Remaja Smanker

Remaja Smanker
Di Rumah Sakit (2)


__ADS_3

"Abangg??",pekik Veren kaget sambil melongo.


"Iya ini aku,biasa aja kali mukanya",kata Vero yang terkekeh.


"Ishh,Veren mah cuma kaget sama kedatangan bang Vero",kesal Veren.


"Iya deh,nih aku bawain bubur ayam kesukaan kamu",kata Vero menyiapkan bubur untuk Veren.


"Widihh makasih ya,makin sayang deh sama abang hihi",ucap Veren lalu melahap bubur ayam itu.


"Ala bisa aja kamu Ren,ihh abang juga sayang deh sama Veren",sahut Vero yang wajahnya bersemu merah.


"Bang,Veren pengen sekolah",gerutu Veren dengan wajah cemberut.


"Sabar ya,kamu juga ngapain sih maen nantang nantang segala sama musuh bebuyutan kamu",ujar Vero sambil melahap bubur miliknya.


"Kok bang Vero bisa tahu?",tanya Veren heran.


"Aku di kasih tahu sama si Rega,pacar kamu tuh",goda Vero sambil tersenyum kearah Veren.


"Hah pacar?? kata siapa kita pacaran?",tanya Veren kaget,tanpa sadar pipinya merah merona karena malu dengan ucapan abangnya barusan.


"Hahaha aku bercanda adikku sayang,tuh liat muka kamu udah merah kek tomat",goda Vero tertawa terbahak-bahak hingga ia tersedak.


"Uhuk uhuk",Vero pun tersedak,lalu bergegas mencari air untuk diminum.


"Rasain tuh!",kesal Veren,lalu melanjutkan makan buburnya sambil menonton tv.


"Yaelah pake dikapokin segala",gerutu Vero sebal.


"Ya maap",kata Veren sambil tersenyum menunjukkan giginya yang putih.


"Hmm,oh iya abis ini abang pergi kuliah


dulu ya",ujar Vero melanjutkan makan bubur ayamnya.


"Terus,Veren sendirian?",tanya Veren cemberut.


"Enggak,nanti sekitar satu jam lah temen kamu bakal nemenin disini",kata Vero,lalu membuang bungkus buburnya.


"Yaelah lama banget si bang",gerutu Veren bosan.


"Ya abis gimana lagi,kan temen temen kamu pulangnya jam setengah empat sore,sekarang aja baru jam setengah tiga",sahut Vero sambil menatap jam dinding di atas tv.


"Mm yaudah deh",ujar Veren memonyongkan bibirnya.


"Abang berangkat dulu ya",pamit Vero sambil mengacak kerudung Veren gemas.


"Iya hati hati bang",balas Veren mencium tangan Vero.


"Kamu baik baik disini ya,kalo ada orang gak dikenal jangan lupa telpon abang",pesan Vero.


"Emang kek dirumah?",gerutu Veren sebal.


"Ahh bisa aja adek abang yang cantiknya kek bidadari kepleset lantai kamar mandi",goda Vero mengusap kerudung Veren.


"Ishh bang Veroo!!!",teriak Veren kesal sambil mencubit perut Vero.


"Duh kaga ada abisnya aku godain adek bidadari kesayanganku,udah deh bang Vero berangkat dulu ya,Assalamualaikum",pamit Vero sambil tersenyum.


"Waalaikumsalam",balas Veren.


Setelah Vero meninggalkan Veren sendirian di kamarnya,suasana kamar berubah menjadi sepi dan sangat membosankan.Apalagi tv yang selalu menayangkan drama membuat tingkat kebosanan Veren semakin bertambah.Ia ingin jalan-jalan keluar menghirup udara segar,tapi tak ada yang menemaninya.


Akhirnya,Veren memilih tidur sebentar untuk memulihkan badannya yang lemas.Hampir saja ia tertidur,tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar rawatnya.Sontak Veren kaget dan mengintip di dalam selimut.Ternyata itu Adrian yang berniat menjenguk Veren sambil membawakannya buah-buahan segar.


"Hai Veren",sapa Adrian dengan senyum manisnya.


