Remaja Smanker

Remaja Smanker
Keributan Sekolah


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Veren dan teman-temannya,ia kembali ke dalam rumah besarnya,lalu menuju ke dalam kamar pribadinya bersiap-siap untuk bergadang.


"Eyy bro",sapa Rega kearah Endra.


"Woyy si Veren udah pulang?",tanya Endra penasaran.


"Udah,yuk kita bergadang",ajak Rega menuju ke balkon.


"Kita mau ngapain di balkon?",tanya Endra bingung.


"Main gitar lah bro sambil nikmati keindahan suasana malam hari",kata Rega mengambil gitar kesayangannya.


"Ide bagus tuh,gue ajak Gilang sama Reno ya?",ujar Endra menuju ke pintu kamar Rega.


"Eh jangan jangan entar tuh si uler keket sama dugong joget bikin keributan disini",teriak Rega menahan Endra yang hampir membuka pintu.


"Bener juga ya,okelah maennya berdua aja",sahut Endra,lalu. mengambil gitar di tasnya.


"Rekomendasi lagu apa bro?",tanya Endra yang duduk di bangku dekat balkon.


"Mm celengan rindu aja deh",kata Rega sambil memposisikan gitarnya.


Alunan intro dari gitar berbunyi dengan merdu.Suasana di malam hari seakan ikut bernyanyi bersama mereka.Rega pun mulai bernyanyi dan memejamkan matanya.Ia bernyanyi dengan suaranya yang sangat merdu sambil menghayati setiap lirik-lirik lagu tersebut.


Hanya satu perempuan yang ia pikirkan,yaitu Veren.Gadis yang selama ini ia cintai dan berusaha untuk memilikinya.Ia memikirkan kisah-kisah kejadian pertama mereka bertemu,berkenalan,hingga bisa sedekat ini.Rega memandang kampung Telenan,kampung tempat tinggal Veren dari atas balkon.


Memikirkan Veren membuat hati Rega seakan tenang dan damai,tak ada satupun yang mengganggunya.Ia membayangkan betapa bahagianya saat bertemu dengan Veren.


Gue selalu berharap elo jadi milik gue seutuhnya sampai kapanpun Veren,gue bener bener cinta sama lo.Apapun keadaan lo akan gue terima apa adanya Veren.Gue sayang sama lo,gue kagak pengen lo jadi milik orang lain.I love you Veren,batin Rega dengan wajah tersenyum sambil memejamkan matanya membayangkan wajah Veren.


"Eh bro",panggil Endra yang mengagetkan Rega.


Rega hampir saja terjatuh dari balkonnya saking kagetnya dipanggil oleh Endra.


"Maaf bro,untung aja lo kaga jatuh",kata Endra.


"Apaan sih lo ngagetin aja",kesal Rega sambil meletakkan gitarnya di ujung balkon.


"Lo kenapa sih kaya aneh gitu?",tanya Endra heran.


"Ahh gue gapapa hanya kepikiran",kata Rega asal.


"Kepikiran siapa nih?",goda Endra menyenggol lengan Rega.


"Kepo amat sih lo",sahut Rega terkekeh,lalu membawa gitarnya masuk ke kamar.


"Mau tidur?",tanya Endra.


"Iya udah jam 12 nih gue ngantuk",sahut Rega cuek lalu merebahkan dirinya diatas kasurnya yang empuk.


"Okelah yuk tidur",kata Endra mengikuti Rega yang merebahkan dirinya.


***

__ADS_1


Pagi hari pun mulai menyambut hari mereka kembali ke sekolah.Endra,Gilang,dan Reno sudah siap di depan teras rumah Rega,terlihat dari muka mereka yang masih mengantuk apalagi Gilang yang selalu menguap,malas untuk pergi ke sekolah.Berbeda dengan Rega yang hari ini senang tanpa beban apapun di pikirannya.Hanya ada Veren yang selalu ada di pikirannya.


"Ma,Rega berangkat dulu ya",pamit Rega dengan wajah yag berseri-seri sembari mencium tangan mamanya.


"Iya hati hati ya sayang,temen temen kamu mana? Gak pamitan?",tanya Irene mencari keberadaan teman-teman Rega.


"Tuh di teras,Woyy lo bertiga kagak pamitan?",panggil Rega dari ara ruang tamu.


"Iya mau pamitan nih",sahut Endra masuk kedalam rumah Rega,diikuti Gilang dan Reno di belakangnya.


Mereka bertiga pun mencium tangan Irene secar bergantian.


"Kita berangkat dulu,Assalamualaikum",salam Rega dan teman-temannya bersamaan.


"Waalaikumsalam",balas Irene.


***


Veren pun sampai di depan sekolahnya.Ia berpamitan dengan abangnya yang ada di dalam mobil.


"Bang gue masuk ya",kata Veren sambil tersenyum.


"Tumben nih kaga minta tambahan?",tanya Vero terkekeh.


"Oh iya hampir lupa tambahan dong",kata Veren dengan wajah memelas.


