Remaja Smanker

Remaja Smanker
Kembali Sekolah


__ADS_3

Malam hari setelah Rega pergi untuk pulang,tiba-tiba dokter Risma mendatangi kamar Veren dan mengecek keadaannya,ternyata Veren diperbolehkan pulang hari ini karena setelah diperiksa tubuhnya sudah membaik dan siap melakukan aktivitas seperti sedia kala.


Dokter Risma menyarankan setelah pulang,Veren harus tetap beristirahat total dirumahnya sampai tubuhnya pulih kembali.Vero langsung membawa Veren pulang kerumah.Keesokan harinya Veren pun diperbolehkan bersekolah kembali oleh abangnya karena dirinya sendiri yang memaksa.


"Aku mau ke sekolah besok bang!",pinta Veren merengek.


"Tapi kan kamu belum bener bener pulih",kata Vero khawatir.


"Aku udah sehat kok,pliss bolehin Veren sekolah ya bang",rayu Veren menunjukkan muka termanisnya kearah Vero yang mulai luluh karena kasihan terhadap sepupunya.


"Hmm serah kamu deh",ujar Vero mengangguk.


"Asyikk",teriak Veren senang.


"Tapi ada syaratnya,kamu harus bisa jaga diri kamu baik baik",pesan Vero.


"Aku udah gede,kaga diingetin juga bisa jaga diri kok",sahut Veren memonyongkan bibirnya cemberut.


"Iya deh terserah kamu",kata Vero yang terkekeh geli.


***


Hari-hari yang Rega jalani terasa sepi tanpa ada suara Veren yang selalu mengisi kesepiannya.Ia melangkah menuju ke taman sekolah yang selalu digunakannya untuk menenangkan pikirannya.


Rega pun sampai di taman yang dihiasi dengan kebun hijau serta dipenuhi oleh bunga-bunga berwarna seperti pelangi cantik yang menambah keindahan dan keasrian taman sekolah.


Ia berjalan dengan langkah lunglai menuju kearah kursi taman yang bernuansa warna coklat tua.Rega duduk sambil memandangi langit yang dihiasi oleh awan yang asik menari-nari diatas langit.


Tanpa Rega sadari ia bergumam mengungkapkan isi hatinya sendiri.


"Kapan lo balik ke sekolah Ren?,gue udah kangen banget sama lo.Seandainya lo ada di sisi gue dan lo harus tahu gue suka sama lo,semenjak lo sekolah disini gue bener bener seneng pake banget bisa ketemu lo.Gue jadi inget pertama kali kita bertemu.Gue kangen sama masa masa itu",Rega bergumam dengan pelan sambil memandang langit dan awan diatasnya.


"Sejak gue lihat lo,rasanya gue mengalami perasaan yang bergejolak di hati gue.Gue jatuh cinta sama lo Veren.Gue pengen lo selalu ada di hati gue,hanya lo yang selalu gue pikirkan.Selain itu,gue juga kaga pernah tertarik sama para cewe cewe genit di sekolah dan diluar sekolah",gumam Rega yang mengungkapkan seluruh isi hatinya.


"Hati gue cuma ada buat lo,hanya lo yang bisa membuat gue berubah yang dulunya gue cuek dan kaga peduli sama temen temen gue,sekarang sejak ada lo gue bener bener berubah,gue peduli sama temen gue.Lo memang terbaik Ren dimata gue,andai Allah menjodohkan kita agar selalu bersama dan tak pernah terpisahkan",Rega berbicara seorang diri tanpa ada seorang pun yang mendengarnya.


"Gue kangen sama lo",kata Rega lirih.

__ADS_1


"Gue juga kangen sama lo",tiba-tiba Veren muncul di belakang Rega yang menoleh kaget karena kedatangannya.


"Veren??",pekik Rega senang dan mengembangkan senyumannya.


"Jadi selama ini lo punya perasaan ke gue?",tanya Veren menyunggingkan senyumnya.


"Iya Veren,gue suka sama lo dan gue kaga biarin Adrian deketin lo",kata Rega lirih.


"Emang kenapa sama kak Adrian?",tanya Veren lagi.


"Dia itu suka sama lo Veren",sahut Rega cemburu.


