Remaja Smanker

Remaja Smanker
Endra dan Naura


__ADS_3

Keesokan harinya,Rega bangun pagi tak seperti biasanya.Diliriknya jam yang ada di ponselnya menunjukkan jam setengah lima pagi.Ia pun sesekali menoleh kearah Endra yang masih ngebo di kasurnya.Rega pun berjalan lesu kearah dapur berniat mengambil segelas air putih.Saat menuruni tangga,ia melihat bayangan seseorang yang sedang mencari sesuatu di kulkas dapurnya.


Duh bangun pagi udah digentayangin sama makhluk mata kasat,eh mahkluk kasat mata,batinnya bergidik ngeri.Tapi ia langsung menepis semua rasa takutnya,lalu berjalan santai menuju ke dapur.


Ia pun pura-pura mengacuhkan bayangan seseorang tersebut yang masih sibuk mencari sesuatu.Karena penasaran,Rega pun memberanikan dirinya menghampiri seorang wanita yang membuat dirinya kepo tingkat dewa.


"Cari apa?",tanya Rega yang mulai membuka suara tapi nada yang selalu digunakan olehnya adalah nada dingin.


Wanita itu menoleh kearah Rega.Ia dibuat kaget karena mendapati muka wanita itu yang warnanya putih.Rega pun menjerit seperti anak kecil lalu berlari terbirit-birit kearah ruang tamu dan tanpa ia sadari,dirinya menabrak pintu yang membuatnya jatuh terjungkal ke belakang.


"Pliss ampunin gue hantu tepung,gue kaga pernah bikin salah sama elo,sueerrr",Rega berkata sambil menyatukan kedua tangannya sambil menunduk.


"Kamu apa apaan sih?",Seketika Rega kaget dengan suara yang sangat familiar di telinganya,ia mendongak dan mendapati mamanya yang menatapnya heran.


"Eh mama,kirain tadi hantu tepung",ujar Rega menggaruk kepalanya kikuk.


"Ohh kamu kira mama hantu tepung? Sini kamu!!",geram Irene yang berusaha mengejar anaknya yang selalu bersikap onar kepadanya.


Ini bukan pertama kalinya ibu dan anak itu saling mengejar,bahkan hampir setiap hari mereka melakukan rutinitas olahraga kejar-kejaran.Sedangkan di kamar Rega,Endra masih nyaman bergelut dengan guling yang ia peluk serta selimut yang hangat,tapi kenyamanannya hilang seketika karena suara ribut dari lantai bawah.Ia pun terpaksa bangun dan bergegas menyelidiki keributan tersebut.Betapa kaget dirinya saat melihat Rega yang dikejar oleh ibunya sendiri bak tom and jerry.


Endra nyaris tertawa terbahak-bahak hingga perutnya sakit.Irene yang sadar karena mendengar tawa Endra yang menggelegar langsung menghampirinya dengan tatapan kesal.


"Oh mau di kejar juga ya?",ancam Irene tersenyum miring.


"Eh ampun tante saya gak ada niatan tertawa kok cuma refleks",kata Endra sambil berlutut.


"Kamu apa apaan sih Ndra,duh kalian tuh bener bener nyebelin ya",kesal Irene lalu dirinya menyerah dan menuju ke lantai atas.


"Sumpahh,nyokap lo lucu bener bro",ujar Endra menyenggol bahu Rega.


"Hahahaa",jawab Rega tertawa geli.


1 jam kemudian...


Rega dan Endra bergegas menuju ruang makan.Dilihatnya Irene yang sedang memasak dan menyiapkan makanan,sedangkan Zendra tengah duduk santai sambil memandangi setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh istrinya.


"Bokap lo demen banget pandangin nyokap lo",bisik Endra cekikikan.


"Biasa bokap gue luarnya adem kek es batu tapi dalemnya bucin abis",bisik Rega sambil menggelengkan kepalanya.


Zendra yang menyadari kehadiran anaknya dan temannya langsung memergoki mereka karena tak sengaja mendengar sedikit percakapan mereka.


"Kalian membicarakan saya?",tanya Zendra curiga sambil menautkan satu alisnya tak lupa disuguhi tatapan tajam.


"Ehh enggak kok Pa,kita lagi bicarain si Gilang yang kemaren tuh nari nari kek uler keket di perempatan deket warkop saringan",alibinya sambil memutar bola matanya keatas,sedangkan Endra ingin sekali tertawa keras tapi ia sadar harus menahan itu semua karena ada Zendra yang sikapnya terkenal kejam.


