Remaja Smanker

Remaja Smanker
Rencana Endra


__ADS_3

Jleb!


Endra yang mendengarkan perkataan Rega langsung terperangah kaget.Hatinya bagai ditusuk oleh pisau yang siap menusuk jantungnya.Bagaimana tidak? Pertama kali melihat Naura,Endra langsung jatuh cinta kepadanya,tapi dia menyimpannya untuk dirinya sendiri bahkan yang mengetahui isi hatinya hanya sahabat-sahabatnya yang selama ini menjadi teman di hidupnya.Rega sedari tadi heran melihat Endra terdiam cukup lama.


"Ndra lo kenapa?",suara bariton Rega membuat Endra mengerjapkan matanya kaget dan langsung tersadar dari lamunannya.


"G...gu..gue gapapa",balas Endra berusaha santai.


"Oh oke,lo bisa kan tembak dia? Keburu tuh bocah trel pacarin dia",kata Rega menatap serius.


"Insyaallah gue usahain Ga",sahut Endra mengangguk mantap.


"Oke gue tunggu tanggal jadian lo",balas Rega sambil tersenyum menggoda.


"Hm",dehem Endra.


"Rega?",panggilan Veren membuat keduanya menoleh kaget.


"Eh Veren kenapa kamu kesini?",tanya Rega heran saat Veren menghampirinya disini.


"Aku pulang dulu ya udah malem",pamit Veren seraya mendekati Rega.


"Oh oke hati hati di jalan",balas Rega memeluknya erat dan dibalas olehnya.


Tiba-tiba,Rega mendekat dan menatap serius kearah Veren,semakin dekat,semakin dekat hingga tak ada jarak di antara keduanya.Refleks Veren mendorong dada bidang Rega dan mundur ke belakang.


"Belum sah!",kesal Veren mengerucutkan bibirnya.


"Iya aku tahu",sahut Rega kecewa.


"Eh lo berdua jangan pacaran disini. dong gue ikut iri nih",kata Endra dan dibalas tawaan oleh mereka.


"Hihihi yaudah kak gue pulang dulu ya",pamit Veren.


"Iya hati hati Ren",jawab Endra.


"Kamu dijemput siapa?",tanya Rega penasaran.


"Ohh aku dijemput sama bang Varel dia udah nunggu dibawah sama Kiki",kata Veren seraya masuk kedalam karena di luar dingin.


"Yang lain kemana?",tanya Endra kali ini.


"Yang lain udah pulang maaf tadi mereka gak pamit ke kalian",sahut Veren.


"Ohh gitu,buruan deh kamu pulang udah malem banget loh entar kamu kedinginan",pinta Rega mengantarkan Veren menuju lantai bawah,tak lupa ia selalu menggandeng tangan Veren.


"Iya Ga",balas Veren tersenyum melihat perlakuan hangatnya.


Di lantai bawah,Varel dan Kiki menunggu Veren.


"Duhh Veren kemana sih? Lama banget",gerutu Varel kesal.


"Hehe mungkin Veren lagi mesra mesraan dulu sama kak Rega",sahut Kiki.


Tiba-tiba,mereka melihat Rega dan Veren turun dari tangga lalu tersenyum kearah mereka.


"Wuidih mempelai pria sama wanitanya udah datang nih",goda Varel cekikikan.


"Apaan sih bang!",sahut Veren malu.


"Yauda kamu pulang dulu gih sama mereka besok kan kamu sekolah",kata Rega.


"Oke sampai ketemu besok di sekolah Ga",pamit Veren dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Iya hati hati ya",balas Rega ikut tersenyum.


Setelah mobil mereka menjauh,Rega menutup pagarnya dan langsung masuk kedalam menemui Endra.


"Ga gue nginep dulu disini boleh kan?",tanya Endra.


"Boleh lah,lo nginep seabad pun gue bolehin deh",kata Rega antusias membuat senyuman mengembang di wajah Endra yang tampan.


"Ututu makin seneng deh",goda Endra sambil memegang tangan Rega dan langsung ditepis olehnya.


"Diihh najis gue,lo kesambet si Reno apa Gilang?",kesal Rega lalu menaikki tangga menuju ke kamarnya.


"Lo pikir gue kerasukan ha?",kata Endra sedikit berteriak tak terima.


"Ya kali lo kerasukan jin botol",sahut Rega enteng.


"Lo ya!!".


Klek!


Tiba-tiba,ada suara pintu terbuka menampakkan kedua orang tua Rega yang baru pulang dari kantor.


"Assalamualaikum",salam Zendra dan Irene.


"Waalaikumsalam",balas mereka berdua.


"Eh ada Endra mau nginep ya?",tanya Irene lembut.


"Hehe iya tan",jawab Endra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bagus dong kalian bisa belajar bareng untuk persiapan UN bulan depan",kata Zendra yang berdiri disamping Irene.


"Lama lama kepala anakmu yang tampan ini bakal meledak!",sahut Rega menatap Zendra sinis.


"Hahaha bisa aja kamu Ga",timpal Irene mengusap rambut anak yang paling ia sayangi.