"Yaelah terus apa hubungannya sama lo?",tanya Vere sekali lagi.


"Gue cemburu",kata Rega pelan.


"Ngapain cemburu?",Veren mengerutkan alisnya.


"Soalnya gue takut kalo ujung ujungnya lo suka sama dia",gumam Rega pelan.


"Aelah gitu aja cemburu,gue cuma temenan kok sama dia",jelas Veren sambil tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan Rega.


"Abis lo lucu sih hehehe",ujar Veren dengan sisa tawanya.


"Oh iya,seharusnya kan hari ini elo pulang dari rumah sakit?",tanya Rega mengalihkan pembicaraan.


"Kata dokter gue dibolehin pulang kemarin malem",kata Veren santai.


"Oh ya? terus kenapa lo kaga istirahat aja dirumah?",tanya Rega yang mulai khawatir.


"Gue pengen sekolah Ga,gue males dirumah terus kaga ada temen",ungkap Veren memonyongkan bibirnya.


Rega melihat jam tangan sport yang melingkar di tangan kirinya yang akan menunjukkan pukul tujuh.


"Oh gitu ya,eh bentar lagi kayanya mau masuk,yuk gue anterin ke kelas lo",ajak Rega.


"Mm kaga deh gue bisa balik sendiri",tolak Veren halus.

__ADS_1


"Gak! lo harus balik sama gue!",ketus Rega serius tapi ada raut wajah khawwatir.


"Terserah lo deh",sahut Veren memutar kedua bola matanya kesal.


Di sepanjang koridor sekolah,Rega dan Veren berjalan beriringan sambil mengobrol santai.Mereka tak peduli dengan semua tatapan bahkan cibiran yang dilontarkan oleh siswa-siswa yang memandang Veren dengan iri.


"Ngapain sih si Veren jalan berdua terus sama babang Rega",bisik salah satu siswa yang mencibir Veren dengan perasaan iri.


"Kaga tahu,ngapain juga sih babang Rega betah banget sama si Veren",sahut siswa satunya.


"Tau tuh Cewe ganjen banget!",cibir siswa itu memandang Veren dengan tatapan iri.


Selama berjalan di koridor,Rega dan Veren selalu menjadi pusat perhatian hingga sampai mereka berdua sampai di depan kelas mereka.


"Makasih ya udah mau nganterin gue",ucap Veren tersenyum.


"Iya sama sama Veren",balas Rega menyungginkan senyuman terbaiknya kearah Veren.


Selepas Veren masuk kedalam kelas,Rega pun melangkahkan kakinnya menuju ke kelasnya.Di tengah perjalanan,Rega tak sengaja menabrak Bela yang kelihatannya sengaja menabrak dirinya,lalu Bella jatuh ke lantai dan berpura-pura meringis kesakitan.


Siapa yang tak mengenal gadis cantik bernama Isabela Relina Putri,seorang siswi perempuan yang dapat melelehkan hati seluruh siswa laki-laki SMA Kertajaya,kecuali Rega.Bela merupakan tipe gadis yang kelakuannya sangat genit terhadap cogan-cogan di SMA Kertajaya,terutama pada Rega.Ia memang menyukai Rega dan berusaha meluluhkan hatinya,tapi balasan yang didapat untuknya adalah Rega tak pernah menghiraukannya bahkan saat Bela mengajaknya chat an,tak pernah ada balasan dari Rega yang terlihat risih oleh kelakuan Bela.


"Aduhh sakitt",pekik Bela pura-pura kesakitan.


Rega hanya memandang kebawah tepat Bela jatuh,lalu tak menghiraukannya dan langsung pergi begitu saja.


"Ihh Rega,lo kaga mau nolongin gue?",tanya Bela yang penuh harap agar dirinya ditolong oleh Rega.


Rega menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke belakang dengan wajah dinginnya.


"Sorry,gue kaga level sama lo",ucap Rega dingin,lalu membalikkan badannya lagi melanjutkan langkahnya.


◆◆◆


tO bE cOnTiNuEd...


saksikan teruss kelanjutannya..

__ADS_1


maafin author yang jarang up...


happy reading♥


__ADS_2