Romansa Mafia

Romansa Mafia
Peluru Brutal


__ADS_3

Pagi itu Leo, Luca dan Lily memakan sarapannya dengan tenang tak ada pembicaraan diantara mereka, yang terdengar hanya suara dentingan sendok yang beradu dengan piring saja, setelah ketiga orang yang penuh wibawa itu selesai menikmati makanan mereka, terdengar langkah kaki tegas dari Pria paruh baya yang tidak asing lagi bagi mereka bertiga.


"Tuan, semua orang yang menganggu pengiriman sudah berada di gudang bawah tanah, semuanya berjumlah 11 orang!" jelas Roger kepada ketiga bos nya.


"Baiklah, kami akan kesana!" ucap Luca singkat.


Mereka bertiga pun berdiri serempak dan membiarkan Luca berjalan terlebih dahulu lalu di susul Lily dan Leo di belakangnya.


Hari ini Luca mengajak Lily dan Leo untuk satu mobil saja, karena Luca khawatir jika Lily terpisah mobil dengan mereka.


Luca merasa mereka semakin diincar oleh orang orang yang tidak suka dengan keberhasilan mereka.


Setelah menempuh perjalanan 1 jam akhirnya mereka tiba di gudang, saat mereka bertiga keluar dari mobil mereka langsung di sambut oleh beberapa anak buah yang berjaga jaga di sana.


Mereka pun segera berjalan menuju gudang bawah tanah yang terletak di dalam rumah sederhana.


Saat pintu besi yang besar itu terbuka, terlihat barisan pria berbadan besar yang sudah bertelanjang dada dengan tangan yang terikat keatas dan mata tertutup, itu menjadi hal biasa saat para pengganggu sudah berurusan dengan Triple L mereka hanya dapat mendengar suara mereka tanpa melihat wajahnya, walaupun akhirnya mereka juga tidak akan pernah keluar dalam keadaan hidup.


"Tuan mereka sepertinya dari kelompok yang sama, karena di setiap tubuh mereka terdapat tato Tiger!" Lapor salah satu pria berbadan besar pada Luca yang hanya diam melihat barisan para pengacau yang sudah meringis kesakitan.


"Tato itu mengingatkan aku pada orang yang menyerang Daddy!" Luca memandang mata Lily yang sudah memerah.


Amarah Lily seakan tidak dapat di kendalikan lagi, ia menarik pistol dari pinggang salah satu anak buah yang berdiri di samping nya dan menembaki kepala pria pria yang terikat dengan membabi buta sampai peluru dalam pistol itu benar-benar habis tak bersisa.


"Lily, tenangkan dirimu!" Leo langsung memeluk tubuh Lily, air mata Lily tumpah begitu saja saat ia mengingat kematian Daddy nya, dulu Lily merasa tidak berguna karena hanya mampu bersembunyi dan menyaksikan kematian orang yang sudah membesarnya itu, dan kali ini ia tidak akan tinggal diam, ia bersumpah akan membunuh orang-orang yang memiliki tato Tiger seperti pembunuh Daddy nya.


Luca berjalan mendekati pria yang masih berdiri tegap, pria yang saat ini beruntung karena kepalanya tidak tersentuh oleh peluru brutal yang Lily lepaskan.

__ADS_1


"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" Luca bertanya dengan nada yang sangat dingin.


"Aku tidak tau!"


"Jika kau mengatakannya aku akan membebaskan mu, dan kau bisa pergi dari sini!" tawar Luca pada pria yang terlihat sangat putus asa, pria itu yakin jika teman-temannya sudah terkapar tak bernyawa saat ia mendengar suara tembakan yang tiada henti dan tubuhnya terpercik sesuatu yang basah seperti darah.


Bau anyir darah pun semakin membuat pria itu frustasi saat mendengar tawaran yang Luca berikan.


"Kau tau aku tidak pernah memberikan tawaran untuk siapapun yang sudah mengusik ku?" kembali lagi Luca bersuara karena pria itu masih saja tak memberi jawaban.


"Di-dia adalah B-black Tiger!" jawab pria itu terbata bata.


"Baiklah, senang bernegosiasi dengan mu!"


Dorrr.


Luca mengusap sisa air mata Lily dalam diam, ia segera membawa Lily ke dalam pelukannya, berusaha menenangkan hati adik kesayangannya itu.


"Aku berjanji akan membunuh orang yang sudah membunuh Daddy dengan tangan ku sendiri!" ucap Luca saat mengusap pucuk kepala Lily.


