Remaja Smanker

Remaja Smanker
Traktiran (2)


__ADS_3

Rega sudah stand by lebih cepat sebelum teman-temannya datang.Ia kebingungan mencari penampakan teman-temannya yang tak kunjung muncul.Tak lama kemudian,ia melihat Gilang dan Reno yang datang menghampiri Rega yang kelihatannya masih mencari teman-teman yang lainnya.


"Ga lo kaga masuk?",tanya Reno heran.


"Gue mau nunggu Endra sama yang lain",kata Rega yang masih melihat ke arah kanan dan ke kiri.


"Ayolah Ga,gue laper nih,perut gue lagi ngadain konser dangdut dadakan nih",kata Gilang yang tak sabar untuk segera memesan makanan.


"Eh uler keket tungguin dulu napa",omel Reno mencegah Gilang masuk ke warung.


"Gue laperr nih,palingan kalo elo bisa denger perut gue yang ngadain konser dangdut dadakan pasti lo bakal berubah jadi dugong joget",kata Gilang menoyor kepala Reno.


"Paan sih lo mukul mukul gk jelas",gerutu Reno kesal.


"Ya maapin adek",goda Gilang sambil mencubit pipi Reno.


"Ihh gila lo Lang",teriak Reno kesal,lalu mendekat ke tubuh Rega.


"Ngapain lo?",tanya Rega heran.


"Gue kaga mau deket tuh anak,bisa bisa nanti gue bakal Gila kek dia",kata Reno sambil menunjuk Gilang kesal.


"Aelah lo pikir gue gila? Gue cuma kebawa emosi kali",kata Gilang asal.


"Bisa aja lo",gerutu Reno kesal.


Tak lama kemudian,Endra dan yang lainnya sampai di warung nasi goreng yang Rega pesan.Mereka semua menumpang di mobil Endra agar bisa berangkat bersama-sama.


"Lama banget!",kesal Rega saat berdiri dihadapan Endra.


"Sorry bro,tadi Veren sama Kiki lama banget ke indomaretnya",jelas Endra.


"Okelah yuk masuk",ajak Rega kepada seluruh temannya.


Rega memesan meja nomor 08 untuk teman-temannya dan dirinya sendiri.Ia sengaja memilihkan bangku untuk Veren yang posisinya ada di dekatnya.


"Hai?",sapa Rega ramah.


"Oh hai",jawab Veren sambil meletakkan ponselnya di tas kecilnya.


"Lo lagi ngapain?",tanya Rega sambil mengamati wajah Veren yang menurutnya cantik dimatanya.


"Kan ngobrol sama lo",kesal Veren.


"Haha iya ya gue gak nyadar",kata Rega sambil cengar-cengir menunjukkan sederet gigi putihnya.


"Eh si Rega lagi pdkt tuh ke Veren",cerocos Gilang sambil meminum seteguk es teh.


"Apaan sih?",kesal Rega melirik Gilang tajam.


"Ya maap",kata Gilang asal.


"Veren,si Rega tuh mau nembak lo,terima aja deh",teriak Reno sambil tertawa terbahak-bahak.


"Heh mulut lo tuh dijaga ya!",kesal Kiki sambil menatap Reno sinis.


"Iya kiki yang cantik",kata Reno sambil tersenyum manis kearah Kiki dan dibalas cubitan di bagian perutnya oleh Kiki.


"Ngapain senyum senyum?",kesal Kiki dengan tangannya yang sudah berkacak pinggang.


"Soalnya lo cantik",kata Reno to the point.


Pipi Kiki langsung merah merona karena kalimat Reno yang membuatnya akan terbang melayang ke awan.Reno melihat reaksi Kiki yang membuantnya ingin mencubit pipi tembennya,tapi niat itu ia urungkan.

__ADS_1


"Ciee Kiki sama kak Reno pdkt an nih",goda Rio.


"Ihh bener tuh",timpal Veren.


"Apaan sih Ren",kesal Reno malu-malu.


"Kalo suka langsung tembak jangan malu-malu,ntar kucingnya dateng",timpal Gilang cekikikan.


"Lo gajelas banget dah",kata Endra menepuk bahu Gilang sambil menepuk bahunya keras hingga Gilang tersedak.


"Lo apaan sih? Maen tepuk segala",kesal Gilang,lalu meminum es teh dingin yang ada di depannya.


"Elo tuh kalo ngomong yang jelas dikit dong",omel Endra.


"Yee emangnya kalimat gue kaga jelas?",tanya Gilang asal.


"Yaiyalah!!",teriak Endra di hadapan Gilang.


"Ishh sabar dikit napa",gerutu Gilang.


"Serah lo",kesal Endra sambil membalikkan badannya.


