
Pagi pagi sekali Lily sudah bersiap-siap, ia akan pergi ke gudang senjata yang terletak agak jauh dari perkotaan, mereka memang membuat gudang gudang mereka secara terpisah dan terdapat di berbagai daerah terpencil jauh dari jangkauan, kali ini Lily harus turun tangan untuk pengecekan senjata api yang harus mereka kirim ke Jepang karena Lily tidak akan membuat kecewa para pembelinya jika barang yang sudah di terima tidak sesuai dengan pesanan.
Saat ini Lily hanya pergi sendiri bersama beberapa anak buahnya, ia tidak pergi bersama Leo seperti biasa karena Luca memerintahkan Leo untuk mengurus pengiriman narkoba ke negara Thailand, Luca juga mengetahui jika hubungan Leo dan Lily beberapa hari ini sedikit memburuk.
Lily pergi ke gudang menggunakan mobil sedan hitam yang sudah disain menjadi mobil anti peluru, mobil itu akan Lily gunakan saat ia berpergian dengan jarak yang jauh untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Lily menggunakan jeans hitam dengan setelan jaket hitam dan tak lupa ia memakai kacamata hitam yang membuat pesona nya semakin menawan walaupun ia seorang mafia kecantikannya tetap terpancar di wajah dinginnya.
Paras Lily akan terlihat sangat imut, manis bahkan seperti bayi jika ia sudah berada di lingkungan umum, ia akan terlihat sangat Humble di depan orang lain bahkan setiap orang yang pertama kali bertemu dengan nya akan mengira jika Lily adalah anak Mommy yang tak bisa melakukan apa-apa, itulah Lily ia seperti memiliki dua kepribadian yang sangat sulit untuk di tebak bahkan Luca yang merupakan Kakak kandungnya saja sangat sulit memahami sifat adik kesayangannya itu.
Setelah menempuh perjalanan 2 jam akhirnya mobil sedan hitam itu berhenti di rumah yang terlihat sangat asri, Lily pun segera keluar dari mobil ketika seorang anak buahnya membuka pintu mobil itu, Lily berjalan dan langsung di sambut dengan senyuman wanita paruh baya yang bertugas mengurus rumah tersebut.
"Lily sayang, sudah sangat lama Monde tak bertemu denganmu, nak!" Wanita itu langsung memeluk erat tubuh mungil Lily yang sedari tadi sudah melemparkan senyum untuk wanita paruh baya itu.
"Monde aku juga sangat merindukanmu, apakah kau sehat sehat saja?" Lily yang sedari tadi terlihat dingin tiba tiba berubah menjadi hangat ketika bertemu Monde yang tak lain adalah pengurus Lily saat ia pertama kali tiba di Amerika, karena Lily sudah dewasa jadi Mr Samuel menugaskan Monde mengurus rumah yang di jadikan gudang tersebut.
__ADS_1
Monde termasuk orang kepercayaan Mr Samuel dan ia sudah sangat lama bekerja dengan Mr Samuel karena kesetiannya Monde juga ia bahkan sudah menjadi bagian dari keluarga Mr Samuel.
"Apakah putri ku ini sudah makan?" Monde mengajak Lily duduk di kursi yang berada di belakang rumah itu, ia sudah menganggap Lily seperti anaknya sendiri bahkan Lily sangat menyayangi Monde seperti Ibu nya sendiri.
"Sudah Monde, tadi sebelum pergi Lily sudah makan! Tapi jika tidak keberatan Lily rindu teh hijau buatan Monde!" Lily memasang wajah bayi yang seperti memelas kepada Ibunya untuk segera di buatkan susu.
"Tentu Putri ku, dengan senang hati Monde akan membuatkannya untuk mu!" Monde pun berjalan ke dapur dan segera membuat teh hijau kesukaan Lily.
