
Lily memegang senjata api berbentuk pistol, ia mengangkat pistol itu, memeriksa setiap detail bagian pistol "Glock 22 memiliki panjang 204 mm/8,03 inci dan lebar 32 mm/1,26 inci. Glock 22 merupakan versi .40 S&W. Kapasitas tempat mesiu sebanyak 15 putaran. Glock 22 juga termasuk senapan semi otomatis dan senapan mesin."
Kemudian Lyla meletakkan senjata itu dan mengangkat senjata api berlaras panjang, Lily menatap takjub senapan Laras panjang yang sangat canggih itu.
"M600 menggunakan teknologi dari peluru kendali yang biasa ditembakkan oleh pesawat jet tempur. Tak tanggung-tanggung senjata ini dilengkapi lensa optic yang bisa melakukan Tag pada target dengan mudah sehingga sebelum menembak, senjata ini akan memberikan sinyal bahwa target sudah di “Lock” atau dikunci, lalu pengguna tinggal menarik pelatuk. Tingkat rating kesuksesan mengenai target dengan M600 cukup tinggi yaitu mencapai 87 persen"
Lily menjelaskan dengan singkat spesifikasi 2 macam senjata api yang akan mereka kirim ke Jepang kepada anak buahnya itu, mereka tampak takjub dengan Lily karena Lily banyak mengetahui berbagai macam jenis senjata api baik keluaran lama maupun keluaran terbaru.
Kepintaran Lily tidak di ragukan lagi, tidak ada misi mereka yang tidak berhasil, strategis pengiriman Lily dinilai sangat tepat dan aman untuk kurir yang membawa barang mereka, ia juga dapat meminimalisir resiko tertangkap maupun di curigai oleh pihak kepolisian.
"Semuanya berjumlah 10 Pucuk senjata api, packing dengan rapi dan hati hati serta pastikan barang ini sampai ke tujuan dengan aman" perintah Lily kepada anak buahnya yang berbadan besar itu.
"Baik Nona, kami akan melaksanakannya, kami pastikan dalam 10 hari barang ini akan sampai ke pemiliknya!" Ucap pria besar yang berkepala plontos itu.
Lily menganggukkan kepala, kemudian ia berjalan meninggalkan ruang bawah tanah itu, karena ia tidak tahan dengan udara pengap didalam ruangan itu membuat ia merasa tidak nyaman.
Lily melangkah kan kakinya berjalan mendekati tangga menuju Roof top yang memiliki pemandangan hutan dan pedesaan yang sangat asri dan menenangkan, Roof top menjadi tempat favorit Lily ketika ia berkunjung ketempat ini, ia merasa sangat tenang, Lily berjalan menuju sofa yang sudah tersedia di sana,ia pun duduk di sofa putih menikmati semilir angin yang berhembus membelai wajah cantiknya, ia meminta anak buahnya menunggu di lantai bawah saja karena saat ini ia hanya ingin sendiri, hatinya sedikit kacau entah apa penyebabnya tapi rasa bosan hidup seperti ini selalu menyerang moodnya, Lily selalu berusaha untuk menepisnya tapi keinginan itu selalu mengusik nya, bahkan ia selalu memikirkan masa depannya nanti, ia ingin memiliki keluarga dan hidup dengan tenang, ingin menjadi Ibu rumah tangga yang setiap hari hanya mengurus rumah, anak dan suami saja, ya itulah sebenarnya keinginan Lily tapi semua itu ia tunda karena misinya belum terlaksanakan.
__ADS_1
Lily mengambil ponsel didalam saku celananya mengetik beberapa pesan untuk Luca "Pengecekan barang sudah selesai, hari ini barang akan segera berangkat menuju Jepang, mungkin akan memakan waktu sekitar 10 hari, barang itu akan sampai dan di terima oleh pemiliknya!" Ketik Lily.
Lily kembali memandang langit yang hari ini sangat indah tiba tiba ia teringat lagi wajah lelaki menyebalkan yang ia temui kemarin malam di taman.
"Aish, mengapa wajah menyebalkan itu selalu muncul!" Gumam Lily yang terlihat sangat kesal, tapi Lily kembali tersenyum, ia mengingat kembali kejadian itu, Lily tak habis pikir mengapa kerikil yang ia tendang itu bisa mengenai kepala Pria itu dan yang membuat Lily tertawa kesal ketika pria itu membalas dengan melempar kerikil itu kepadanya, itu sungguh kekanak-kanakan.
Dilain tempat.
Luca dan Leo memeriksa tumpukan narkoba berjenis Heroin dan Kokain, mereka mengecek pemaketan yang akan di kirim ke Thailand, hari ini mereka sangat sibuk karena pengiriman saat ini jumlahnya sangat banyak dari tahun kemarin.
"Leo, tolong urus semua ini, aku ingin barang barang ini sampai dalam waktu seminggu!" Perintah Luca.
"Baiklah, nanti aku minta tambahan waktu kepada pelanggan kita, dan secepatnya kau kirim ini semua!" Luca berjalan menuju mobilnya dan di susul oleh Leo yang sudah selesai memberikan perintah kepada seluruh anak buahnya yang bertugas mengurus barang barang tersebut.
Mobil sedan hitam yang ditumpangi Leo dan Luca berjalan dengan kecepatan tinggi, Luca berniat menyusul Lily dan bertemu Monde.
"Aku perhatikan beberapa hari ini hubungan kau dengan Lily merenggang?" Tanya Luca tanpa melihat Leo.
__ADS_1
Leo menarik napas berat " Aku mencintai Lily dan aku mengungkapkannya kepada Lily, tapi Lily justru marah kepada ku dan sekarang dia juga menghindari ku!" Jelas Leo.
Luca hanya tertawa, ia sungguh tak mengerti dengan sifat Leo dan Lily, Luca sangat mengetahui jika adiknya itu sudah menganggap Leo seperti kakaknya sendiri tapi Luca juga tidak bisa menghalangi perasaan Leo yang sudah kepincut dengan pesona kecantikan adiknya itu.
Luca mengakui jika setiap laki laki yang melihat kecantikan Lily pasti akan jatuh cinta kepada adiknya itu "Aku harap kalian bisa lebih profesional ketika sedang bekerja,kau juga tau Lily sangat tidak suka jika dia di paksa apalagi untuk urusan hati, jadi jika kau benar-benar mencintai Lily kau harus mencari cara agar Lily bisa jatuh cinta kepadamu dan jangan dengan paksaan karena itu akan membuat kau semakin jauh darinya!" Jelas Luca karena ia tak ingin semuanya jadi berantakan karena urusan hati.
Akhirnya mobil sedan hitam itu berhenti di depan rumah besar, terlihat mobil yang dipakai Lily masih terparkir di sana menandakan jika Lily masih berada di sana. Leo dan Luca keluar dari mobilnya di sambut dengan beberapa penjaga yang memberikan hormat untuk mereka berdua, Leo segera berjalan masuk dan menemui Monde yang sedang asik menonton televisi di ruang tengah.
"Monde!" Luca memeluk tubuh wanita paruh baya itu dari belakang, Monde sedikit terkejut karena ia tak menyangka jika Leo dan Luca akan mengunjunginya juga.
"Putra ku!" Monde memeluk dan menciumi pipi Luca dan Leo secara bergantian, mereka yang terkenal sangat kejam itu akan berubah menjadi anak yang baik jika sudah berada di dekat wanita yang bernama Monde.
"Monde kangen kalian!" Monde masih betah di dalam pelukan lelaki yang memiliki paras tinggi dan beberapa tato yang menghiasi tubuhnya.
__ADS_1