
"Oke Ga",jawab mereka semua kompak.
Mereka pun keluar dari bus mencari warung yang ada di sekitar mereka ditemani dengan pak Riyadi si supir bus.Rega yang menoleh ke kanan ke kiri mencari warung tapi tak kunjung ia temukan.Tiba-tiba....
BUG!
Reno terjatuh ke tanah.Sontak yang lainnya langsung kaget mendengar suara yang agak keras itu.Mereka menghampiri Reno yang meringis kesakitan.
"No,kok elo bisa jatuh sih?",tanya Kiki khawatir.
"Gue kesandung batu Kik,lumayan gede batunya",kata Reno menunjuk kearah batu yang agak besar di belakangnya.
"Eh lutut lo lecet nih",sahut Endra memegang lutut Reno.
"Awww,sakit Ndra!!",teriak Reno kesal.
"Ya maap namanya gue kaga tahu kalo rasanya sakit",jawab Endra asal.
"Udah udah,yuk buruan kita cari warung,siapa tahu ada warung yang punya obat buat nyembuhin luka Reno",saran Rega.
"Iya yuk,takutnya nanti lukanya kak Reno malah infeksi",imbuh Veren sambil meneteng tasnya.
"Ah gue kaga mau infeksi",kata Reno takut.
"Makanya buruan berdiri,masuk UGD baru tahu rasa lo",ujar Gilang sambil berkacak pinggang seperti ibunya Reno.
"Eh lo mau tuker peran ya sama mama gue?",kesal Reno yang berusaha bangkit.
"Ah ogak lah gue mah cuma niru aja",sahut Gilang asal.
"Aelah lo berdua malah ribut mulu,yuk buruan cari warung",timpal Rio yang kesal melihat tom and jerry yang membikin keributan.
"Tahu tuh",sahut Farhan ikutan.
Mereka pun melanjutkan pencarian warung agar dapat menolong mereka.Tak lama kemudian,mereka menemukan sebuah warung yang agak dekat dengan lokasi dimana bus mereka tertubruk oleh pohon yang tumbang dan menghalangi jalanan.
"Tuh ada warung barokah",seru Rega dengan perasaan lega.
"Asikk akhirnya nongol juga tuh warung",timpal Gilang,lalu meninggalkan Rega dan yang lainnya dengan melompat-lompat tidak jelas.
"Heh Lang,lo lompat lompat kek gitu kaya monyet kelimpungan cari pisang aja hahaha",teriak Endra yang meledek Gilang dari jauh.
"Yee emang gue monyet apa? Lo tuh badut nayap! Sukanya mbolang teross kaga ada hentinya cari cari kereta!",balas Gilang berteriak.
"Awass lo uler keket!",geram Endra mengepalkan tangannya.
"Udah Ndra,tahan emosi lo,entar dia juga berhenti kata katain lo",kata Rega menenangkan Endra agar tak menyerang Gilang.
"Humpfft,iya Ga",balas Endra sambill menghela napasnya kasar.
Seorang pria muda dan wanita tua menyambut kedatangan mereka dengan ramah.Rega dan ketujuh temannya langsung membalas senyuman ramah mereka.
"Halo kalian semua tersesat ya?",tanya bu Yuli wanita tua yang menjaga warung itu bersama anaknya.
"Nggak bu,kita semua mau minta bantuan boleh kaga bu?",tanya Rega sopan.
"Boleh bang,kalo gak tersesat,,pasti motor atau busnya ketabrak pohon tumbang ya?",sahut Faza seorang pria muda yang membantu ibunya berjualan di warung.
"Wihh kok elo bisa tahu sih? Peramal ya?",timpal Reno terkekeh dan mendapat pukulan dari Kiki di kepalanya.
"Iya lah bang,banyak kok motor atau bus yang penumpangnya turun disini karena ada pohon tumbang",jelas Faza panjang lebar.
"Ohh gitu ya,oh iya kira kira lo bisa benerin bus itu gak? Sekalian bantu kita angkat tuh pohon",kata Endra sambil menunjuk bus yang bagian depannya agak peyok karena menabrak pohon tumbang.
__ADS_1
"Kalo ini mah gampang bang,sini saya benerin",kata Faza santai,lalu masuk untuk mengambil alat-alat perbaikannya.
"Mari bang ikut saya",ajak Faza dan dibalas anggukan oleh Endra dan pak Riyadi.
"Lang,Yo,Han ikut kita dong bantuin angkat pohon sama benerin bus",ajak Rega.
Rega,Endra,Gilang,Rio,Farhan,Faza,
dan pak Riyadi pun bergegas menuju bus mereka yang tertabrak pohon tumbang,sedangkan Veren,Kiki,dan Reno berada di warung sambil memesan makanan agar mereka tak kelaparan.
Reno yang sedari tadi masih memegangi lututnya yang lecet dan penuh luka.Kiki yang tersadar dengan keadaan Reno langsung menghampiri bu Yuli.
"Permisi bu,ada obat merah nggak?",tanya Kiki sopan.
