
Setelah bersenang-senang dengan tikus nya Lily keluar dari gudang itu dan berjalan menuju mobilnya, dengan gesit Roger segera membuka pintu mobil untuk Lily, Roger tersenyum dan duduk di belakang kursi kemudi.
"Aku ingin pergi jalan-jalan sebentar ke pusat perbelanjaan!" Ucap Lily saat Roger meliriknya dari kaca spion yang menandakan ia bertanya kepada Lily ingin pergi kemana lagi,Roger memacu mobilnya menuju pusat perbelanjaan, hal itu biasa Lily lakukan jika memiliki waktu luang.
Saat ini mereka memang tidak memiliki kesibukan, mereka mengurangi kegiatan transaksi karena tak ingin mengambil resiko,pihak FBI maupun CIA sekarang sedang mencari tau jaringan Triple L dan mencari cara untuk menembus pertahanan Triple L.
Lily berjalan mengitari pusat perbelanjaan terbesar di Amerika yang berada di Bloomington, ia berjalan beriringan dengan Roger yang sudah membawa beberapa paper bag berisi barang-barang yang Lily inginkan, mungkin itu hanya beberapa untuk awal kegiatan berbelanja nya dan untuk selanjutnya tidak menutup kemungkinan Roger akan kerepotan membawa belanjaan milik Lily
Ya, Lily memang miliki Hobby berbelanja bahkan bisa di bilang ia adalah seorang penggila belanja, memiliki banyak uang kadang membuat ia tak bisa mengontrol nafsu belanjanya.
Tapi tunggu dulu, mengapa ia sekarang banyak berbelanja pakaian dan mainan anak-anak? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres pada Lily karena di rumah mereka tidak ada seorangpun anak kecil, lalu untuk apa ia berbelanja sebanyak itu? Itulah Lily dengan pemikirannya yang tak dapat ditebak oleh siapapun, Roger pun sedikit kebingungan melihat Lily yang memborong di toko mainan anak-anak, Roger yang sungkan untuk bertanya memilih diam dan mengikuti kemana Lily melangkah.
Setelah merasa cukup, Lily berjalan menuju resto cepat saji dan memesan berbagai macam jenis makanan yang sangat banyak membuat Roger kembali merasa kebingungan, mengapa Lily memesan makanan begitu banyak? Apakah Lily akan mengadakan pesta? Ah tidak, jika memang Lily akan mengadakan pesta Lily tinggal meminta koki di rumah menyiapkannya, ia tak perlu repot-repot membeli makanan di luar.
__ADS_1
Lily meminta Roger memasukkan semua paper bag kedalam mobil mereka karena nanti akan ada banyak lagi barang yang akan Roger bawa, Roger pun menurutinya dengan perasaan bingung terhadap sikap Lily.
Merasa semuanya sudah cukup dan selesai, Lily meminta Roger mengantarkan nya kesuatu tempat yang Roger pun merasa sangat asing, di perjalanan Lily asik memainkan game di ponselnya supaya tidak terlalu jenuh.
Perjalanan menuju tempat yang dimaksud Lily memakan waktu 1 jam, mobil mereka pun berhenti di sebuah bangunan besar tapi terlihat sangat sederhana, Lily tersenyum senang saat keluar dari mobil dan memandang bangunan tersebut, terlihat seorang wanita paruh baya yang berbadan besar menghampiri Lily dan menurut Roger wanita itu terlalu berani memeluk bos nya itu.
"Sayang, apa kabar? Sepertinya kau sangat sibuk!" Ucap wanita itu sambil mengeratkan pelukannya.
"Ya, aku sangat sibuk sampai sampai hanya memiliki sedikit waktu, dan hari ini aku memiliki waktu luang untuk para malaikat di dalam sana!" Senyum Lily merekah ia dan wanita itu kemudian berjalan dan tak lupa ia meminta Roger membawa semua barang barang yang ia beli tadi.
