Remaja Smanker

Remaja Smanker
Kedatangan Varel


__ADS_3

Keesokan harinya,sinar mentaru mulai menyinari suasana damai di kampung Telenan.Hawa sejuk mulai mengelilingi kampung Telenan.Veren tak menikmati suasana itu karena dirinya masih terlelap di ranjangnya yang empuk.Tiba-tiba...


TOK..TOK..TOK


Suara ketukan pintu terdengar di kamar Veren membuat dirinya kaget dan langsung bangun dari tempat tidurnya.Veren merasa kesal dengan suara pintu yang masih di ketuk dengan keras.Siapa sih pagi pagi gini masih aja gangguin kegiatan sleeping beauty gue?,gerutu Veren dalam hati.


"Siapa?",tanya Veren dari dalam kamar dengan suara parau khas orang bangun tidur.


"Aku boleh masuk gak?",tanya seseorang di luar kamarnya.


Suaranya kok kaga mirip sama bang Vero ya? Nih orang siapa sih bangunin gue sepagi ini? Gak mungkin lah Rega,dia kan dirawat dirumah sakit,terus nih orang siapa?,gumam Veren di dalam hati sambil mengerutkan alisnya heran.


"B..boleh",balas Veren ragu.


Pintu pun terbuka dan masuklah seorang remaja seumuran Veren.Wajahnya tampan persis seperti raut wajah Veren,hidungnya mancung ,alisnya tebal dan matanya yang tajam.Kulitnya yang putih bersinar membuat Veren membelalakkan matanya.Dia tersenyum manis menunjukkan deretan gigi putihnya menatap Veren yang masih melongo.


Nih orang wajahnya persis banget sama wajah gue,batin Veren semakin heran dan penasaran.


"Kamu siapa?",tanya Veren gugup.


"Masa kamu gak kenal sama aku?",tanya balik remaja itu sambil mengerutkan alisnya tak percaya.


Veren menggelengkan kepalanya pelan.Remaja itu menghela nafasnya sambil menepuk jidatnyya,ia tak menyangka kalau Veren lupa dengannya.


"Haduhh,ini aku Varel saudara kembar kamu",kata Varel tersenyun semanis mungkin.


"Bang Arel??",pekik Veren tak percaya.


"Iya ini aku,Eren",ucap Varel sambil menyunggingkan senyumnya.


Veren langsung memeluk tubuh Varel dengan erat.Sudah tiga tahun mereka berpisah dan tak pernah sekalipun mereka bertemu.


"Eren kangen sama abang hiks..hiks..hiks",ucap Veren menangis di pelukan Varel.


"Abang juga kangen sama kamu Ren",sahut Varel ikut menangis sambil mendekap tubuh Veren yang tingginya hampir sama dengannya.


Setelah melepas rindu selama bertahu-tahun,keduanya pun melepas pelukan erat diantara mereka.


"Abang kok pulangnya cepet sih? Bukannya dua bulan lagi?",tanya Veren heran.


"Iya dek,kebetulan sekolah abang liburan panjangnya dicepetin,jadi kata mama abang disuruh cepet cepet kesini buat nemenin kamu sama bang Vero",jelas Varel sambil meletakkan tas nya di meja belajar Veren.


"Eh kita berdua kaga boleh satu kamar ya",pinta Veren sinis.


"Iya abang tahu,abang pinjam kasur kamu dulu dong,punggung abang capek nih hush hush",bujuk Varel duduk di samping Veren sambil mengibaskan tangannya pura-pura mengusir Veren.


"Hmm kelakuannya sama aja kek dulu!",kesal Veren memutar kedua bola matanya.

__ADS_1


"Eh kamu udah punya pacar belom?",goda Varel menyipitkan matanya sambil terkekeh.


"Mmm..",kedua pipi Veren bersemu merah karena ucapan Varel.


"Hayoo kelihatannya udah punya nih?",goda Varel menyenggol lengan Veren.


"Apaan sih",tukas Veren dengan wajah malunya.


"Widihh bener nih kembaran aku udah punya pacar,abang aja masih jomblo",sahut Varel mengerucutkan bibirnya kedepan.


"Salah abang sih,udah ganteng pinter lagi tapi kaga pandai ngerayu cewe haha",ledek Veren tertawa.


"Iya deh abang akuin,eh bang Vero mana?",tanya Varel penasaran.


"Kayanya masih bobo cantik",ujar Veren santai.


"Ohh".


"Abang tadi kesini naik kereta apa?",tanya Veren penasaran.


"Naik kereta Argo Bromo Anggrek lah lumayan dapet luxury class nya",kata Varel menghempaskan tubuhnya di kasur Veren.