"Haha bisa aja kamu Ga,oh ya sini duduk dulu mama udah siapin nasi goreng plus nugged ayam kesukaan kamu loh",tawar Irene dengan senyum merekahnya.


"Bekal aja deh ma",tolak Rega halus dan sopan.


"Oke Endra juga mau?",tawar Irene.


"Mau dong Tan",sahut Endra antusias.


"Seneng banget lo",cibir Rega.


"Sewot banget lo!",kesal Endra.


Zendra dan Irene terkekeh melihat dua remaja yang sudah bersahabat sejak kecil dan tak pernah terpisahkan.


"Oke ma,pa Rega berangkat dulu ya",pamit Rega.


"Endra juga om,tan pamit ya",pamit Endra.


"Iya hati hati ya",balas Irene melambaikan tangannya dan dibalas oleh keduanya.


"Rega jangan lupa bawa pencukur rambut biar nanti kalo ada jambret langsung botakin aja rambutnya",pesan Zendra dan langsung mendapat balasan cubitan Irene di bagian perutnya.


"Gak pernah berubah!",umpat Irene gemas.


"Haha siap pa,awas pa entar jadi papa yang di botakin sama mama",balas Rega sambil tertawa keras diikuti oleh Endra yang geleng-geleng kepala melihat tingkah ayah dan anak yang sifatnya hampir sama.


"REGA CEPET BERANGKATT! ATAU MAMA BOTAKIN JUGA RAMBUT KAMU!",ancam Irene dengan teriakkan yang menggelegar di seluruh ruangan.


"Eh i..iya ma",sahut Rega sambil mendorong bahu Endra menuju ke mobil sport milik Rega.


"Gue jemput Veren dulu ya",kata Rega yang mulai menyalakan mesin motornya.


"Oke".


***


Di teras rumah yang besar nan megah,terlihat Veren sedang sibuk memakai sepatu sekolah sambil bersenandung ria.Sesekali ia memandang langit cerah berwarna biru yang seakan menyapanya di pagi hari.


"Hai cantik lagi ngapain?",sapa Varel yang ikut duduk bersamanya di teras.


"Ih gombal mulu kerjaannya!",sahut Veren sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Ihh imut banget kembaran aku",ucap Varel mecubit pipi Veren gemas.


"Apaan sih bang gajes banget",kesal Veren berusaha melepaskan cubitan dari Varel.


"Abis kamu bikin abang gemes sih",ujar Varel terkekeh.


"Hmmm",dehem Veren.

__ADS_1


Tin..Tin...


Tiba-tiba,mobil sport berwarna hitam berhenti di depan pagar rumah Vero dan Veren tahu siapa pemilik mobil mewah tersebut.Tak lama,dua lelaki keluar dari mobil dan berjalan menuju kearah Varel dan Veren.


"Rega? kamu ngapain kesini?",tanya Veren heran.


"Jemput kamu",sahut Rega santai.


Veren hanya dibuat melongo oleh perkataan Rega.


"Buruan Ren,hampir telat nih",imbuh Endra.


"Oke,bang Veren berangkat dulu ya,inget masa liburnya jangan dibuat rebahan melulu",pesan Veren dengan tatapan tajamnya menatap Varel.


"Santuy mbak nya,udah deh buruan berangkat",pinta Varel.


"Yaudah aku berangkat dulu ya",pamit Veren.


"Iya hati hati",balas Varel.


"Yuk",ajak Rega sambil menggenggam tangan Veren.


Sontak Veren langsung kaget dan pipinya mulai muncul semburat merah merona melihat perlakuan manis Rega kepadanya.


"Duh gue jadi nyamuk nih",gumam Endra pelan.


Sesampainya di mobil,Rega membukakan pintu untuk Veren dan tak lupa disertai senyuman manis yang dapat membuat kaum hawa langsung tergila-gila.


"Silakan masuk honey",kata Rega dengan nada lembutnya,sedangkan Endra langsung menutup telinga dan memalingkan mukanya tak mau melihat ataupun mendengar Rega berbicara seperti itu.


"Apaan sih Ga,malu tau dilihat kak Endra",gerutu Veren.


"Anggap aja cuma ada kita berdua disini",ucap Rega mengacak kerudung Veren gemas.


"Heh lo pikir gue dibuang ke TPA apa?",kesal Endra yang merasa dirinya tersindir.


"Oh lo mau ke TPA bilang dong!",sahut Rega enteng.


