
Bel sekolah pun berbunyi menandakan saatnya untuk pulang.Endra,Gilang,Reno,dan Adrian sudah bersiap di area parkiran sekolah dan menunggu kedatangan Veren dan teman-temannya.Selama menunggu,mereka berempat hanya mengobrol santai.
"Eh bro lo tahu kaga? Tadi tuh bu Riani marahin si Gilang haha",Endra memulai percakapan diantara teman-temannya.
"Serius lo?",tanya Adrian mengerutkan dahinya.
"Yaiyalah gue saksinya",sahut Reno.
"Dimarahi kenapa lo?",tanya Adrian penasaran.
"Biasa gue kan sering joget di meja guru",balas Gilang dengan santainya.
"Haha gila lo Lang",timpal Endra terkekeh.
"Hadehh Veren mana sih?",tanya Adrian khawatir.
"Lo ngapain cari Veren?",tanya Gilang curiga.
"Lo kaga inget? kita kan janjian sama mereka",sahut Reno menoyor kepala Gilang.
"Hmm",dehem Gilang sambil mengusap kepalanya yang sakit.
Tak lama kemudian,Veren dan teman-temannya keluar menghampiri Endra dan yang lainnya.
"Nah tuh mereka!",sahut Endra menunjuk Veren.
"Hai Veren",sapa Adrian menyunggingkan senyumnya sambil memegang tangan Veren.
"Hai",balas Veren agak risih berusaha melepaskan genggaman tangan Adrian.
"Heh Veren tuh udah ada yang punya,lo jangan seenaknya ngambil ngambil punya orang",omel Gilang menyindir Adrian.
"Suka suka gue lah",balas Adrian tak memedulikan sindiran Gilang.
"Duh nih anak gak ngerti banget!",tukas Gilang kesal.
"Udah deh yuk ke rumah sakit",ajak Endra.
"Ren elo bareng gue ya",ujar Adrian mengedipkan matanya.
"Eehh...".
"Veren bareng gue,katanya lo boncengin si Farhan",sahut Endra.
"Hmm",dehem Adrian agak kesal.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju rumah sakit Dharmawangsa tempat Rega dirawat.Sesampainya disana,mereka bergegas mencari kamar rawat inap Rega.
"Eh kamarnya yang mana?",tanya Reno kebingungan.
"Mm kata nyokapnya Rega sih kamar Kahuripan VIP no 06",sahut Endra lalu mengajak teman-temannya agar mengikutinya.
Tak lama kemudian,akhirnya mereka menemukan kamar Rega dan bergegas masuk.
"Assalamualaikum",ucap Endra memberi salam.
"Waalaikumsalam",balas Reza yang sedang sibuk bermain ponsel di sofa.
"Eh ada bang Reza",sapa Gilang.
"Eh ada bocah uler keket",sahut Reza seraya tersenyum menyeringai kearah Gilang.
"Gimana keadaannya Rega kak?",tanya Veren khawatir.
"Dia masih koma Ren belum sadar dari kemaren",jelas Reza memandang Veren lalu mengalihkan pandangannya kearah ponselnya.
Gilang menghampiri Rega yang sedang berbaring tak sadarkan diri dengan kondisinya yang lemah.Lalu,Gilang membisikkan sesuatu di telinga Rega.
"WOOYYYY BANGUNN!! KALO ELO KAGA BANGUN GUE SIRAM PAKE AER SELOKAN DEPAN RUMAHNYA PAK SAMIN!!",teriak Gilang keras di telinga Rega berharap yang tidur segera bangun.
"Eh kenceng amat teriaknya",sindir Reno menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah laku sahabatnya.
"Abis dia kaga bangun sih",kesal Gilang lalu mendekatkan mulutnya ke telinga Rega.
"Eh lo mau bikin kuping adek gue budeg?",omel Reza dengan tatapan tajamnya yang menakutkan.
Gilang bersusah payah meneguk ludahnya karena merasa ketakutan melihat tatapan Reza seperti singa yang siap menerkam mangsanya.Tiba-tiba,Reza menarik telinga kanan Gilang dengan gemas.
"Aduhhhh,ampunnn bang ampunn!!!",rengek Gilang meringis kesakitan.
"Sini gue ampunin",Reza menarik Gilang menuju kamar mandi yang ada diruangan kamar Rega.
Lalu,Reza menyiramkan air di seluruh tubuh Gilang berniat menjahilinya dan menghukumnya.
"Nih gue kasih ampun",sahut Reza. tertawa terbahak-bahak.
"Ampunnn bang,duh kan kulit mulus gue jadi basah",rengek Gilang mulai kesal.
"Idihhh pede tingkat alay lo!!",sahut Reza menjulurkan lidahnya.
"Tuh kan gue nanti mandi lagi dirumah",omel Gilang lalu bangkit dari duduknya.
"Ala gausah mandi deh,elo kan udah gue mandiin",kata Reza enteng.
__ADS_1
"Sebelll dehh",Gilang menggerutu.
"Banci lo",sahut Reza cekikikan.