"Wahh gilaa naik kereta mahal kek gitu? Abang dapet uang darimana?",tanya Veren setengah kaget.


"Dikasih sama mama lah hehe",ujar Varel menggaruk kepalanya.


"Hehe,tau aja kamu Ren,oh ya yuk ikut abang jalan jalan ke mall ya abang mau traktir kamu,mau kan?",bujuk Varel memelas.


"Boleh,kalo di traktir hihihi",sahut Veren cekikikan.


"Ya emang rencananya abang yang traktir",tukas Varel melirik kembarannya.


"Iya iya,kapan nih berangkatnya?",tanya Veren tak sabar.


"Sekarang lah,tapi kamu mandi dulu masa cantik cantik ada bekas iler di wajahnya",ledek Varel menahan tawanya.


"Ishh abang!",kesal Veren memukul bahu Varel gemas.


"Udah buruan mandi entar abang tinggal loh!",pinta Varel menatap tajam kearah Veren.


"Hmmphh,iya iya".


Veren pun mengambil handuknya di gantungan dan langsung bergegas mandi,sedangkan Varel keluar dari kamar Veren berniat membangunkan Vero di kamarnya.Tak lama kemudian,Veren pun keluar dari kamar mandi dengan wajahnya yang segar.Ia mencari baju dan celana di lemari pakaiannya.


Setelah memakai baju,ia membawa tas kecilnya dan langsung keluar dari kamarnya.Varel sedari tadi menunggunya di teras sambil mengobrol santai dengan sepupunya Vero.


"Bang,selama disini Veren nakal gak?",tanya Varel penasaran.

__ADS_1


"Kagak,Veren mah anaknya baik,dia nurut kok sama abang selama kamu di Jakarta",kata Vero dengan nada santainya.


"Oh ya pacar Veren tuh siapa sih? Gue penasaran banget bang",ucap Varel memandang kearah Vero dengan tatapan tajamnya.


"Wohh santai bruh,pacarnya si Veren baik banget loh,dia ganteng juga tapi masih gantengan abang lah",jelas Vero terkekeh.


"Idihh pede tingkat dewa,nama pacarnya siapa bang?",tanya Varel kepo.


"Kepo banget sih lo",tukas Vero.


"Ya namanya gue kan kembarannya pasti harus tahu dia tuh pacaran sama siapa",ujar Varel melipat kedua tangannya di depan dada bidangnya.


"Hm gue kasih tahu,namanya tuh Rega dia anak kampung sebelah,kampung Saringan",jelas Vero menatap Varel.


"Ohh gitu ya,dia baik kaga sama Veren?",tanya Varel semakin penasaran.


"Buaikk banget,dia tuh anaknya romantis kalo udah deket sama Veren,terus tingkat humornya juga tinggi banget,gue suka sama tuh anak kalo udah gede entar si Veren langsung gue antar ke KUA",jelas Vero panjang lebar hingga Varel terkekeh geli mendengar penjelasannya.


"Siapa yang mau dibawa ke KUA?",tiba-tiba Veren muncul di samping Varel sambil bertolak pinggang menatap Vero dan Varel sinia.


Vero dan Varel langsung terlonjak kaget melihat kedatangan Veren secara tiba-tiba.Varel memandangi saudara kembarnya itu dari atas kepala hingga ujung kaki.Veren terlihat cantik dimata Varel dengan baju putih dibalut rompi jeans lengan panjang,celana berbahan kain ala remaja kekinian,serta sepatu sneakers sebagai alas kakinya dan hijab berwarna navy.Mereka berdua memandang kecantikan Veren dengan tatapan kagum dan mulut yang terbuka lebar.


"Eh bengong mulu,entar kemasukan lalat baru kapok",ketua Veren melihat keduanya dengan tatapan kesal.


"Ya ampun kembaran aku cantik banget",puji Varel menatap lekat wajah Veren.


"Yaiyalah hahaha",ujar Veren tertawa.


"Abang aku juga ganteng kok",puji Veren balik memeluk Varel yang memiliki wajah sama dengannya.


"Adik aku baik banget deh",ucap Varel membalas pelukan Veren.


"Gue gak ganteng?",tanya Vero membuyarkan momen Varel dan Veren.


"Ganteng kok tapi bandel!",goda Veren sambil menjulurkan lidahnya.


"Hmmppfft",Vero menghela nafasnya dengan kasar.


"Yuk kita ke mall",ajak Varel merangkul bahu Veren.


"Ayo",balas Veren merangkul bahu Varel.


"Hati hati di jalan!",pesan Vero yang masih ada di teras rumah.


"Siapp komandan",jawab mereka bersamaan.


◆◆◆

__ADS_1


To Be Continued...


__ADS_2