"Apakah Luca dan Leo sangat sibuk, sampai sampai ia tidak sempat menjenguk Monde nya ini?" Monde yang keluar dari dapur sambil membawa secangkir teh hijau dan sepiring kecil yang sudah berisi beberapa potong kue.
"Luca dan Leo sedang mengurus pengiriman narkoba ke Thailand, makanya mereka tidak sempat ikut kemari bersama ku!" Lily memberi penjelasan untuk Monde agar Monde nya itu tidak bersedih.
"Kalian harus tetap hati hati dan saling menjaga satu sama lainnya, karena kepolisian sekarang lagi mencari celah untuk menjerat kalian dengan hukum!" Monde selalu mengingatkan Triple L untuk selalu menjaga diri.
"Kami akan selalu menjaga diri kami dan Monde juga harus selalu menjaga kesehatan!" Lily kembali memeluk Monde dan bermanja sejenak dengan Monde, hal itu akan selalu Lily lakukan jika sudah berada di dekat Monde.
__ADS_1
Monde mengelus sayang kepala Lily, sebenarnya Monde tak ingin melihat Lily terjun ke dunia hitam ini tapi keinginan Lily sangat kuat dan tidak ada seorangpun yang mampu menahan keinginan Lily karena jika Lily sudah menginginkan sesuatu apapun itu harus ia dapatkan, tapi walau bagaimana pun juga Lily adalah gadis kecil yang manis di mata Monde walaupun ia akan berubah sangat kejam kepada musuh musuhnya.
Lily sangat menikmati kasih sayang yang diberikan Monde kepadanya, jika ia merindukan kasih sayang seorang Ibu maka ia akan menemui Monde dan akan bermanja manja dengan Monde hingga terkadang ia tak mengingat jika dirinya seorang Mafia.
Lily menegakkan kepalanya karena mengingat tugasnya belum selesai, ia berpamitan dengan Monde dan mengajak anak buahnya berjalan ke arah gudang bawah tanah yang terletak di belakang rumah yang Monde tempati.
Ruangan yang sedikit pengap karena tidak terlalu banyak ventilasi udara dan hanya di terangi oleh beberapa lampu, mereka juga harus melewati lorong kecil seukuran tubuh orang dewasa sepanjang 200m dan di ujung lorong terdapat pintu besi yang sudah dipasang pengaman dan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya code untuk membuka pintu besi itu.
Lily menekan beberapa digit angka tak lama kemudian pintu terbuka secara otomatis, Lily beserta anak buah kepercayaannya melangkah masuk kedalam ruangan persegi yang lumayan besar yang sudah di desain secanggih mungkin oleh Luca, kemudian pandangan Lily tertuju pada brankas besi yang besar di samping pintu, brankas besi itu terdapat tombol tombol seperti yang ada di pintu utama tadi, Lily menekan tombol tersebut memasukan beberapa angka lagi dan pintu brankas itu kemudian terbuka Lily menarik pintu tersebut agar ia dapat melihat seluruh isi yang ada di dalam brankas itu.
Satu persatu barang barang yang ada di dalam brankas itu di keluarkan oleh anak buahnya, ia menatap dan memegang setiap sudut barang barang itu, tampak ia menyunggingkan senyum Smirk yang penuh arti.
"Kita akan memakai jalur darat untuk mengirimkan nya!" Ucap Lily masih menatap barang yang masih ia pegang itu.
"Apakah itu tidak terlalu beresiko Nona?" Tanya salah satu anak buah yang selalu menemaninya.
__ADS_1
"Jalur darat memiliki resiko yang sangat kecil di bandingkan dengan jalur udara, walaupun akan memakan waktu yang lumayan lama tapi aku yakin barang ini akan sampai pada pemiliknya, kau siapkan saja kurir yang biasa kita pakai dan kali ini kau berikan mereka bayaran yang tinggi dan pastikan mereka sampai tepat waktu!" Lily memberi arahan dan strategi kepada orang-orang kepercayaannya.