***


"Brengsek! dasar tidak berguna!" Teriak pria paruh baya kepada orang kepercayaan nya.


"Maaf Tuan, kami tidak menyangka jika kurir yang mengantar barang barang mereka mendapatkan penjagaan yang ketat dan mereka tidak pernah terbaca oleh orang orang ku!" pria itu menunduk ketakutan.


"Tenangkan dirimu Mr Daniel, apakah bocah bocah Triple L itu sangat mengancam reputasi mu? atau kau sudah putus asa saat mengetahui jika anak-anak Mr Samuel lebih halus dari sutra?" ucap Pria yang seperti seumuran dengannya menghentikan amarah Mr Daniel pada bawahannya.

__ADS_1


"Hei Kai! Sejak kapan kau di sini?" tanya Mr Daniel dengan senyum yang sudah terukir diwajahnya dan langsung memeluk tubuh sahabat lamanya itu, Mr Daniel akan terlihat sangat hangat hanya pada sahabat nya Kai saja selebihnya ia akan terlihat sangat dingin dengan tatapan mata yang kejam.


"Sudah lama sekali kau tidak mengunjungi ku, terakhir 15 tahun yang lalu setelah aku mendengar kematian kakakmu Jay!" Mr Daniel mengajak Kai meninggal ruangan tersebut, ia ingin menjamu sahabat lamanya itu di restoran favorit sahabatnya.


"Ya, Setelah aku menyingkirkan kakakku sendiri akhirnya aku hidup dengan tenang!" jawab Kai dengan wajah tanpa dosa nya, membuat Mr Daniel menggeleng geleng kan kepalanya, ia tak habis pikir dengan sahabatnya itu karena sekejam kejamnya ia sebagai Mafia ia tak pernah terlintas untuk menghabisi keluarganya sendiri tapi tidak untuk Kai ia begitu bahagia setelah menghabis nyawa kakak dan istri kakaknya, tapi sepintas rasa bersalah muncul di dalam hatinya, saat mengingat perempuan yang sangat ia cintai yang sedang mengandung sudah ia telantarkan membuat Mr Daniel kembali terlarut dalam Kesalahan terbesar dalam hidup nya.


"Hei, ada apa dengan mu, kau mendadak menjadi murung?" tanya Kai pada Mr Daniel.


"Tidak apa-apa, aku hanya merindukan Davinka!" jawab Daniel sendu.


"Apakah kau sudah mencarinya?"


"Setelah aku berhasil dengan bisnis ku, aku kembali ingin menjemputnya tapi saat itu Davinka sudah meninggalkan rumah yang kami sewa dan sampai sekarang aku juga tidak mengetahui tentangnya sedikitpun, apakah ia masih hidup atau-!" Mr Daniel tak berniat meneruskan ucapannya karena jujur ia masih berharap dapat bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai.


"Percayalah, aku yakin suatu saat kau pasti menemukan Davinka dan anakmu!" hibur Kai pada sahabatnya itu. Mr Daniel hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kai walupun didalam hatinya sudah tidak ada lagi harapan yang tersisa.


"Bagaimana kabar keponakan ku Casandra?" Mr Daniel mencoba mengalihkan pembicaraan agar hatinya tak terlarut dalam kesedihan.


"Oh my God, aku lupa mengatakan kepada mu jika Casandra sudah hampir 1 tahun berkuliah di sini!" ucapan Kai berhasil membuat Mr Daniel membulatkan matanya.


"Kau ini, bertahun tahun tidak pernah menghubungi ku dan sekarang sudah 1 tahun keponakanku menetap di sini kau pun tak memberi tau ku sama sekali!" Mr Daniel memukul kepala Kai sehingga membuat Kai meringis sambil menggosok kepalnya yang tak begitu sakit.


"Sorry brother! aku terlalu sibuk hingga membuat ku melupakanmu!" Mr Daniel menanggapi ucapan Kai dengan malas, ia terlalu kesal dengan sikap sahabat yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.


"Next time kau harus mengajak Casandra bertemu dengan ku, pasti keponakanku itu sudah menjadi gadis yang sangat cantik!"


"Tentu, aku akan mengajakmu untuk makan malam bersama Cassandra dan Viona!" Kai mempersilakan Mr Daniel masuk kedalam mobil dan akhirnya mobil mereka berjalan santai menuju Restoran.

__ADS_1



__ADS_2