
Semua orang pun tertawa mendengar ucapan dari Melani.Melani pun cemberut melihat keluarganya menertawakannya.
"Sepertinya aku belum mau menjalin hubungan dengan seorang pria Dad," ungkap Melani dengan nada serius
"Kenapa nak?" sahut Mommy penasaran
lalu menatap wajah Melani
"Aku belum siap untuk merasakan sakit hati lagian saat ini aku masih berumur 18 tahun," balas Melani sambil menatap kearah mommynya
Mommy pun menatap puteri bungsunya sambil tersenyum tipis.Dia tidak akan memaksa puterinya untuk melakukan sesuatu yang tidak disukainya.Sementara Max hanya menghela nafas mendengar ucapan dari adiknya tersebut.Dia berharap kelak adiknya itu menemukan pasangan yang benar benar tulus mencintainya dan juga mampu menjaganya.
"Baiklah Mom , Dad aku kekamar dulu ya mau berkemas pakaian kedalam koper untuk besok," ucap Melani sambil tersenyum tipis
"Iya sayang," balas Mommy dengan singkat
Melani pun berdiri dan berjalan meninggalkan keluarganya diruang tamu.Dia segera menaiki tangga menuju ke kamarnya.Cklek pintu terbuka dan Melani pun langsung masuk kedalam.Dia pun segera mengambil kopernya lalu membuka resletingnya.Melani membuka lemarinya dan memasukkan baju bajunya kedalam koper.1 jam kemudian dia pun telah selesai dan dia merasa lelah kemudian memutskan membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Melani melirik alarm menunjukkan angka 03.00 sore. Dia pun mengambil hape lalu mengotak atiknya namun tidak ada yang seru dan dia masih merasa bosan.
__ADS_1
Malam harinya dikediaman keluarga Stefanus mereka kini tengah makan malam bersama dengan tenang.Selesai makan malam Melani menatap orang tuanya dan juga kakaknya yaitu Maximilano secara bergantian.Dia merasa sedih karena harus berpisah dari keluarganya namun itu sudah menjadi keputusannya.Mommy Rose berkaca kaca menatap putri bungsunya itu.
"Mom bisakah malam ini mommy tidur bersamaku di kamarku," ucap Melani sambil memohon
"Tentu saja sayang," balas Mommy sambil tersenyum simpul
Max hanya tersenyum begitu juga dengan Daddy. Daddy membiarkan Mommy tidur dengan puteri mereka karena dia tahu istrinya itu sebenarnya enggan berpisah jauh dengan Melani.
Max pun melirik arlojinya menunjukkan angka 08.00 malam lalu kembali menatap keluarganya.
"Mommy ayo kita tidur dan aku ingin tidur dalam pelukan mommy," pinta Melani
"Oh ya Max sebaiknya kamu besok mengantarkan adikmu ke bandara,," ucap Daddy Abraham
"Tentu saja Dad dan aku akan memastikan keselamatan Melani sampai di bandara," ujar Max tersenyum tipis kearah daddy nya
"Daddy percaya padamu Son dan sekarang sebaiknya kita istirahat," tegur Daddy Abraham sambil tersenyum
__ADS_1
"Baiklah Daddy," ucap Max dengan singkat
Mereka pun langsung berdiri dan berjalan mrnuju ke kamar masing masing.Sementara di kamar Mommy dan Melani tengah berbaring diatas ranjang.Melani mendekatkan tubuhnya disamping sang mommy.
"Mommy pasti bakal rindu sama kamu sayang dan sifat manja kamu pada mommy," ungkap Mommy Rose
"Aku juga akan sangat merindukan mommy , daddy dan juga kak Max," balas Melani dengan nada sendunya
"Sampai di inggris kamu harus segera kabari mommy ya sayang," ucap Mommy Rose
"Iya mommy aku akan membri kabar pada mommy jika aku sudah sampai disana," Jawab Melani
"Baiklah sebaiknya kita tidur sayang ," tegur Mommy Rose
"Iya mom tapi peluk aku ya," rengek Melani
Momy Rosepun tersenyum lalu memeluk erat tubuh putri bungsunya itu.Dia mencium kening puterinya kemudian mereka pun memejamkan kedua matanya kealam mimpi.
__ADS_1
tbc
kisah max dan maureen ada juga dan aku gabung sama kisahnya xavier dan sera di say love me please hehe