
Pagi itu Louis mendatangi kantor nya karena beberapa hari ini atasannya selalu meminta informasi yang atasannya perintahkan, Louis masuk ke ruangan nya dengan wajah lelah karena usahanya dalam beberapa minggu ini masih tak membuahkan hasil yang memuaskan.
Louis pun duduk di kursi kerjanya dan mulai membuka komputer untuk sekedar menganalisa data data yang akan menjadi patokan pencariannya, dengan wajah yang sangat serius ia menelusuri setiap data,namun tiba-tiba seseorang datang membuyarkan konsentrasinya "Mau kopi?" seorang wanita muda dan cantik menyodorkan secangkir kopi kepada Louis.
"Terima kasih!" Louis tersenyum dan mengambil cangkir kopi dari tangan wanita itu lalu mulai mengesap Americano yang terasa sangat nikmat di tenggorokannya.
"Apakah kau masih belum mendapatkan petunjuk?" tanya wanita itu.
"Sampai sekarang aku belum mendapatkan sedikitpun petunjuk dari salah satu mereka, Mr Samuel menang sangat pintar! ia dapat merahasiakan identitas anak-anaknya selama ini!" Louis memijat pelipisnya kepalanya sedikit berdenyut, ia seperti sedang memecah teka teki yang tak memiliki petunjuk.
"Dan aku dengar juga kemarin mereka mendapatkan masalah saat melakukan pengiriman barang ke Thailand dan Jepang, ada beberapa anak buah Black Tiger yang menghadang mereka, tapi justru anak buah Black Tiger lah yang di tangkap segerombolan orang yang tak dikenal!" Louis terdiam mendengar penjelasan wanita itu dan ia semakin merasa jika Triple L adalah pemain yang tidak bisa di remehkan.
"Apakah masih ada informasi lain tentang Triple L yang kau ketahui Elena?" tanya Louis penuh harapan.
Elena menggeleng pelan "Hanya itu saja yang aku dengar!"
"Lalu apakah kau sudah mendapatkan informasi tentang orang yang menyerang Mr Samuel dulu?" tiba-tiba Louis menanyakan kepada Elena tentang kasus kematian Mr Samuel yang sudah di tutup oleh pihak kepolisian, karena tak ada satupun saksi maupun tersangka dalam kasus itu, pembunuhan Mr Samuel terjadi begitu cepat dan rapi hingga tak menyisakan jejak sedikitpun.
"Kau tau jika kasusnya di tutup, itu berarti kita tidak mendapatkan tersangka maupun petunjuk dari kasus itu!" jelas Elena yang membuat Louis mengangguk setuju.
Tiba tiba telpon di atas meja kerja Louis berdering, Louis segera mengangkatnya dan berbicara sejenak dengan orang yang menelponnya itu, setelah sambungan telepon terputus Louis membereskan meja kerjanya dan mengambil jaket kulit nya lalu berdiri ingin meninggalkan Elena yang masih betah memandangi wajah Louis yang tampak sedikit frustasi memikirkan tugasnya yang belum mendapatkan petunjuk sedikitpun.
"Terima kasih kopinya, next time aku akan menteraktir mu makan siang!" Louis memegang pundak Elena dan memberikan senyum terbaiknya, membuat senyum Louis seketika tertular di bibir Elena.
__ADS_1
Louis pun berjalan menuju ruangan atasannya dan mulai mendiskusikan apa yang menjadi tujuan mereka saat ini.
***
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Leo memacu mobil miliknya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang tak begitu macet karena saat ini orang orang sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing, Leo menghentikan mobilnya di sebuah cafe milik temannya Mark.
Mark adalah teman Leo saat mereka sama-sama duduk si sekolah menengah atas tapi Mark tak begitu akrab hingga ia bertemu kembali dengan Leo saat Leo makan di cafe miliknya, Mark kemudian menjalin komunikasi kembali dengan Leo dan sekarang mereka pun menjadi sahabat tapi tetap saja Leo menyembunyikan identitas sebenarnya dari Mark.
"Hei Bro! tumben sekali kau datang kesini sebelum jam makan siang? apakah kau tidak bekerja?" sambut Mark yang mengetahui jika sahabat nya lah yang masuk kedalam cafe nya itu.
"Aku sedang cuti hari ini, dan aku ingin makan siang di sini bersamu!" ucap Leo sambil menarik kursi yang berada di depannya.