Rega dan teman-temannya terkekeh melihat aksi kekesalan si badut nayap terhadap uler keket.Tak lama kemudian,pesanan mereka datang tepat sehabis Endra dan Gilang menyelesaikan dramanya.


Mereka semua pun menyantap makanan mereka dengan lahap.Rega ingin menahan tawanya ketika melihat Veren menyantap makanan di hadapannya dengan cepat sampai-sampai ada bekas sisa nasi goreng di mulutnya.


"Eh mulut lo ada bekas sisa nasi goreng tuh",kata Rega,lalu mengambil tisu dan mengusapnya perlahan di wajah Veren.


"Makasih",kata Veren malu.


"Iya Veren",kata Rega tersenyum manis.


"CIEEEEE",teriak seluruh teman-temannya yang melihat kelakuan Rega kepada Veren.


"Apaan sih kalian",kata Veren tersenyum malu.


"Abis lo so sweet banget sama kak Rega",timpal Rio yang hampir tersedak saat menyantap nasi gorengnya.


"Lo bisa aja Yo",sahut Rega malu.


"Hehe Rio gitu loh",kata Rio nyengir.


Akhirnya,acara traktiran yang diadakan Rega untuk mengusir rasa kegundahan Gilang pun telah usai.Mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Veren lo bareng gue gak?",tanya Endra saat memasuki mobilnya diikuti bersama teman-temannya.


"Eh....",kalimat Veren terpotong.


"Dia bareng gue aja",kata Rega yang berdiri di samping Veren.


"Kalo gitu gue balik dulu",pamit Endra,lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.


"Bye Kiki",teriak Veren kearah Kiki yang membuka kaca jendela mobil.


"Bye Veren",balas Kiki sambil melambaikan tangannya.


"Yuk naik",ajak Rega yang menyodorkan helm ke tangan Veren.


Veren hanya mengangguk,lalu naik ke motor Rega.Motor Rega pun melaju membelah padatnya suasana jalanan pada malam hari.Tak lama kemudian,ia sampai di Kampung Telenan tempat Veren tinggal.


"Ini kampung lo ya?",tanya Rega yang sedang fokus menyetir.


"Iya".

__ADS_1


"Deket banget sama kampung gue",sahut Rega yang melirik kearah kaca spion agar ia bisa melihat wajah Veren.


"Oh ya? Kampung lo dimana?",tanya Veren penasaran.


"Kampung Saringan",kata Rega.


"Oh pantes aja deket",kata Veren terkekeh.


"Kalo kampung kita deket,berarti kita sejodoh dong",goda Rega yang melirik Veren di kaca spionnya.


"Ishh lo bisa aja",kata Veren tersipu malu.


Mereka berdua pun asyik bercanda ria saat perjalanan menuju rumah Veren yang letaknya di Kampung Saringan.Akhirnya,Veren pun sampai di rumahnya dengan selamat.


"Makasih ya Ga",kata Veren sambil tersenyum,lalu melepas helm dan menyodorkan helm tersebut kepada Rega.


"Iyaa sama sama,btw malem ini kok lo agak berubah ya?",tanya Rega yang mengamati wajah Veren.


"Berubah? Berubah apanya?",tanya Veren bingung.


"Malam ini kamu seolah olah menyihirku Ren",kata Rega agak keheranan.


"Menyihir? Emangnya gue mak lampir?",tanya Veren sedikit kesal.


"Gue kayaknya tersihir oleh kecantikan lo yang selalu gue bayangin di mimpi gue",kata Rega serius.


"Ih lo bisa aja,udah ya gue masuk dulu",pamit Veren,lau membuka gerbangnya.


"Verennn!!!",panggil Rega mendadak.


"Apaa?",tanya Veren seraya mendekat kearah Rega.


"Good night",kata Rega sambil tersenyum manis yang menambah ketampanannya.


"Gue pikir kenapa,iya too",balas Veren malu.


"Udah deh lo masuk jangan diluar,dingin looh",kata Rega khawatir.


"Iya iya gue masuk".


"Oh ya jangan lupa support tim SMANKER ya",pesan Rega mengingatkan Veren.


"Gak mungkin gue lupa,gue pasti support lo sama temen temen basket lainnya",kata Veren antusias.


"Makasih ya,sampai jumpa di sekolah",pamit Rega,lalu menyalakan mesin motornya.


"Hehe iyaa",balas Veren tersenyum.


Lo manis banget si Ren kalo senyum kayak gitu malah lebih manis dari madu,pokoknya gue suka lo,batin Rega berbunga-bunga.








Jangan lupa like,komen,dan vote yaa:)

__ADS_1


Maafin author kalo ada kata kata yang salah hihihi


__ADS_2