
Setelah berdebat dengan geng Wira,Rega dan teman-temannya memutuskan untuk pergi ke warung bubur ayam yang letaknya dekat dengan perbatasan Kampung Telenan dan Kampung Wajan.
"Ga kita mau ke warung buburnya pak Garing ya?",tanya Endra yang memandang warung bubur di depannya.
"Iya dong,disana buburnya enak enak loh bervariasi juga rasanya",sahut Rega menatap Endra.
"Berarti ada rasa storberi sama coklat juga dong",kata Gilang polos.
PLUKK!
Pukulan tangan Reno mendarat di kepala Gilang membuatnya mengadu kesakitan.
"Lo pikir es krim?",omel Reno.
"Yaelah No,gue mah cuma bercanda doang",ujar Gilang mengusap pelan kepalanya yang sakit.
"Lo berdua pada berisik terus! Gak mau di traktir kak Rega?",panggil Rio yang menuju ke warung bubur.
"Eh tungguin",teriak Gilang dan Reno bersamaan.
Rega memesankan delapan mangkuk bubur untuk teman-temannya dan dirinya sesekali mengobrol dengan pak Garing.
"Itu pacar kamu ya Ga?",tanya pak Garing memandang Veren yang duduk dibangku paling sudut dekat dengan jendela.
"Hehe iya pak cantik ya?",kata Rega ikut memandang Veren sambil tersenyum bangga.
"Iya,kalo lihat Veren jadi inget sama anak bapak",ujar pak Garing.
"Emang anak bapak kemana?",tanya Rega penasaran.
"Dua minggu yang lalu,anak sulung bapak meninggal karena kecelakaan bersama pacarnya",jelas pak Garing yang hampir terisak.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun saya turut berduka,maaf pak saya gak bermaksud seperti itu pak",ucap Rega menyesal karena pertanyaannya tadi.
"Iya gapapa Rega,bapak masih bisa kok lihat wajahnya yang persis kaya Veren",kata pak Garing tersenyum kecil.
"Hehe rupanya persis ya kaya Veren",sahut Rega menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Betul Ga,oh iya ini buburnya udah siap",ujar pak Garing.
"Oke pak,eh dugong bantuin gue bawain nih bubur",teriak Rega memanggil Reno yang mengobrol asik dengan Gilang.
"Siappp bos",balas Reno menghampiri Rega.
Mereka menikmati bubur ayam pak Garing yang terkenal enak dan laris di kota mereka.Gilang menyantap bubur miliknya dengan lahap hingga habis tak tersisa satupun bubur di dalam mangkuknya.
"Wihh cepet amat habisnya?",tanya Endra melongo melihat Gilang yang bersendawa.
"Hehe abis buburnya enak kebetulan juga perut gue lagi laper nih pengen nambah",ujar Gilang.
"Kalo masih laper,tuh mangkuknya sekalian lo abisin!",sahut Rega yang memandang heran kedua temannya.
"Lo mah bisa aja Ga",balas Gilang memonyongkann bibirnya.
"Eh bibirnya kek ikan teri tuh",ledek Reno menunjuk bibir Gilang yang monyong seperti mulut ikan.
"Apa lo bilang?",teriak Gilang tak terima.
"Bibir lo kek ikan teri",ledek Reno tertawa terbahak-bahak.
"Sini lo!",Gilang menarik tangan Reno.
Gilang dan Reno pun memulai aksi mereka.Gilang menindih tubuh Reno berkali-kali,begitu pula dengan sebaliknya.Mereka saling berguling memutari lantai warung pak Garing sambil mencakar muka satu sama lain,tak peduli dengan lantai yang kotor.Rega dan yang lainnya hanya bisa menepuk jidat sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya.
"kak Gilang sama kak Reno kenapa Ga?",tanya Veren heran.
"Biasa berguling manja di lantai",sahut Rega santai.
"Ohh hehehe gitu ya",kata Veren menahan tawanya.
"Buburnya gak dihabisin?",tanya Rega menatap bubur milik Veren.
"Aku habisin kok",jawab Veren.
__ADS_1
"Aku suapin ya",goda Rega sambil menyenggol lengan Veren.
"Gak mau ah,aku bisa makan sendiri",sahut Veren yang mulai kesal.
"Iya Veren,aku cuma bercanda kok,buruan ya dihabisin soalnya udah kesiangan banget nih",kata Rega melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Oke tunggu ya",ujar Veren menghabiskan buburnya.
"Iya,tenang aja aku tetep stay kok di dekat kamu",sahut Rega mengeluarkan jurus gombalannya.
"Hmm mulai deh",Veren memutar kedua bola matanya kesal.
***
Setelah bubur yang mereka santap sudah habis,teman-teman Rega pun keluar warung sambil menunggu Rega yang membayar semua pesanan temannya,lalu mereka semua akan kembali pulang.
"Makasih ya Ga traktirannya",ucap Gilang berseri-seri.
"Huhh mintanya cuma gratisan doang!",kesal Rega melirik Gilang sinis.
"Udah udah,bertengkar mulu yuk buruan pulang udah siang nih",sahut Endra melerai keduanya.
"Veren kita semua balik dulu ya,kamu hati hati dijalan ya",pamit Rega yang akan pulang menuju kampungnya.
"Iya Ga,tenang aja",balas Veren melemparkan senyuman kearah Rega hingga tersipu malu.
"Wahh adegan romantis nih",sahut Kiki menatap keduanya.
"Apaan sih Ki",pipi Veren mulai bersemu merah begitu juga dengan Rega.
