
Pagi ini tampak seorang gadis sedang berjalan terburu-buru menuju halte tempat yang ia janjikan, ia hampir melupakan janjinya dengan pria yang ia temui kemarin, ia takut jika Pria itu tiba terlebih dahulu tiba di halte tersebut. langkah kaki panjangnya mengiringi deru nafas yang tersengal sengal.
CASANDRA POV.
Astaga aku hampir melupakan janji dengan Leo, ini karena Daddy memaksa untuk mengantar ku ke kampus dan aku tidak mungkin mengatakan jika hari ini aku sedang janjian dengan orang yang Daddy tak suka, sedangkan ketika makan malam kemarin aku mengatakan kepada Daddy jika hari ini aku akan sibuk di kampus ku karena tugas kuliah ku yang menumpuk, alhasil setelah sampai di kampus dan menunggu waktu sekitar setengah jam barulah aku pergi menuju halte tempat kami janjian, karena aku ingin memastikan jika Daddy benar benar sudah menghilang dari kampusku.
Dan syukurlah aku hanya terlambat sepuluh menit dari jam yang kami janjikan, namun saat aku menstabilkan napas ku aku merasa ada seseorang yang menepuk bahu ku membuat aku terlonjak kaget.
"Cassandra!"
Aku langsung membalikkan tubuh ku dan "Astaga Leo!" ucapku sambil mengelus dada ku karena terlalu kaget bercampur takut.
Ya, aku takut jika yang menyapa ku tadi adalah Daddy ku, aku pasti akan kwalahan menjawab seribu pertanyaan dari mulut Daddy ku itu, jika ia mengetahui aku berada di sini.
"Maaf aku terlambat!"
"Tidak Leo, aku juga baru saja tiba!"
Leo hanya mengangguk dan memasukkan tangannya kedalam saku jaket denim yang ia kenakan lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan.
"Kau berkeringat, apakah kau datang kesini dengan berlari?" tanyanya sambil menyeka keringat di keningku! aku termenung, diam dan mematung karena perlakuan manis yang Leo berikan, jantungku sedikit berdetak agak cepat membuat keringat ku kembali keluar semakin banyak.
Karena melihat aku masih diam tak menjawab pertanyaannya dan keringat ku pun semakin banyak, Leo terlihat sedikit khawatir.
"Kau baik-baik saja?" wajah cemasnya membuat aku tersadar jika respon ku tadi sudah membuat Leo khawatir.
"ya, aku baik baik saja!"
"Really? Kita bisa membatalkannya jika kau merasa tidak sehat dan- "
"Tidak, tidak! aku baik baik saja, mungkin cuacanya sedikit panas sehingga membuat ku semakin berkeringat!" aku meyakinkan Leo agar ia tidak terlalu khawatir.
Leo pun mengangguk dan menyunggingkan senyum khas miliknya yang sekarang menjadi pemandangan Favorit ku.
__ADS_1
Bodoh! aku seperti orang bodoh, bisa bisanya aku terlihat gugup saat Leo mengusap kening ku dengan sapu tangan nya! dan ayolah ada apa denganku, jangan bilang aku mulai menyukainya sedangkan ini baru ketiga kalinya kami bertemu!
"Ayo!" Lagi lagi Leo menggenggam tanganku dan membawaku menuju kesebuah parkiran membuat aku terpaku melihat genggaman tangan kekarnya di jari jari ku ini, aku hanya diam mengikuti langkah kaki tegapnya yang membawa ku berhenti di depan mobil Bugatti Chiron Pur Sport berwarna biru dan memiliki harga fantastis yang menyentuh 3,6jt dollar! Aku sedikit terkejut karena seorang karyawan di perusahaan swasta bisa memiliki mobil yang sangat mahal seperti ini! tapi aku tak ingin berpikiran yang tidak-tidak, Leo pasti bekerja sangat keras dan ia juga menabung cukup lama untuk membeli mobil ini karena aku melihat Leo orang yang memiliki penampilan sederhana.
Baiklah kita lupakan mobil sport milik Leo, aku tersadar saat Leo sudah membukakan pintu mobilnya untuk ku dan mempersilakan aku masuk bak seorang putri raja yang akan menaiki kereta kencana, dan ah! Leo sangat manis, aku menyunggingkan senyum ku sebelum tubuhku masuk dan duduk sempurna di dalam mobil mahal ini, dan ku lihat Leo mengitari mobilnya dan membuka pintu kemudi lalu duduk dengan tenang di samping ku.
****
LEO POV.
Aku melihat mimik wajah Casandra yang sedikit terkejut melihat mobil sport yang ku punya, dan aku lupa jika kemarin Mark mengenalkan ku pada Casandra jika aku bekerja di perusahaan swasta dan tidak mungkin juga karyawan biasa bisa memiliki mobil sport yang memiliki harga fantastis seperti ini.
Tapi sepertinya Casandra tak memperdulikannya mungkin ia mengira jika aku seorang pekerja keras dan menabung uang gaji ku seumur hidup untuk membeli satu mobil sport seperti ini.
Hahahahah, membeli mobil sport seperti ini bagiku sangat mudah, aku bahkan membelinya seperti aku membeli sepotong sandwich di pinggir jalan, dan akhirnya Casandra masuk ke dalam perangkap ku.
