
"Selamat datang, silakan masuk!"
Terdengar suara waiters wanita yang membukakan pintu cafe itu saat Lily dan Loius datang, membuat Louis melemparkan senyumannya kepada waiters tersebut, sedangkan Lily yang berjalan di belakang Louis hanya memasang wajah datarnya tanpa sedikitpun berniat untuk sekedar tersenyum.
Mereka pun memilih duduk di meja yang terletak di sudut ruangan itu.
"Saya pesan Americano ice dan sup macaroni!" ucap Lily sambil menutup buku menu.
"Spaghetti bolognese dan capuccino latte! Terima kasih!" Louis menyerahkan buku menu miliknya dan Lily.
Setelah waiters itu pergi meninggalkan mereka berdua, suasana kembali hening dan kembali canggung, Lily yang sangat irit berbicara pun lebih memilih memandang jalanan yang ramai dan sedikit macet karena sudah memasuki jam makan siang, sedangkan Louis tetap setia menatap wajah Lily dengan tatapan sendunya.
"Aku perhatikan sepertinya kau bukan orang asli sini?" Pertanyaan Louis berhasil mengalihkan pandangan Lily.
"Ya, aku bukan asli orang sini tapi aku warga negara sini!" ucap Lily santai.
"Kalau boleh aku tebak kau pasti keturunan Asia?"
" Yups! Aku dan kakakku keturunan Korea tapi dari umur ku 5 tahun kami sudah menetapkan di sini dan tidak pernah lagi mengunjungi negara asal ku!"
Louis sedikit termenung, bukan saja termenung tapi ia juga terkejut mendengar pengakuan Lily yang mengakui jika mereka berasal dari Asia, hal itu membuat Louis teringat kata-kata Elena tadi.
Louis berusaha menepis semua itu karena menurutnya Lily adalah gadis biasa yang tak terlihat seperti seorang mafia, hanya saja Lily memiliki sifat dingin dan cuek dengan sekitarnya.
Di mata Louis, Lily gadis yang sangat istimewa yang pernah ia jumpai, selain memilih paras yang cantik dan tubuh yang mungil, Lily sangat memiliki karisma yang kuat, ia juga memiliki wajah yang imut dan sexi secara bersamaan.
"Sekarang apa kesibukan mu?"
Lily terdiam sejenak, ia mencoba memutar otaknya untuk memberi jawaban yang tepat kepada Louis tentang pekerjaannya, namun tiba-tiba waiters tadi bersama temannya datang menghidangkan makanan yang mereka pesan.
"Wow,, aku sangat lapar! ayo makan!" ucap Lily bersemangat.
__ADS_1
Louis hanya tersenyum karena Mood Lily yang sering tiba tiba berubah.
LILY POV.
"Sekarang apa kesibukan mu?"
Dan pertanyaan itu akhirnya aku dengar dari mulutnya, inilah mengapa aku sedikit malas untuk berinteraksi dengan orang lain, mereka pasti akan bertanya tentang kesibukanku, keluargaku bahkan nanti akan menanyakan pekerjaan orang tua ku.
Jika saja pekerjaan kami bukan seorang mafia mungkin saja itu pertanyaan yang sangat biasa untuk di lontarkan, tapi tidak untuk kami. Jujur aku terkadang sangat tertekan dengan semua ini, aku kadang berfikir apakah pendampingku nanti akan menerima profesi ku ini atau justru mereka akan ketakutan untuk berhubungan dengan ku?.
Aku muak dengan semuanya tapi aku belum bisa melepaskan ruang lingkup hidup ku yang hitam ini, sebelum aku mengungkap semua yang telah terjadi pada orang tua ku, aku tidak akan pernah berhenti untuk mengejar dan membuat mereka yang sudah menyakiti orang tua ku menderita, aku tidak akan membiarkan mereka menikmati mimpi indah di malam hari.
Akhirnya aku terpaksa bergegas merubah Mood ku agar bisa mengalihkan pertanyaan Louis.
Kami pun mulai makan dengan tenang, dan makanan di cafe Favorit ku ini memang paling juara, apa aku harus menyuruh Luca membeli cafe ini agar makanan yang di hidangkan di sini hanya aku dan kakakku saja yang bisa menikmatinya, hahahahah!.
