
Sebelum berangkat ke kantor, Pandu menyempatkan untuk mampir ke toko bunga milik Renita terlebih dahulu. Dia ingin mengajak Renita sarapan. Saat mobilnya sudah berada di lampu merah, Pandu berbelok dan berhenti di depan toko bunga milik Renita.
Saat akan turun, tiba-tiba saja kemejanya tersangkut di lipatan kursi. Entah mengapa itu bisa terjadi. Namun, Pandu memilih untuk tidak mengambil pusing dan berusaha melepaskan ujung kemejanya.
Saat sudah berhasil, Pandu bergegas masuk ke toko bunga milik Renita yang masih ada papan yang bertuliskan 'TUTUP'. Pandu memilih untuk menekan bel di samping pintu dan dia bisa melihat Renita dari balik dinding kaca yang sedang menuruni tangga.
"Selamat pagi, Pandu," sapa Renita hangat dan dengan senyum manis yang terulas.
"Selamat pagi, Ren," jawab Reigha membalas senyuman Renita.
"Mau sarapan di luar atau tidak?" tawar Pandu meminta persetujuan Renita.
Renita sontak menggeleng. "Aku masak pagi ini. Bagaimana jika kamu sarapan masakanku saja?" tanya Renita dengan raut wajah penuh permohonan.
Pandu mngerjapkan matanya beberapa kali. Sepertinya ide sarapan di rumah sekaligus toko bunga Renita tidaklah buruk. "Baiklah," jawab Pandu kemudian melenggang memasuki ruangan.
"Ruang makannya ada di atas. Kita ke atas saja kalau begitu ya," ajak Renita kemudian menggandeng lengan Pandu untuk mengikutinya.
Renita tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena cintanya kini telah diterima dengan baik oleh Pandu. Kini, laki-laki itu telah menjadi miliknya dan tidak akan Renita biarkan orang lain mengambilnya.
Renita akan berusaha agar Pandu menjatuhkan pilihan padanya. Dengan begitu, Pandu akan menjadi milik Renita tanpa harus berbagi dengan orang lain.
"Silahkan duduk, Ndu," ucap Renita mempersilahkan setelah keduanya sampai di meja makan yang terletak di lantai atas.
Pandu menurut dan mengambil posisi duduk di salah satu sisi kursi. Renita berlalu untuk mengambil masakan untuk menu sarapannya bersama Pandu.
Saat makanan di hidangkan, Pandu langsung menutup hidung kala mencium aroma udang yang selalu berhasil membuat perutnya bergejolak.
__ADS_1
"Kamu masak udang, Ren? Tapi, aku tidak makan udang. Aku alergi dan akan gatal-gatal setelah memakannya. Lalu saat aku mencium baunya, perutku terasa mual. Bisakah kamu singkirkan piring berisi udang tersebut?" pinta Pandu lembut. Dia tidak ingin membuat Renita tersinggung.
Raut wajah Renita tampak murung. Walau demikian, Renita tetap mengulas senyum. "Baiklah. Aku juga memasak makanan yang lain. Semoga yang ini kamu suka ya," ucap Renita kemudian berlalu lagi membawa sepiring udang masakannya ke dapur.
Dia kembali mengambil lauk yang sudah di masak olehnya untuk di hidangkan di hadapan Pandu. Kali ini Renita memasak tumis kangkung dan tempe yang ditepungi.
"Kamu tidak alergi dengan makanan ini kali ini kan?" tanya Renita memastikan.
Pandu menggeleng. "Tidak. Kali ini aman kok," jawab Pandu lalu mulai mengambil nasi beserta lauk-pauknya untuk disantap.
Renita menatap Pandu yang saat ini sedang makan masakannya dengan lahap. Ada rasa bangga tersendiri ketika melihat Pandu memakan masakannya.
Tidak berapa lama, Pandu selesai memakan sarapannya. Saat Pandu mendongak untuk melihat apa yang sedang Renita lakukan, Pandu menghentikan gerakannya yang ingin menyambar air minum.
"Kamu tidak sarapan? Mengapa hanya menatapku seperti itu?" tanya Pandu heran.
Renita menggeleng. "Tidak. Aku akan makan setelah kamu pergi. Aku suka melihat kamu begitu lahap memakan masakanku. Apakah rasanya enak?" tanya Renita berharap Pandu akan menjawab iya.
"Kenapa lumayan? Mengapa kamu tidak mengatakan iya?" tanya Renita dengan bibir yang menggerucut. Pandu meringis lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Enak kok," ucap Pandu pada akhirnya.
Namun, ucapan Pandu sama sekali tidak membuat Renita senang. Justru, perempuan di hadapan Pandu semakin menggerucutkan bibirnya kesal.
Pandu menghela napas lelah. Sepertinya Renita tersinggung dengan perkataan darinya. "Maaf jika aku membuatmu marah. Kalau begitu, terima kasih atas sarapan gratisnya. Aku harus berangkat ke kantor dulu," ucap Pandu meminta maaf kemudian berpamitan untuk pergi.
Renita menghembuskan napasnya kasar. "Pacar sedang marah bukannya dibujuk malah ditinggal begitu saja," gerutu Renita yang membuat Pandu merasa gemas. Tangannya terulur untuk mengacak rambut Renita gemas.
__ADS_1
"Jangan cemberut begitu. Jadi mirip bebek loh," goda Pandu yang segera mendapat pukulan kencang di lengannya.
Pandu tersenyum kemudian beranjak dari kursinya. "Aku berangkat dulu ya? Aku harus bekerja karena pekerjaan kini sedang melambai-lambai padaku," ucap Pandu berpamitan.
Renita mengangguk lalu mengantar Pandu sampai di depan toko miliknya. Sebelum Pandu benar-benar melajukan mobilnya, Renita kembali bersuara.
"Nanti saat jam makan siang akan datang ke kantor," ucap Renita yang membuat Pandu merasa bahagia dan berbunga-bunga. Renita selalu menyempatkan waktu untuk dirinya.
.
Waktu bergulir. Siang akhirnya tiba dan Renita benar-benar merealisasikan keinginannya. Dia datang dengan membawa bekal makanan yang masih hangat. Tentunya Renita memasak makanan tesebut sendiri.
Kali ini Renita membawa masakan ayam yang ditepung dengan sayur bayam yang dibuat sup. Renita berjalan memasuki ruangan Pandu setelah mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Pandu tampak sibuk dengan laptop di hadapannya. Wajah Pandu yang sedang serius membuat Renita jatuh cinta berkali-kali pada sosok laki-laki di hadapannya.
"Serius sekali, Ndu. Apa laptop lebih menarik daripada aku?" tanya Renita melontarkan candaannya.
Pandu tersenyum lalu menutup laptopnya. "Bukan seperti itu. Tetapi pekerjaan tetaplah penting untuk dikerjakan terlebih dahulu," jawab Pandu mengutarakan pendapatnya.
"Apakah sampai harus lupa makan siang?" tanya Renita lagi sedikit kesal.
Pandu terkekeh geli. "Yang terpenting kamu sudah datang untuk membawakan makan siangnya," jawab Pandu kemudian mengelus punggung tangan Renita yang berada di atas meja.
Renita pun tersenyum dan mulai menyiapkan makan siang untuk Pandu. "Bagaimana jika aku tidak datang?" tanya Renita lagi.
"Berarti aku akan kelaparan," jawab Pandu asal dan santai.Renita hanya geleng-geleng kepala dan enggan menanggapi lagi.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...jangan lupa kasih dukungannya dengan cara like, komen, vote, dan kasih hadiah semampu kalian ya😍...