
Suasana yang cukup ribut terjadi di kelas X-MARS,siapa lagi kalau bukan si pembuat ulah Alvin dan David.Mereka berdua berencana mengajak seluruh siswa yang ada di kelas mereka untuk bermain tik tok bareng-bareng.Berbeda dengan Veren,Kiki,dan Farhan yang memilih untuk mengobrol santai di bangku Veren sambil melihat teman-temannya yang asyik goyang tik tok.
"Mereka semua pada ngakak banget",kata Kiki cekikikan.
"Tau tuh si David goyangnya asyik bener",timpal Farhan tertawa.
"Pengen ikutan",kata Kiki yang tertawa melihat mereka.
"Sono ikutan",sahut Farhan.
"Gak mau ah,mending gue liat aja lebih enak hahaha",kata Kiki sambil bercanda.
"Kira kira kalo kak Reno joget kayak gini gimana ya??",goda Veren sambil melirik Kiki.
"Ishh bisa aja lo Ren",sahut Kiki dengan muka kesalnya.
"Palingan kalo kak Reno yang joget si Kiki seneng banget tuh",goda Farhan sambil menepuk bahu Kiki.
"Lo ya....",kesal Kiki tapi ada rona merah di pipinya.
"Tuh kan dianya seneng",kata Veren tertawa.
"Ihh Verenn ahh ganggu aja",rengek Kiki kesal.
Saat mereka bertiga sedang asyik mengobrol dan menggoda Kiki,tiba-tiba Pak Sunardi sang kepala sekolah datang menghampiri kelas mereka.Seluruh kelas tidak tahu apabila Paak Sunardi sudah berdiri di depan pintu sambil berkacak pinggang dengan kelakuan mereka.
"Eh Vin,gue kok ngerasa aneh ya?",tanya David yang merasakan hawa-hawa tak enak.
"Emang kenapa?",tanya Alvin keheranan.
Mereka berdua menoleh ke belakang dan sontak menghentikan goyangannya,lalu turun dari meja dan kembali duduk manis di bangkunya diikuti siswa yang ikut berjoget bersama mereka.
"Haduhhh baru masuk kelas baru,udah kayak gini",omel pak Sunardi sambil menepuk jidatnya.
"Hehehe maaf pak",kata Alvin nyengir.
"Yaudah lah,bapak boleh minta waktunya sebentar??",tanya Pak Sunardi.
"Boleh pak silakan",jawab Talitha,sang ketua kelas mempersilakan Pak Sunardi masuk.
__ADS_1
"Sini nak masuk aja",kata Pak Sunardi sambil melambaikan tangannya mengisyaratkan agar masuk ke kelas.
Seorang murid baru berperawakan bagus,memiliki kulit yang cukup putih,matanya yang tajam,hidung yang mancung,dan rambut hitam berjambul yang diolesi oleh minyak rambut menambah penampilan yang dapat. menyihir ketampanan murid baru itu.
"Silakan kamu memperkenalkan diri di hadapan teman-temanmu",kata Pak Sunardi.
"Hai kenalin gue Rio Renaldi,gue pindahan dari SMA TAWANG JAYA,salam kenal guyss",kata Rio sambil menunjukkan sederet gigi putihnya yang membuat seluruh siswa terpesona melihatnya.
"Oke Rio kamu boleh duduk di bangku kamu",pintah Pak Sunardi.
"Btw saya duduk di bangku mana Pak?",tanya Rio bingung.
"Itu duduk di bangku dekat Farhan",kata Pak Sunardi menunjuk bangku Farhan yang terletak di sebrang bangku Veren dan Kiki.
"Siapp Pak",jawab Rio,lalu melangkah menuju bangku Farhan.
"Hai bro",sapa Rio dengan sikap ramahnya sambil mengulurkan tangannya.
"Hai juga bro",jawab Farhan sambil mebalas menjabat tangan Rio.
"Baiklah bapak permisi dulu ya",pamit Pak Sunardi seraya meninggalkan kelas X-MARS.
Bel pun berbunyi menandakan saatnya istirahat pertama,seluruh murid berhamburan keluar kelas dan mengantri berdesakkan di kantin sekolah.
Veren,Kiki,dan Farhan memilih menetap di kelas.Mereka melanjutkan obrolan mereka dengan asyik.Rio hanya duduk di bangkunya sambil menatap Veren,sosok yang tidak asing di matanya.
Rio ingin menghampiri Veren dan teman-temannya,tapi ia urungkan niat itu,tak lama akhirnya ia memberanikan diri menuju bangku Veren.
"Hai?",sapa Rio kearah mereka.
"Eh hai",balas Kiki dan Veren bersamaan.
"Lo Rio ya?",tanya Kiki melihat Rio dari bawah keatas.
"Bukan gue gojek disini",jawab Rio asal.
"Gojek? Oh gojek yang nganter makanan ya?",balas Veren santai.
"Ah buset lo,iya gue Rio!",kesal Rio.
__ADS_1
"Oh Rio ya gue pikir gojek beneran",kata Kiki polos.
"Serah lo dah",jawab Rio setengah merajuk.
"Baru aja masuk sini udah main ngambek aja bro",goda Farhan menepuk bahu Rio.
"Makannya jangan bikin gue marah",kesal Rio cemberut.
"Iya iya",jawab Veren menenangkannya.
"Eh iya btw lo adiknya bang Vero ya?",tanya Rio tiba-tiba.
"Iya gue adiknya,kenapa ya? Lo mau adopsi juga jadi adiknya bang Vero?",goda Veren sambil memperhatikan Rio yang mulai kesal.
"Eh marmut kepoan lo jangan asal nuduh aja",kesal Rio.
"Terus ngapain lo nanyain tentang abang gue?",tanya Veren yang mulai heran.
"Gue kayak pernah kenal lo deh",kata Rio menyelidiki.
"Lo sapanya gue?",tanya Veren heran.
"Lo kan....".
•
•
•
•
•
•
•
Jangan lupa votee author yaa:)
__ADS_1
maaf kalau ada kata kata yang salah hihihi