Romansa Mafia

Romansa Mafia
Fake love


__ADS_3

"Waw ini sangat mengagumkan!"


"Apa kau menyukainya?" Casandra mengangguk senang saat mereka sudah berada di kawasan kaki gunung Teton, suasana yang sejuk membuat Casandra sedikit mengeratkan pelukan tangannya pada tubuhnya sendiri.


Leo yang peka segera mengambil mantel tebalnya yang selalu berada di dalam mobilnya.


"Maaf kau jadi kedinginan karena aku tak memberi tau mu jika kita akan kesini!" sesal Leo karena melihat Casandra yang sedikit tersiksa karena udara dingin yang menusuk tulang.


"It's ok Leo, sungguh ini sangat indah, dan terima kasih sudah mengajakku kesini!"


Leo tersenyum melihat raut wajah Casandra yang terlihat sangat bahagia, kemudian Leo menarik Casandra kedalam villa yang besar.


"Kebetulan teman ku memiliki villa di sini, jadi aku teringat ingin mengajakmu menikmati suasana yang indah dan sangat nyaman ini, jadi aku meminjam villa ini khusus untuk mu hari ini!" Bohong Leo, sebenarnya villa ini milik mereka tapi sungguh tidak mungkin Leo mengatakannya kepada Casandra tentu saja Casandra akan curiga kepada Leo karena ia memiliki villa yang bernilai fantastis seperti ini.


Casandra hanya mampu tersenyum, ia sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan perasaan bahagia nya saat ini.


Tiba-tiba dari ruangan lain terlihat seorang maid berjalan mendekati mereka dan memberi salam dengan sopan.


"Selamat datang Tuan Leo, apakah kalian berdua saja?" tanya maid tersebut.


"Tentu Uncel Nick, apakah semuanya sudah siap?"


"Semua sudah siap tuan, silakan!" Pria paruh baya yang bernama Nick itu mengajak Casandra dan Leo berjalan menuju ke halaman belakang villa, disana terdapat gazebo yang menghadap langsung ke pegunungan yang sangat indah, disana juga sudah terhidang beberapa macam makanan yang terlihat sangat lezat.


CASANDRA POV.


Aku tak menyangka jika Leo sangat romantis seperti ini.


Romantis!


Tunggu dulu, mengapa aku bisa berspekulasi jika Leo orang yang romantis? bagaimana tidak, wanita manapun akan berpikiran seperti itu karena jarang sekali pria di dunia ini memiliki kepekaan yang tinggi dan selalu melakukan hal-hal yang sangat manis seperti ini kecuali pada wanita yang ia suka.

__ADS_1


What's? jangan bilang jika Leo benar benar menyukai ku! oh God! aku terlalu percaya diri sekali, bagai mana mungkin kami baru beberapa kali bertemu dan mungkin saja Leo selalu berprilaku seperti ini untuk teman barunya, tak terkecuali kepada ku juga.


Leo menggenggam tangan ku dan mengajakku berjalan menuju gazebo besar itu, dengan gentle nya Leo menarik kursi dan mempersilakan aku untuk duduk terlebih dahulu, ia pun menuangkan wine kedalam gelas ku.


Ya Tuhan, aku meleleh ketika Leo memperlakukan ku seperti ini, selama ini aku tak pernah bertemu pria lembut seperti Leo, begitu beruntungnya wanita yang akan menjadi kekasihnya nanti.


Leo tersenyum, setelah selesai menuangkan wine di gelas kami berdua ia kemudian berjalan kearah kursinya sendiri.


Uncle Nick pun mulai melayani kami, menyuguhkan makanan mulai dari Appetizer, main course sampai di bagian dessert yang semua terasa sangat lezat.


Setelah menikmati makanan tersebut tiba-tiba Leo berdiri dan mengajak ku untuk berdiri di pinggir gazebo yang ternyata di bawahnya terdapat lembah yang dalam namun sangat indah.


Leo membawa ku kedalam pelukan hangatnya, ya Tuhan! aku benar-benar di buat mabuk akan perilaku manisnya dan yang membuat aku tak habis pikir mengapa tak sedikitpun aku berniat untuk menolak pelukan darinya, aku hanya takut jika dia memelukku hanya karena ia tak ingin aku kedinginan saja.


Hei! apa yang sedang aku fikirkan, apa aku sudah berharap lebih dari Leo? oh God, aku seperti wanita tak berkelas saja berharap cinta dari laki laki yang baru beberapa hari ku temui ini.


"I love you, Casandra!"


Duarr..


Apa aku sedang bermimpi? tidak mana mungkin aku bermimpi sedangkan kurasakan sekarang tangan kekarnya membalikkan tubuh ku agar menghadap kearahnya, tatap matanya yang teduh membuat aku terpesona dan makin menggila kepadanya.


Perlahan dan pasti tatapan sendunya sekarang beralih menatap bibir ku yang ranum, kurasakan deru nafasnya menerpa wajah ku membuat waktu seperti berhenti sejenak.


