
Akhirnya,mereka berempat sampai di depan rumah sakit Dharmawangsa tempat Rega dirawat.Veren langsung bergegas turun dari mobil Varel disusul oleh Varel,Kiki,dan Reno.Sesampainya di depan kamar Rega,Veren mengetuk pintu lalu masuk diikuti yang lainnya.
"Assalamualaikum",jawab mereka berempat bersamaan.
Saat Veren masuk,ia melihat Bela yang sedang memeluk Rega dengan erat sambil menatapnya dengan genit.Hati Veren bagaikan teriris oleh pisau tajam.Buliran bening mulai berjatuhan membasahi pipi Veren.Rega yang tersadar oleh kehadiran Veren buru-buru melepaskan pelukan Bela.
"Ren aku bisa jelasin semuanya",Rega mencoba untuk menenangkan Veren.
Veren menggeleng lalu pergi keluar dari kamar Rega berlari sekuat tenaga.Rega yang melihat Veren meninggalkannya merasa panik,hatinya gusar tak keruan,perasaan menyesal menyelimuti dirinya.Ia mengacak rambutnya dengan kasar.Seharusnya ia tak memeluk Bela.
*Flashback*
Saat Rega sedang asik menonton tv,tiba-tiba pintu di kamar Rega terbuka dan munculah seorang gadis berambut panjang berwarna cokelat yang memakai kaus berwarna pink serta celana pendek yang panjangnya diatas lutut.Siapa lagi kalau bukan Bela sang ratu kecantikan di SMA Kertajaya.Ia menghampiri Rega dengan senyuman semringah.
"Hai Regaa!!",sapa Bela dengan genitnya.
Rega hanya menatapnya dengan wajah datarnya,ia sama sekali tak ingin menatap gadis yang menurutnya kelewat genit.
"Ihh kok diem aja sih,aku kangen banget loh sama kamu,masa kamu gak kangen sih sama aku?",ucap Bela menyunggingkan senyum terbaiknya yang hanya ia tunjukkan untuk Rega.
Rega hanya diam tak sedikit pun kata-kata yang keluar dari bibirnya.Ia hanya menatap siaran di tv yang ada di depannya.Bela mengerucutkan bibirnya kesal dengan sikap Rega yang mengacuhkannya.
"Regaaaa,jawab aku dongg masa kamu diem aja sihh!",Bela menghentakkan kakinya kesal.
"Elo kaga tahu kalo gue udah punya pacar? Buat apa gue kangen sama lo? Kaga ada gunanya",jawab Rega dengan nada dingin khasnya.
"Ihhh pacar kamu itu kan aku!",sahut Bela percaya diri.
"Pede tingkat alay! Gue udah punya pacar yang lebih baik daripada lo! Jadi elo kaga usah gangguin hubungan gue!",teriak Rega semakin kesal.
"Tapi kan Ga...",ucapan Bela terputus saat kakinya tersandung dan dirinya jatuh memeluk Rega yang sedang duduk santai di ranjangnya.
Seketika Rega kaget dan berusaha melepaskan pelukan Bela,tapi pelukannya semakin dieratkan oleh Bela yang tak mau lepas dari Rega dan pelukan itu berakhir saat Veren datang.
*Flashback Off*
Rega menyesali apa yang dilakukannya,ia berniat mengejar Veren tapi dihalangi oleh Bela.
"Udah deh,kamu gak usah ngejar gadis ganjen itu!",cegah Bela dengan tatapan tak suka.
"Heh elo jangan sembarangan ya ngatain Veren ganjen!!!",teriak Varel menunjuk Bela dengan tatapan tajamnya.
"Eh jangan ikut campur ya,emang lo siapanya Veren?!",tanya Bela dengan tatapan garangnya.
"Gue kembarannya!",sahut Varel dengan suara lantang hingga terdengar dari luar kamar Rega.
"Rel,elo tenang dulu kaga baik teriak disini",ujar Reno memegang bahunya berusaha menenangkan Varel yang wajahnya merah padam.
