Remaja Smanker

Remaja Smanker
Minta Maaf


__ADS_3

"Gue sukanya sama elo",ucap Rega dengan senyum tulusnya,sedangkan Veren membuang muka darinya.


"Veren,lo sebenarnya salah paham sama gue",jelas Rega berusaha meyakinkan Veren.


"Salah paham?",Veren menoleh memandang Rega dengan sorot mata penuh tanda tanya.


"Gue gak butuh penjelasan dari lo",sahut Veren kesal sambil membuang muka tak mau menatap Rega.


"Dengerin dulu semuanya!",bujuk Rega yang masih setia memandang Veren.


"Sebenarnya,si Bela itu cuma caper sama gue tapi gue cuekin,lo tahu kan meski diantara kita berdua kaga ada hubungan apapun,tapi gue sayang sama lo Ren,gue cinta sama lo dan gue pengen lihat lo bahagia",jelas Rega dengan senyumannya yang tulus.


Veren hanya terdiam sejenak.Di dalam hati kecilnya ada perasaan haru mendengar semua perkataan yang dilontarkan Rega.


"Maafin gue Ren,kalo gue bikin lo kaya gini,gue kaga tahu kalo elo ada disana",ucap Rega dengan perasaan menyesal.


"Justru gue yang minta maaf Ga,gue udah salah paham sama lo",kata Veren tersenyum kearah Rega dan dibalas senyuman tulus oleh Rega.


"Nah gitu dong minta maaf jangan berantem terus",tutur Kiki menasehati mereka berdua.


"Hehe iya Kiki",sahut Veren merangkul bahu sahabatnya itu.


"Ren nanti lo pulang bareng gue",ucap Rega dengan senyuman manisnya.


Perempuan berhijab yang memiliki


mata indah itu mengerutkan keningnya heran denga ucapan Rega.


"Mau ngapain?",tanya Veren bingung.


"Pokoknya tunggu aja nanti",kata Rega dengan senyuman misteriusnya.


"Hmm serah lo deh",Veren hanya menjawabnya santai,tapi di kepalanya masih banyak pertanyaan apa yang direncanakan Rega.


"Inget nanti pulangnya bareng gue!",teriak Rega memperingatkan Veren yang memandangnya dengan mata tajamnya.


"Iya",balas Veren singkat.


***


Hari ini adalah pelajaran IPA di kelas XII-Galaxy.Murid-murid begitu santai menunggu kedatangan guru IPA yang akan mengajar kelas mereka.Sambil menunggu,ada yang ghibah-ghibah cantik,selfie bareng langsung posting di medsos,ada yang tidur,dan ada yang bermain game cacing di depan papan tulis.


Di sudut kelas,Rega dan teman-temannya sedang asik bermain gitar.Rega ingin bermain gitar untuk menetralkan pikirannya yang dipenuhi oleh beban.Selama bermain gitar,pikirannya hanya terbayang wajah cantik Veren yang begitu melekat di hatinya.Ia tak sabar dengan rencananya nanti untuk mengajak Veren ke suatu tempat.


Tiba-tiba,pak Ardi sang guru IPA sedang berdiri di ambang pintu sambil menatap murid-muridnya yang belum sadar akan kedatangannya.Beliau sedikit berdehem agar murid-muridnya segera duduk di bangkunya masing-masing.


"Selamat siang anak-anak,hari ini kita akan membahas pr yang kemarin bapak berikan",ucap pak Ardi yang sudah berdiri di depan papan tulis.


"Siapa yang tidak mengerjakan pr?",tanya pak Ardi mulai sinis.


Seluruh murid hanya diam tak ada satupun yang mengangkat tangannya untuk mengaku.


"Ayo siapa? Kalo gak ada yang mengaku saya gelitik pake sapu lidi",ujar pak Ardi melotot kearah murid-muridnya.

__ADS_1


Tetap saja,semua murid belum ada yang mengaku dan masih berdiam di bangkunya masing-masing.Tiba-tiba ,Pandangan pak Ardi tertuju kepada Rega yang sedang bermain bulpoin sambil sesekali mengintip jendela.


"Rega!",panggil pak Ardi.


Rega yang masih melamun tak mendengarkan panggilan pak Ardi.


"Regaa!!!",bentak pak Ardi kesal.


"Eh iya,ada yang bisa saya bantu pak? Kalo ada hubungi nomor telepon saya ya pak,nanti saya japri!",kata Rega dengan polosnya.


Sontak semua murid yang ada di kelas itu menahan tawanya karena tingkah Rega.Pak Ardi hanya menepuk jidatnya,heran dengan muridnya yang satu ini.


"Haduhh Rega Rega,kelakuanmu sama aja kaya abang kamu",ujar pak Ardi menggelengkan kepalanya.


"Hehe namanya sodara pak",sahut Rega membanggakan abangnya.


"Kamu sudah mengerjakan pr yang bapak kasih?",tanya pak Ardi mengalihkan pembicaraan.