"Hai,kok bawa buah,emang buahnya buat siapa?",tanya Veren polos.


"Yaelah pake nanya lagi,ya buat lo dong",ujar Adrian menyodorkan sekantung buah apel segar.


"Mm kaga usah deh buat lo aja",tolak Veren halus.


"Di terima dong,gue belinya pake uang sendiri",bujuk Adrian menyodorkan buah itu lagi.


"Mm iya deh makasih ya",ucap Veren tersenyum.


"Iya sama sama",balas Adrian ikut tersenyum.

__ADS_1


"Lo kaga sekolah?",tanya Veren heran.


"Gue terpaksa gak sekolah Ren",kata Adrian sambil menarik kursi,lalu duduk di samping ranjang Veren.


"Emang kenapa?",tanya Veren penasaran.


"Adik gue lagi sakit dan gak ada yang jagain",ucap Adrian dengan raut sedihnya.


"Emang adik kak Adrian sakit apa?",tanya Veren semakin penasaran sekaligus khawatir.


"Adek gue lagi sakit demamnya tinggi",kata Adrian semakin cemas dengan adiknya.


"Oh gitu,gue ikut cemas kak,mm dia dirawat di ruang berapa?",tanya Veren penasaran.


"Tepat di sebelah kamar lo",jelas Adrian.


"Ohh,btw kok lo tahu kalo kamar gue ada disini?",tanya Veren curiga.


"Soalnya gue denger lo masuk rumah sakit gara gara Wira",kata Adrian memandang Veren.


"Oh gitu ya",sahut Veren menganggukkan kepalanya.


Adrian pun melihat sekeliling ruangan di kamar Veren dan pandangannya tertuju kearah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah empat sore.Ia pun langsung bergegas berpamitan dengan Veren dan akan menemui adiknya yang sedang menunggu.


"Veren,gue ke kamar adek dulu ya",pamit Adrian dan dibalas anggukan oleh Veren sambil tersenyum.


"Dah",Adrian melambaikan tangannya kearah Veren.


"Dah",balas Veren.


Tak lama kemudian,Adrian keluar dari kamar Veren dan berjalan menuju kamar adiknya.Selepas Adrian pergi,teman-teman Veren mulai berdatangan menuju ke kamar Veren.


"Hai Veren",sapa Rega ceria.


"Heh salam dulu",sahut Kiki kesal.


"Eh iya,Assalamualaikum Veren",salam Rega sambil menuju ke ranjang Veren.


"Waalaikumsalam",balas Veren tersenyum senang.


"Gimana keadaan lo?",tanya Rega penasaran.


"Udah baikan",kata Veren sambil memandang sebuah kantong yang dibawa oleh Rega.


"Oh ini kue buat lo,sengaja tadi gue mampir ke toko roti buat beliin ini khusus buat lo",kata Rega menyerahkan kantong berisi roti.


"Makasih ya Ga",ucap Veren lalu meletakkan roti itu di meja sebelah ranjangnya.


Mata Rega memandang heran kearah sekantong buah di meja sebelah ranjang Veren.Di dalam hatinya bertanya,apakah ada orang selain bang Vero yang kesini?.


"Wihh ada apel nih kesukaan gue,di kasih siapa nih?",tanya Reno yang langsung menyambar sekantung buah apel.


"Tadi kak Adrian kesini jenguk gue",jelas Veren yang berusaha bangkit dari posisi tidurnya.


"Adrian?",tanya Rega menaikkan satu alisnya heran.


"Iya kak Adrian dari kelas XII-Venus",ujar Veren sambil menganggukkan kepalanya.


"Oh si Adrian",kata Rega santai,walaupun di dalam hatinya terbesit rasa cemburu.


"Eh kok gue kaga lihat Farhan ya?",tanya Veren mencari keberadaan Farhan.


"Kata bu Sekar dia lagi sakit ada suratnya di kelas",sahut Rio yang sibuk menekan tombol remote tv.


"Ohh pantesan gak masuk",kata Veren paham.


"Ren cepet sembuh dong gue pengen liat senyum lo di sekolah",ujar Rega menggenggam kedua tangan Veren.


