
Sedangkan di tempat lain, Pesawat yang Lily tumpangi sudah mendarat di bandara, Lily pun langsung di jemput oleh bodyguard Tuan Marco.
Lily tak pergi sendiri, ia di temani Roger dan 4 orang bodyguard serta tidak lupa ia membawa 2 orang yang keadaannya sedang tidak baik-baik saja alias sekarat.
Flashback.
"Nona, dua orang kurir yang mengantar pesanan Tuan Marco sudah berada di gudang, mereka sempat ingin kabur ke China!" jelas seorang pria bertubuh besar itu.
"Baiklah, aku akan segera kesana!"
Lily berjalan menuju kamarnya untuk membereskan beberapa pakaian yang akan ia bawa ke Swiss, ia tak yakin jika ia tidak menginap di sana, karena bernegosiasi dengan Tuan Marco adalah hal yang sangat sulit walaupun beliau sahabat Daddy nya.
LILY POV.
Setelah membereskan beberapa pakaian dan barang-barang ku kedalam tas jinjing bermerek Chanel itu, aku terduduk diam memandang jendela kamar yang menghadap langsung ke luar.
Langit malam ini sangat cerah dan sudah bisa di pastikan besok tidak ada hujan menghampiri bumi ini, tapi semua ini tak secerah kebahagiaan ku, aku harus membatalkan ajakan Louis tanpa memberi tahunya, aku yakin dia pasti kecewa karena aku tidak bisa datang menemuinya.
Jujur, hati ku sangat sakit saat aku membayangkan kekecewaan yang ia rasakan besok.
Kutarik nafas ku dalam-dalam berharap sesak di dada ini sedikit berkurang, namun justru air mataku mengalir tanpa permisi.
Hidup ini seakan tak pernah andil untuk ku, saat aku ingin memulai justru masalah datang tanpa memberi ku kesempatan untuk merasakan kebahagiaan, aku tidak punya kekuatan untuk pergi meninggalkan takdir ku dan aku juga terlalu lemah untuk menjalani kehidupan yang menjadi impian ku sejak dulu.
Lamun ku tersentak saat ku dengar suara ketukan pintu kamarku dan aku yakin jika orang yang mengetuk pintu itu adalah Roger.
Aku pun melangkah ke luar kamarku sambil menenteng tas Chanel ku yang sudah berisi beberapa pakaian, karena setelah mengintrogasi cecunguk yang berani beraninya membuat onar itu, aku dan Roger serta beberapa bawahannya akan langsung terbang ke Swiss menggunakan jet pribadi milik Luca.
Namun sebelum terbang ke Swiss, aku ingin memberi sedikit pelajaran untuk dua hama yang menggangu itu.
Aku dan Roger berjalan menuruni tangga ruang bawah tanah yang terletak di belakang mansion, penerangan yang minim membuat suasana di bawah gudang bawah tanah semakin mencekam untuk mereka.
Dan seperti biasa aku melihat dua pria dengan tangan dan mata yang sudah terikat bermandi darah bercampur keringat, bawahan Roger sudah menghajar mereka habis habisan karena kesal atas ulah mereka berdua.
__ADS_1
Saat aku mendekati tubuh mereka yang masih tergantung aku melihat lagi tato Tiger yang sangat kecil berada di sudut telinga mereka berdua.
Lagi lagi orang yang sama yang tidak pernah menyerah untuk menghancurkan kami.
"Sebelum aku mengajak kalian jalan jalan, maukah kalian bekerja sama dengan ku?" tanya ku dengan suara yang sangat lembut, membuat kedua tawanan ku ini sedikit penasaran dengan sosok ku yang sangat misterius.
"Nona, maaf kan kami! kami hanya orang suruhan saja! kami hanya membutuhkan sedikit uang untuk biaya berobat anak kami, itu sebabnya kami menerima tawaran pekerjaan dari orang orang Black Tiger! ampuni kami Nona!" kedua orang ini mengemis pengampunan dari wanita bersuara lembut di depannya.
"Benarkah? aku bisa memberikan lebih banyak lagi uang untuk kalian jika kalian mau bekerja sama dengan ku! jika kalian mau, kalian cukup mengakui semuanya di depan costumer ku, bagaimana?"
"Ka-kami mau Nona, kami berjanji akan mengatakan semuanya kepada customer Nona jika kami lah yang melakukan penukaran barang kiriman untuk Tuan Marco!" ucap kedua pria itu girang.
"Bagus, malam ini kalian akan ikut bersama ku ke Swiss dan setelah kalian mengatakan semuanya kepada Tuhan Marco, kalian akan menerima hadiah yang sangat besar dari ku!" aku tersenyum penuh arti, senyuman ini adalah senyuman kematian untuk orang-orang yang sudah membuat masalah kepada ku, terlebih lagi kesalahan itu sangatlah fatal.
Aku pun memerintahkan Roger dan bawahannya untuk segera membawa dua orang ini menuju bandara, karena pesawat kami tak lama lagi akan terbang menuju Swiss.