Kepala Leo semakin mendekat dan terus mendekat sampai kurasakan bibir tebalnya mengecup lembut bibir ku, aku semakin membeku merasakan hangat dari lekuk bibir dan sedikit tusukan dari sisa bulu wajahnya yang sudah ia cukur.


Detak jantungku semakin memacu, saat kesadaran ku belum kembali aku merasa Leo mulai menggerakkan bibirnya, Pelan dan terasa sangat manis, semakin lama ia semakin berani menambah Ritme kecupannya setelah aku memberanikan diri untuk membalas ciuman darinya dan gigitan kecil di bibir ku membuat aku sedikit membuka mulutku sesuai keinginannya, lidahnya tanpa permisi menerobos masuk mengabsen setiap deretan gigiku dan mengobrak abrik mulutku mencari dimana letak lidah ku, setelah ia berhasil menemukan lidahku kami mulai membelitkan lidah kami satu sama lain tanpa ampun dan tanpa rasa canggung untuk bertukar Saliva.


Aku melepas paksa pagutan bibir nya saat kurasakan oksigen didalam dadaku semakin menipis, Leo pun menatap ku seperti meminta sesuatu yang tak ku mengerti, ia mengusap bibir ku yang sedikit memerah karena mendapat gigitan darinya dan kembali membawa ku kedalam ciuman hangatnya.


Kali ini aku merasa Leo semakin berani, tangannya mulai membelai setiap lekuk tubuh ku ya terbungkus dress pendek berwarna putih, dan aku tak dapat menolak perlakuan nya itu.

__ADS_1


Ahhhh, ini sungguh nikmat! tubuh ku menghangat seperti ada aliran listrik yang membuat ku merasa gejolak yang tidak dapat ku ucapkan dengan kata kata, tanpa kusadari aku mulai mendesah sambil tangan besar Leo mulai meremas bokong ku yang padat ini.


LEO POV.


Aku tersenyum jahat saat mendengar wanita ini mulai mendesah saat ku remas kedua bokong nya, aku yakin nafsu nya sudah di ubun-ubun saat ini.


Dan tanpa menunggu lama aku mengangkat tubuhnya dan ku gendong ala bridal style tanpa melepaskan ciuman kami, syukur pintu kamar itu tak jauh dari gazebo tempat kami berdiri, ia mengalungkan kedua tangannya di leherku dan mengeratkan pelukannya.


Tangannya menekan tengkuk leher ku membuat ciuman kami semakin dalam, setelah tubuh ku masuk dengan sempurna kedalam kamar, ku dorong pintu kamar ini dengan kakiku karena tangan ku sedang menahan tubuh wanita ini di dalam gendongan ku.


Ku rebahkan tubuh nya diatas kasur dan aku pun mulai membuka kancing dress pendek yang menutup tubuhnya.


Pandangan mata kami bertemu saat dress yang ia kenakan sudah lepas dengan sempurna, bahkan aku sampai lupa bagaimana aku melepaskan bra dan ****** ***** nya sampai sampai ia sudah begitu naked.


Aku pun tak ingin membuang waktu lama, ku lepaskan jaket dan kaos ku dengan cepat namun saat aku akan melepaskan gesper di celana ku tangan ku terhenti karena ia sudah mengambil alih tugas, dengan tatapan matanya yang memburu nafsu ia melepaskan semua yang aku kenakan dengan cepat sampai ketika ia melotot melihat sesuatu yang selama ini terbungkus rapi di tempat nya.


Aku mendorong tubuhnya, memecahkan lamunannya saat ia tak berkedip menatap bagian tubuh sensitif ku ini.


Aku memulai dari bagian bibirnya terus menjelajahi setiap inci lekuk tubuhnya yang sangat ingin aku masukin, sampai aku sudah benar benar tidak tahan untuk merasakan tubuh itu dengan sepenuhnya.


Sampai ketika ia mengeratkan cakaran di tangan ku dan teriak kesakitan, bluss! aku melihat sedikit bercak merah di antara peraduan kami.


Oh my God!


Aku merutuki diriku yang bejad ini, dia masih perawan dan aku orang brengsek yang mengambil kehormatannya! aku benar-benar tak sampai pikir mengapa ia merelakan keperawanannya kepada ku yang notabene pria berengsek yang melakukan ini tanpa cinta!


Maafkan aku Casandra, awalnya aku hanya ingin membalas penghinaan Ayahmu saja, aku tak pernah berfikir gadis seperti mu masih menjaga aset yang sangat berharga.


Namun nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur.


Aku mulai menggoyang pinggulku membuat ia merintih keenakan sambil menyebut nama ku, hingga suasana kamar yang hening sekarang di penuhi suara bercinta milik kami, hingga aku melupakan sudah berapa kali aku dan Cassandra mencapai puncak dari permainan kami.

__ADS_1


***


Kutatap wajah lelah Casandra yang masih terlihat sangat cantik, tubuh naked kami hanya berbalut selimut tebal, rasa dingin pun seketika hilang saat aku kembali memeluk tubuh nya, ia seperti sedang membagi kehangatan untuk ku, lalu aku pun kembali tertidur dengan posisi memeluk Casandra.,


__ADS_2