
Setelah menikmati sarapan dengan suasana yang baru Lily berencana untuk berjalan jalan sebentar menikmati suasana kota yang sudah satu Minggu ini ia tinggalkan.
"Brother, hari ini boleh tidak aku ingin keluar sebentar?" tanya Lily pada Luca dan Leo setelah ia menyelesaikan sarapannya, membuat Luca dan Leo kembali terkejut dengan perilaku Lily sekarang.
Bagaimana tidak Lily yang dulu terkesan cuek dan seenaknya, jika ingin keluar ia tak perlu meminta izin dan tak pernah takut pada siapapun, yang pasti Lily sekarang terlihat sangat manis, ia benar-benar seperti seorang adik yang takut dengan perintah Kaka.
"Kau mau kemana, hum? apa mau brother temani?" ucap Luca sambil mengelus lembut surai hitam milik Lily.
"Tidak usah brother, kau tau jika kita pergi keluar bersama itu akan mempermudah orang lain mengetahui identitas ku! kau harus ingat kita tidak bisa hidup normal seperti orang orang lain!"
Deg!
Luca terdiam, ucapan Lily menyadarkannya jika hidup mereka selalu di hantui kematian, mereka tidak bisa hidup normal seperti orang lain yang bisa kapanpun pergi bersama tanpa ada rasa khawatir dengan ancaman dari pesaing mereka.
"Apa boleh, brother?" tanya Lily.
Jujur dengan sikap Lily yang manis seperti ini membuat Luca menjadi 10 kali lipat merasa khawatir, bukan tidak suka jika sifat Lily kembali seperti dulu tapi ntah mengapa ketakutannya semakin besar, ia sangat takut kehilangan adik kesayangannya ini.
"Baiklah sayang, kau harus selalu waspada, hum! karena sekarang semakin banyak orang orang mengincar mu!"
"Hey Ly, kau pernah bilang ingin mengajak Luca pergi menikmati makanan Korea di restoran tempat biasa kita berkumpul!" kali ini Leo mengangkat suaranya mencoba mengalihkan kekhawatiran yang tampak jelas di wajah Luca, Leo juga tak ingin Lily terkekang dengan profesi mereka.
Leo juga merasa mereka masih terlalu muda dan hal yang wajar jika mereka mencoba mencari jati diri dengan memulai kehidupan di luar profesi mereka sebagai Mafia.
"Wah, kalian curang! kalian tidak mengajakku!" protes Luca yang mengetahui kecurangan adik adiknya.
__ADS_1
"Salahkan saja Leo, dia hanya mengajakku!"
"Berani beraninya ya kau Leo!" Luca menjitak kepala Leo membuat si empunya meringis kesakitan.
"Aku juga tidak tau brother jika restoran itu mengeluarkan menu baru dan itu menu masakan Korea!" Leo menggosok gosok kepalanya dan memasang wajah memelas seperti anak kucing.
"Aku tidak mau tau besok malam kau harus mengajakku makan di sana, dan kau juga harus mentraktirku!"
"Baiklah, baiklah aku akan mentraktir mu hingga puas, karena aku tau seorang Luca sekarang sudah miskin sampai sampai ia tidak mampu lagi membayar makanan yang ia makan!" ucap Leo santai.
"Apa kau bilang? kau bilang aku miskin! sembarangan kau!, hei kemari kau! akan aku kuliti kau!" Leo langsung berlari dan memelet kan lidahnya karena Luca sudah mengejarnya.
Hahahahahha
Tawa Lily menggelar di ruangan itu, ia tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kakaknya yang seperti anak kecil berebut mainan.
Sungguh pemandangan yang langka, hari ini memang hari yang bahagia untuk semua orang yang berada di rumah itu, mereka dapat melihat sisi lain dari para bosnya yang masih tergolong muda, dan itu hal yang wajar jika mereka masih memiliki kelakuan seperti anak kecil.
......***......
Mobil hitam kesayangannya Lily yang di kemudikan oleh Roger melaju dengan santai menuju kawasan jauh dari perkotaan.
