Romansa Mafia

Romansa Mafia
Luka di masa lalu


__ADS_3

Setelah kepergian Leo dari rumahnya, Kai berjalan mendatangi kamar milik putrinya, Kai membuka pintu kamar Casandra perlahan dan melihat putrinya sedang berbaring memeluk boneka kesayangannya.


"Maafkan Daddy, sayang! Daddy melakukan itu karena Daddy tidak ingin kau tersakiti!" ucap Kai sambil mengusap Surai coklat milik putrinya.


Casandra yang masih marah pada Ayahnya hanya memilih diam, ia enggan untuk berdebat dengan Ayahnya itu karena ia tak pernah menang jika harus beradu argument dengan Ayahnya.


Merasa tak mendapatkan respon apapun, Kai menarik napas berat dan berjalan meninggalkan kamar Casandra dengan perasaan yang tak menentu, namun langkah nya terhenti saat ia melihat sang istri berdiri di depan pintu kamar dengan wajah datarnya. Kai yang tau arti tatapan istrinya itu hanya diam dan kembali berjalan melewati istrinya tanpa sepatah kata pun membuat istrinya menggeleng geleng kepala melihat kelakuan suaminya yang sedikit keterlaluan terhadap anak tunggalnya itu.


Malam itu suasana hati Kai semakin tak menentu karena itu pertama kalinya ia membentak putrinya, pikirannya pun sekarang di penuhi ingatan masa lalunya yang seakan membuat kepalanya ingin pecah.


Setelah acara makan malam dengan keheningan, tanpa banyak bicara Kai segera menuju kamarnya, ia benar-benar tak ingin melampiaskan kekesalannya kepada dua wanita yang berharga dalam hidupnya sekarang, Kai berdiri di balkon kamarnya dengan segelas wine, menatap langit yang hitam tanpa bintang bintang.


"Maaf Kai, aku tak bisa mencintaimu! karena hidup tak semata-mata tentang cinta saja! walaupun kau anak orang kaya tapi kau tidak bisa melakukan apapun, aku mencintai Jay, karena Jay adalah pria yang gigih dan pekerja keras!" Kalimat itu kembali memenuhi otak Kai, rasa sakit yang sekian lama ia kubur kini kembali menganga.


"Aku memang orang miskin, maka dari itu aku mencari pria yang bisa memberikan apapun untuk hidup ku!" lagi lagi kalimat itu membuat Kai sangat membenci orang miskin yang hanya memanfaatkan harta dari seorang yang kaya.


"Aku mohon Jen, aku tak kalah hebat dengan kakakku Jay dan aku yakin Ayahku juga akan memberikan semua hartanya untuk ku dan aku pun bisa membuat mu bahagia!"


"Maaf Kai, aku sudah menerima lamaran Jay dan kami akan menikah!"


Arghh..


Tarrrrr....

__ADS_1


Teriak Kai sambil melempar gelas wine di lantai, emosi Kai semakin memuncak, dadanya turun naik, matanya terpancar kebencian pada Jennie walaupun Jennie sudah meninggal, seakan dendam itu akan ia bawa sampai mati.


Tanpa Kai sadari sang istri sudah berdiri di belakangnya dengan tatapan sendu, ia tau mengapa Kai melakukan itu kepada anaknya karena Kai tak ingin Casandra merasakan sakit seperti Kai dulu.


***


Setelah bertemu dan berbicara lebih dekat dengan Lily, perasaan Louis hari ini sangat bahagia, dengan senyum yang tak pernah luntur ia memacu mobilnya menuju kantor karena saat ia ingin menjemput adiknya ia mendapatkan telpon dari Elena, Louis tak pernah bisa menolak permintaan teman sekantornya itu karena Elena gadis yang baik dan selalu membantunya saat ia berada dalam kesulitan.


Setelah mobil Louis terparkir sempurna di depan gedung yang menjulang tinggi, ia pun keluar dan sedikit berlari memasuki gedung tersebut, ia tak ingin membuat Elena menunggunya lama.


Ting...


Suara lift terbuka, Louis pun berjalan menuju ruangan Elena, setelah membuka pintu tanpa mengetuknya ia melihat Elena menatap berkas berkas di tangannya dengan wajah serius.


"Maaf aku terlambat!" suara Louis terdengar terbata bata karena napasnya tersengal saat ia berlari menuju ruangan Elena.


"Kau pernah mendengar pengusaha kaya dari Korea, Park Kai?" tanya Elena dan di sambut anggukkan oleh Louis.


"Aku mendapatkan informasi dari bawahan ku jika Kai berteman dekat dengan Black Tiger!" Elena menyerahkan foto foto pertemuan Kai dengan Mr Daniel.


