
Sesampainya di mall,Varel langsung membukakan pintu mobil untuk Veren.Lalu,mereka pun keluar sambil menggandeng tangan mereka layaknya pasangan kekasih.Pengunjung mall yang kebetulan lewat diantara mereka menatap mereka dengan iri.
"Kita kek pacaran aja ya Ren",kata Varel menatap semua pengunjung yang pandangannya tertuju pada mereka berdua.
"Biarin aja deh bang,mereka kan kaga tahu kalo kita kembar",sahut Veren santai.
"Iya juga ya",balas Varel yang sesekali caper kepada para pengunjung.
Plak..
Veren menoyor kepala Varel pelan karena dirinya kesal melihat kelakuan kembarannya yang tak pernah berubah dari dulu.
"Awww...",Varel meringis kesakitan.
"Caperr teruss,kaga ada capeknya ya caper sama cewe cewe,padahal biasanya kaga bisa ngerayu cewe",omel Veren sambil terkekeh.
"Hihihi sekalian belajarlah Ren",sahut Varel ikut terkekeh.
"Hmm serah abang deh",balas Veren memutar bola matanya.
"Oh ya kita berdua mau kemana dulu nih?",tanya Varel yang baru menyadari bahwa mereka berdua hanya berputar-putar di mall.
"Serah abang deh",jawab Veren santai.
"Mau beli baju gak?",tanya Varel sekali lagi.
"Serah abang deh",jawab Veren dengan santainya.
"Lama lama kamu bikin abang gemes aja Ren",sahut Varel gemas sambil mencubit pipi Veren.
"Ishh apaan sih bang malu dilihat sama orang",ketus Veren memperhatikan pengunjung mall yang memandang mereka berdua.
"Hehe masa saudara sendiri gak mau digombalin sih",kata Varel sambil menggenggam tangan Veren.
"Soalnya nanti pacar aku cemburu",tukas Veren menjulurkan lidahnya di depan wajah Varel.
"Hmm kembaran aku ngeselin juga ya",ujar Varel terkekeh.
"Biarin,kamu juga gak kalah ngeselinnya",balas Veren melirik sinis kearah Varel.
"Eh yuk makan disana",ajak Varel menunjuk sebuah restoran yang cukup terkenal di mall yang ada di kota mereka.
Varel menarik tangan Veren hingga sang pemilik tangan kaget.Sesampainya di restoran,Varel langsung mengajak Veren duduk di kursi dekat dengan jendela kaca yang menyuguhkan pemandangan indah dari lantai atas.Tak lama kemudian,pelayan restoran pun datang di meja mereka.
"Mau pesan apa?",tanya seorang pelayan perempuan yang sedari tadi memperhatikan Varel.
"Mm kamu mau pesen apa Ren?",tanya Varel.
"Aku samain aja",jawab Veren yang dibalas anggukkan kepala oleh Varel.
"Nasi goreng seafoodnya dua sama milkshake originalnya dua",kata Varel menyampaikan pesanannya pada si pelayan restoran.
"Baik pesanan akan diantar sekitar 40 menit lagi",jawab si pelayan mencatat pesanan mereka sesekali melirik Varel dengan genitnya.
Pelayan restoran pun pergi meninggalkan mereka dan menyampaikan pesanan mereka kepada si koki.Sudah 30 menit lebih mereka menunggu,tapi pesanannya tak kunjung diantar.Tiba-tiba,seseorang menghampiri Veren sambil menutup kedua mata Veren dengan tangannya.
"Tebak siapa ini?",goda seseorang yang menutup matanya.
"Hmm gue kenal aroma parfum ini,gue tahu ini siapa?",kata Veren sembari terkekeh.
"Hayoo siapa?",tanya seseorang itu.
"Udah deh Ki jangan bercanda lagi gue tahu kok kalo itu elo",jawab Veren tertawa.
"Ishh lo tahu banget sih kalo gue yang tutup mata elo",sahut Kiki kesal.
"Abisnya gue kenal deket sama lo haha",jawab Veren terkekeh.
Kiki hanya mencebik kesal menanggapi kekehan Veren,tiba-tiba pandangannya tertuju kepada seorang remaja yang duduk di sebelah Veren yang sedari tadi memandangi keduanya.
"Ren itu siapa?",bisik Kiki di telinga Veren.
"Oh ini kembaran gue yang sering gue ceritain ke elo",kata Veren menoleh kearah Varel.
"Kenalin gue Varel",ucap Varel menjabat tangan Kiki.
__ADS_1
"Gue Kiki sahabatnya Veren",balas Kiki sambil tersenyum.
"Oh oke salken ya",sahut Varel ramah.
"Hehe iya",jawab Kiki malu.
"Eh kalian cocok banget dah",kata Veren mengedipkan matanya ke Kiki.
"Eh jangan gitu,entar Reno cemburu sama dia",sahut Kiki menyenggol lengan Veren kesal.
"Hehe maaf lah",ujar Veren cengengesan.
"Elo gak laper?",tanya Varel menoleh Kiki.
"Emm agak sih",kata Kiki saat mendengar perutnya yang tiba-tiba konser.
"Lo pesen aja biar gue bayar",tawar Varel memanggil pelayan restoran.
"Widihh makasih",sahut Kiki antusias.
Setelah Kiki memesan makanannya,mereka melanjutkan obrolan mereka lagi sambil menunggu pesanan mereka.Tiba-tiba,Reno datang menghampiri Kiki yang sedang mengobrol asik dengan Varel.
"Ehem ehem",Reno mengagetkan Kiki dengan suara dehemannya.
"Eh Reno,bikin kaget aja",sahut Kiki melototkan matanya.
"Siapa itu?",tanya Reno dingin menatap Varel yang polos.
