mau bikin dia sakit hati lagi?",tanya Adrian terkekeh sinis.


"Jangan ikut campur urusan gue!",ketus Rega menatap Adrian dingin.


"Lo sadar gak sih?",tanya Adrian menatap Rega dengan penuh sorot kebencian.


"Veren tuh lihat lo berduaan sama Bela,Semua kejadian itu dipandang dengan jelas sama kedua mata Veren!",lanjut Adrian membentak Rega.Rega hanya terdiam mendengarkan bentakan Adrian.


"Lo tuh gak pantes jadi pujaan hatinya Veren! Gue yang cocok sama dia!",kata Adrian menunjuk Rega.


"Oh ya gue ternyata lupa kalo gue bukan siapa siapanya Veren,tapi gue pengen Veren hidup bahagia sama seseorang yang menurutnya bisa mejadi pendamping hidupnya di masa depan nanti",kata Rega lalu meninggalkan Adrian yang mengepalkan tangannya kesal.


"Nanti gue pasti bisa dapetin Veren dari lo Ga",geram Adrian.


***

__ADS_1


Bel istirahat pun berbunyi,seluruh murid SMA Kertajaya bergegas menuju ke kantin lebih awal agar dapat menghindari antrian yang ramai.


Sementara di kelas X-Mars,Rio beranjak dari bangkunya menuju ke bangku Veren.Sedari tadi,Veren hanya diam tak bergerak sama sekali dari bangkunya.Ia hanya membenamkan wajahnya yang membuang muka kearah dinding.


"Veren kenapa Kik?",tanya Rio bingung menoleh kearah Kiki.


"Gue juga kaga tahu,tadi dia sempet nangis",jelas Kiki,lalu mencoba memanggil Veren.


"Ren lo kenapa?",tanya Kiki cemas.


"Iya Ren lo kenapa sih dari tadi murung terus,ada masalah?",timpal Rio heran melihat sikap sepupunya ini.


"Ahh gue gapapa cuma mata gue aja sakit",sangkal Veren berbohong agar tak dicurigai oleh kedua sahabatnya.


"Ala jangan bohong lo,gue tahu lo ada masalah",sahut Rio yang mulai curiga.


"Kalo ada masalah cerita dong sama kita,siapa tahu kita bisa bantuin lo",bujuk Kiki mengusap punggung sahabatnya itu.


Veren menghela napasnya pasrah.Akhirnya,ia menceritakan semua yang dia alami hari ini sambil menahan tangisnya.Kiki dan Rio hanya dibuat geram oleh cerita Veren.


"Tuh cewek ganjen banget ya!",kesal Kiki yang ikut geram.


"Lama lama gue tonjok mukanya pake garpu taman!",imbuh Rio ikut kesal.


"Sudah deh,gue bukan siapa siapanya Rega,lagi pula dia juga berhak deket sama cewek lain",kata Veren yang merasakan rasa perih dihatinya dengan ucapannya sendiri.


"Tapi gak gitu juga kali Ren,lo kan juga suka sama kak Rega masa lo biarin aja tuh cewek ganjen!",Kiki meluapkan semua kegeramannya dan ia ikut merasakan apa yang dialami Veren hari ini.


"Ki sabar,gue memang gak pantes sama Rega,mungkin dia memang pantas sama kak Bela,lagipula itu kakak kelas kita",kata Veren pasrah menahan isakannya.


"Bagi gue lo pantes kok sama gue",tiba-tiba Rega datang dan membuyarkan kekesalan Veren,Kiki,dan Rio yang sedang asik bergosip di bangku Veren.


Rega menghampiri Veren seraya berjongkok kearah Veren.


"Veren lo salah paham sama kejadian itu",kata Rega lirih.


"Maksud lo?",tanya Veren ketus.


"Gue gak suka sama Bela",jelas Rega yang berusaha membujuk Veren agar kembali seperti dulu.


"Terus?".


"Gue sukanya sama elo".


◆◆◆


to be continued...


Saksikan terus episode selanjutnyaa..

__ADS_1


Happy Reading♥♥


__ADS_2