Louis hanya diam memandang foto ditangannya itu, ia masih tak mengerti tentang keterlibatan Kai, baginya bisa jadi Kai hanya berteman saja dengan Mr Daniel tanpa terlibat apapun dari kegiatan hitam Mr Daniel.


"Aku ingin kau menyelidiki hubungan Kai dan Mr Daniel lebih dalam!" perintah Elena.

__ADS_1


"Tapi, ini tak ada hubungannya dengan penyelidikan ku terhadap Triple L!" protes Louis, "Sampai saat ini aku pun masih belum bisa menguak identitas dari Triple L, dan kau menambahkan tugas ini padaku?" Louis tak habis pikir bagaimana teman nya ini memberikan tugas yang begitu sulit untuknya. Louis menyandarkan tubuhnya dan memijat pelipisnya, baru beberapa jam tadi hatinya sangat bahagia namun dengan tugas dari teman nya ini moodnya benar benar sudah rusak.


Elena menatap wajah lelaki yang sudah ia sukai sejak 3 tahun lalu, dan menarik napas panjang "Kau bisa meninggalkan dulu tugas mu tentang pencarian identitas Triple L, karena saat ini mereka sedang tidak melakukan kegiatan apapun sehingga vacum nya mereka akan menyulitkan mu untuk menyelidiki mereka!" jelas Elena.


Louis mengangguk mengerti "Lalu informasi apa lagi yang kau tau agar aku bisa memulai penyelidikan ku?" tanya Louis dengan wajah serius.


"Kai memiliki seorang putri yang sedang berkuliah di sebuah universitas ternama, dan aku dengar ia sudah tinggal di sini sekitar 1 tahun, namanya Casandra!" jelas Elena.


"Baiklah, Pertama tama aku akan mencoba mendekati putrinya terlebih dahulu!"


"Terserah kau saja!" ucap Elna malas, jujur Elena sangat cemburu jika ia mendengar Louis berdekatan dengan wanita lain, tapi Elena juga enggan menunjukkan ketertarikannya pada pria yang menjadi partner kerjanya itu. Elena menang tipe perempuan yang terlalu menjunjung tinggi harga diri dan ia tak akan mengumbar perasaannya terhadap orang yang ia suka.


Setelah banyak menerima penjelasan dari Elena, Louis pun pergi meninggalkan Elena yang masih betah berkutat dengan kertas kertas nya padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Louis pun memacu mobilnya menuju apartemennya, ia tak ingin adiknya khawatir tapi di tengah perjalanan ia melihat restoran cepat saji dan ia berniat membeli sekotak pizza untuk adiknya, karena ia tau jika adiknya adalah pencinta pizza, setelah mendapat sekotak pizza Louis kembali memacu mobilnya dengan tenang.


Mobil Louis sudah terparkir rapi di parkiran, ia berjalan menuju unit apartment nya dan setelah sampai di depan pintu apartemennya ia menekan beberapa digit angka, tak lama pintu pun terbuka dan ia melihat adiknya duduk termenung di balkon sedang menatap langit dengan tatapan kosong. Louis pun berjalan mendekati adiknya "Apakah kau sudah tertular dengan kebiasaan ku?" Louis memeluk tubuh adiknya dan mengangkat kotak pizza yang ia bawa kedepan wajah adiknya.


"Kau mau menyogok ku?"


"Hey Rosé, apakah aku terlihat seperti pejabat negara yang hobi menyogok?" kekeh Louis karena melihat wajah adiknya semakin kesal.


"Kau tadi tidak menjemput ku dan membiarkan aku menunggu lama tanpa mengabari ku!" ucap Rosé semakin kesal karena ulah kakaknya yang tidak dapat di hubungi sedari tadi.

__ADS_1


"Im sorry! ponsel ku mati saat aku selesai menerima telepon dari Elena dan aku di suruh ke kantor saat itu juga!" Louis menunjukkan wajah memelas nya membuat Rosé tak bisa marah kepada kakaknya itu.


Ya, Rosé adalah adik kandung dari Louis, mereka hanya tinggal berdua setelah kematian orang tuanya, sejujurnya Louis tak pernah mengizinkan Rosé untuk bekerja karena Louis ingin Rosé melanjutkan kuliahnya, tapi Rosé sudah tidak ingin kuliah atau bisa di bilang Rosé tak ingin membebani kakaknya dengan biaya kuliahnya, maka dari itu dengan bujuk rayu Rosé akhirnya Louis mengizinkan Rosé bekerja dengan catatan Rosé hanya bekerja di siang hari saja.


__ADS_2