"Iya Ren,kita semua pada kangen sama lo",imbuh Kiki yang ada di sebelah Rega.


"Gue juga pengen sembuh,doain gue ya biar bisa main sama kalian kek dulu",kata Veren yang amat rindu dengan suasana sekolahnya.


"Kita semua selalu berdoa buat kesembuhan lo",balas Gilang dan yang lainnya mengangguk.


"Aminnn,makasih ya kalian semua baik banget dah sama gue",sahut Veren tersenyum ceria.


"Nah gitu dong Ren,kan keliatan cantiknya",kata Endra polos.


"Ehmm,ehmm",dehem Rega kesal.

__ADS_1


"Eh sorry ya,gue lupa kalo ada yang cemburu",ucap Endra menggaruk kepalanya kikuk.


"Haha maen cemburu terus lo Ga",sahut Reno menepuk bahu Rega keras.


"Sakit dugong!",teriak Rega meringis kesakitan.


"Ya maap",kata Reno asal.


Mereka semua bercanda senang di kamar rawat Veren sambil melihat adegan Gilang yang berebut remote tv dengan Rio hingga berguling-guling di lantai saking kesalnya.


"Heh kembaliin remotenya kak!",pinta Rio kesal.


"Enak aja,ngalah dong sama yang tua",sahut Gilang kesal.


"Emangnya lo mbah gue apa?",timpal Rio sebal.


"Pokoknya kembaliin!!",pinta Gilang yang mulai sebal dengan Rio.


"Gak mau!",sahut Reno.


"Heh lo berdua berantem mulu,sini remotenya",teriak Endra kesal lalu mengambil remote dari tangan Gilang dan Rio.


"Yahh.... kembaliin remotenya atuh mas",bujuk Gilang sambil mengedipkan matanya layaknya anak perempuan yang manja.


"Hiii kesel gue liat kelakuan lo kek cewek nih anak",kesal Endra yang sibuk menekan remote,mencari acara tv.


"Ya maap,boleh nonton bareng ya?",bujuk Gilang yang sudah terlanjur duduk di sebelah Endra diikuti Rio yang cengengesan.


"Belum aja gue suruh lo duduk",kata Endra mengerutkan alisnya.


"Ya maap",sahut Rio asal.


Rega,Veren,Kiki,dan Reno hanya tertawa melihat tingkah laku Endra,Gilang,dan Rio yang asyik menonton tv sambil berebut remote.


Hari pun mulai sore,sinar matahari perlahan mulai hilang dari balik jendela kamar rawat Veren.Mereka semua telah sadar bahwa hari sudah gelap,tak lama mereka pun pamit untuk pulang kerumah mereka masing-masing untuk membersihkan diri.


"Kita semua pulang dulu ya Ren",pamit Rio yang menghampiri ranjang Veren.


"Iya deh kalian pulang dulu gih,mandi gitu",kata Veren sambil memakan rotinya.


"Nanti yang jagain lo siapa?",tanya Rega khawatir.


"Entar bang Vero yang jagain gue",sahut Veren.


"Nanti gue kesini lagi ya",kata Rega.


"Terserah lo deh",ujar Veren sambil tersenyum manis.


"Aduhai abang kaga kuat liat senyumnya",goda Rega dengan gombalan khasnya.


"Ih bisa aja lo",ujar Veren mencubit perut Rega dengan kesal.


"Hahaha",Rega tertawa sambil meringis kesakitan.


"Oke lah Ren,kita balik dulu ya cepet sembuh loh",kata Kiki memeluk sahabatnya itu.


"Siapp apapun demi temen gue",balas Veren memeluk Kiki.


"Dah Veren,Wassalamualaikum",salam mereka semua bersamaan.


"Waalaikumsalam",balas Veren melambaikan tangannya.


Veren pun merasa bosan kembali saat teman-temannya sudah pergi meninggalkannya.







To Be Continued....


Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya ya hehehe...


Maafin author jarang up hihi...

__ADS_1


Makasih juga yang udah mau baca novel Remaja Smanker...


Makasihhhh...


__ADS_2