Endra,Reno,Adrian,Farhan,Rio,dan Kiki tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Gilang dan Reza yang saling mencipratkan air di kamar mandi.Sedangkan Veren,ia tak ikut tertawa bersama mereka,Veren masih setia di ranjang tempat Rega berbaring dengan keadaan lemah tak berdaya.Kiki yang melihatnya merasa kasihan terhadap Veren sahabatnya,mungkin mereka membutuhkan waktu untuk berdua.
"Eh kita ke kantin rumah sakit yuk",ajak Kiki mengalihkan candaan mereka.
"Kiki udah laper ya?",tanya Reno dengan nada menggodanya.
"Hmm",dehem Kiki yang merasa agak risih dengan kalimat Reno.
"Elo bener banget ke kantin yuk,perut gue ngadain konser dadakan nih",timpal Adrian.
"Yaudah buruan ke kantin",imbuh Rio.
"Lah terus gue gimana?",tanya Gilang yang tubuhnya basah kuyup.
"Pikir aja sendiri",sahut Reno menahan tawanya.
"Yaa gue malu,masa Gilang yang ganteng harus pake pakaian basah kek gini",gerutu Gilang memegangi bajunya yang basah.
"Pede amat",sindir Farhan.
"Elo pake bajunya Rega dulu deh",pinta Reza kesal.
"Wah boleh nih?",tanya Gilang tak percaya.
"Asalkan lo bisa jaga baju adek gue dengan baik,inget jangan sampe baju adek gue lecet,jangan sampe luntur,jangan sampe robek,jangan sampe kotor!",pesan Reza lalu menyodorkan baju milik Rega.
"Panjang bener syaratnya",kata Gilang sinis.
"Serah serah gue",balas Reza datar.
Setelah Gilang memakai kaos milik Rega,ia mengikuti teman-temannya yang hendak keluar dari kamar Rega.Tapi,Adrian bukannya mengikuti mereka,malah menghampiri Veren yang masih setia dengan Rega.
"Ren ke kantin yuk kamu pasti laper",bujuk Adrian menarik tangan Veren.
"Gue kaga mau",sahut Veren datar.
"Ayolah entar kamu sakit loh",bujuk Adrian sekali lagi,ia masih bersikeras agar Veren mau makan bersamanya.
Reno yang mendengarkan semua bujukan Adrian pun menghampiri mereka berdua.
"A,yuk ke kantin",ajak Reno.
"Ishhh bentar lah gue mau bujuk si Veren ke kantin",sahut Adrian kesal.
"Ala elo mau makan bareng dia kan?",tanya Reno sinis.
"Duhh nih bocah kaga ada abisnya ngejar si Veren",gerutu Reno sambil mengusap wajahnya gusar.
"Ayo ke kantin",paksa Reno menarik lengan Adrian.
"Yaelah sabar dikit napa? Gue pengen ajak si Veren",ujar Adrian keras kepala.
"Eh gue kasih tahu ke elo ya,Veren tuh udah makan siang di kantin sekolah,nah sekarang ganti kita makan di kantin rumah sakit!",ketus Reno yang masih menarik lengan Adrian.
"Yaah,padahal gue pengen makan berdua sama pacar gue!",ucap Adrian pura-pura kecewa.
"Lo kebanyakan nonton ftv jadi kek gini,udah buruan ditungguin sama yang lain",paksa Reno lalu menarik tangan Adrian.
"Veren jangan lupa makan ya",ucap Adrian saat Reno sudah menyeretnya keluar kamar.
Veren hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum tipis kearah Adrian.Suasana kamar pun menjadi hening,hanya ada suara isakan Veren.
"Ga..",Veren berusaha menahan isakannya dan mengusap air matanya.
"Kamu tahu gak? Tadi di sekolah aku di godain terus sama kak Adrian",kata Veren tapi tak ada balasan yang keluar dari mulut Rega.
"Selain itu temen temen kamu juga kesepian tanpa kamu Ga,kapan kamu kembali sekolah?",Tak terasa air mata Veren jatuh ke pipinya kembali.
"Buka mata kamu Ga,jujur aku kangen sama senyuman manis kamu,aku rindu sama gombalan kamu yang bisa bikin aku malu tingkat dewa,aku kangen kita jalan bareng setiap ketemu di sekolah,aku kangen semua Ga hiks..hiks..hiks",Veren menangis sejadi-jadinya,ia sangat merindukan masa lalunya bersama Rega.
"Cepet sembuh ya Ga,aku pengen lihat kamu tersenyum",kata Veren hendak meninggalkan Rega sambil mengusap air matanya.
Tiba-tiba,tangan Veren ditarik oleh seseorang di belakangnya.Sontak Veren kaget dan langsung menoleh mendapati Rega yang tersenyum kecil kepadanya.
"Jangan tinggalin aku sendirian Ren",kata Rega dengan suara paraunya.
"Regaa!!",Veren langsung menangis terharu melihat Rega sudah sadar dari komanya.
Rega yang melihat Veren menangis langsung membawanya ke pelukan hangatnya.Veren kaget,tapi ia menikmati pelukan hangat Rega.