Rega dan Endra pun berlari terbirit-birit menuju ke lantai atas.Zendra dan Irene hanya terkekeh geli melihat tingkah laku Rega dan Endra.


Mereka pun sampai di kamar dan Rega langsung berbaring diatas kasurnya yang sangat besar,sedangkan Endra hanya duduk termenung di sudut kasur.


"Ngapain Ndra?",tanya Rega polos.


"Nyeblekin nyamuk!",kesal Endra menatap Rega jengah.


"Mana ada nyamuk di kamar gue",jawab Rega masih polos.


"Regarys Azegar yang gantengnya kek sumur tua lo tuh kaga peka banget,lo lihat kan sahabat lo yang mengalami penyakit kegundahan di hati?",sahut Endra melototkan matanya dengan suaranya yang cepat.


"Wehh sans ogeb,lo tuh ya ngapain juga pake acara gundah gundah segala,lama lama gue gelitik perut lo pake sapu lidinya pak Bon!",balas Rega ikut mencepatkan suaranya.


Endra membalasnya dengan gaya menirukan semua obrolan Rega,lalu ia baringkan tubuhnya di kasur empuk sambil menatap langit-langit di kamar Rega.


"Gue tahu lo kepikiran si Naura",kata Rega yang ikut berbaring di samping Endra.


"Tahu darimana lo?",tanya Endra kaget.


"Keliatan dari muka lo",sahut Rega santai.


"Ga,gue takut kalo si Naura kaga mau nerima gue",ucap Endra mengusap. wajahnya gusar.


"Lo tuh cowo bukan cewe! Sebagai cowo lo harus bisa nerima jawaban dia apa adanya",kata Rega menasehati sahabatnya.


"Tumben lo pinter? Biasanya juga lebih pinter gue",ledek Endra.

__ADS_1


"Hmm serah lo,jadi kapan lo nembak si Naura?",tanya Rega penasaran.


"Besok!",jawab Endra mantap.


"Ini baru sahabat gue,maaf gue hanya bisa bantu doa sama semangatin lo,inget siapin hati lo karena hati lo tuh tempat pengungkapan rasa yang selama ini lo simpen ",kata Rega menepuk bahu sahabatnya.


Endra membalasnya dengan senyuman penuh arti.Ia sangat bersyukur memiliki sahabat setia seperti Rega,walau dengan orang lain sikapnya selalu datar dan dingin tetapi jika sudah terlanjur dekat dengan sahabatnya ataupun Veren sikapnya akan berubah drastis menjadi sosok Rega yang hangat.


"Udah lo siapin semua rencana lo?",tanya Rega.


"Udah",kata Endra singkat.


Drrrtt!


Tiba-tiba,ponselnya milik Rega bergetar menandakan notifikasi pesan masuk di layar ponselnya.


"Siapa nih kirim chat malem malem?",gumam Rega sambil membuka isi chat tersebut.


•Isabela Putri : Haiii Regaaa♥


Raut wajah Rega yang tadinya terlihat tenang mendadak berubah menjadi risih dan menatap jengah si pengirim pesan di whatsappnya.


"Siapa Ga?",tanya Endra penasaran.


"Ratu genit",jawab Rega singkat,datar,dan dingin.


"Pantesan muka lo mendadak kusut kek kertas digulung",goda Endra tertawa sedangkan Rega memandangnya dengan tatapan tajamnya.


"Just kidding bro,btw tuh cewe genit ngapain ngechat gajelas ke elo?",tanya Endra.


Rega hanya mengangkat kedua bahunya lalu ia bangkit dengan posisi duduk yang membuat Endra mengikuti posisinya.


"Eh si Veren tuh harus lo jagain biar kaga di apa apain sama tuh bocah genit",pesan Endra yang dibalas anggukkan dari Rega.


"Gue harus bisa jagain Veren apapun kondisinya",gumam Rega pelan tapi dapat terdengar di telinga Endra.


"Btw lo masih sayang sama si Veren?",tanya Endra yang berniat menggoda sahabatnya itu.


"Apapun kondisinya gue tetep sayang sama Veren selama lamanya",jawab Rega menatap Endra tajam.


"Btw ngapain si lo nanya kek gitu?",tanya Rega kesal.


"Ya gapapa sih gue cuma pengen ngetes seberapa besarnya lo sayang sama Veren",sahut Endra enteng.


"Hmm serah lo",jawab Rega malas.


"Hehe udah yuk tidur",ajak Endra membaringkan tubuhnya di kasur Rega.


"Lo aja gue masih betah",tolak Rega lalu mengambil ponselnya.


"Betah bales chatnya si Bela ya?",ledek Endra mengangkat sebelah alisnya.


"Sirik lo badut!",cibir Rega tak menatap Endra yang sibuk tertawa.


"Hahaha udah ah gue mau tidur".


"Sama",sahut Rega singkat.


"Yaelah kata lo mau begadang",ujar Endra sambil memeluk gulingnya dengan mesra.


"Serah",balas Rega cuek lalu tidur dengan posisi membelakangi Endra.


"Yee gue ditinggal tidur,mm ikut juga deh",kata Endra lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


◆◆◆


To Be Continued..


__ADS_2