"Iya Rel,ini rumah sakit bukan lapangan",imbuh Kiki yang tepat di belakang Varel.
Bela hanya terdiam dan kaget mendengar ungkapan yang dilontarkan oleh Varel,begitupun dengan Rega yang tak kalah kagetnya.Dirinya merasa bersalah karena tak bisa menjaga hati dengan baik,ia bertekad untuk mencari Veren meski kondisi kakinya masih belum sembuh total.Tiba-tiba,Rega bangkit dan berusaha berdiri dari brankarnya.Reno,Varel,dan Kiki yang melihatnya langsung membantu Rega untuk duduk kembali di brankarnya.
"Ga kaki lo belum sembuh",kata Reno menatap khawatir sahabatnya itu,meskipun sikap Reno seperti remaja alay dan bar bar pada umumnya,tetapi di sisi lain ia adalah remaja yang peduli dan setia kepada seseorang yang ia sayangi di sekitarnya.
"Veren lebih penting daripada kaki gue",sahut Rega yang berusaha bangkit untuk mencari Veren.
__ADS_1
"Tapi kak,kaki elo belum sepenuhnya sembuh total",timpal Kiki yang membantu Reno untuk mencegah Rega bangkit.
"Ki,pliss jangan halangin gue buat cari keberadaan Veren,gue nyesel bikin dia kecewa sama gue,gue pengen ketemu sama Veren walaupun nyawa gue jadi taruhannya,gue khawatir banget sama dia kalo ada yang terjadi sama dia gimana,gue takut",ucap Rega membujuk Kiki dan Reno agar memperbolehkannya pergi mencari Veren.
Ternyata kak Rega orangnya baik dan peduli sama orang yang dia sayangi,bahkan ia rela mengorbankan nyawanya demi Veren,gue salut sama elo kak setia sama pacar yang lo cintai,batin Varel yang kagum dengan Rega.
Reno dan Kiki menatap heran.Mereka bingung apa yang harus mereka jawab.Kiki menoleh kepada Reno dan ia menganggukkan kepala untuk menyetujui keputusan Rega dan dibalas anggukkan oleh Reno.
"Yoi lah,kalo itu kemauan lo",ujar Reno pasrah.
"Tapi harus ada yang nemenin kak Rega,kalo ada apa apa sama kaki kak Rega biar ada yang nolongin",timpal Kiki mengingatkan.
"Gue aja yang nemenin si Rega",sahut Bela antusias.
"Hm gue kaga terlalu percaya sama lo Bel,entar elo malah manfaatin berduaan sama Rega!",tolak Reno melirik Bela sinis dan hanya dibalas tatapan sinis juga oleh Bela sambil memonyongkan bibirnya.
"Mending gue aja yang nemenin",sahut Varel.
"Nah ini baru oke,Rel elo temenin si Rega sampe pacarnya bisa ketemu ya",pesan Reno yang dibalas anggukkan oleh Varel.
"Kak yuk cari Veren",ajak Varel memapah tubuh Rega lalu mengambilkan tongkat yang ada di samping meja dekat tv.
Rega mengangguk,lalu mereka berdua pun keluar dan bekerja sama untuk mencari Veren.Sedangkan Bela,ia hanya ditinggal sendirian bersama Reno dan Kiki.
"Gue pulang dulu ah!",cetus Bela mengambil tas kecil miliknya.
"Yaudah pulang sono hus!",usir Reno mengibaskan tangannya berniat mengusir Bela.
"Eh elo berdua gue ingetin ya,Rega tuh hanya milik gue titik!",ucap Bela menekankan kalimat akhirnya.
"Suka suka gue lah,situ gak sewot kenapa jadi lo?!",balas Bela mengibaskan rambut panjangnya.
"Argghh lo yaa!!",Kiki mengepalkan tangannya emosi.
"Udah Ki sabar,biarin aja singannya mengaum",cegah Reno sambil mencegah Kiki yang hampir memukul Bela.
