
"Kami juga merindukanmu Monde!" Ucap Leo
"Maafkan kami baru bisa mengunjungi mu sekarang!" Luca duduk di samping kiri Monde sedangkan Leo duduk di samping kanannya.
"Apakah putra putra ku ini sudah makan?" Tanya Monde kepada mereka berdua, Leo dan Luca menggeleng serempak karena memang dari pagi tadi mereka belum mengisi apapun kedalam perut mereka, Monde meminta mereka berdua untuk tetap duduk manis di sana menunggu Monde menyiapkan makanan untuk Leo dan Luca,
Luca memencet tombol remote televisi untuk mengganti siaran Televisi yang bagus tapi sepertinya nihil karena semua saluran yang tayang di televisi tersebut hanya berita dan cara musik saja.
Tak lama Monde datang dan menarik tangan Luca dan Leo menuju meja makan, mereka berdua terlihat sangat imut dan seperti anak kecil yang di suruh Ibunya untuk makan, Leo dan Luca menyantap masakan Monde dengan lahap karena menurut mereka masakan Monde lah yang paling enak dibandingkan masakan dari restoran ternama.
Setelah makan Leo kembali duduk didepan televisi menemani Monde sambil bermanja-manja, sedangkan Luca berjalan menuju tempat dimana ia bisa menemukan keberadaan adik kesayangannya, Luca berjalan menaiki tangga lalu ia melihat Lily sedang duduk bersandar di sofa sambil memejamkan matanya, Luca tau jika Lily tidak tidur karena Lily bukan tipe orang yang gampang tidur di sembarang tempat, Luca duduk di Sofa singgel sebelah Lily, ia melepaskan pandangannya menatap langit yang sangat cerah tetapi tidak panas.
__ADS_1
"Apakah pekerjaanmu sudah selesai?" Lily membuka obrolan tanpa membuka matanya, ia tau jika orang yang duduk di sampingnya adalah Luca saudara laki-lakinya.
"Semuanya sudah beres, makanya aku ada sedikit waktu untuk mengunjungi Monde!" Luca mendekatkan tubuhnya dan mengusap kepala Lily dengan kasih sayang.
Mereka terlalu jarang berinteraksi layaknya seorang kakak dan adik, mereka selalu berinteraksi secara formal, jujur terkadang Luca merindukan sosok Lily yang selalu manja kepadanya, tapi itu sudah tidak ia temukan lagi semenjak Mr Samuel meninggal dan Lily terjun ke dunia hitam ini, Lily merubah dirinya menjadi lebih mandiri, tegas bahkan sangat kejam.
Lily membuka matanya dan menatap Luca yang sudah tersenyum manis kepadanya lalu ia membenarkan posisi duduknya, ah tidak, tepatnya ia tidak ingin di perlakukan seperti itu oleh Luca, suasana kembali hening mereka sama-sama melemparkan pandangan kearah perkampungan kecil tapi tidak dengan pikiran mereka yang sudah bermonolog dengan diri mereka masing-masing.
Luca tertegun mencerna setiap kata-kata yang keluar dari mulut Lily, ia berdiri mendekati Lily dan melepaskan pandangannya jauh "Aku tidak pernah memaksa mu, kau bebas menentukan siapa yang akan menjadi pendamping mu nanti, aku hanya tidak ingin hubungan persaudaraan kita menjadi retak!" Luca menatap Lily yang sudah menunduk memandangi ujung sepatunya "Aku tidak akan menghindarinya jika ia tidak memaksakan obsesinya untuk mendapatkan aku lebih dari seorang adiknya!" Lily menatap Luca "Dan jika ia tetap seperti itu, jangan salahkan aku jika aku akan meninggalkan kalian semua!" Wanita kecil bermata kucing itu berjalan meninggalkan Luca yang mematung karena ia tak menyangka Lily akan berkata seperti itu bahkan Lily terdengar seperti mengancamnya.
Lily berjalan menuruni anak tangga dan berlalu di depan Leo yang sedang bermanja-manja dengan Monde, pandangan mereka bertemu tapi Lily segera beralih memandang Monde yang tersenyum manis kepadanya "Monde, Lily pulang dulu! Ada urusan yang harus Lily selesaikan!" Lily berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari Monde tanpa melihat lagi kearah Leo yang masih menatapnya dengan penuh cinta, Leo tau jika Lily berbohong karena Leo tau jika urusan mereka telah selesai semua tapi Leo membiarkannya, Leo tak ingin membuat kesalahan untuk keduakalinya kepada Lily.
__ADS_1
Flashback.
Sore itu Lily sedang duduk di taman belakang rumahnya, ia menikmati secangkir teh hijau Favoritnya sambil membaca buku, setelah kejadian itu saat Leo mengungkapkan perasaannya kepada Lily, Leo memang sedikit sibuk dan sangat jarang bertemu dengan Lily dan sore itu saat Leo pulang ia melihat Lily yang sedang duduk sendiri membuat Leo melangkahkan kakinya mendekati wanita pujaan hatinya itu, Lily sedikit tersentak ketika Leo tiba tiba duduk disampingnya dan menyandarkan kepalanya di pundak Lily, mungkin itu sudah menjadi kebiasaan tapi setelah kejadian itu Lily sedikit risih ketika Leo melakukan hal itu, Lily berdiri dan ingin meninggalkan Leo karena ia tak ingin Leo semakin berharap kepadanya tapi langkahnya terhenti tangan Leo menarik paksa Lily sampai tubuh Lily terhenyuk dalam pelukan Leo dan dengan cepat Leo mencium bibir Lily.
Lily membulatkan matanya karena terkejut dengan perilaku Leo yang kurang ajar dengannya, ia mendorong kasar tubuh Leo membuat Lily terlepas dari pelukan Leo "Aku pikir kau akan menghargai perasaan ku dan tak memaksakan perasaan mu kepadaku, tapi ternyata kau terlalu terobsesi dan sangat egois, jangan pernah kau mendekati ku lagi jika kau masih ingin melihatku disini!" Lily berlalu pergi meninggalkan Leo yang mengusap wajahnya dengan kasar karena telah menyesal sudah melakukan itu kepada Lily, Leo memang sangat menyayangi Lily ia bahkan rela terluka demi melindungi Lily, tapi sekarang justru dia yang melukai hati Lily.
Leo melihat jelas jika Lily pergi meninggalkannya dengan isak tangis yang tidak mampu di bendung lagi, Lily sangat sakit di perlakukan seperti itu ia tak menyangka Leo akan melakukan itu kepadanya, ia merasa Leo sudah melecehkannya dan tak pernah menghargai perasaan Lily yang sudah menganggapnya seperti kakaknya sendiri.
Lily masuk kedalam kamar dan ia menangis sesenggukan sambil memeluk bantal, ia merasa sudah kehilangan sosok Leo yang selalu menjaganya, Leo yang menatapnya dengan penuh kasih sayang seorang kakak.
***
__ADS_1
Sekarang Lily melihat tatapan mata Leo hanya menatap Lily dengan nafsu dan obsesi, Lily semakin muak dengan kehidupan ini, ia merasa kesepian dan tak memiliki siapapun untuk ia berbagi cerita dan tempat ternyaman untuk ia bersandar melepaskan beban hatinya selama ini.