"Ini Varel saudara kembarnya Veren",kata Kiki memperkenalkan Varel.
"Apa? Saudara kembar??",pekik Reno membelalakkan matanya kaget.
"Ihh biasa aja kali",kesal Veren memonyongkan bibirnya.
"Wahh berita dadakan nih buat si Rega",gumam Reno yang dapat didengar oleh telinga Veren.
"Heh berita dadakan elo udah telat,Rega juga udah tahu kalo gue punya saudara kembar",sahut Veren memamerkan senyum miringnya.
"Yahh gagal dah gue",ujar Reno pura-pura sedih.
"Nama elo siapa tadi?",tanya Varel polos.
"Ehh gue kaga polos ya!",ketus Varel kesal dengan tawa Reno.
"Haha iya deh gue akuin kalo elo kaga polos",ucap Reno sambil terkekeh.
Akhirnya,pesanan mereka yang dibawa oleh pelayan restoran pun datang dan tanpa aba-aba langsung dilahap oleh mereka.
"Eh enak banget ya makanannya",ujar Reno yang air ludahnya hampir menetes karena melihat Kiki yang asik makan.
"Hmm ngomong aja kalo mau minta",sahut Kiki melirik Reno dengan tatapan sebalnya.
"Hehe peka banget sama calon pacar",ujar Reno menunjukkan deretan giginya.
"Hmm",dehem Kiki.
Mereka semua pun makan sesekali sambil mengobrol.Setelah makan,mereka langsung pergi dari restoran dan menuju parkiran mall.
"Beneran nih gak mau belanja?",tanya Varel melihat Veren yang berjalan menuju mobil.
"Kaga usah bang,Veren kan udah punya baju banyak",kata Veren membuka pintu mobilnya.
"Hmm yaudah",jawab Varel.
"Eh gue nebeng boleh nih?",tanya Reno yang langsung nyelonong masuk kedalam mobil Varel.
"Woy belum juga di kasih ijin!",sahut Varel kesal.
"Hehe jadi boleh gak nih?",tanya Reno membujuk Varel.
"Hmm serah lo",ketus Varel.
"Bang Kiki bareng juga gapapa kan?",tanya Veren sambil merangkul Kiki.
"Ya gapapa lah ayok katanya kita semua bareng bareng kerumah sakit",kata Varel membukakan pintu untuk Veren.
__ADS_1
"Bener juga lo!",timpal Reno.
"Hmm".
"Eh singkat bat dah jawabnya",ledek Reno menjulurkan lidahnya ke wajah Varel yang duduk di bangku kemudi.
"Berisik lo!",ketus Varel menatap tajam kearah Reno.
"Widihh tajem amat kek silet dapur",goda Reno pura-pura ngeri.
Varel tak menghiraukan ucapan Reno.
"Ren kita jadi kerumah sakit?",tanya Varel.
"Jadi lah bang,katanya pengen kenalan sama pacar aku hehe",ujar Veren nyengir.
"Tahu aja",ucap Varel tersenyum seraya mengelus kepala kembarannya dengan lembut sambil memeluk erat tubuh Veren.
"Eh teletubbies,cepetan jalan dong!",sahut Reno kesal.
"Enak aja bilang gue teletubbies!",omel Varel melotot kearah Reno.
"Abis lo maen peluk aja sama Veren",cibir Reno memalingkan wajahnya kearah jendela.
"Udah ah No,lo tuh ya ganggu so sweetnya Veren sama Varel aja!",omel Kiki memukul bahu Reno.
"Ohh kamu juga pengen di gituin ya?",tanya Reno dengan senyum merekah.
"Eh kalo hal kek gitu nyambungnya ceet banget,ya jelas gue kaga mau lah",tukas Kiki mencubit lengan Reno.
"ADDUHHHH SAKITT BAT DAH!!!",Reno berteriak sekuat tenaga agar Kiki melepaskan cubitannya.
Sedangkan semua yang ada di mobil hanya bisa menutup telinga rapat-rapat.
"Waduhh elo kalo teriak sama kerasnya kek toa ya",omel Varel menoyor kepala Reno.
"Abis sakit",sahut Reno cengengesan.
"Hmm serah lo udah deh yuk langsung ke rumah sakit daripada ngurusin toa",ucap Varel menancapkan gas.
"Bener tuh bang hihi",ujar Veren cekikikan.
"Toa toa,enak aja kalo elo ngomong!",tukas Reno tak terima.
"Emang kan suara elo kek toa",kata Varel santai.
"Awas lo ya! Berani banget sama kakel kek gue",geram Reno mengepalkan tangannya.
"Emang lo kakel gue?",tanya Varel tak percaya.
"Iya lah gue kelas 12!",teriak Reno dengan senyum miringnya.
Varel langsung melongo sambil sesekali melihat Reno karena dirinya sedang fokus menyetir.
"Hehe sini gue ajak ke wahana baku hantam yuk",tawar Reno tersenyum menyeringai.
"Udah STOP! Kalian berdua bisa diem gak sih!!",bentak Veren kesal.
"Tau tuh bisa diem gak?!",imbuh Kiki dengan wajah kesalnya.
"Ya maap",sahut Varel dan Reno bersamaan.
Mereka berdua pun akhirnya diam dan tak ada yang bicara,kecuali Kiki dan Veren.
◆◆◆
To Be Continued...
Hai hai para readers..
Maaf ya authornya jarang on hehe
Komen dong sama tekan tombol like dan vote biar authornya bisa up lebih cepat wkwk..
Sekali lagi makasih ya yang udah baca novel Remaja Smanker...
__ADS_1
Mohon maaf kalo ada kata kata yang salah/typo..
Makasihhh♥♥