"Awas lo ya mentang mentang lo udah ada gebetan sahabat lo yang paling pinter ini....",ucapan Endra terpotong karena Veren berteriak keras.


"STOPP!! jangan berantem lagi,gak capek apa berantem terus? udah yuk berangkat",ujar Veren menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajamnya.


"Wah ibu negara udah mulai marah nih",bisik Endra yang langsung ditangkap oleh telinga Rega.


"Iya baru kali ini gue lihat dia bisa marah serem banget lagi",sahut Rega.


Tak sengaja telinga Veren menangkap semua pembicaraan mereka.


"Heh kalian ngapain disitu?",bentak Veren curiga.


"Eh enggak kok kita lagi ini ributin masalahnya si Endra",sangkal Rega enteng dan langsung mendapat pukulan di kepalanya.


"Iya honey",ucap Rega sontak membuat Veren melototkan matanya.


"Ngomong apa tadi?",tanya Veren membuka telinganya lebar-lebar.


"Eh enggak udah deh yuk jalan",ajak Rega mengalihkan pembicaraan.


Akhirnya,mobil Rega pun melaju cepat membelah jalanan kota Surabaya yang padat dengan kendaraan yang lalu lalang.Suasana di dalam mobil ccukup hening,Rega yang fokus menyetir,Endra yang sibuk bermain game online kesukaannya,dan Veren yang asik dengan ponselnya.Sesekali Rega melirik Veren yang sibuk bermain aplikasi sosmed di ponsel kesayangannya.


"Asik banget",cibir Rega memecah keheningan dengan nada datarnya.


Veren langsung menoleh dan memandang Rega dengan tatapan lekat.Sedangkan yang ditatap malah salah tingkah,tapi tak berlanjut lama Rega langsung menepis semua rasa malunya itu.


"Emang kenapa?",tanya Veren membuka suaranya.


"Gapapa",sahut Rega datar.


Tumben banget Rega kaya gini,raut muka datar,nada datar,sekalian deh wajahnya datar semua,batin Veren heran.


Tak lama,mereka pun sampai di sekolah favorit di kota mereka SMA Kertajaya.Rega pun turun dari mobilnya disusul oleh Veren dan Endra.Sontak Rega disambut oleh teriakan histeris dari para siswi yang ada di situ.


"Wahh kak Rega dateng tuh",tunjuk salah satu siswi yang kebetulan melihat Rega dan Veren.


"Aduhh babang Rega".


"Cool banget dah".


"Ganteng abiss deh".


"Wihh sama si Veren tuh serasi banget".


"Gue jadi iri lihatnya".


"Ya padahal rencananya bokap gue pengen jodohin gue sama Rega".


"Duhhh Rega kalo wajahnya datar. tetep ganteng banget".


"Ya kak Rega sama pacarnya".


"Tau tuh,padahal kak Rega nya aja ganteng abis,lah si Veren mukanya kaya colokan setrika masih cantikan si Bela",cibir salah satu anggota geng Bela.


Veren yang mendengar cibiran khas siswi-siswi penggemar Rega hanya bisa diam dan menahan emosinya.Tapi tanpa dia sadari wajahnya tiba-tiba berubah merah padam.Rega yang menyadari keadaan Veren langsung berbisik di telinga Veren.


"Udah jangan di dengerin",bisik Rega lembut membuat emosi Veren mereda seketika.

__ADS_1


"Fans lo banyak banget Ga,sampe Veren yang jadi pacar lo kena bahan cibiran siswi yang alay nya gak ketolong disini",ujar Endra memposisikan tubuhnya di samping Rega.


"Biarin,lagian gue kaga peduli sama cibiran mereka,yang gue peduliin cuma Veren",sahut Rega sambil melirik Veren yang sudah tersipu malu.


"Hmm serah lo deh,gue cabut dulu keruang osis",ucap Endra.


"Okeh".


***


Endra pun berjalan menyusuri koridor kelas XI yang kebetulan searah dengan ruang osis.Ya,sama seperti Rega,banyak siswi yang berbisik dan berteriak histeris saat Endra lewat dihadapan mereka.Endra hanya mengacuhkan panggilan maupun teriakkan dari mereka.Ia tetap fokus berjalan sampai tak menyadari bahwa dirinya telah menabrak seseorang hingga terjatuh.


BRUKK..


"Eh maaf maaf gue gak sengaja,lo gapapa?",tanya Endra sambil mengulurkan tangannya didepan seorang siswi yang jatuh terduduk di hadapannya.