"Alhamdulillah Ga,kamu udah siuman",ucap Veren yang masih menangis di pelukan Rega.
"Alhamdulillah",balas Rega terharu.
"Udah ya kamu jangan nangis,entar wajah cantik kamu luntur loh",ucap Rega sambil mengusap lembut kepala Veren yang dibaluti kerudung.
"Ishh Rega mulai deh gombalnya",gerutu Veren memonyongkan bibirnya membuat Rega semakin gemas.
"Kamu rindu kan sama gombalan aku?",tanya Rega dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Iyaa",tanpa Veren sadari kalimat itu terlontar dari mulut Veren.
"Sudah aku duga",sahut Rega terkekeh.
Sedangkan Veren masih menangis di pelukan Rega dan tak berniat untuk melepaskannya karena sudah terlalu nyaman.Rega pun menarik Veren dari pelukannya dan sekarang mereka saling berhadapan.Jantung Veren berdegup tak beraturan seakan jantungnya akan lompat keluar.Keduanya saling beradu tatap.Dilihatnya tatapan Rega yang penuh dengan sorot cinta.Dengan cara Rega menatap Veren,hatinya langsung menjadi hangat.
"Udah ya kamu jangan nangis lagi,aku gak suka lihat kamu nangis",kata Rega mengusap lembut air mata Veren yang berjatuhan di pipinya.
"Iya Ga",Veren merasakan hangatnya sikap yang Rega lakukan kepadanya.Sungguh romantis.
(Btw kok authornya jadi baper ya hehe).
"Yang lainnya mana?",tanya Rega dengan suara lemahnya.
"Ke kantin",kata Veren sambil mengusap air matanya.
"Kok kamu gak ikut?",tanya Rega heran.
"Aku gak laper Ga,aku pengen nungguin kamu disini",sahut Veren dengan tatapan sayunya.
"Setia banget sih pacar aku",ujar Rega mencubit kedua pipi Veren gemas.
"Iya lah",ucap Veren dengan pipinya yang merah merona saking malunya.
"Tambah gemes deh",sahut Rega mencubit hidung mancung Veren.
"Apaan sih sakit tahu",kesal Veren sambil mengusap hidungnya.
"Ya maap,abis kamu cantik banget di mata aku",kata Rega terkekeh.
"Mulai deh gombalnya",tukas Veren kesal.
Dua sejoli ini terlalu asik dengan obrolan mereka,hingga keduanya tak sadar kalau ada yang melihat adegan romantis mereka.
"Wadidaw ada yang berduaan nih",sindir Gilang iri.
"Tau tuh kita kaga diajak",sahut Reno terkekeh.
"Yaelah lo berdua ganggu banget sweet moment gue sama Veren!!",tukas Rega kesal.
Adrian hanya bisa menahan emosi dan kekesalannya melihat gadis yang disukainya bersama laki-laki lain.Ngapain sih Rega selalu deket sama pacar gue?!,batin Adrian kesal.
"Kita jadi nyamuk nih",ujar Endra sebal.
"Ihh baper banget gue lihat kalian berdua,romantis banget",kata Kiki terkekeh geli.
"Kiki mau digituin? Sini sama babang Reno yang tamvan",sahut Reno sambil mengedipkan matanya dan tersenyum.
"Yee ogahh ah",ketus Kiki kesal.
"Eh gue kabarin bokap sama nyokap lo ya",kata Endra mengambil ponsel yang ia letakkan di sakunya.
"Bang Reza mana?",tanya Rega mencari keberadaan abangnya.
"Bang Reza tadi balik ke kampusnya",sahut Rio.
"Oh",balas Rega singkat.
"Eh elo semua kaga balik nih?",tanya Rega heran.
"Eh iya jam berapa nih",tanya Farhan melirik kearahjam dinding di depannya.
"Wahhh udah jam tiga sore nih,yaudah kita semua pamit undur diri",kata Gilang lalu menenteng tas nya.
"Lo pikir acara talkshow apa?",sahut Rega kesal.
Gilang hanya menanggapinya dengan cengiran khasnya.
"Hmmm,kita semua pulang dulu ya",pamit Farhan lalu keluar bersama Adrian yang masih menatap sinis kearah Rega.
"Tuh anak kenapa?",tanya Rega heran melihat Adrian yang memandangnya sinis.
"Udah jangan dilihat,kita balik dulu ya",pamit Reno.
"Cepet sembuh Ga",pesan Veren tersenyum manis kearah Rega.
"Pasti dong,apasih yang enggak buat Veren",kata Rega tersenyum tak kalah manis dari Veren.
Hampir melayang nih gue,batin Veren senang.
"Hati hati ya",pesan Rega kepada teman-temannya.
"Siappp".
◆◆◆
Hai...hai...
Maaf ya authornya jarang up hehehe..
Tinggalin jejak dong plus jangan lupa nih vote,like,and komen biar authornya semangat nulis lagii..
Tunggu episode selanjutnya yaa..
__ADS_1
Happy readings guyss♥♥
Semoga kalian suka sama novel Remaja Smanker♥