"Oh ada neng,sebentar ya saya ambilkan",kata bu Yuli,lalu masuk kedalam warungnya.
"Ini neng obatnya".
"Oh ya makasih ya bu,nanti saya kembalikan",ucap Kiki.
"Iya neng".
Kiki pun menghampiri Reno yang sedang duduk di depan warung sambil menahan luka lecet di lututnya.
"Kiki?",gumam Reno yang baru menyadari kehadiran Kiki di sebelahnya.
"Iya No,ini gue bawain lo obat merah buat nyembuhin luka lo",kata Kiki lalu mengambil obat merahnya.
"Ah kaga usah deh ki,kaki gue mah gapapa",ujar Reno sok kuat.
"Masa sih?",goda Kiki lalu menyentuh kaki Reno perlahan.
"Aww sakit!!!",teriak Reno keras.
"Ya maap",jawab Reno asal.
"Sini gue obatin",kata Kiki lalu mengambil kapas yang sudah diberi cairan obat merah.
"Pelan pelan ya Kik",ucap Reno memperingatkan.
"Iya iya",kata Kiki.
Reno memandang wajah Kiki dari samping saat Kiki sedang mengobati luka di lutut Reno.
"Nih luka lo udah sembuh,tapi gue heran deh ngapain lo kaga teriak kek tadi ya pas gue pegang lutut lo?",kata Kiki heran,lalu menoleh kearah Reno yang masih menatapnya.
"Soalnya gue kaga ngerasain sakitnya luka di lutut gue saat gue lihat wajah lo yang manis",tanpa Reno sadari ucapannya terlontar sendiri dari mulutnya.
Kiki terdiam sejenak,menahan malu akibat gombalan Reno yang hampir membuatnyaa terbang.
"Yee gue cariin dari tadi,malah berduaan disini",kata Veren yang tiba-tiba muncul di belakang mereka.
"Verenn??",teriak mereka berdua bersamaan saking kagetnya.
"Iya gue,kak Reno kalo lukanya udah mendingan,tuh sono bantuin Rega sama yang lainnya",kata Veren sambil menunjuk kearah Rega dan teman-temannya.
"Iya iya gue bantu",sahut Reno kesal,lalu berjalan kearah Rega dan yang lainnya.
"Ihh yang berduaan sama kak Reno",goda Veren lalu duduk di sebelah Kiki.
"Isshh lo bisa aja",kesal Kiki tersipu malu.
"Yaiyalah gue hehe",kata Veren nyengir.
__ADS_1
"Hemm".
***
Tak lama kemudian,bus mereka pun selesai di perbaiki dan pohon tumbang tersebut sudah disingkirkan dari jalanan.
"Ah akhirnya,makasih ya Za,lo udah bantuin kita benerin bus",ucap Rega berterima kasih kepada Faza.
"Sama sama bang",sahut Faza sambil membereskan kotak alatnya.
"Jadi kita bisa pulang sekarang kan pak?",tanya Endra ke pak Riyadi.
"Bisa nak,yuk kita segera berangkat",ajak pak Riyadi kedalam bus.
"Eh Ga,lo panggilin si Veren sama Kikik biar cepet cepet kesini",ujar Gilang.
"Yoi Lang".
Rega bergegas menghampiri Veren dan Kiki yang sedang asik mengobrol di depan warung.
"Veren yuk buruan ke bus",ajak Rega sambil menarik tangan Veren.
"Sudah siap ya?",tanya Veren penasaran.
"Iya Veren yang cantiknya kek bidadari kayahngan",kata Rega sambil menyunggingkan senyuman tampannya.
"Aelah gombal teruss",kesal Veren memonyongkan bibirnya.
"Ihh jangan marah atuh neng".
"Bisa aja lo,buruan ke bus yuk",ajak Veren.
"Eh kita pamit dulu dong sana bu Yuli",kata Kiki lalu mengajak mereka masuk kedalam warung.
"Bu kita semua pamit ya",ucap Rega bersalaman dan mencium punggung tangan bu Yuli diikuti Veren dan Kiki.
"Eh iya nak Rega hati hati ya",katabu Yuli tersenyum dengan ramah.
"Makasih ya bu udah bantuin kita semua,saya harap bisa ketemu sama ibu lagi",kata Veren membalas senyuman bu Yuli.
"Iya nak sama sama",ucap bu Yuli.
"Kami pamit ya bu",ujar mereka bertiga bersamaan.
"Iya hati hati yaa",balas bu Yuli sambil melambaikan tangannya.
Rega,Veren,dan Kiki pun masuk kedalam bus sambil melambaikan tangannya kearah Faza dan bu Yuli.Tak lama kemudian,bus pun tancap gas dan berangkat untuk mengantar mereka semua pulang.
•
•
•
•
•
•
jangan lupa vote,like,dan komen yaa
terima kasih banyak ya yang sudah baca novelku hihihi♥♥
__ADS_1
semoga authornya bisa langsung up terus.