"Apa?! Singa?? Hello enak aja ya lo ngatain gue Singa! Dasar dugong!",cibir Bela pedas melebihi pedasnya cabe.
"Berani juga lo sama gue",sahut Reno ikut geram.
"Udah ah daripada gue berantem sama lo berdua yang b***h,mending gue spa aja ke salon!",kata Bela mengibaskan rambutnya lagi tepat di wajah Reno dan Kiki.
"Ba****t lo!",kesal Reno mengepalkan tangannya.
Tanpa menghiraukan ucapan Reno,Bela langsung pergi keluar kamar tanpa salam,tak lupa ia mengambil tas kecil mahal yang selalu ia bawa.
Braaakk!!
Bela menutup pintu dengan keras hingga Reno dan Kiki terlonjak kaget.
"Kakel sombong!",gumam Kiki yang dapat didengar oleh Reno.
"Udah deh jangan bahas Bela lagi,percuma bikin kesel terus",ucap Reno menenangkan Kiki yang masih emosi.
"Hmm iya",sahut Kiki menenangkan dirinya.
__ADS_1
"Kamu mau duduk sayang?",goda Reno dengan senyuman menggodanya.
"Sayang sayang pala lo!",kesal Kiki lalu duduk di sebelah Reno.
"Hehe abisnya gue sayang sama elo Kiki",sahut Reno menunjukkan deretan giginya yang putih.
"Hilihhh bisa aja lo!",cetus Kiki judes meski di dalam hatinya merasa senang jika Reno mengatakannya seperti itu.
"Ala lo jujur aja deh kalo lo suka sama gue",goda Reno menyenggol lengan Kiki.
"Hmm geer kepedean lo!",tukas Kiki melipat tangannya di depan dadanya,ia merasakan hatinya berdebar karena ucapan Reno yang membuatnya ingin terbang ke langit.
"Yaudah deh kalo elo kaga mau ngaku,mending kita nunggu Rega aja",ujar Reno dengan perasaan kecewa.
Kiki ingin sekali mengungkapkan perasaannya,tapi apalah daya dia karena terlalu malu mengungkapkannya.Ia kasihan dengan Reno yang sudah berkali-kali mengungkapkan perasaan kepadanya dan tak pernah sekalipun Kiki membalasnya.
"Mm No,sebenarnya...",Kiki malu mengungkapkan perasaannya sendiri.
"Apa?",Reno menoleh kearah Kiki heran.
"Mmm hihi sebenarnya gue suka juga sama lo",kata Kiki menyembunyikan senyum malunya.
Reno membelalakkan matanya kaget mendengar apa yang diucapkan Kiki.
"Lo suka sama gue?",tanya Reno tak percaya.
Kiki menganggukkan kepalanya disertai senyuman malu dan wajahnya yang mulai bersemu merah.
"Alhamdulillah gue jadi makin sayang sama lo",ucap Reno dengan senyuman mengembang lebar.
"Hilih",ujar Kiki kesal.
"Tunggu gue nembak perasaan lo ya",kata Reno mengedipkan sebelah matanya.
Kiki mengangguk tak henti-hentinya ia tersenyum dan merasa lega karena berhasil mengungkapkan perasaannya.
◆◆◆
To Be Continued...
Bagaimana kisah kelanjutannya Rega dan Veren ya? Apakah Rega berhasil meminta maaf dan membawa kepercayaan Veren kembali kepadanya?? Dan bagaimana kagumnya Varel dengan Rega yang ia sebut kakak iparnya yaa??
Saksikan terus ya Remaja Smanker♥
(Btw kok kaya epsd film film di tv ya wkwk).
Oh ya jan lupa tekan tombol vote biar authornya cepet up..
Jan lupa tekan tombol like biar authornya seneng hihi..
Jan lupa juga komen di novel Remaja Smanker biar authornya tambah suka..
Seikhlasnya aja ya:D
Satu like,vote,dan komen dari kalian udah berharga kok buat author;)
__ADS_1
Makasih ya para readers yang udah baca novel Remaja Smanker♥♥