"Aish, jika aku menemani mu makan siang, aku terlihat seperti kekasih mu saja!" Mark terkekeh melihat mata Leo yang sudah melotot seakan protes dengan ucapannya, "Baiklah aku akan menemanimu makan siang hari ini, tapi sepertinya kita tidak akan makan siang berdua saja! aku akan menelpon teman ku!" Mark mengeluarkan benda pipih yang canggih dari saku celananya dan mencoba mencari nomor telepon seseorang dan menghubunginya, setelah berbicara sesaat Mark tersenyum senang karena seseorang yang ia telpon menerima ajakannya untuk makan siang bersama.
"Baiklah, sebentar lagi teman ku akan kesini!" Leo mengangguk pasrah karena ia tak ada pilihan, ia hanya ingin menenangkan pikiran sejenak dari masalah yang mengganggunya beberapa hari ini.
Setiap Leo mengunjungi cafe Mark ia tak ingin orang lain menyiapkan makanannya, ia hanya ingin Mark lah yang menyiapkannya, bukan tanpa alasan itu Leo lakukan untuk berjaga jaga saja, ia harus senantiasa waspada terhadap orang di sekitarnya.
Leo sedikit menyibukkan dirinya dengan mengirim beberapa pesan kepada anak buahnya untuk menyeleksi anggota yang di tugaskan berjaga di area terpenting mereka, Dengan mata nya yang masih fokus pada ponsel di tangannya Leo yang hendak berdiri tak sengaja menabrak tubuh jenjang seorang gadis hingga gadis itu terjatuh.
"Oh my god, Maaf aku benar benar tidak sengaja!" sesal Leo atas kecerobohannya itu.
Gadis itu meringis memegang pantatnya yang sedikit terasa nyeri, segera Leo membantu gadis itu untuk berdiri.
__ADS_1
"Maafkan aku nona, aku terlalu ceroboh hingga tak melihat mu!" ucap Leo sekali lagi karena gadis di depannya itu masih tidak menunjukkan responnya.
"It's ok, aku baik baik saja! next time jangan terlalu candu melihat layar ponsel mu karena, bukan hanya orang lain tapi kau juga akan mencelakai diri mu sendiri!" Gadis itu menasihati Leo dan juga memberikan senyum manisnya.
Leo tertegun sejenak, ia merasa kagum dengan gadis di depannya itu, gadis itu tampak lebih muda darinya tapi ucapnya sangat terlihat dewasa dari usianya. Leo pun segera pergi menuju toilet dan meninggalkan gadis itu dengan tatapan bingung nya karena melihat Leo sangat terburu buru berjalan menuju toilet.
Gadis itu berjalan mendekati Pria yang sedang sibuk menyiapkan beberapa makanan yang akan di hidangkan di atas meja tamu.
"Apakah ada tamu kehormatan hingga kau sendiri yang turun tangan membuat semua hidangan ini?" tanya gadis itu kepada Mark yang sudah menyambutnya dengan seutas senyuman.
"Ya,dia orang yang akan makan siang bersama kita nanti, ia tidak ingin orang lain memasak makanan untuk nya. Katanya masakan orang lain tak seenak masakan ku!" bisik Mark pada gadis itu yang membuat gadis itu tertawa melihat tingkah sahabat barunya itu.
Mark mengajak gadis itu untuk duduk di meja yang sudah selesai pegawai nya tata dengan rapi, tampak beberapa makanan tersaji di atas meja itu, tak lama kemudian Leo datang menghampiri Mark.
"Kau!" tiba tiba Leo terkejut saat melihat gadis yang ia tabrak tadi duduk di samping Mark. Tak kalah terkejutnya gadis itu juga tak menyangka jika orang yang ingin diajak Mark makan siang bersama adalah pria yang baru saja menabraknya.
"Ah, kalian sudah saling kenal?" tanya Mark bingung melihat respon kedua sahabatnya itu.
"Tidak, saat ingin pergi ke toilet tadi aku tidak sengaja menabraknya karena aku terlalu fokus pada ponsel ku!" ucap Leo penuh sesal.
Mark mengangguk mengerti dan menyuruh Leo untuk segera duduk di kursinya.
"Leo, perkenalkan ini Casandra sahabat baru ku, ia Mahasiswa di Harvard University, dan Casandra ini baru 1 tahun menetap di sini!" jelas Mark pada Leo.
__ADS_1
"Casandra, ini Leo sahabat ku dia juga teman ku saat kami sama-sama duduk di sekolah menengah atas, dan dia adalah karyawan di sebuah perusahaan swasta!"
"Hai, senang berkenalan denganmu!" Leo menjabat tangan Casandra dan memberikan senyum terbaiknya. setelah sesi berkenalan akhirnya mereka menikmati makan siang mereka dengan cerita ringan tentang kehidupan mereka masing-masing dan hal itu membuat Leo sejenak melupakan kepenatannya sejenak.