Hari ini Lily ingin sekali berkunjung ke panti asuhan, ia begitu merindukan malaikat malaikat kecil di sana, namun sebelum berangkat ke sana seperti biasanya Lily akan membeli berbagai macam mainan, makanan, dan keperluan panti dan kali ini Lily membawa mobil khusus untuk membawa semua barang yang sudah ia beli.
Di belakang kemudi tampak Roger tersenyum bahagia karena sejak pagi tadi ia selalu menyaksikan interaksi antara kakak beradik yang sangat indah, bahkan sampai sekarang ia merasa Lily sedikit lembut jika berbicara dengan Roger, walaupun sekarang Lily memasang wajah dingin nya kembali, bagi Roger itu sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
"Paman, aku ingin pergi ke Korea!" Damn!! kata itu berhasil membuat tubuh Roger mendadak menegang, ia segera melirik Lily yang duduk di sampingnya tetap dengan wajah dinginnya.
"Ta-tapi nak, kau dan Luca tidak boleh menginjakan kaki kalian ke Korea!" ucap Roger dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya.
Lily membenarkan posisi duduknya menghadap langsung ke arah Roger "Katakan Paman, mengapa Daddy tidak pernah mengizinkan kami menginjakkan kaki kami ke negara asal kami? katakan paman apa yang sudah Daddy sembunyikan dari kami?" mata Lily sudah berkaca-kaca, dengan sekuat tenaga ia menahan air matanya agar tidak lolos keluar dari persembunyiannya.
"Aku hanya ingin mencari tau tentang keluarga Appa dan Eomma ku saja, bahkan sejak mereka meninggal kami tidak pernah melihat makam mereka!"
Roger menarik napas dalam-dalam, rasanya ia tak sanggup untuk menyimpan semua cerita masa lalu Lily dan Luca, walaupun ia sudah berjanji kepada Mr Samuel tidak akan pernah menceritakan semuanya kepada Lily dan Luca, namun menurut Roger Lily dan Luca pun berhak untuk tau tentang seluk beluk keluarga mereka.
"Maafkan Paman nak, ini belum waktunya Paman memberitahu semuanya kepada kalian tapi-!"
"Katakan saja Paman!" Lily yang sedang emosi karena ia melihat Roger menyembunyikan rahasia besar antara dia dan Daddy nya, langsung menodongkan senjata kearah Roger.
Namun itu tidak membuat Roger gentar, ia sangat tau sifat Lily yang sedikit tempramen jika sudah menyangkut urusan keluarga dan ia sangat yakin jika Lily tidak akan pernah melakukan itu kepadanya.
"Paman tidak akan pernah mengatakan jika belum saatnya, ada banyak hal yang yang harus Paman pertimbangkan saat mengungkapkan semuanya, sedangkan sekarang kalian sedang diincar oleh pihak kepolisian dan black Tiger, sungguh Paman tak ingin kalian terluka!" jelas Roger sambil membelok kan mobilnya masuk ke pekarangan panti.
"Kita sudah sampai, lebih baik kita temui malaikat malaikat kecil yang sudah menunggu mu di dalam sana!" ucap Roger sambil menurunkan todongan senjata Lily dan mengusap pipi Lily yang sudah basah karena air mata.
"Baiklah Paman, aku akan menunggu waktunya, aku ingin Paman menceritakan semuanya tentang keluarga ku! dan satu hal lagi aku ingin Paman tetap menyelidiki kematian Appa dan Eomma ku!" Lily membuka pintu mobilnya sendiri namun sebelum ia mengeluarkan tubuh ia kembali menatap Roger "Aku juga tidak ingin penyelidikan paman di ketahui oleh Luca dan Leo!"
Lily pun keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu panti yang sudah terbuka lebar dengan senyum manis yang sudah ia sunggingkan kepada anak anak penghuni panti asuhan itu.
Roger pun mengambil ponselnya dan menelpon seseorang " Aki ingin kau bekerja dengan cepat, sebelum Nona Lily mengetahui semuanya!" setelah mengatakan itu Roger memutuskan sambungan telponnya secara sepihak dan bergegas keluar untuk memerintahkan bawahannya mengangkuti barang barang yang mereka bawa kedalam panti asuhan.
__ADS_1