Kerinduan dan kebahagiaan itu terlihat jelas di mata mereka saat menatap Lily, tanpa sadar Roger tersenyum melihat pemandangan indah didepannya, ia tak menyangka melihat sosok lain dari gadis yang bernama Lily, gadis yang terkenal sangat kejam dan sadis ini berubah menjadi sosok malaikat yang sangat di cintai anak anak yang tak beruntung ini, sosok yang selalu dirindukan dan sosok yang sangat hangat dengan senyum manisnya yang tak pernah lepas dari wajah cantiknya, tiba-tiba lamunannya tersentak saat Lily memangil namanya untuk memberikan barang-barang yang ada di tangan Roger kepada mereka. Dengan senang hati Roger segera menghampiri anak anak kecil yang sudah berkumpul di dekat Lily, wajah mereka sangat bahagia saat mendapatkan mainan dan makanan yang Lily bawa.
Lily menggendong seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 3 tahun, anak itu terlihat sangat nyaman didalam pelukan Lily sesekali Lily mengajak anak itu bercanda dan hal itu berhasil membuat gelak tawa dari mulut kecil anak laki-laki it, Lily mengajaknya duduk di taman saat anak anak yang lain kembali masuk kedalam ruangan untuk melanjutkan lagi kegiatan belajar mereka, Lily memeluk erat tubuh mungil yang sudah tertidur pulas, tangan kecil itu menggenggam erat tubuh Lily.
__ADS_1
Roger berjalan mendekati Lily dan duduk tepat di samping Lily, suasana masih hening tidak ada pembicaraan dari mulut mereka berdua, mata Lily masih menatap bunga bunga yang bermekaran sambil sesekali menatap wajah bocah yang masih tidur dalam pelukannya, sedangkan Roger hanya menunduk menatap ujung sepatunya.
"Aku minta Paman merahasiakan ini dari Luca dan Leo!" Suara Lily memecahkan keheningan membuat tatapan Roger beralih menatap wajah Lily yang masih memperhatikan wajah anak laki-laki yang berada di dalam dekapannya.
Roger pun tersenyum dan mengangguk menyetujui permintaan Lily untuk tidak menceritakan semua ini kepada Luca dan Leo "Mengapa kau merahasiakannya?" Pertanyaan Roger membuat Lily mengalihkan tatapan tajam nya, ia hanya tak ingin Luca dan Leo mengetahui kegiatannya ini, bukan karena Luca dan Leo tidak menyukainya tapi ia hanya ingin anak anak ini tetap aman, Karena jika Leo dan Luca tau mereka akan selalu mengunjungi tempat ini dan hal itu membuat tempat ini menjadi tidak aman, orang orang yang membenci Triple L sedikit banyak sudah mengetahui wajah Luca dan Leo tapi tidak dengan wajah Lily, Lily membuat orang selalu penasaran karena mereka hanya mengetahui nama Lily saja tidak dengan wajahnya.
"Dulu aku dan Luca sama seperti mereka,tinggal di panti asuhan dan merasakan kehilangan kasih sayang kedua orang tua, sampai saat Daddy Samuel datang dan menjadikan kami anak anaknya, ia memberikan kasih sayang yang sempat hilang dalam hidup kami, tapi lagi lagi tuhan mengambil orang orang yang sangat kami sayangi!" Lily menunduk, pandangannya mulai kabur karena air mata itu sudah menggenang di kelopak matanya.
Roger menggeser tubuhnya lalu merangkul pundak kecil gadis bermata kucing itu, ia sangat tau apa yang Lily butuhkan saat ini.
Lily tersenyum saat Roger membawa tubuh mungil itu dalam pelukannya.
"Kau masih punya Paman nak, sampai kapanpun Paman tidak akan meninggalkanmu, Paman juga sudah berjanji pada Daddy mu untuk selalu menjagamu sampai hembusan nafas terakhir Paman!" Hati Roger terasa sangat pilu, ia sangat tau rasanya kehilangan orang orang tersayang, bahkan mereka harus meregang nyawa di depan matanya sendiri.
__ADS_1
Dunia ini sangat kejam untuk orang orang yang lemah, semua akan saling menyakiti untuk memenuhi nafsu dan ego mereka, Tampa memandang bulu karena mereka semua menuhankan kekuasaan.