"Iya gue gapapa",kata siswi tersebut.


Saat siswi tersebut mengangkat wajahnya kehadapannya,Endra langsung tersentak kaget ia tak menyangka dirinya menabrak seorang siswi yang selama ini selalu ia pikirkan.


"Na..naura??",pekik Endra kaget.


"Eh Endra",Naura pun sama kagetnya melihat Endra di depannya.


"Emm lo mau kemana?",tanya Endra yang berusaha menetralkan perasaannya.


"Gu..gue mau ambil dokumen di perpustakaan",ucap Naura gugup.


"Mau gue anterin?",tawar Endra tanpa ada rasa gugup di wajahnya.


"Bo..boleh",balas Naura gugup.


Akhirnya,mereka berdua pun berjalan bersama menuju ke perpustakaan.Saat menuju ke perpustakaan hanya ada keheningan diantara mereka.Tak ada yang membuka suara dan hanya fokus untuk berjalan.


"Lo mau ambil dokumen apa di perpus?",tanya Endra berusaha mencairkan suasana.


"Dokumen rapat osis yang kemarin",kata Naura berusaha untuk tetap santai.


"Oh gitu,terus abis ke perpus lo balik lagi ke ruang osis?",tanya Endra sekali lagi.


"Emm iya cuma taruh dokumennya,terus gue balik ke kelas",sahut Naura yang mulai akrab dengan pembicaraannya dengan Endra.


"Mau ke kantin?",tawar Endra langsung membuat Naura kaget.


"Mmmm".


"Kelas lo jamkos kan?",tanya Endra.


"I..iya sih",jawab Naura gugup.


"Kalo gitu nanti ikut gue ke kantin ya",tawar Endra disertai senyuman yang membuat tubuh Naura hampir melayang.


"Mm i..iya deh",sahut Naura gugup.


Setelah mengambil dokumen dan membawwanya ke ruang osis.Mereka pun berjalan bersama lagi menuju ke kantin.Sesekali Endra melirik wajah Naura yang kelihatannya gugup saat berada di dekatnya.Entah mengapa hatinya hanya diisi oleh wajah-wajah cantik Naura yang selama ini membekas di pikirannya.Dirinya benar-benar mulai jatuh cinta dengan sang ketua osis di SMA Kertajaya.


"Pesen apa?",tanya Endra saat Naura sudah duduk di bangku kantin.


"Gue gak pesen lo aja",tolak Naura halus.


"Sekali kali gue traktir",tawar Endra memamerkan senyumannya.


Tanpa sadar,Naura pun langsung terpanah dengan sosok Endra,entah kenapa dirinya sangat nyaman jika berada di dekat Endra apalagi saat menatapnya dari dekat.Lo ganteng banget Ndra,batin Naura menatapnya tanpa berkedip begitupun dengan Endra.


"Ja..jadi lo mau kaga?",tanya Endra yang berhasil menbuyarkan lamunan. Naura.


"Mm ii..iya deh",sahut Naura yang langsung memalingkan mukanya.


Endra yang melihat itu tersenyum melihat tingkah Naura.Apa dia mulai suka sama gue?,batin Endra menebak-nebak.


"Tunggu disini",pinta Endra lalu pergi meninggalkan Naura yang terus memandangi dirinya.


Selang beberapa menit,Endra pun kembali membawa nampan berisi mie ayam yang ia tahu ini menu kesukaan Naura.


"Nih mie nya",ujar Endra menyerahkan piring berisi mie ayam.


Mata Naura langsung berbinar melihat mie ayam yang ada di depannya.Sontak ia langsung menyantap mie ayam di depannya.


"Emm Ra,gue mau ngomong sesuatu sama lo",kata Endra agak gugup.


"Ngomong apa?",tanya Naura yang sibuk memakan mie ayam.


"Entah ini penting atau gak buat lo,sebenarnya..",ucapan Endra terputus karena dirinya agak gugup.


"Sebenarnya apa?",tanya Naura penasaran.


"Gue suka sama lo!".


◆◆◆


To Be Continued...


Hai..hai para readers masih penasaran kan sama kisah Remaja Smanker.. Maaf ya authornya jarang up lagi bingung nih mikir episode nya hehee..


Jangan lupa vote,komen,dan like novel author yaaa..

__ADS_1


Soalnya ini novel pertama author lohh


Oke deh makasihhh readers yang udah baca and happy reading♥♥♥


__ADS_2