"Ohhh kalo itu ya sudah dong pak",sahut Rega santai.


"Bagus kalo begitu",kata pak Ardi mengangguk.


"Tapi sudah terlupakan pak",ujar Rega menyengir menunjukkan deretam gigi putihnya yang kelewat bersih.


Pak Ardi kembali menepuk jidatnya dan menghampiri Rega.


"Kamu sekarang saya hukum kerjakan pr nya diluar!",pinta pak Ardi yang mulai kesal.


"Ya pak,Rega gak mau kali yang lain dong hukumannya",rayu Rega membujuk pak Ardian sambil tersenyum menunjukkan senyumannya yang kelewat manis.


"Iya pak",sahut Rega memonyongkan bibirnya.


Ia berjalan dengan langkahnya yang lunglai menuju ke luar kelas membawa buku dan alat tulisnya.


Setibanya diluar,Rega sedang fokus mengerjakan pr nya yang terlanjur terlupakan.Meskipun gaya Rega tampak seperti badboy,tapi dirinya mempunyai otak yang cerdas persis seperti mamanya.


Belum 15 menit,Rega sudah menyelesaikan tugasnya dengan cepat lalu masuk kembali kedalam kelas.Ia menghampiri meja pak Ardi.


"Nih pak sudah",kata Rega memamerkan senyumannya lagi.


"Oke,sekarang kamu boleh duduk kembali",sahut pak Ardi santai.


"Siapp pak",Rega langsung berlari menuju kearah bangkunya.


Endra yang duduk di sebelah bangku Rega hanya membuka mulutnya lebar tak percaya.


"Gila lo Ga,cepet amet ngerjakan tugas segitu banyaknya",ucap Endra yang tak percaya.


"Hehe Regarys Azegar gitu loh",sahut Rega membanggakan dirinya.


***


Tak lama kemudian,bel istirahat kedua pun berdering dengan suaranya yang teramat nyaring.Pak Ardi pun mengakhiri pelajarannya.

__ADS_1


"Baik anak anak,pelajarannya cukup sampai disini,jangan lupa kerjaka pr yang bapak berikan lagi ya,Wassalamualaikum",pamit pak Ardi yang hendak keluar.


"Waalaikumsalam",semua murid membalasnya serempak.


Rega pun menghampiri teman-temannya yang sedang duduk di depan papan tulis.


"Ehh bro,jangan pada nongkrong gak jelas gitu dong!",omel Rega yang berdiri dihadapan mereka semua.


"Yuk kita sholat dhuhur berjamaah di masjid sekolah",ajak Rega beniat untuk mengajak teman-temannya menunaikkan ibadah sholat dhuhur.


"Ayo",sahut teman-teman Rega,termasuk Endra,Gilang,dan Reno.


Di perjalanan menuju ke masjid sekolah,kebetulan Rega bertemu dengan Veren yang menuju ke masjid bersama Kiki dan Rio.


"Eh hai Ren,mau ke masjid?",sapa Rega yang ada disisi Veren.


"Iya Ga,lo mau ke masjid juga?",tanya Veren.


"Yoi bareng ke masjid yuk sekalian sholat berjamaah",ajak Rega dengan senyuman khasnya.


"Boleh",balas Veren dengan senyuman.


Endra yang sedari tadi celingkungan mencari seseorang di sekitar Kiki.


"Cari apa kak?",tanya Kiki heran melihat Endra.


"Farhan belum sembuh ya?",tanya Endra yang khawatir.


"Udah kak,kemarin udah pulang dari rumah sakit,sekarang dia dirumah lagi istirahat",jelas Kiki.


"Ohh gitu ya",balas Endra mengangguk paham.


Akhirnya,mereka sampai di masjid dan bergegas mengambil air wudu.Semua siswi memperhatikan Rega yang sedang wudu bersama teman-temannya sesekali mereka menyapanya dengan genit,namun hanya dibalas anggukan tanpa senyuman.


Veren yang melihat itu mendengus kesal dan menghela napasnya berat.Kiki yang tersadar dengan tingkah Veren yang mulai kesal menggodanya dengan menyenggol bahu Veren.


"Jangan marah atuh neng",goda Kiki terkekeh.


"Lah yang marah siapa? Cuma kagum aja kok sama Rega yang banyak dipuja sama siswi disini",sangkal Veren menutupi rasa kecemburuannya.


"Hmm gue tahu lo bohong Ren",kata Kiki berkacak pinggang sambil terkekeh menatap Veren.


"Udah ah,yuk ke masjid udah iqomah tuh",ujar Veren menarik tangan temannya segera menuju kedalam masjid.


"Oke".


◆◆◆


Saksikan terus ya Remaja Smanker..


Kasih vote,like sama komen dong biar authornya tambah semangat buat up lagi hihihi...


Maafin author ya kalau episodenya kurang jelas...

__ADS_1


Makasih yang udah baca ya♥♥♥


__ADS_2