
Mereka bertiga pun bergegas pergi ke rumah sakit dengan membawa mobil sekolah untuk membawa Veren agar segera ditolong.Kiki yang masih memegangi wajah Veren berharap ia bangun dari tidurnya.Veren masih tak sadarkan diri dengan dahinya yang berdarah serta hidungnya yang masih mengeluarkan darah segar.
Akhirnya,mereka pun sampai di Rumah Sakit Dharmawangsa yang lokasinya tak jauh dari sekolah mereka.Reno dan Gilang berusaha membopong tubuh Veren,sedangkan Kiki kelimpungan mencari dokter.Kebetulan ada dokter yang lewat dihadapannya,tanpa aba-aba Kiki langsung menghampiri dokter yang bernama dokter Risma.
"Dok tolong bantuin teman saya!",kata Kiki sambil mengguncang lengan dokter Risma.
"Sabar nak,ada apa dengan teman kamu?",tanya dokter Risma berusaha menenangkan Kiki.
"Temen saya dok,dahi sama hidungnya penuh darah",sahut Kiki terisak.
"Sebentar ya tenang dulu ya,Sus!",dokter Risma pun memanggil seorang suster yang kebetulan lewat.
"Iya dok?",tanya suster itu sambil memandang Kiki yang penuh kekhawatiran.
"Tolong bawa pasien ini ke UGD ya",pinta dokter Risma.
"Siapp dok",kata suster yang bernama suster Sera.
"Mari saya bawa ke UGD",ujar suster Sera yang membawa Veren ke UGD.
Kiki,Reno,dan Gilang mengikuti suster Sera tepat di belakangnya.
"Kalian tunggu diluar ya",pinta suster Sera lalu masuk kedalam.
Merek bertiga pun duduk di bangku depan UGD.Kiki,Reno,dan Gilang dilanda dengan rasa penuh kekhawatiran dan kecemasan,apalagi Rega yang masih belum datang.
"No,coba lo telpon kak Rega sama yang lainnya",kata Kiki lirih.
"Sabar ya biar aku telpon dulu",sahut Reno mengeluarkan ponselnya.
Reno is calling...
"Woy lo dimana?",tanya Reno cemas.
"Gue otw ke rumah sakit,gimana Veren gapapa kan?",tanya Rega penuh kecemasan dari seberang sana.
"Veren lagi ditangani di UGD,gue juga kaga tahu kondisinya",jelas Reno.
"Yaudah lo tunggu dulu ya disana gue nyusul",kata Rega.
"Eh si Endra mana?",tanya Reno khawatir.
"Dia lagi dipanggil keruang guru jadi kaga bisa ikut",jelas Rega dari sebrang sana.
"Yaudah cepet kesini,ntar Verennya sadar lo nya kaga ada",kata Reno.
"Iya sabar atuh",sahut Rega.
"Cepet gue tunggu nih",pinta Reno.
__ADS_1
"Okeh",Rega pun memutuskan sambungannya.
Panggilan pun diakhiri dan Reno meletakkan ponselnya di saku celananya.
"Gimana?",tanya Kiki memandang Reno.
"Cuma si Rega yang bisa kesini yang lainnya sibuk mungkin nanti malem baru bisa kesini",ujar Reno menenangkan Kiki.
"Oh gitu ya",kata Kiki sambil menatap kearah lantai dibawahnya.
"Bukannya itu Rega ya?",seru Gilang mengagetkan mereka berdua.
"Woyy,Veren mana?",tanya Rega penuh kecemasan bagaikan orang yang kehilangan arah.
"Masih ditangani di UGD kak",jelas Kiki menatap kearah ruangan UGD.
"Gimana dia baik baik aja kan?",tanya Rega khawatir.
"Gue kaga tahu Ga,yang gue tahu tadi dia pingsan gak sadarkan diri",jelas Gilang sambil merangkul bahu Rega.
Rega pun bersandar di tembok rumah sakit,lalu jatuh terduduk sambil memegangi kedua lutunya dengan tangannya.
"Gue gak nyangka Wira sekejam itu sama si Veren",geram Rega.
