Remaja Smanker

Remaja Smanker
Rega Veren


__ADS_3

Hari ini adalah hari senin,dimana seluruh siswa akan melaksanakan upacara bendera di hari yang indah ini.Rega dan teman-temannya sudah bersiap-siap dengan pakaian mereka yang terbilang kelewat rapi.Siapa lagi kalau bukan si Endra yang nyuruh.


"Gue gak pernah lo serapi ini",kata Gilang tersenyum lebar.


"Dih padahal Endra yang ngerapiin lo",ketus Reno sebal dengan tingkah Gilang.


"Gtw tuh,si Gilang aja repotnya minta ampun pas di rapiin bajunya",timpal Endra dengan wajah kesalnya.


"Santai lah bang",kata Gilang nyengir.


"Udah deh yuk ke lapangan entar kena hukum kalo telat",lerai Endra.


"Si Rega kemana sih? Dari tadi belum nongol juga",kesal Reno.


"Palingan ya bobok cantek mikirin si Veren",kata Gilang asal.


"Lo ada ada aja si Lang".


"Gilang gitu loh",menunjukkan muka sombongnya.


"Serah lo",ketus Reno.


***


Jam menunjukkan pukul 07.00,Rega berlari cepat bagaikan harimau yang mengejar mangsanya.Beberapa kali dia melirik jam tangan sportnya yang melingkar sempurna di pergelangan tangan kiri Rega.


Tak lama kemudian,ia sampai di lapangan.Rega melangkah pelan dan mengendap-endap berharap semua guru dan murid tidak akan tahu keberadaannya.Tiba-tiba...


"REGAA!!",panggil bu Rita yang cantiknya kelewat batas.


"Eh ada bu Rita,ada apa ya bu?",tanya Rega sok polos.


"Kamu itu ya,udah telat masih aja ngerasa gak bersalah!",omel bu Rita sambil menatapnya tajam.


"Rega gak telat kok bu soalnya tadi jalanannya macet bu sama kayak hati Rega yang lagi perjalanan menuju hatinya bu Rita",gombal Rega nyengir.


"Jangan harap saya luluh sama gombalan kamu ya!!",omel bu Rita semakin sinis dan tangannya mulai berkacak pinggang.


Rega hanya diam menelusuri kecantikan bu Rita,berharap ada rasa kasihan terhadapnya agar diperbolehkan ikut upacara.


"Kamu kenapa liat saya?",teriak bu Rita sinis.


"Soalnya ibu cantik,makannya Rega nyaman kalo liat wajah cantik ibu",gombal Rega.


"Cukuppp!! Sekali lagi saya gak mau liat kamu telat lagi,sekali lagi kamu telat!! kamu gak boleh masuk kelas dan ambil sampah berserakan sebagai hukumannya seminggu sampai bel istirahat,mengerti?",bentak bu Rita dengan tatapan tajam setajam silet.


"Iya bu,berarti saya boleh ikut upacara?",tanya Rega polos.


"Tetep gak boleh dan sebagai hukuman ambil sampah berserakan yang ada di sekolah,mengerti?".


"Siapp 89 bu!",hormat Rega dengan suara tegas.


Rega berjalan malas sambil menenteng tong sampah di kedua tangannya.Akhirnya upacara bendera telah usai,Rega bersiap-siap untuk mendengarkan omelan dari teman-temannya,terutama Gilang yang tak akan ada habis-habisnya meledeknya.


Di sisi lain,Endra,Gilang,dan Reno melihat keberadaan Rega yang sedang memungut sampah di dekat perpustakaan dengan malas.


"Ciee yang dihukum",ledek Reno cekikikan.


"Dihukum sama siapa lo?",tanya Endra penasaran.


"Sama bu Rita",jawab Rega malas.


"WADUHH? SAMA BU RITAA?? OMG lo gimana sih itu kan guru idaman gue?",teriak Gilang histeris,biasa sikap alaynya mulai deh.


"Woyy dikondisikan mulutnya!!",bentak Endra kesal.


"Ya maap abis gue kaget dan syok liat Rega dihukum sama bu Rita",kata Gilang pura-pura memelas.


"Dihh bakalan diputusin lo sama Cherlin",ancam Reno cekikikan.


"Aduh jangan sampe ya,abang masih sayang sama neng Cherlin",kata Gilang memelas.


"GILAA LO LANG",teriak Endra dan Reno kesal.


"Lah ngapain gue gila,kan gue cuma bilang jangan sampe itu terjadi",kata Gilang menunjukkan muka memelasnya.


"Serah lo",ketus Reno.


"Yaelah dari tadi jawabnya serah lo mulu",Gilang mulai kesal.


"BODOAMAT!",teriak Reno risih.


"Udah deh mending kita masuk kelas aja",ajak Endra.


"Yang bersih ya Ga",ledek Reno.