Mr Kai, harusnya kau menyesal sudah menghinaku saat itu, jujur aku tidak bermaksud menyakiti gadis polos seperti Casandra tapi aku terlanjur sakit hati karena hinaan yang Ayahnya berikan kepada ku itu. KAU TIDAK TAU SEDANG BERURUSAN DENGAN SIAPA Mr KAI! senyum Smirk jahat ku tersungging tanpa sepengetahuan Casandra, seperti aku akan memerankan peranku dengan apik , kemudian aku mulai menghidupkan mesin mobil ku dan memacunya meninggalkan parkiran.
****
Lily berjalan mengitari taman yang terletak di belakang mansion megahnya itu lalu duduk di sebuah gazebo yang dilengkapi satu set kursi yang sangat nyaman, terkadang para bodyguard yang sedang bertugas menjaga mansion itu sesekali melirik Lily yang sedang menikmati secangkir Americano hangat, ia terlihat sangat cantik.
Lily memiliki paras Asia dengan mata yang seperti mata kucing, tubuh mungil dan berkulit putih pucat, kecantikannya pun selalu di lengkapi dengan make up yang sangat natural dan polesan lipstik berwarna merah muda membuat pesonanya mampu meruntuhkan pertahanan kesetiaan Pria.
Tapi Lily adalah wanita Mahal dan berkelas, ia seperti permata di atas mahkota sang raja yang hanya mampu di pandang tanpa bisa di sentuh bahkan rasa ingin memiliki pun seperti mimpi didalam tidur abadi. tapi keadaan nya seperti ini terkadang membuat Lily merasa kesepian dan menjalani hidup tanpa warna.
Jangankan memiliki kekasih, untuk merasakan jatuh cinta pun sepertinya Lily belum pernah merasakannya walaupun usianya sekarang sudah menginjak dewasa.
Lily terlalu sibuk dengan dunia hitamnya membuat ia terlarut dalam dendam yang semakin tumbuh subur didalam hati nya,
"Sampai sekarang aku belum menemukan petunjuk sedikitpun dari kasus kematian orang tua ku!" Lily menunduk hatinya sedikit kacau jika sudah mengingat kasus kematian orang tuanya yang sudah lama terjadi, bahkan untuk kematian Daddy nya pun ia hanya mendapatkan petunjuk dari tato yang pernah ia lihat saat orang tersebut membunuh Daddy nya itu.
Saat Lily bergelut dalam kesedihannya tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekati Lily.
__ADS_1
"Paman yakin berita yang paman bawa ini akan menghilangkan kesedihan mu dan menjadi angin segar untuk kasus kematian orang tua mu nak!"
Ucapan Pria itu sontak membuat Lily mengangkat kepalanya memandang Roger yang sudah duduk di depannya.
"Satu bulan yang lalu Paman mengirimkan beberapa orang untuk menyelidiki asal usul mu, mulai mencari informasi dari panti asuhan tempat kau dan Luca di adopsi oleh Mr Samuel, dari sana ada satu nama orang yang terdaftar sebagai orang yang sudah mengantar kalian ke panti asuhan itu!"
"Siapa orang itu Paman?"
"Mr Kang!"
Lily mencoba mengingat nama yang tidak asing lagi di telinganya, tapi entah mengapa sedikitpun kenangan tentang keluarganya terdahulu sangat sulit untuk ia ingat, semenjak ia meninggalkan Korea ia dan Luca memang tidak pernah menginjakkan kaki di tanah kelahiran mereka karena permintaan Mr Samuel yang tak ingin di bantah.
Mr Samuel sangat menyayangi Lily dan Luca, ia terlihat sangat posesif karena ia tak ingin anak anaknya terluka, karena menurutnya nyawa mereka akan selalu dalam bahaya jika mereka tetap berada di Korea.
Melihat Lily yang masih terlihat berfikir keras, Roger hanya memandang Lily sambil tersenyum "Mr Kang adalah orang suruhan seseorang, dan itu sedang kami cari tau siapa yang sudah menyuruh Mr Kang, karena sampai saat ini kami belum mendapatkan petunjuk dimana keberadaan Mr Kang tersebut!"
Lily menatap wajah Roger seolah tergambar raut kecewa di wajah cantik gadis itu.
"Tenanglah, Paman akan selalu berusaha mengungkap semuanya!"
"Terima kasih Paman! aku berharap secepatnya semua ini bisa terungkap, aku sudah sangat letih menjalani semuanya!"
"Bersabarlah sebentar nak! Paman yakin semuanya akan terungkap dan kau bisa hidup dengan tenang!"
Lily mengangguk mencoba menetralkan perasaannya yang bercampur aduk dengan menyeruput kopinya yang mulai terasa dingin, sedangkan Roger kembali meninggalkan Lily untuk menyelesaikan tugasnya.
****
"Sudah 20 tahun ini aku mencari keberadaan mereka tapi sampai saat ini tidak ada yang bisa menemukan mereka!" ucap seorang Pria tua duduk bersama dengan seorang wanita yang juga terlihat tidak muda lagi.
Mereka bersantai di taman belakang rumah mewah yang bergaya Eropa, pilar pilar besar menjulang tinggi terlihat sangat kokoh membuat nuansa kemewahan itu sangat terasa.
"Aku masih sangat yakin jika mereka berdua masih hidup, tapi aku tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan mereka sekarang!" ucap wanita tua itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca, kulit keriputnya tak menutupi kecantikan yang ia punya "Aku sangat merindukan mereka!" akhirnya tangis wanita tua itu pecah di dalam pelukan sang suami yang sedari tadi sudah membawa wanita itu kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Sudahlah jangan menangis, aku selalu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari mereka!" tangan Pria itu mengusap lembut punggung istrinya, berusaha menenangkan isak tangis yang masih terdengar samar-samar.