"Eh iya,tadi gimana lo sama Wira?",tanya Reno penasaran.
"Ya pantes juga tuh anak masuk ke BK,rasain tuh!",kata Kiki ikut geram.
"Ihh Kiki bisa marah juga ya",sahut Reno gemas.
"Apaan sih lo!",kesal Kiki menjauhkan dirinya dari Reno.
Tak lama kemudian,dokter Risma pun keluar dari ruangan UGD dan keempat remaja itu langsung menghampiri sang dokter.
"Dok gimana keadaannya Veren?",tanya Rega cemas.
"Tenang aja,Verennya gapapa kok cuma tadi saya lihat ada luka ringan di dahinya,kemungkinan dia dirawat sementara di rumah sakit selama dua hari",kata bu Risma dengan senyuman ramahnya.
"Terus temen saya udah siuman gak dok?",giliran Kiki yang bertanya.
"Iya sudah,kalian boleh lihat dia di dalam asalkan jangan lama lama ya,soalnya mau dipindahkan ke kamar rawat",kata dokter Risma.
"Makasih ya dok sudah nolongin Veren",ucap Rega dengan perasaan lega.
"Iya sama sama,saya tinggal dulu ya kalau perlu bantuan segera cari saya",kata dokter Risma yang hendak meninggalkan mereka berlima.
"Iya dok",sahut mereka bersamaan.
Mereka pun masuk kedalam UGD untuk menjenguk Veren yang sudah siuman.
__ADS_1
"Verenn!",sapa Rega tersenyum melihat Veren yang sudah sadar dari tidurnya.
"Rega,gue dimana?",tanya Veren lirih.
"Lo di rumah sakit Ren,Maaf ya gue. gak bisa ngelindungin lo dari si Wira",ucap Rega menyesal.
"Iya gapapa Ga",kata Veren dengan tubuhnya yang masih lemas.
"Verenn gue khawatir banget sama lo",ujar Kiki memeluk Veren.
"Gue juga khawatir sama lo Ki,untung lo kaga kena pukulannya si badak songong",kata Veren membalas pelukan Kiki.
"Oh ya jadi gimana si badak songong?",tanya Veren penasaran.
"Tadi gue lihat dia masuk BK,lo tenang aja Ren,besok dan selamanya dia gak akan ganggu lo lagi",sahut Rega sambil mengacak kerudung Veren.
"Rega jangan gitu,kepala gue masih sakit nih puyeng tahu gak!",kesal Veren memandang Rega dengan mata garangnya.
"Aduh abang gak kuat kalo diliat kek gitu sama neng cantik",goda Rega dengan gombalan mautnya.
"Bisa aja lo",kata Veren mencubit lengan Rega kesal.
"Awww sakit amat!",kata Rega kesakitan.
Kiki,Reno,dan Gilang hanya tertawa melihat kelakuan dua sejoli ini.Tiba-tiba,dokter Risma datang untuk memindahkan Veren ke ruangannya.
"Ren kita balik ke sekolah dulu ya",pamit Reno mengajak Rega,Gilang dan Kiki.
"Iya kak",balas Veren menganggukkan kepalanya.
"Jaga diri lo baik baik Ren",pesan Rega sambil mengedipkan matanya.
"Iya",sahut Veren sambil memutar kedua bola matanya kesal.
"Bye Veren nanti kalo elo udah enakan gue tunggu ya di sekolah",pesan Kiki sambil melambaikan tangannya dan dibalas oleh Veren.
"Iya Kik",sahut Veren.
Setelah keempat temannya pergi,Veren pun sendirian di kamar rawatnya.Ia bosan tak ada siapapun yang menemaninya di dalam sana,hanya ada tv yang tepat di depannya untuk mengusir rasa bosannya.
Tiba-tiba,pintu terbuka dan muncul seseorang yang membawakan sekantung plastik berisi bubur ayam kesukaannya.
"Abangg??",pekik Veren kaget.
To Be Continued...
Makaih yang udah baca novel Remaja Smanker jangan lupa di vote,like,dan komen,btw maafin authornya kalau ada kata kata yang salah hehe..
makasih♥
__ADS_1