Rega tidak menggrubis ledekan Reno.Mereka bertiga pun pergi ke kelas meninggalkan Rega yang masih menjalani hukumannya.Suasana sekolah mulai sepi,karena semua murid memulai pelajaran di kelas masing-masing.Rega mengeluh sambil mengambil sampah plastik yang berserakan.


"Sapa sih yang buang sampah kek gini?",omel pada dirinya sendiuri.


"Gue heran ya,sekolah dah dapet gelar adiwiyata eh malah dikotorin lagi pas ada adek kelas",omelnya lagi.

__ADS_1


"Apalagi bu Rita,cantik cantik malah jadi calonnya mbok judes,andai aja kalo dia baik gitu,gak bakal nyuruh gue kek gini!",cerewet pada dirinya sendiri.


Rega masih sibuk dengan keluhan tentang hukumannya.Tiba-tiba,ada sebuah tangan yang membantunya membersihkan sampah plastik dan dedaunan kering.


"Veren?",pekik Rega kaget.


"Hehe iya",balas Veren tersenyum.


"Lo ngapain disini? Ntar dicari guru lo",kata Rega cemas.


"Yaelah sante dikit dong Ga",ketus Veren sambil memungut sampah yang berserakan.


"Sekarang kan jam pelajaran Veren,lo gak masuk kelas apa?",omel Rega.


"Hari ini kelas gue gak ada pelajaran jadinya gue bisa keliling sekolah",jelas Veren santai.


"Lah kalo elo mau keliling sekolah,ngapain lo bantu gue?",tanya Rega heran.


"Gak mau dibantu? Oke",kata Veren lalu pergi meninggalkan Rega.Tiba-tiba,Rega menarik tangan Veren hingga membuatnya terkejut.


"Bantuin dong",bujuk Rega.


"Hm iya deh",kata Veren pasrah.


"Makasih",ucap Rega sambil menyunggingkan senyuman lebar.


"Iya".


Mereka berdua pun membersihkan sampah bersama-sama.Diam-diam,Rega meperhatikan Veren yang begitu sibuk membantunya membersihkan sampah di depannya.


"Ren?",panggil Rega hingga membuat Veren kaget.


"Iya?",tanya Veren heran.


"Lo udah punya pacar belum?",tanya Rega tanpa ragu-ragu.


"Kepo banget lo",kata Veren,sebenarnya di dalam hatinya senang.


"Kan gue cuma tanya",ketus Rega sambil menatap Veren dengan lekat.


Merasa dirinya diperhatikan,mendadak Veren menjadi salting.Rega yang melihat reaksinya hanya menyunggingkan senyuman manisnya.


"Jadi lo punya gak?",tanya Rega mengulangi perkataannya lagi.


"Enggak",ketus Veren,tapi pipinya merah merona.


"Bagus dong",kata Rega santai.


"Bagus?",tanya Veren heran.


"Yee lo ngarep banget sih",kata Veren pura-pura risih.


"Kan yang namanya manusia pasti punya keinginan",kata Rega sambil memunguti botol plastik yang berserakan.


"Contohnya?",goda Veren dengan nada khasnya.


"Ya kayak gue yang selalu mencintai Veren",kata Rega tanpa rasa ragu sedikit pun.


Veren kaget bukan main mendengar perkataan yang diucapkan oleh Rega secara langsung.Tanpa ia sadari,pandangannya melotot kearah Rega yang sedang memunguti sampah.


"Ngapain lihat gue?",tanya Rega sambil tertawa melihat mata bagus Veren.


"Gak! kata sapa gue liatin lo?",sangkal Veren dan mengalihkan pandangannya kearah taman sekolah.


"Idihh bohong nih sama gue",goda Rega terkekeh geli.


"Emang lo siapanya gue?",tanya Veren ketus.


"Pacar",jawab Rega polos.


Veren terkejut mendengar perkataannya lagi.Langsung ia meninju perut Rega dengan kesal,hingga Rega hampir jatuh kedalam selokan.


"Untung gue kagak jatuh",kata Rega sambil menatap selokan yang ada di belakangnya.


"Emang kenapa kalo jatuh?",tanya Veren penasaran.


"Gue bakalan berubah jadi mermaid asal selokan",kata Rega tertawa terbahak-bahak.


"Bagus dong kalo jadi mermaid,entar gue beliin baju mermaid terus gue cemplungin lo ke selokan,pasti bakalan viral",goda Veren sambil menatap Rega yang menunjukkan wajah kesal.


"Bisa aja lo,kalo gue jadi mermaid selokan,ketampanan gue bakal hilang gara-gara pacar gue",kata Rega sambil memegangi wajahnya,takut hal itu akan terjadi.


"Dih siapa emangnya pacar lo?",ketus Veren sebal.


"Pokoknya dia ada disini",kata Rega memandang wajah cantik Veren.


"Yang mana? Banyak cewek disini",kata Veren sambil menyelidiki ke semua arah.


