
Tak terasa kini kandungan Rose memasuki usia 22 minggu dan Abraham semakin posesif padanya. Kehidupa rumah tangga mereka Terasa semakin harmonis dan mesra begitu juga sikap posesif Abraham pada Rose. Dia bersikap sperti Itu karena tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan calon anak mereka. Seperti pagi ini Abraham membuatkan susu untuk istrinya sebelum dirinya berangkat kerja.
"Aku juga masih bisa membuat nya sendiri kamu kan harus ke kantor," tegur Rose
"Kamu tidak boleh terlalu lelah," balas Abraham
"Lagian cuma membuat susu doang kok Hubby dan lagian aku juga butuh gerak juga," sahut Rose sedikit kesal
"Ini minumlah," jawab Abraham sambil menyodorkan segelas susu pada Rose
Rose hanya diam lalu berdiri dari kursinya dan berbalik menuju ke teras. Dia hanya sedikit kesal dengan suaminya yang tidak memperbolehkan nya melakukan apapun.Sementara Abraham hanya menghela nafas kasar dengan mood istri nya.Lalu membawa segelas susu itu menuju ke teras.Di teras dia melihat istrinya yang masih kesal padanya.
"Sayang minumlah susunya," ungkap Abraham
"Iya aku minum dan berangkat lah ke kantor," balas Rose singkat
Abraham lalu mencium kening istrinya dan mengelus perut buncitnya.Setelah itu berbalik dan berjalan keluar dari mansion.Rose hanya menghela nafas dan dia mengerti dengan sikap posesif suaminya tetapi jangan terlalu berlebihan membatasi gerak nya.
__ADS_1
"Maafin mommy ya sayang karena mood mommy yang buruk malah mendiamkan Daddy mu," ucap Rose sambil mengelus perut buncitnya
Rose langsung menghabiskan susu yang dibuat suami nya.Setelah itu menaruh gelas nya kembali ke meja dan tiba tiba dia teringat kedua orang tua nya yang sudah tiada.
"Seandainya ibu dan ayah masih hidup pasti kalian akan menasehatiku.Ibu seandainya aku enggak lahir ke dunia ibu pasti masih ada dan begitu juga ayah," ungkap Rose lirih menahan air matanya yang akan keluar
"Ibu ,Ayah aku ingin kalian ada disaat aku melahirkan nanti namun aku tahu semua itu hanya angan angan ku saja," ucap Rose sambil menangis pilu
Dari balik pintu Abraham mendengar kan ungkapan hati istrinya Rose.
Dia tidak jadi berangkat danemilih menemani istrinya.Ketika akan menghampiri Rose ,dia Mendengarkan ucapan istrinya itu.Abraham kembali merasa sesak melihat istrinya menangis mengingat kedua orang tua nya.Dia keluar dari balik pintu dan menghampiri Rose.
Rose terkejut melihat suaminya yang belum berangkat kerja dan segera menghapus air matanya.Abraham berjalan menghampiri Rose dan berdiri di kejauhan.
"Kamu merindukan ayah dan ibu?" tanya Abraham tanpa basa basi
Deg.. Air mata Rose kembaii mengalir dan dia segera menghampiri suaminya dengan pelan.
__ADS_1
Dia langsung memeluk pinggang suaminya tanpa menindih perutnya yang membuncit dan menumpahkan segala keresahan hatinya. Abraham langsung memeluk Rose dan mencium pucuk kepala istrinya.
"Apakah aku salah jika merindukan ayah dan ibu?" tanya Rose sambil menangis
"Sayang jangan menangis lagi ku mohon dan tidak ada yang menyalahkanmu sayang," balas Abraham
"Aku hanya ingin seperti wanita lain yang di damping orang tuanya ketika mereka para wanita akan melahirkan," ungkap Rose dengan sendu
"Jadi selama ini kamu setiap malam bukan mimpi buruk tetapi merindukan ayah dan ibu," tebak Abraham
Rose Menganggukkan kepala nya dan membuat Abraham menghela nafas.Dia menuntun istrinya untuk duduk di kursi panjang dekat kolam renang.
"Kenapa kamu tidak pernah bilang pada aku sayang?" tanya Abraham penasaran
"Aku tidak ingin bercerita karena tidak ingin menambahi Beban fikiranmu hubby. Kamu pasti lelah telah pulang dari kantor dan aku lebih memilih memendamnya sendiri," balas Rose panjang lebar
Abraham langsung memeluknya dari samping dan mencium pelipis istrinya. Rose merasa lega setelah bercerita pada suami nya.Dia mengelus perut buncitnya dengan lembut.
__ADS_1
TBC