"Iya iya,nih abang kasih lima ribu ya",ujar Vero menyodorkan selembar uang lima ribuan.


"Ya kok segini sih",kata Veren memonyongkan bibirnya.


"Mm iya deh,yaudah Veren berangkat dulu,Assalamualaikum",pamit Veren mencium tangan Vero.


"Waalaikumsalam",balas Vero.


Veren pun melangkahkan kakinya menuju koridor sekolah.Tiba-tiba,di belakangnya ada seseorang yang menepuk bahu Veren dari belakang.Sontak Veren merasa kaget dan langsung menoleh kearah belakang.


"Hai Verenn,tumben berangkat pagi?",sapa Kiki dengan senyuman manisnya.


"Hehe biasa kan gue selalu berangkat pagi",kata Veren membalas senyuman Kiki.


"Oh gitu,yuk jalan bareng ke kelas",ajak Kiki dengan senyum manisnya.


"Mm boleh juga",balas Veren sambil tersenyum.


"Lo tahu gak? Liburan di villa kemaren seru banget,pengen ngerasain lagi",kata Kiki yang membayangkan kejadian kemaren.


"Ala bilang aja kalo ada kak Reno makanya jadi seru",sahut Veren cekikikan.


"Ih Veren mah selalu gitu",kesal Kiki mencubit tangan Veren.


"Hahaha",Veren tertawa karena tingkah lucu Kiki.


Mereka berdua berjalan beriringan di sepanjang koridor.Tanpa mereka sadari,sepasang mata menatap mereka tajam dari kejauhan.Gerombolan itu pun menghampiri mereka yang sedang asyik mengobrol.

__ADS_1


"Woyy!!",panggil Wira hingga keduanya sontak menoleh.


"Lo ngapain sih ganggu terus?",ketus Veren cuek.


"Kita kaga ganggu kok tapi kita mau gangguin lo",sahut Erga siswa yang berbadan besar.


"Itu mah sama aja bro",kata Ferdian mmenyenggol tangan Erga.


"Oh iya gue lupa",ucap Erga.


"Lo ngapain lewat koridor kekuasaan kita?",tanya Wira sinis.


"Bukan urusan lo",ketus Kiki membela dan melindungi Veren di belakangnya.


"Lo kaga berhak ikut campur urusan gue sama Veren!",kata Wira dengan kasar sambil menunjuk Kiki dengan jari telunjuknya.


"Udah Kik,biar gue yang hadapin tuh anak",sahut Veren menatap tajam kearah Wira.


"Wah berani juga nih cewek",kata Wira membalas dengan tatapan sinis khasnya.


"Veren pliss lo jangan lawan mereka",paksa Kiki yang khawatir dengan Veren.


"Tenang aja biar gue urusin tuh badak songong",kata Veren menyuruh Kiki mundur.


"Berani juga ya lo nih rasain",Wira mulai meninju Veren tapi berhasil di tangkis oleh Veren.


Wira dan Veren pun bertengkar di koridor depan kelas XII,banyak siswa yang melihat keributan diantara mereka.Pukulan pertama dari Wira,berhasil di tangkis oleh Veren.Pukulan kedua,akhirnya Veren jatuh tersungkur ke lantai dengan darah segar yang meluncur bebas di dahi dan hidungnya hingga berjatuhan di lantai koridor dan Veren dalam keadaan tak sadarkan diri.


Kiki yang kaget melihatnya langsung berusaha membangunkan Veren dan sekuat tenaga ia mengangkat Veren,tapi tak berhasil.


"Kak lo tega banget sih pukulin Veren kek gini!",bentak Kiki yang tak tega melihat sahabatnya lemah tak berdaya.


"Serah gue lah,sekarang giliran lo yang gue pukul",kata Wira mendekat menatap tajam kearah Kiki.


Kiki memejamkan matanya berharap ada yang menolongnya dan membawa Veren ke rumah sakit.Tiba-tiba...


BRUKK!!


Wira jatuh tersungkur karena serangan seseorang.Kiki membuka matanya kaget dan melihat Rega yang memukul Wira dengan emosinya.


"Kik,lo bawa Veren ke rumah sakit sekarang pake mobil gue!!",pinta Rega yang masih berusaha melawan Wira yang bangkit dan dibantu oleh Ferdian dan Erga.


"I..iya kak",kata Kiki yang berusaha mengangkat Veren.


"Tapi lo gimana kak?",tanya Kiki cemas.


"Tenang aja gue gapapa yang penting Veren selamat,buruann!!!",teriak Rega yang masih berusaha melawan Wira.


"Sini Kik gue bantu",sahut Reno dan Gilang yang membantu Kiki membawa Veren ke rumah sakit.


"Makasih kak Reno",ucap Kiki dengan perasaan lega.


"Iya sama sama sekarang lo ikut gue anter Veren ke rumah sakit,jangan lupa kabarin abangnya Veren sama sahabat lo",kata Reno yang bersusah payah membawa Veren ke mobil Rega.

__ADS_1


"Iya kak",sahut Kiki mengambil ponselnya.


To Be Continued....


__ADS_2