"Yaudah aku balik dulu ya",pamit Rega yang hendak berlari.
"Iya hati hati",pesan Veren melambaikan tangannya.
"Okeee",balas Rega setengah berteriak saat dirinya sudah jauh dari hadapan Veren.
"Ren gue kerumah lo dulu ya gapapa kan?",kata Rio menepuk bahu Veren.
"Ya gapapa lah,malah gue suka kalo sepupu terdekat gue main kerumah",balas Veren riang.
"Ya pulang kerumah lo",sahut Kiki.
"Yaelah kaga ada temen dirumah gue",ujar Farhan cemberut.
"Maen sama tikus di gudang rumah lo",goda Veren terkekeh.
"Rumah gue anti tikus ya".
"Hahaha iya deh,gue pulang dulu ya",pamit Veren menarik tangan Rio sambil melambaikan tangan kearah Kiki dan Farhan.
"Oke Ren".
Tak lama kemudian,Veren dan Rio sampai di kediaman Vero dan Veren.Rio memandang rumah besar milik Vero dan Veren dengan kagum.
"Ini rumah lo Ren?",tanya Rio mengamati perkarangan dan bangunan rumah di hadapannya.
"Iya sama bang Vero juga",kata Veren menarik tangan Rio masuk kedalam bersamanya.
"Assalamualaikum",salam Veren dan Rio saat membuka pintu utama.
"Waalaikumsalam",balas Vero yang menuruni anak tangga.
"Bang lihat nih siapa yang Veren bawa",kata Veren sambil menggenggam tangan seseorang yang membuat Vero penasaran.
"Riooo???!!!",pekik Vero kaget melihat Rio sepupunya.
"Bang Veroo??!!!",teriak Rio kaget.
Mereka berdua berlari dan berpelukan dengan erat.Sudah sembilan tahun lamanya,Vero memang tak pernah bertemu dengan Rio.
"Gue kangen sama lo",isak Vero menampung semua rasa rindunya.
"Gue juga kangen sama lo bang",balas Rio yang memeluk erat abang sepupunya itu sambil menangis.
__ADS_1
"Gimana kabar tante Reina sama om Reyhan?",tanya Vero.
"Alhamdulillah baik bang",balas Rio mengurai pelukannya.
"Gimana kabar bang Rivan sama adek lo Riza?",tanya Vero sekali lagi.
"Baik bang,tapi mereka berdua kaga ikut balik ke Indonesia".
"Sekarang mereka dimana?".
"Mereka menetap di Kanada,paling tujuh bulan lagi balik ke Indonesia",jelas Rio yang mulai rindu dengan kakak dan adik kesayangannya.
"Yahh padahal gue kangen banget sama mereka berdua",kata Vero cemberut.
Tiba-tiba,Veren teringat satu hal yang harus ia sampaikan."Eh iya ada kabar gembira,Yo",sahut Veren dengan mata berbinar.
"Apaan tuh?",tanya Rio penasaran.
"Bang Varel,kembaran gue mau kesini",sorak Veren senang.
"Hah yang benerr???",tanya Rio tak percaya.
"Iyalah,mama udah kabarin bang Vero kemarin malem",ujar Veren tak henti-hentinya tersenyum.
"Gue kangen bener sama tuh bocah",sahut Rio mengingat masa lalunya dulu bersama Varel.
"Haha,oh iya Rio tinggal dimana nih?",tanya Vero.
"Gue tinggal di kampung Panci bang",kata Rio.
"Deket dong sama rumah kita,nanti abang anterin pulang",ucap Vero.
"Eh jangan dong,gue pengen nginep sini sama Veren",kata Rio melirik Veren.
"Yaudah deh,nanti lo tidur aja dikamar Varel",sahut Vero yang hendak menuju ke dapur.
"Siapp bang".
***
Sementara di kampung Saringan,Rega dan teman-temannya sedang beristirahat santai di pos dekat dengan lapangan.Sinar matahari yang sangat panas mulai membakar kulit mereka.Reno dan Gilang mengipasi diri mereka menggunakan kertas koran yang ditemukan di jalanan.
"Duhh panas banget!",gerutu Gilang yang masih mengipasi dirinya.
"Tau nih kulit gue yang putih sampai kebakar",imbuh Reno mengembuskan napas berat.
"Putih dari Greenland?",ledek Rega yang menatap Reno dengan senyum miringnya.
"Haha ngaku banget kalo elo putih",timpal Endra terkekeh.
"Eh gue putih ya,tapi agak kuning langsat",oceh Reno yang wajahnya cemberut.
"Serah lo",balas Endra malas.
Suasana lapangan begitu sepi dan dilanda oleh cuaca yang amat panas.Tak ada yang bermain di lapangan saat siang hari.Reno yang tadinya ingin bermain disana,tiba-tiba mengurungkan niatnya.
"Panas banget disini,gue balik dulu ya",pamit Gilang yang setengah berlari menuju rumahnya yang berlapis cat hijau yang cerah.
"Oke,gue juga mau balik",timpal Rega lalu berjalan kearah rumah besarnya.
"Siapp,Ndra yuk balik",ajak Reno yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan Endra.
"Oke".
◆◆◆
To Be Continued..
Jangan lupa vote,like,dan komen Remaja Smanker ya..
Saksikan episode berikutnya,pasti bakal seru bangett lohh..
Kira-kira gimana kisah selanjutnya ya??..
__ADS_1
Oh ya,makasih ya yang udah baca novel author:)♥♥