Selama di perjalanan aku tidak bisa beristirahat dengan tenang, raut bahagia Louis membuat ku semakin merasa bersalah kepada nya, ah, sudalah aku akan mencari alasan untuk memberi pengertian kepadanya, semoga ia tidak marah kepada ku.
Tunggu dulu!
Aku dan Louis hanya orang asing yang tidak sengaja bertemu beberapa hari ini, untuk apa aku takut jika ia marah kepadaku, lagian aku belum tau siapa Louis sebenarnya.
Akhirnya ku paksakan memejamkan mata ini, tubuh ku terasa sangat lelah dan membutuhkan istirahat beberapa jam agar aku bisa menyiapkan mental ku bertemu dengan Tuan Marco
...****...
Didalam ruangan kerja yang sangat besar terlihat seorang pria paruh baya duduk bersama seorang pria muda yang terlihat sangat berwibawa, mereka sama sama menikmati secangkir teh hijau yang terhidang di atas meja kecil di depan mereka.
"Semalam Lily menelpon ku, ia mengirim ulang barang yang anda inginkan Tuan Marco dan sebagai permintaan maaf kami juga menambahkan kokain terbaik yang kami miliki!" Luca mengangkat cangkir teh dan menyeruputnya dengan penuh penghayatan.
Luca akui jika cita rasa teh hijau yang Tuan Marco punya adalah teh hijau dengan kualitas terbaik di dunia.
"Kalian tidak perlu repot-repot, aku dan Daddy mu sudah berteman sejak kami muda, namun jika soal bisnis aku tidak ingin di kecewakan saja!"
__ADS_1
"Maafkan kelalaian kami Uncel, kami sudah mengecewakan mu!"
"Tak perlu meminta maaf, aku hanya ingin Lily menjelaskan semuanya dan membawa orang yang sudah menganggu kalian, karena aku pun tak ingin keponakanku ini hancur!"
"Terima kasih Uncel!"
Tak lama terdengar suara langkah kaki yang tegas memasuki ruangan itu, dan saat pintu besar itu terbuka terlihat sosok Lily dengan wajah dinginnya berjalan mendekati Luca dan Tuan Marco.
"Maaf saya terlambat Tuan!"
"Kemarilah nak, Uncel sangat merindukanmu!"
Lily melirik sejenak kearah Luca dan berjalan mendekati pria paruh baya yang sudah merentangkan kedua tangannya, perlahan Lily pun masuk kedalam dekapan.
"Akhirnya Uncel bisa juga bertemu dengan mu, Lily! kau semakin cantik nak!" pria paruh baya itu sedikit meneteskan air mata.
Karena sudah sangat dekat dengan mendiang Mr Samuel, Tuan Marco pun sudah menganggap Lily dan Luca seperti anaknya sendiri. tapi Tuan Marco selalu sibuk hingga ia merasa kesulitan untuk bisa bertemu dengan Lily, sedangkan Luca akan mengunjungi Tuan Marco setengah tahun sekali.
"Maafkan aku Uncel aku-!"
"Tidak nak, Uncel yang seharusnya meminta maaf, Uncel tidak bisa menepati janji Uncel pada Daddy mu untuk menjaga kalian, Uncel sadar kalian sedang diincar dan ada pihak yang ingin menghancurkan kalian saat Uncel mendapatkan barang yang kalian kirim tidak sesuai permintaan Uncel. maka dari itu Uncel menyuruh Luca untuk meminta mu datang kesini!" jelas Tuan Marco.
Lily mengangguk mengerti tentang kekhawatiran Pamannya itu, namun Lily tetap membawa dua orang yang menjadi hama itu untuk memberi penjelasan kepada Tuan Marco.
Setelah kedua pria itu menjelaskan yang sebenarnya kepada Tuan Marco, membuat Tuan Marco mengerti siapa musuh triple L sebenarnya, ia meminta Luca dan Lily lebih berhati-hati. kemudian Roger kembali membawa pria pria itu ke gudang milik Tuan Marco untuk di eksekusi.
Dan kalian harus ingat, tidak ada orang yang bermasalah dengan triple L bisa lolos dengan mudah, terlebih mereka berdua sudah melihat wajah Lily.
"Kalian harus tetap berhati-hati, mereka semakin nekat untuk menghancurkan kalian, dan satu hal lagi kalian harus lebih waspada dengan orang-orang yang baru baru ini dekat dengan kalian.
Deg!
Ada rasa mengganjal di hati Luca dan Lily, mereka akui jika baru baru ini ada sosok yang mulai masuk dalam kehidupan mereka, tapi Luca segera buru buru membuang kecurigaannya terhadap Rosé, karena Luca tau Ayah Rosé mati di bunuh oleh seorang mafia dan terlihat sangat jelas jika Rosé sangat membenci mafia.
__ADS_1
Sedangkan Lily hatinya sekarang semakin berperang, di satu sisi ia tidak ingin mencurigai Louis tapi di satu sisi lagi bisa jadi Louis adalah orang suruhan black Tiger yang di tugaskan untuk menjadi mata mata mereka dengan cara mendekatinya.
Sungguh ini semua semakin membuat Lily semakin muak dengan kehidupannya, ia tidak bisa lagi membedakan mana yang tulus dan mana yang modus.