Tapi ngomong-ngomong, mengapa dari tadi aku tidak melihat gadis Blonde yang bernama Rosé itu, apakah dia sedang libur? ah, gadis itu sangat polos dan semangat kerjanya membuat ku kagum, andai saja aku juga memiliki saudara perempuan mungkin aku tidak terlalu merasakan kesepian seperti ini.
Jujur, Louis memanglah pria sempurna! ia memiliki badan yang tinggi dan terlihat atletis, dengan ukuran otot yang tak terlalu besar tapi tidak juga kecil, dan aku bisa menebak jika tubuhnya banyak di tumbuhi rambut halus yang membuat nya terlihat sangat menggoda, kemudian lihatlah tangan kekarnya terlihat sangat kokoh dan membuat kenyamanan jika berada dalam kungkungan nya, dan satu lagi warna kulitnya yang exotic membuat ia semakin sempurna menjadi seorang pria.
What's!
Bisa bisanya otakku berfikir kotor dan mesum pada pria yang menyebalkan ini!
Tidak, ini tidak benar! aku tidak pernah sekalipun berfikiran jorok saat melihat orang terlebih dia seorang pria asing yang baru saja aku kenal, tapi mengapa saat berada di dekatnya libidoku selalu meningkat hingga memaksa ku untuk membayangkan hal-hal yang mesum.
Aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran mesum ku, aku tak ingin terlihat seperti jalang yang sedang menggoda, lalu ku alihkan pandanganku keluar jendela agar aku tidak berpikir yang aneh aneh lagi.
"Besok aku free, mau pergi jalan jalan dengan ku!"
"Tidak!" tolak ku mentah-mentah ajakan Louis.
__ADS_1
"Ayolah ly, sepertinya hidupmu terlalu kaku, tidak bisakah sehari saja kau bersikap lembut kepadaku, hum?" Louis memegang tanganku yang berada diatas meja membuat ku terdiam sejenak.
Aneh, kenapa tubuhku terasa seperti tersengat aliran listrik yang membuat semua persendian ku terasa lemas? dan aku tak sedikitpun bisa menolak sentuhan nya, ini terasa sangat berbeda!
aku tak tau apakah karena aku tak pernah merasakan sentuhan seseorang atau memang Louis memiliki aura yang memikat?
Tidak, Leo bahkan pernah merenggut ciuman pertama ku, tapi aku sama sekali tidak merasakan getaran seperti ini, bahkan sekarang bulu kudukku berdiri dengan hanya menyentuh tanganku saja!.
Aku melihat mimik wajah Louis memohon dan terlihat tulus, ku redam sedikit ego ku dan mencoba memberi kesempatan kepada pria ini untuk bisa dekat dengan ku! aku tak bisa untuk terus-menerus menutup hati dan kehidupan ku, hatiku lelah dan aku butuh seseorang yang tepat untuk sekedar meminjamkan bahunya sejenak saat aku lelah.
"Baiklah, besok temui aku di taman kota!"
ucap ku lembut.
"Really?"
Mata Louis memancarkan kebahagiaan, ia sangat senang karena kali ini aku menerima ajakannya.
"Ok, kalau begitu besok kita bertemu di taman kota jam 9, bagaimana?"
"Kau gila apa harus sepagi itu?"
"What's, kau bilang itu pagi?, ayolah Lily jangan bilang kau selalu bangun siang!"
"Memang kenapa jika aku bangun siang, apa dunia akan mendapatkan masalah?"
Aku mulai terpancing emosi lagi.
"Oke, oke jangan marah, kita akan bertemu jam 12, bagaimana?"
"Great!" jawabku singkat.
__ADS_1
Sebenarnya aku bukan gadis yang pemalas hanya saja waktu tidur ku sedikit bermasalah, semua berawal saat aku sering mengurusi laporan tentang pengiriman barang barang yang kami lakukan, terlebih jika pesanan barang melonjak aku harus menghabiskan malam ku untuk sekedar memastikan barang barang di kirim dengan baik dan sesuai waktu yang ditentukan, hal itu membuat ku bisa tidur lewat tengah malam Bahakan pagi, walaupun sekarang kami sedang tidak melakukan pengiriman pun itu akhirnya menjadi kebiasaan ku.