"Ceweknya tuh cantik banget pokoknya manis lagi kayak madu",kata Rega memandang wajah Veren lekat.


"Yang mana?",tanyanya lagi,didalam hatinya ada perasaan cemburu dan kecewa yang amat mendalam karena ia mengetahui Rega menyukai siswi lain.

__ADS_1


"Sekarang dia lagi fokus cari-cari gue",kata Rega yang masih menatap Veren kebingungan.


"Siapa sihh?",tanya Veren mulai kesal.


"Dan sekarang dia ada di depan gue",kata Rega sambil tersenyum manis.


"Maksud lo gue?",tanya Veren sambil menunjuk dirinya sendiri.


Rega mengangguk kecil,serta dihiasi senyuman manis yang mengembang lebar yang terlihat jelas di wajahnya.Mendengar hal itu,Veren hanya tersipu malu.


"Gue pergi dulu ya,kayaknya udah jam kedua nih",kata Veren sambil menahan malunya.


"Buru-buru amat sih",goda Rega.


"Soalnya ada waktunya si guru killer",kata Veren pura-pura takut.


"Oh gitu,iya deh sono pergi",kata Rega pura-pura mengusir Veren.


"Iya gue pergi huu",kata Veren kesal.


"Belajar yang rajin Veren cantik",teriak. Rega dari kejauhan.


"Iya Ga",balas Veren yang tersenyum manis.


Duh Veren manis banget sih senyumannya kek madu,gue hampir terbang ke langit lepas,batin Rega yang senangnya minta ampun.


***


Bel sekolah pun berbunyi,menandakan saatnya istirahat.Hari ini Veren dan Kiki tidak pergi ke kantin,mereka lebih memilih pergi ke perpustakaan sekolah.Mereka hanya ingin santai sejenak melepas penat dengan merefresh pikiran mereka sambil membaca buku.


"Ren,gue liat buku lo dong",pintah Kiki yang ingin melihat buku Veren


"Nih",kata Veren sambil menunjukkan sampul depannya.


"My boyfriends,widih baca buku romantis nih eakkk",goda Kiki sambil terkekeh.


"Apaan sih lo",kata Veren malu.


"Udah deh,yuk lanjutin bacanya",ajak Kiki,lalu mereka pun mulai fokus membaca buku mereka masing-masing.


Saat Veren terlalu asik membaca buku,ia tak sadar dengan kehadiran Rega yang tiba-tiba duduk disampingnya sambil menatapnya.


"Ssstt",panggil Rega.


"Rega?",pekik Veren terkejut bukan main.


"Gitu amat sih liatnya,biasa aja dong",kata Rega tersipu malu.


"Lo sih ngagetin gue",ketus Veren.


"Btw lo kesini sama sapa?",tanya Rega penasaran.


"Tuh sama Kikik",kata Veren menunjuk Kiki.


"Halo kak",sapa Kiki,lalu fokus dengan bukunya.


"Halo,oh ya Kik lo dicariin tuh sama si Reno",kata Rega terkekeh.


"Ngapain tuh si cowok ngakak cari-cari gue?",tanya Kiki heran.


"Katanya sih dia kangen sama lo",kata Rega cekikikan.


"Ishh masa sih?",tanya Kiki tak percaya.


"Gue mah serius,kalo kagak percaya tanya aja sama tuh tukang meme",kata Rega enteng.


"Serah lo deh",ketus Kiki,lalu fokus dengan bukunya lagi.


"Veren,ke kantin yuk",ajak Rega yang masih memperhatikan Veren.


"Gue gak laper Ga,lo aja deh yang pergi",kata Veren yang masih sibuk dengan bukunya.


"Ihh gue di cuekin nih ceritanya",kata Rega terkekeh.


"Gue sibuk Ga,tuh liat gue lagi baca buku",kata Veren terus terang.


"Yaudah deh gue pergi ngantin dulu ya",kata Rega sambil tersenyum.


"Iya Rega",kata Veren yang tak mengalihkan pandangannya dari buku.


"Sampai jumpa Veren",pamit Rega.


"Iya Rega",balas Veren sambil tersenyum.


"Ki gue cabut dulu",pamit Rega ke Kiki.


"Iya kak",balas Kiki.


Rega pun melangkah lunglai kearah pintu keluar perpustakaan.Rasanya ia tak ingin meninggalkan Veren di perpustakaan,Tapiya harus berbuat apalagi.Rega memasang sepatu kanan dan kirinya,lalu berbicara dengan dirinya sendiri.


"Rega lo harus bisa buat dia tertarik sama lo",gumam Rega pelan.

__ADS_1


"Lo cinta sama dia,kalo elo cinta sama dia perjuangin hatinya jangan sampai terambil oleh orang lain",gumam Rega lagi,untung keadaan di depan perpustakaan sepi.


"Semangat Ga",gumam Rega memberi semangat pada dirinya sendiri.


__ADS_2